Pendidikan

SMA Pradita Dirgantara Bahas Pembelajaran Partisipatif Lintas Kurikulum

Minggu, 11 Oktober 2020 - 13:25 | 22.23k
SMA Pradita Dirgantara Bahas Pembelajaran Partisipatif Lintas Kurikulum
Ketua Umum Yayasan Ardhiya Garini (Yasarini), Nanny Hadi Tjahjanto membuka acara webinar pendidikan yang digelar SMA Pradita Dirgantara, Jumat (9/10/2020). (foto: SMA Pradita Dirgantara)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, BOYOLALISMA Pradita Dirgantara menyelenggarakan Webinar dengan tema “Engaged Teaching and Learning Across Curriculum” (Pengajaran dan Pembelajaran Partisipatif Lintas Kurikulum). Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jumat (09/10/2020) melalui aplikasi Zoom Meeting dan juga melalui siaran langsung kanal Youtube SMA Pradita Dirgantara. 

Webinar ini terselenggara dalam rangka peringatan Hari Guru Sedunia, yakni setiap tanggal 5 Oktober.

Ketua Umum Yayasan Ardhiya Garini (Yasarini),  Nanny Hadi Tjahjanto memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara webinar yang diikuti sekitar 400 peserta. Dalam sambutannya,  Nanny menyampaikan guru memiliki tugas mulia dalam membangun bangsa sehingga penting bagi guru unutk menempatkan diri sebagai pembelajar sepanjang hayat. 

“Dengan webinar ini saya harap dapat membuka wacana bahwa pendidik bukan sekedar proses dimana guru mengisi pembelajaran dengan memberi siswa materi dalam bahan ajar dan siswa hanya sebagai penerima, tetapi pendidikan adalah proses kerjasama antara guru dengan peserta didiknya dalam menciptakan pengetahuan," imbuhnya.

Webinar-Pradita-Dirgantara-2.jpg

Inong Fadjar Prasetyo, Ketua Umum PIA Ardhya Garini dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa negara maju adalah negara yg menempatkan pendidikan sebagai prioritas tertinggi.

 “Harus ada kolaborasi antara pendidik dan perserta didik karena peran tenaga didik penting dalam menciptakan susasana pembelajaran yang menarik,” ujarnya.

 Webinar ini menghadirkan pembicara Dwi Agus Yuliantoro, Ph.D. (Direktur Direktorat Pengembangan Sekolah Pradita Dirgantara), Zulfa Sakhiyya, Ph.D. (Kepala Pusat Studi Literasi Universitas Negeri Semarang) dan Irfan Prasetya, Ph.D. sebagai pembahas.

Dwi Agus Yuliantoro, Ph.D., menyampaikan bahwa engaged dalam pembelajaran adalah pembelajaran yang melibatkan peran aktif dan partisipasi dari siswa ketika mengikuti proses pembelajaran dengan guru di kelas sehari-hari, sehingga pembelajaran terjadi lebih dinamis. 

Pembelajaran bukan satu arah dalam artian dari guru menransfer ilmu kepada murid dan murid akan menerima secara mentah-mentah apa yg disampaikan guru sebagai kebenaran. Critical pedagogi lebih kepada pembelajaran dialogis antara guru dengan murid. Pengetahuan bukan hanya dari guru ke siswa, tapi juga dari siswa kepada guru maupun dari siswa kepada teman-temannya. 

“Kita harus menyadari guru dan siswa punya peran yang sama pentingnya dalam pembelajaran sehingga pembelajaran dapat terjadi dengan sukses. Guru dan murid keduanya merupakan pelaku utama dalam proses belajar mengajar di kelas,” ungkap Dwi. 

Dalam pemaparannya, Dwi juga mengungkapkan beberapa kriteria atau karakter yang harus dimiliki oleh guru yaitu, guru harus bisa engaging atau melibatkan siswa dalam seluruh mata pelajaran

 Guru juga harus punya empati dan simpati, dan guru harus bisa menampilkan pola pengajaran yang baik.

Guru juga dituntut memaknai bahwa guru yang hebat adalah guru yang selalu berpikir dia juga adalah seorang pembelajar sepanjang hayat.

Webinar-Pradita-Dirgantara-3.jpg

"Dewasa ini guru belum mampu mengoneksikan atau menghubungkan pembelajaran di kelas dengan kehidupan nyata siswa sehari hari, hal ini adalah salah satu koreksi yang harus diperhatikan oleh guru," ucapnya.

Dwi juga memaparkan bahwa dalam cara belajar siswa aktif, siswa dituntut berperan aktif di kelas, bagaimana siswa secara continue fokus pada pembelajaran yang terjadi. Untuk mendukung suksesnya kegiatan pembelajaran, guru harus mampu menerapkan teknik mengajar yang beragam dan berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi dan topik yang diajarkan, serta disesuaikan dengan tingkat kecerdasan siswa 

Sementara itu Zulfa Sakhiyya, Ph.D., Kepala Pusat Studi Literasi Universitas Negeri Semarang mengatakan bahwa semua jenis ilmu pengetahuan yang berbeda, tetapi hanya ada satu cara untuk memediasi ilmu pengetahuan, yaitu dengan literasi. Pengetahuan diibaratkan sebuah bangunan dengan literasi sebagai kuncinya, ketika kita memiliki kunci maka kita akan mampu membuka pintu pengetahuan. 

Dalam membuat praktik atau kegiatan literasi yang bermakna yang berarti ada engagement, siswa bisa tidak hanya consume tetapi juga produce pengetahuan.

 “Di masa pandemi seperti saat ini, jalan yang paling masuk akal yang bisa dimodifikasi oleh guru adalah melalui digital literacy. Literasi digital dibutuhkan untuk memperoleh atau menyaring informasi yang tidak terbendung datangnya. Fokus dari gerakan literasi digital saat ini masih pada consuming information. Padahal yang diperlukan dalam era saat ini adalah critical thinking atau berpikir kritis yang mana tidak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan informasi,” tutur Zulfa. 

Menurutnya, siswa harus mampu menunjukkan apa yang mereka tahu. Pergeseran yang perlu dilakukan selama proses belajar mengajar literasi di masa pandemic adalah bahwa praktik literasi harus memiliki tujuan.

Terakhir, Irfan Prasetya, Ph.D. (Direktorat SMA, Kemdikbud) selaku pembahas pada acara webinar Jumat, 9 Oktober 2020 mengemukakan bahwa kebijakan merdeka belajar yang saat ini digaungkan oleh Kementerian Pendidikan sumber idenya adalah dari Ki Hajar Dewantara dimana ada 3 ide besar yaitu sekolah sebagai sebuah taman yang terdapat among dan pamong di situ.

Taman siswa berarti ada kegembiraan di sekolah, among dimana central figure dari belajar adalah guru dan siswa yang berkolaborasi sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, pamong dimana tugas dan fungsi dari pendidik adalah sebagai fasilitator yang membantu siswa belajar tanpa menentukan kemana siswa harus belajar, tetapi ketika ada  permasalahan harus ada tuntunan dan intervensi dari guru. (*)



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Webinar Ayo ke Ladara, Kemenperin Dorong UMKM Masuk Marketplace
    Webinar Ayo ke Ladara, Kemenperin Dorong UMKM Masuk Marketplace
    21/10/2020 - 14:05
  • Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    21/10/2020 - 14:00
  • Bioskop di Jakarta Kembali Dibuka, Ini Protokol Kesehatan yang Wajib Ditaati
    Bioskop di Jakarta Kembali Dibuka, Ini Protokol Kesehatan yang Wajib Ditaati
    21/10/2020 - 13:46
  • Sediakan Ribuan Lowongan, Lamongan Job Market Fair Digelar dengan Protokol Kesehatan
    Sediakan Ribuan Lowongan, Lamongan Job Market Fair Digelar dengan Protokol Kesehatan
    21/10/2020 - 13:43
  • BI: Kehadiran Ladara Indonesia Perkuat Sektor UMKM
    BI: Kehadiran Ladara Indonesia Perkuat Sektor UMKM
    21/10/2020 - 13:40
  • Stok Darah O dan B di PMI Menipis, Polresta Probolinggo Gelar Donor Darah
    Stok Darah O dan B di PMI Menipis, Polresta Probolinggo Gelar Donor Darah
    21/10/2020 - 13:37
  • Danrem 044 Gapo Buka Turnamen Gaple PWI Sumsel
    Danrem 044 Gapo Buka Turnamen Gaple PWI Sumsel
    21/10/2020 - 13:34
  • Ketua Pemuda Pancasila Minta Kader Disiplin Protokol Covid-19
    Ketua Pemuda Pancasila Minta Kader Disiplin Protokol Covid-19
    21/10/2020 - 13:31
  • Polres Malang Amankan Dua Tersangka Pembunuhan di Tirtoyudo
    Polres Malang Amankan Dua Tersangka Pembunuhan di Tirtoyudo
    21/10/2020 - 13:26
  • Tiga Tahun Smart City Kabupaten Blitar, ini Program Andalannya
    Tiga Tahun Smart City Kabupaten Blitar, ini Program Andalannya
    21/10/2020 - 13:23

TIMES TV

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

17/10/2020 - 16:33

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil
GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    21/10/2020 - 14:00
  • Adaptasi Pelaku Usaha Saat Covid-19
    Adaptasi Pelaku Usaha Saat Covid-19
    21/10/2020 - 13:00
  • Menakar Kesehatan Mental Kita
    Menakar Kesehatan Mental Kita
    21/10/2020 - 12:00
  • Menguji Kesiapan Parpol dalam Kampanye Daring Pilkada
    Menguji Kesiapan Parpol dalam Kampanye Daring Pilkada
    21/10/2020 - 11:00
  • Problematika UU Cipta Kerja di Sektor Ketenagakerjaan
    Problematika UU Cipta Kerja di Sektor Ketenagakerjaan
    21/10/2020 - 05:16
  • Covid-19 dan Kepedulian Sosial
    Covid-19 dan Kepedulian Sosial
    21/10/2020 - 03:45
  • Memandang Masa Depan Profesi Public Relations
    Memandang Masa Depan Profesi Public Relations
    20/10/2020 - 23:14
  • Ruang Parlemen Mahasiswa dan Catatan untuk Para Demonstran
    Ruang Parlemen Mahasiswa dan Catatan untuk Para Demonstran
    20/10/2020 - 17:16

KULINER

  • Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    21/10/2020 - 00:46
  • Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    18/10/2020 - 05:28
  • Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    14/10/2020 - 13:02
  • Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    14/10/2020 - 08:03
  • Inilah 9 Macam Olahan Makanan Daun Kelor dari Ibu-ibu Lamongan, Apa Saja?
    Inilah 9 Macam Olahan Makanan Daun Kelor dari Ibu-ibu Lamongan, Apa Saja?
    12/10/2020 - 15:57
  • Viral, Diduga Perwira Polisi Pakai Almamater Dipukul Brimob
    Viral, Diduga Perwira Polisi Pakai Almamater Dipukul Brimob
    21/10/2020 - 05:46
  • Sindir Johnny Plate, Sujiwo Tejo Minta Kominfo Blokir Dulu Akun Anonim
    Sindir Johnny Plate, Sujiwo Tejo Minta Kominfo Blokir Dulu Akun Anonim
    21/10/2020 - 05:38
  • Ngeri, Video Pembantaian Pasukan Armenia Beredar Lagi
    Ngeri, Video Pembantaian Pasukan Armenia Beredar Lagi
    21/10/2020 - 04:00
  • Demi Utang Rp70 Juta, Erdina Potong 4 Jari Tangannya dan Ngaku Dibegal
    Demi Utang Rp70 Juta, Erdina Potong 4 Jari Tangannya dan Ngaku Dibegal
    21/10/2020 - 02:10
  • Kisah Gila Sertu TNI Nekat Goyang Istri Bawahan di Asrama Hingga Hamil
    Kisah Gila Sertu TNI Nekat Goyang Istri Bawahan di Asrama Hingga Hamil
    21/10/2020 - 00:02