Peristiwa Internasional

19 Tahun Tragedi WTC (7): Bisikan Imam Shamsi Ali Dijadikan Poin Pidato Presiden Bush 

Kamis, 24 September 2020 - 19:21 | 17.40k
19 Tahun Tragedi WTC (7): Bisikan Imam Shamsi Ali Dijadikan Poin Pidato Presiden Bush 
Presiden George W. Bush berpidato di Islamic Center Washington DC beberapa hari setelah 9/11. (Foto: whitehouse archive)
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, NEW YORKTak diduga bisikan Direktur Jamaica Muslim Center yang juga Presiden Nusantara Foundation Imam Shamsi Ali pada Presiden Bush soal Islam bukan teroris menjadi bahan pidato Bush di Islamic Center. Ini babak baru Islam di AS pasca Tragedi WTC. Dan semuanya merupakan andil besar tokoh Muslim asal Makassar, Indonesia ini.

***

Di Islamic Center Washington DC, didampingi oleh beberapa tokoh Muslim Amerika, Presiden Bush menyampaikan pidato singkatnya. Walaupun singkat, pidato itu menjadi viral karena memang semua media nasional maupun internasional meliputnya. 

Berbeda antara pidato Bush di Ground Zero sehari sebelumnya dengan pidatonya di Islamic Center DC. Di Ground Zero Presiden Bush menyampaikan deklarasi perang: “The world will hear us. And the people who knocked down these buildings will hear us soon” (Dunia akan mendengar kita. Dan orang-orang yang meruntuhkan gedung-gedung ini akan mendegar kita dalam waktu dekat). 

Pidato inilah yang kemudian dibuktikan dengan serangan ke Afghanistan. Juga ke Irak di belakang hari. Artinya pidato yang disampaikan Bush di Ground zero itu merupakan pidato balas dendam. Dendam yang di kemudian hari menghancurkan Irak. 

Sementara pidatonya di Islamic Center DC lebih banyak ditujukan untuk menetralisir keadaan atau kebencian dan kekerasan kepada Komunitas Muslim di Amerika yang semakin memburuk saat itu. 

Saya salah seorang yang menjadi saksi keadaan itu. Beberapa kali saya diajak hadir oleh Kepolisian New York bersama Imam E. Pasha menengok korban kekerasan. Kejadian terbanyak ketika itu ada di Brooklyn, di mana ada kantong-kantong Komunitas Muslim etnis Arab. 

Memang serangan dan kekerasan pada umumnya dialami oleh Muslim keturunan Timur Tengah dan Desi (Asia Selatan). Kata Desi adalah kata populer bagi Muslim IPB (Indian Pakistan Bangladesh). Kedua Komunitas Muslim inilah yang paling sering mendapat serangan.

Saya kira bukan saja karena 9/11. Tapi memang Islam di Amerika lebih identik dengan Timur Tengah dan Asia Selatan. Sebagian mengidentikkan dengan Afrika, khususnya Afro Amerika. 

Hanya saja karena mereka yang dituduh sebagai pelaku 9/11 mayoritasnya Timur Tengah, dan Asia Selatan identik dengan perang Afghan, maka asosiasi Islam dengan mereka menjadi sangat kental dan dominan.

Kembali ke Bush di Islamic Center di Washington DC. Dengan mimik wajah yang agak serius, Bush memulai pidatonya: “Thank you all for your hospitality... we just had a wide range discussion on a variety of issues....etc”. 

Intinya pada kesempatan itu Presiden Bush menyampaikan bahwa sebagaimana warga Amerika yang lain, Komunitas Muslim juga sedih, marah dan mengutuk peristiwa yang menimpa Amerika. 

Hal yang sangat diapresiasi dari pidato Bush adalah penegasan bahwa serangan 9/11 bertentangan dengan “Islamic Principles” (prinsip-prinsip Islam). Islam adalah agama damai. Dan orang-orang yang menyerang 9/11 adalah teroris dan mereka tidak mewakili Islam. 

Saya benar-benar bersyukur bahwa apa yang saya sampaikan kepadanya sehari sebelumnya di kota New York disampaikan dengan baik, jelas dan tegas di Islamic Center. Bahkan Presiden Bush menambahkan: “and we want the American people to know this”. (Kita ingin warga Amerika tahu ini bahwa Islam bukan agama teror). 

Bahkan lebih jauh Bush mengakui serangan-serangan dan ketakutan Komunitas Muslim saat itu. Bush menambahkan: “Mereka tahu keluar rumah, ke pasar. Takut hidup normal seperti warga Amerika lainnya. Wanita-wanita yang menutup Kepala takut diganggu dan diserang”. 

Lalu Bush menambahkan lagi: “Kejadian ini (serangan kepada Muslim) tidak menggambarkan Amerika yang saya kenal” (This is not the America that I know). 

Dengan pidato singkat Bush itu saya dan Komunitas Muslim bisa lega bahwa Presiden Amerika mengakui jika Islam memang adalah agama damai. Bahkan menyampaikan secara terbuka ke publik jika serangan 9/11 tidak mewakili Islam dan orang-orang Islam.

“Teroris adalah teroris dan tidak mewakili agama, bahkan sesungguhnya tidak beragama”. Slogan ini menjadi sangat popular di kemudian hari. 

Kembali ke kota New York. Pada hari yang sama ketika Bush berada di Islamic Center saya kembali diundang untuk membaca doa dalam acara “memorial service” di sebuah taman dekat ground zero. 

Setelah peristiwa 9/11 acara-acara doa ini begitu laris. Saya sendiri seringkali hanya hadir membacakan Surah Al-Fatihah dan terjemahan. Saya sangat menahan diri dari memberikan statemen. Khawatir sensitif dan justeru memperkeruh keadaan. 

Satu peristiwa yang juga saya tidak lupakan adalah pada hari Senin, atau 7 hari setelah kejadian 9/11 Walikota New York kembali mengundang para tokoh agama untuk secara khusus melakukan doa dan pertemuan di City Hall (kantor walikota). 

Saat itulah pertama untuk pertama kalinya saya mulai kenalan dengan beberapa tokoh agama, termasuk dari Komunitas Yahudi. Salah satu tokoh agama yang sempat kenalan dengan saya saat itu adalah Cardinal Egan, Pemimpin tertinggi Katolik New York. 

Sejujurnya ada kekhawatiran yang besar untuk kenalan dengan tokoh-tokoh Yahudi. Selain karena saya juga masih sangat curiga dengan iktikad mereka terhadap Umat ini. Sebuah perasaan tidak aman di sekitar mereka. 

Sebaliknya mereka juga saya kira tidak ingin kenalan, bahkan dalam benak saya mereka pasti benci kepada orang-orang Islam. 

Saya memang sering menyendiri atau paling tidak mendampingi Imam Pasha. Selain karena saya baru di kota New York, juga ada kekhawatiran untuk berbicara. Khawatir Inggris saya salah. Atau juga khawatir menyampaikan sesuatu yang sensitif. 

Tiba-tiba saja salah seorang Rabi Yahudi mendekati saya dan salaman. Sambil tersenyum dia mengenalkan diri: “Hi, how are you. I am Joe”. 

Saya tentu balas senyuman itu dan merespon: “Hi, I am Shamsi”. 

Rupanya perkenalan singkat itu menjadi pintu awal dari komunikasi intens dan Dialog yang terjadi antara Komunitas Muslim dan Yahudi di kemudian  hari. Joe sendiri adalah Executive Presiden Board of Rabbis (Majlis Para Pendeta Yahudi) kota New York. 

Belakangan baru saya sadar ternyata Board of Rabbis ini adalah salah satu organisasi Yahudi terkuat dunia. Karena ternyata memang New York adalah kota Yahudi terkuat dunia. Di sinilah para Pebisnis Yahudi tinggal dan membantu menguatkan negara Yahudi di Timur Tengah. 

Beberapa kali saya diundang oleh Board of Rabbis ini dalam acara yang disebut “Congressional Breakfast” (makan Pagi bersama anggota Kongress). Pada acara itu saya bisa “merasakan kekuatan” (sensing the power) yang mereka miliki. Semua anggota Kongress pasti akan menyampaikan dukunganya kepada pihak yang didukung oleh Yahudia itu.

Sehingga pada perjalanannya, ketika kami telah melakukan Dialog dengan Komunitas Yahudi, dua hal penting yang ada di benak saya. Pertama, belajar strategi untuk membangun kedekatan dengan pihak-pihak pengambil kebijakan di negara ini. 

Dan tentunya yang kedua, karena diakui atau tidak, Yahudi memiliki suara yang didengarkan. Suara inilah yang ingin kita pakai dalam membela Komunitas Muslim di Amerika. Suara mereka didengar oleh politisi dan media. Sehingga ketika mereka bersuara membela Islam, suara mereka akan lebih didengar ketimbang suara kami sendiri. 

Demikianlah hari-hari berlalu di Minggu pertama dan kedua pasca 9/11 itu. Berbagai tantangan kami hadapi dan alami. Tapi sekaligus membuka pintu-pintu dan peluang untuk semakin menancapkan kaki di bumi Amerika.

Sehingga memang benar bahwa pada setiap tantangan ada peluang. Dan pada setiap kesulitan ada kemudahan. “Inna ma’al yusri yusra”. 

Di Minggu kedua pasca serangan 9/11 kota New York kembali menggelar acara besar secara nasional. Apa acara itu? Dan apa saja yang terjadi? (bersambung/ikuti terus pengalaman Imam Shamsi Ali saat detik-detik Tragedi WTC AS. (*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Bangun Pagi, Ini Manfaatnya
    Bangun Pagi, Ini Manfaatnya
    22/10/2020 - 06:36
  • Paddy Oats Could Eliminate Hypertension and Cancer Cell, Study Said
    Paddy Oats Could Eliminate Hypertension and Cancer Cell, Study Said
    22/10/2020 - 05:29
  • Laut Semare Café a Nice Place to Have Your Dinner on the Shore
    Laut Semare Café a Nice Place to Have Your Dinner on the Shore
    22/10/2020 - 04:32
  • Food Court Pinggir Sawah Sajikan Menu Spesial Ayam Goreng Mbak Ndari
    Food Court Pinggir Sawah Sajikan Menu Spesial Ayam Goreng Mbak Ndari
    22/10/2020 - 03:20
  • Jajaran Cave of Banjarnegara Offers Exotic Views
    Jajaran Cave of Banjarnegara Offers Exotic Views
    22/10/2020 - 02:32
  • Argan Oil of Morocco for Your Beauty
    Argan Oil of Morocco for Your Beauty
    22/10/2020 - 01:22
  • Perusahaan di Kawasan Industri Tidak Perlu Izin Lingkungan
    Perusahaan di Kawasan Industri Tidak Perlu Izin Lingkungan
    22/10/2020 - 00:16
  • Apa Saja Peran Perguruan Tinggi dalam Penanganan Covid-19? Begini Kata Akademisi
    Apa Saja Peran Perguruan Tinggi dalam Penanganan Covid-19? Begini Kata Akademisi
    21/10/2020 - 23:55
  • Surya dan Oxa Kangmas dan Nimas Kota Batu Tahun 2020
    Surya dan Oxa Kangmas dan Nimas Kota Batu Tahun 2020
    21/10/2020 - 23:50
  • Istighotsah HSN, PCNU Kota Madiun Ingatkan Santri Harus Berguna Bagi Bangsa dan Negara
    Istighotsah HSN, PCNU Kota Madiun Ingatkan Santri Harus Berguna Bagi Bangsa dan Negara
    21/10/2020 - 23:43

TIMES TV

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

17/10/2020 - 16:33

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil
GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Babak Baru Pilkada di Masa Pandemi
    Babak Baru Pilkada di Masa Pandemi
    21/10/2020 - 15:00
  • Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    21/10/2020 - 14:00
  • Adaptasi Pelaku Usaha Saat Covid-19
    Adaptasi Pelaku Usaha Saat Covid-19
    21/10/2020 - 13:00
  • Menakar Kesehatan Mental Kita
    Menakar Kesehatan Mental Kita
    21/10/2020 - 12:00
  • Menguji Kesiapan Parpol dalam Kampanye Daring Pilkada
    Menguji Kesiapan Parpol dalam Kampanye Daring Pilkada
    21/10/2020 - 11:00
  • Problematika UU Cipta Kerja di Sektor Ketenagakerjaan
    Problematika UU Cipta Kerja di Sektor Ketenagakerjaan
    21/10/2020 - 05:16
  • Covid-19 dan Kepedulian Sosial
    Covid-19 dan Kepedulian Sosial
    21/10/2020 - 03:45
  • Memandang Masa Depan Profesi Public Relations
    Memandang Masa Depan Profesi Public Relations
    20/10/2020 - 23:14

KULINER

  • Food Court Pinggir Sawah Sajikan Menu Spesial Ayam Goreng Mbak Ndari
    Food Court Pinggir Sawah Sajikan Menu Spesial Ayam Goreng Mbak Ndari
    22/10/2020 - 03:20
  • Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    21/10/2020 - 00:46
  • Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    18/10/2020 - 05:28
  • Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    14/10/2020 - 13:02
  • Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    14/10/2020 - 08:03
  • Anya Geraldine Foto Rebahan, Warganet: Dilihat Dosa Gak Dilihat Sayang
    Anya Geraldine Foto Rebahan, Warganet: Dilihat Dosa Gak Dilihat Sayang
    22/10/2020 - 00:00
  • 30 Hari Menghilang, Prajurit TNI Mendadak Sakit Jiwa
    30 Hari Menghilang, Prajurit TNI Mendadak Sakit Jiwa
    22/10/2020 - 00:07
  • Diduga Perwira Polisi Dipukul Brimob, Erdina Potong 4 Jari Tangannya
    Diduga Perwira Polisi Dipukul Brimob, Erdina Potong 4 Jari Tangannya
    22/10/2020 - 05:30
  • Dicap Pengkhianat, Armenia Bisa Dibantai Pasukan Rusia
    Dicap Pengkhianat, Armenia Bisa Dibantai Pasukan Rusia
    22/10/2020 - 04:00
  • Detik-detik Serangan Roket Azerbaijan Benamkan Armenia dalam Neraka
    Detik-detik Serangan Roket Azerbaijan Benamkan Armenia dalam Neraka
    22/10/2020 - 05:00