Kopi TIMES

Etika dan Kesantunan Berpolitik

Jumat, 25 September 2020 - 17:54 | 36.60k
Etika dan Kesantunan Berpolitik
Zenwen Pador, Advokat, Pegiat Perkumpulan Peduli Konsumen dan Bantuan Hukum (PKBH) Andalas.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua DPP PAN Mumtaz Rais, sekaligus putra mantan Ketua MPR Amien Rais, meyakini bahwa partai politik baru yang akan dibentuk sang ayah tidak akan terwujud. "Mengapa? Karena PAN Reformasi ini alih-alih akan terbentuk serta dideklarasikan, malah yang ada nyungsep sebelum tumbuh," kata Mumtaz sebagaimana dilansir Kompas.com, 1 September 2020. 

Mumtaz optimistis PAN Reformasi tak akan terbentuk karena tidak ada anggota dewan ataupun kepala daerah yang membicarakan rencana adanya partai baru tersebut.  Menurut Muntaz tidak ada tokoh baik di tingkat pusat maupun daerah tertarik dengan ide tersebut. Karena mereka semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu yang luntang-lantung berhalusinasi mau bikin partai, tegas  Mumtaz lebih jauh.

Tidakkah Muntaz sadar bahwa dalam kalimat terakhir yang disebutnya, termasuk di dalamnya adalah ayah kandungnya sendiri, Amien Rais?
Kalau dengan segenap kesadaran dia berkata seperti itu, sepertinya pemahaman bahwa politik itu kejam menemukan bukti empirisnya. Ternyata dalam politik bukan hanya tidak ada kawan yang abadi, orang tua pun  sewaktu-waktu bisa menjadi lawan  keabadian kepentingan (politik). 

Politik Kejam?

Selama ini dalam praktek politik terlanjur dikenal jargon: Tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang abadi hanyalah kepentingan.
Pertanyaannya kemudian benarkah politik itu kejam? Kalau kita cermati makna politik sebagaimana yang dimuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) justru sebaliknya. Salah satu definisi dari kata "politik" yang dimuat KBBI  ialah cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah).  Selain itu  kata politik sebenarnya juga bermakna sebagai pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan). Politik juga berarti sebagai segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain.

Dari pengertian di atas sama sekali tidak ada yang negatif dari makna politik. Tetapi kenapa selalu saja ketika kita mendengar kata politik selalu terbayang praktek-praktek negatif. 

Dalam praktek politik Indonesia sendiri secara kasat mata dapat kita lihat bagaimana seteru Jokowi dan Prabowo dalam kontestasi Pilpres dalam dua kali Pilpres kemudian berakhir dengan bergabungnya Prabowo sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Pemerintahan Jokowi periode kedua ini.

Pada bagian lain Koalisi Merah Putih yang dipimpin Prabowo bersama Partai Gerindra dengan para partai pendukungnya saat ini hanya menyisakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tetap memilih berada di luar pemerintahan dan tidak bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat. 

Walaupun banyak yang menenggarai sikap “oposisi” tersebut lebih karena tidak tercapainya deal politik antara Partai pendudukung Jokowi dengan PKS, termasuk dengan Partai Demokrat yang sejak awal memilih bersikap abu-abu dalam berpihak. Kalau deal, pasti sudah bergabung juga dalam pemerintahan Jokowi. Soalnya hanyalah karena kepentingan yang yang belum sesuai atau belum tercapai kompromi politiknya.

Nah,  kembali akhirnya dalam praktek politik adalah soal kompromi kepentingan antara para aktor politik. Seteru politik sekeras apapun bila kemudian kompromi kepentingannya cocok pastilah akan berakhir dengan rangkulan politik dalam kabinet. 

Sebagaimana pendapat ilmuwan politik asal Amerika Serikat, Harold D Lasswell. politik adalah tentang siapa mendapat apa, kapan, dan bagaimana. Intinya kalaulah politik memang dimaknai sebagai seni atau cara meraih kekuasaan/kursi. Maka dalam praktek politik yang lebih penting adalah bagaimana bagi-bagi kursi atau potongan-potongan kue kekuasaan tersebut dapat dibagi sesuai kehendak dan kepentingan para aktor politik dalam meja makan kekuasaan.

Henry John Temple Palmerston, mantan Menteri Luar Negeri Inggris, 1846-1851 adalah tokoh yang mempopulerkan jargon tidak ada kawan dan lawan yang abadi dalam politik. 

Palmerston menyampaikan pandangannya di hadapan parlemen Inggris dalam konteks politik luar negeri.  Menurutnya, kerajaan Inggris harus pandai-pandai menempatkan diri dalam konstelasi politik internasional yang penuh gejolak. Kuncinya satu: lentur. Tak ada teman dan musuh yang abadi. Prinsip politik yang disampaikan Palmerston seolah menjadi prinsip abadi di sepanjang hikayat politik dunia, baik dalam konteks politik internasional maupun domestik. (Nibras Nada Nailufar, 2019). 

Pentingnya Etika

Nah, hari ini dalam praktek politik Indonesia seorang Mumtaz Rais menunjukkan kepada kita perkembangan dan varian terbaru dalam penerapan jargon politik tersebut dengan pemahaman tambahan bahwa jangankan kawan, orangtua kandung pun bisa menjadi lawan dalam berpolitik. Namun hendaknya dalam setiap lini kehidupan termasuk aktivitas politik kesantunan dan etika haruslah tetap dikedepankan.
Apalagi kesantunan seorang anak kepada orangtuanya. Tidak salah berbeda pandangan dan kubu politik, namun tidak harus dengan meniadakan tata krama, kesantunan dan etika politik.

***

*) Oleh: Zenwen Pador, Advokat, Pegiat Perkumpulan Peduli Konsumen dan Bantuan Hukum (PKBH) Andalas.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Wali Kota Dewanti Ajak Pemuda Kota Batu Jadi Influencer Anti Radikalisme
    Wali Kota Dewanti Ajak Pemuda Kota Batu Jadi Influencer Anti Radikalisme
    27/10/2020 - 10:14
  • Dies Natalis ke-32 Polije, Siap Menuju Politeknik Unggul Asia Tenggara 2035
    Dies Natalis ke-32 Polije, Siap Menuju Politeknik Unggul Asia Tenggara 2035
    27/10/2020 - 10:00
  • Peci Nasional Raharja Produk UMKM Buatan Warga Weragati Majalengka
    Peci Nasional Raharja Produk UMKM Buatan Warga Weragati Majalengka
    27/10/2020 - 09:48
  • Menteri Wishnutama: Manfaatkan Platform Digital untuk Pengembangan Parekraf
    Menteri Wishnutama: Manfaatkan Platform Digital untuk Pengembangan Parekraf
    27/10/2020 - 09:42
  • DPPKB Bontang Targetkan Miliki RBRA yang Tersertifikasi
    DPPKB Bontang Targetkan Miliki RBRA yang Tersertifikasi
    27/10/2020 - 09:36
  • Jelang Musim Hujan, Koramil 0820/14 Besuk Kerja Bakti Buat Saluran Irigasi
    Jelang Musim Hujan, Koramil 0820/14 Besuk Kerja Bakti Buat Saluran Irigasi
    27/10/2020 - 09:30
  • Partai Gelora Rayakan Milad Pertama Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda
    Partai Gelora Rayakan Milad Pertama Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda
    27/10/2020 - 09:24
  • 4 Makanan yang Tidak Direkomendasikan untuk Menu Sarapan
    4 Makanan yang Tidak Direkomendasikan untuk Menu Sarapan
    27/10/2020 - 09:11
  • Pilbup Sidorjo, Bambang Haryo Janjikan Pasar Tradisional Tempat Belanja Nyaman
    Pilbup Sidorjo, Bambang Haryo Janjikan Pasar Tradisional Tempat Belanja Nyaman
    27/10/2020 - 09:05
  • Ridwan Kamil Antisipasi agar Libur Panjang Tak Buka Peluang Penularan Covid-19
    Ridwan Kamil Antisipasi agar Libur Panjang Tak Buka Peluang Penularan Covid-19
    27/10/2020 - 08:51

TIMES TV

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

26/10/2020 - 12:17

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?
UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Integritas Asas Pilkada 2020 di Masa Pandemi Covid-19
    Integritas Asas Pilkada 2020 di Masa Pandemi Covid-19
    26/10/2020 - 23:22
  • Peran Santri Milenial dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI
    Peran Santri Milenial dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI
    26/10/2020 - 22:03
  • Pemerataan Pendidikan di Era New Normal: Sudahkah Tut Wuri Handayani ?
    Pemerataan Pendidikan di Era New Normal: Sudahkah Tut Wuri Handayani ?
    26/10/2020 - 21:00
  • Kepemimpinan Sebagai Katalisator Kemaslahatan Rakyat
    Kepemimpinan Sebagai Katalisator Kemaslahatan Rakyat
    26/10/2020 - 16:12
  • Pengelolaan Eksternal Publik Lembaga Pemerintah
    Pengelolaan Eksternal Publik Lembaga Pemerintah
    26/10/2020 - 15:28
  • Jadi, Seperti Apa Standard Cantik Itu?
    Jadi, Seperti Apa Standard Cantik Itu?
    26/10/2020 - 13:52
  • Kegembiraan Lintas Batas
    Kegembiraan Lintas Batas
    26/10/2020 - 10:57
  • Pentingnya Istiqomah Dalam Memotivasi Diri Sendiri
    Pentingnya Istiqomah Dalam Memotivasi Diri Sendiri
    26/10/2020 - 10:08

KULINER

  • Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    26/10/2020 - 17:44
  • Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    26/10/2020 - 03:24
  • Sega Waluya, Makanan Tradisonal Indramayu yang Muncul Setahun Sekali
    Sega Waluya, Makanan Tradisonal Indramayu yang Muncul Setahun Sekali
    26/10/2020 - 01:20
  • Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    25/10/2020 - 04:20
  • Belajar dari Orang Tua, Mistar Sukses Kembangkan Bluder Miroso di Kota Madiun
    Belajar dari Orang Tua, Mistar Sukses Kembangkan Bluder Miroso di Kota Madiun
    24/10/2020 - 18:29
  • Ini Sosok Brimob Penjual Senjata ke OPM saat Diringkus TNI di Bandara
    Ini Sosok Brimob Penjual Senjata ke OPM saat Diringkus TNI di Bandara
    27/10/2020 - 08:30
  • Prajurit TNI Terkejut Dihampiri Warga Papua dan Diajak ke Ladang Ganja
    Prajurit TNI Terkejut Dihampiri Warga Papua dan Diajak ke Ladang Ganja
    27/10/2020 - 07:10
  • Khabib dan Atlet Muslim yang Guncang Dunia, Nomor 3 Mengerikan
    Khabib dan Atlet Muslim yang Guncang Dunia, Nomor 3 Mengerikan
    27/10/2020 - 00:56
  • Dua Pelindung yang Tak Dapat Ditembus Virus Corona Penyebab COVID-19
    Dua Pelindung yang Tak Dapat Ditembus Virus Corona Penyebab COVID-19
    27/10/2020 - 01:09
  • Kolonel Vaginak Dipecat, Azerbaijan Siapkan Senjata Pamungkas Perang
    Kolonel Vaginak Dipecat, Azerbaijan Siapkan Senjata Pamungkas Perang
    27/10/2020 - 04:10