Kopi TIMES

Catatan Hari Pariwisata Sedunia: Sumber Daya Air Untuk Desa Wisata

Minggu, 27 September 2020 - 17:39 | 30.35k
Catatan Hari Pariwisata Sedunia: Sumber Daya Air Untuk Desa Wisata
Dewa Gde Satrya, Kepala Program Studi Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya

TIMESINDONESIA, SURABAYATEMA World Tourism Day pada 27 September 2020 yang ditetapkan United Nation World Tourism Organization adalah Tourism and Rural Development. Salah satu kekuatan desa, dan juga menjadi kekuatan desa wisata, adalah ketersediaan sumber daya air yang melimpah.

Di Indonesia, eksistensi air sangat penting. Untuk membangun ketahanan pangan, pemerintah memastikan ketersediaan air (water sustainability) di masa mendatang dengan membangun waduk dan irigasi. Yang tak kalah pentingnya adalah, air berjasa bagi kehidupan di hulu atau di area sumber mata air, yakni bertumbuhnya desa-desa mandiri dan maju dalam wajah baru desa wisata, yang merupakan produk nyata dana desa selama lima tahun terakhir.

Data BPS menyebutkan, tahun 2018 sejumlah 1.784 desa yang berpotensi menjadi desa wisata. Jumlah itu meningkat dari tahun 2014 hanya 1.302 (kompas.com, 12/3/2019). Sekadar menyebut dua contoh desa wisata yang gemilang dengan desa wisata dengan pemanfaatan / eksplorasi pada sumber daya air: Desa Pujon Kidul di Malang dan Desa Ponggok di Klaten, Jawa Tengah. Bagi dua warga di desa ini, maupun di desa-desa pada umumnya, air adalah segala-galanya. Harta yang tersedia demikian melimpah dari alam semesta, yang menopang bahkan mengubah kehidupan menuju ke kemandirian dan kesejahteraan.

Mengapa desa wisata harus dikembangkan? Pertama, indikator terpenting kemajuan sektor pariwisata selain pemasukan negara melalui devisa negara adalah peningkatan taraf kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat khususnya di area pinggiran dan di sekitar obyek dan daya tarik wisata (ODTW). Sebagian besar ODTW berada di area pedesaan. Karena itu, amat ironis manakala target kunjungan wisatawan asing dan pendapat devisa negara serta pembelanjaan wisatawan domestik bertumbuh hanya pada area tertentu.

Lebih-lebih, tujuan kepariwisataan yang diamanatkan UU 10/2009 menegaskan hakekat mulia pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, memajukan kebudayaan, mengangkat citra bangsa, memupuk rasa cinta tanah air, memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa, serta mempererat persahabatan antar bangsa. Tanpa peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan, kemajuan pariwisata terasa keropos tidak menyentuh esensi kehidupan sebagian besar masyarakat kita.

Kedua, seiring dengan perubahan tren wisatawan dunia, bahwa kepariwisataan semakin menuju kepada quality tourism, di mana adat-istiadat lokal dan lingkungan hidup harus dihargai. Kontras dengan quality tourism, pariwisata di kawasan Kuta, Bali, semakin mengundang keresahan karena ulah wisatawan asing yang kerap membuat onar dan tidak menghargai adat serta nilai religi lokal. Bahkan ada dugaan merasa diri superior sebagai warga asing ketimbang warga lokal.

Sebagai anti-tesa dari praktek wisata semacam itu, pertumbuhan kualitas dan kuantitas desa-desa wisata merupakan keniscayaan. Ada 5 aspek yang dipergunakan sebagai parameter menilai potensi pengembangan desa wisata yaitu originalitas, otentisitas, keunikan, kelangkaan dan keutuhan. Di mana, warga beserta seluruh aspek kehidupan desa yang melekat di dalamnya, berdaulat dan dihormati oleh wisatawan.

Ketiga, di pedesaanlah sebenarnya kepariwisataan kita memiliki daya saing dan otentisitas produk yang tidak dimiliki oleh destinasi wisata di negara lain. Konsep wealth created tourism berjalan nyata dengan mencerminkan diri sebagai bangsa yang tidak terlena dengan warisan / inherited wealth tourism (bangunan bersejarah, tari-tarian, kesenian, candi, dan sebagainya), tetapi mengeksplorasi desa-desa wisata baru yang inovatif, berdaya saing dan laik jual.

Di ranah ini, termasuk dalam pengembangan desa wisata adalah agrowisata, yang secara umum terdiri dari pertanian, perkebunan, tanaman pangan dan hortikultura, perikanan dan peternakan. Agrowisata adalah bagian tak terpisahkan dari wisata pedesaan. Agrowisata dapat dikelompokkan ke dalam wisata ekologi (eco-tourism), yaitu kegiatan perjalanan wisata dengan tidak merusak atau mencemari alam dengan tujuan untuk mengagumi dan menikmati keindahan alam, hewan atau tumbuhan liar di lingkungan alaminya serta sebagai sarana pendidikan. Berdasarkan sifatnya, agrowisata dapat digolongkan menjadi dua. Pertama, agrowisata ruang terbuka alami, berada pada areal di mana kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh masyarakat petani setempat sesuai dengan kehidupan keseharian mereka. Masyarakat melakukan kegiatannya sesuai dengan apa yang biasa mereka lakukan tanpa ada pengaturan dari pihak lain. Kedua, agrowisata ruang terbuka buatan, di mana kawasan agrowisata ini dapat didesain pada kawasan-kawasan yang spesifik namun belum dikuasai atau disentuh oleh masyarakat (deptan.go.id).

Wealth created tourism melalui pengembangan desa wisata sebenarnya tidak sesulit dan semahal menciptakan destinasi wisata baru. Pola hidup sehari-hari masyarakat pedesaan sudah menjadi daya tarik tersendiri, tinggal bagaimana mengemas dan memasarkannya.

Di sinilah hari pariwisata sedunia menemukan relevansinya, di satu sisi menjadi momentum yang mengingatkan semua pihak akan potensi dan peran vital pembangunan desa menjadi desa wisata dengan basis kekuatan sumber daya air yang melimpah, di sisi lain menjadi inspirasi untuk pemanfaatan air di desa-desa lain yang juga memiliki visi desa wisata. Kesejahteraan warga di hulu (sumber mata air) melalui pengembangan desa wisata, merupakan pondasi penting kesejahteraan peradaban bangsa. Selamat Hari Pariwisata Sedunia 2020. (*)

 

***

 

* Penulis Dewa Gde Satrya, Kepala Program Studi  Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Hari Sumpah Pemuda, Thaher Hanubun: Maluku Tenggara Tetap NKRI
    Hari Sumpah Pemuda, Thaher Hanubun: Maluku Tenggara Tetap NKRI
    27/10/2020 - 11:03
  • Universitas Surabaya Borong Juara di Kompetisi Akuntasi Nasional
    Universitas Surabaya Borong Juara di Kompetisi Akuntasi Nasional
    27/10/2020 - 10:57
  • Kampanye Jaga Imun di Tengah Pandemi, Wali Kota Probolinggo Senam di Pusat Kota
    Kampanye Jaga Imun di Tengah Pandemi, Wali Kota Probolinggo Senam di Pusat Kota
    27/10/2020 - 10:26
  • Wali Kota Dewanti Ajak Pemuda Kota Batu Jadi Influencer Anti Radikalisme
    Wali Kota Dewanti Ajak Pemuda Kota Batu Jadi Influencer Anti Radikalisme
    27/10/2020 - 10:14
  • Dies Natalis ke-32 Polije, Siap Menuju Politeknik Unggul Asia Tenggara 2035
    Dies Natalis ke-32 Polije, Siap Menuju Politeknik Unggul Asia Tenggara 2035
    27/10/2020 - 10:00
  • Peci Nasional Raharja Produk UMKM Buatan Warga Weragati Majalengka
    Peci Nasional Raharja Produk UMKM Buatan Warga Weragati Majalengka
    27/10/2020 - 09:48
  • Menteri Wishnutama: Manfaatkan Platform Digital untuk Pengembangan Parekraf
    Menteri Wishnutama: Manfaatkan Platform Digital untuk Pengembangan Parekraf
    27/10/2020 - 09:42
  • DPPKB Bontang Targetkan Miliki RBRA yang Tersertifikasi
    DPPKB Bontang Targetkan Miliki RBRA yang Tersertifikasi
    27/10/2020 - 09:36
  • Jelang Musim Hujan, Koramil 0820/14 Besuk Kerja Bakti Buat Saluran Irigasi
    Jelang Musim Hujan, Koramil 0820/14 Besuk Kerja Bakti Buat Saluran Irigasi
    27/10/2020 - 09:30
  • Partai Gelora Rayakan Milad Pertama Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda
    Partai Gelora Rayakan Milad Pertama Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda
    27/10/2020 - 09:24

TIMES TV

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

26/10/2020 - 12:17

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?
UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Integritas Asas Pilkada 2020 di Masa Pandemi Covid-19
    Integritas Asas Pilkada 2020 di Masa Pandemi Covid-19
    26/10/2020 - 23:22
  • Peran Santri Milenial dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI
    Peran Santri Milenial dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI
    26/10/2020 - 22:03
  • Pemerataan Pendidikan di Era New Normal: Sudahkah Tut Wuri Handayani ?
    Pemerataan Pendidikan di Era New Normal: Sudahkah Tut Wuri Handayani ?
    26/10/2020 - 21:00
  • Kepemimpinan Sebagai Katalisator Kemaslahatan Rakyat
    Kepemimpinan Sebagai Katalisator Kemaslahatan Rakyat
    26/10/2020 - 16:12
  • Pengelolaan Eksternal Publik Lembaga Pemerintah
    Pengelolaan Eksternal Publik Lembaga Pemerintah
    26/10/2020 - 15:28
  • Jadi, Seperti Apa Standard Cantik Itu?
    Jadi, Seperti Apa Standard Cantik Itu?
    26/10/2020 - 13:52
  • Kegembiraan Lintas Batas
    Kegembiraan Lintas Batas
    26/10/2020 - 10:57
  • Pentingnya Istiqomah Dalam Memotivasi Diri Sendiri
    Pentingnya Istiqomah Dalam Memotivasi Diri Sendiri
    26/10/2020 - 10:08

KULINER

  • Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    26/10/2020 - 17:44
  • Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    26/10/2020 - 03:24
  • Sega Waluya, Makanan Tradisonal Indramayu yang Muncul Setahun Sekali
    Sega Waluya, Makanan Tradisonal Indramayu yang Muncul Setahun Sekali
    26/10/2020 - 01:20
  • Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    25/10/2020 - 04:20
  • Belajar dari Orang Tua, Mistar Sukses Kembangkan Bluder Miroso di Kota Madiun
    Belajar dari Orang Tua, Mistar Sukses Kembangkan Bluder Miroso di Kota Madiun
    24/10/2020 - 18:29
  • Ini Sosok Brimob Penjual Senjata ke OPM saat Diringkus TNI di Bandara
    Ini Sosok Brimob Penjual Senjata ke OPM saat Diringkus TNI di Bandara
    27/10/2020 - 08:30
  • Prajurit TNI Terkejut Dihampiri Warga Papua dan Diajak ke Ladang Ganja
    Prajurit TNI Terkejut Dihampiri Warga Papua dan Diajak ke Ladang Ganja
    27/10/2020 - 07:10
  • Khabib dan Atlet Muslim yang Guncang Dunia, Nomor 3 Mengerikan
    Khabib dan Atlet Muslim yang Guncang Dunia, Nomor 3 Mengerikan
    27/10/2020 - 00:56
  • Dua Pelindung yang Tak Dapat Ditembus Virus Corona Penyebab COVID-19
    Dua Pelindung yang Tak Dapat Ditembus Virus Corona Penyebab COVID-19
    27/10/2020 - 01:09
  • Kolonel Vaginak Dipecat, Azerbaijan Siapkan Senjata Pamungkas Perang
    Kolonel Vaginak Dipecat, Azerbaijan Siapkan Senjata Pamungkas Perang
    27/10/2020 - 04:10