Ekonomi

Kemenparekraf RI Dorong Pelaku Parekraf Masuk Pasar Modal

Rabu, 23 September 2020 - 11:28 | 20.69k
Kemenparekraf RI Dorong Pelaku Parekraf Masuk Pasar Modal
Kemenparekraf RI menggelar kegiatan KreatIPO ini di Yogyakarta untuk mendorong UMKM dan pelaku ekonomi kreatif masuk ke pasar modal. (foto: Kemenparekraf RI)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTAKemenparekraf RI (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) mendorong UMKM,  pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mengetahui bagaimana cara melantai di pasar modal. Hal ini diperlukan agar mereka dapat memperoleh akses pembiayaan yang pasti dari berbagai investor yang telah tersedia di bursa efek.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, dalam acara KreatIPO yang bertajuk “Persiapan untuk Melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) Melalui Skema Initial Public Offering (IPO)”, di Hotel Tentrem, Yogyakarta (22/9/2020), mengatakan jika Indonesia ingin membangun knowledge, innovation, and creativity based economy maka hal ini harus didukung oleh investing society

Kemenparekraf 2

Untuk itu, Kemenparekraf RI mendorong pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masuk pasar modal melalui IPO (Initial Public Offering). Namun, yang perlu diperhatikan, skema-skema alternatif pendanaan dalam bentuk ekuitas atau penyertaan modal harus diperbanyak. Karena, kalau hanya bertemu dengan solusi-solusi pembiayaan atau pinjaman saja, maka akan bertemu dengan permasalahan penjaminan yang tidak pasti.

“Oleh karena itu, pelaku usaha UMKM  harus mengetahui bagaimana cara melantai di bursa efek. Sehingga, dapat memperoleh akses pembiayaan yang pasti dari berbagai investor yang telah tersedia di bursa efek,” kata Fadjar Hutomo.

Bursa Efek Indonesia juga telah menyediakan beberapa platform yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha parekraf yaitu papan akselerasi, papan pengembangan, dan papan utama. 

“Untuk pelaku UMKM yang ingin melantai di bursa efek bisa menggunakan papan akselerasi. Namun, pelaku usaha yang tercatat di papan akselerasi juga memiliki kesempatan untuk dapat naik kelas ke papan pengembangan dan papan utama apabila telah memenuhi persyaratan di papan pengembangan maupun papan utama,” jelas Fadjar Hutomo.

Fadjar Hutomo berharap melalui skema IPO ini pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat meningkatkan kapasitas usahanya guna memajukan perekonomian Indonesia.

Pihaknya menggelar KreatIPO bertujuan untuk memperkenalkan pasar modal dan mendorong insan pelaku UMKM khususnya di sektor parekraf untuk dapat masuk ke pasar modal melalui skema Initial Public Offering.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Singgih Raharjo, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kemenparekraf/Baparekrat atas inisasi dalam menggelar kegiatan KreatIPO ini.

“Karena hal ini yang diperlukan pelaku UMKM untuk mendapatkan pengetahuan baru guna bisa melantai di bursa efek. Karena ketika usaha para pelaku UMKM semakin berkembang, akan memberikan dampak kepada sektor lain seperti kuliner, kriya, dan lain-lain,” kata Singgih Raharjo.

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber yang memiliki kredibilitas di bidangnya, yaitu Kepala Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat BEI Irawati Widyaningtyas, Komisaris Utama Pigijo Claudia Ingkiriwang, Analisis Kebijakan Ahli Muda Kemenparekraf/Baparekraf Megawati, Pakar Ekonomi Ki DR Saur Pandjaitan XIII, dan PT. Surya Fajar Sekuritas Steffen.

Kepala Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat BEI, Irawati Widyaningtyas, mengatakan bahwa pasar modal mempertemukan pihak yang membutuhkan dana jangka panjang dengan pihak yang membutuhkan sarana investasi pada produk keuangan. 

“Hal ini merupakan sebuah keuntungan bagi pelaku usaha yang masuk ke dalam skema IPO. Dimana pelaku parekraf mendapatkan akses pendanaan,” kata Irawati

Irawati juga menjelaskan dokumen yang diperlukan dalam IPO antara lain informasi umum tentang perusahaan yang meliputi kegiatan usaha, anggaran dasar, manajemen, prospek dan risiko usaha. Selanjutnya, pelaku usaha harus memberikan informasi keuangan selama 3 tahun terakhir, informasi legal seperti pendapat segi hukum dari konsultan hukum, terakhir informasi tentang IPO seperti penjamin emisi efek, lembaga dan profesi penunjang yang ditunjuk, kebijakan deviden, dan tujuan penggunaan dana.

"Melakukan IPO memang tidak mudah, karena banyaknya syarat yang harus dipenuhi dan hal ini harus disiapkan sebelumnya. Harus ada transparansi antara emiten dengan pihak investor,” jelas Irawati.

Irawati berharap para pelaku parekraf dapat memanfaatkan platform ini dengan maksimal. “Jangan menunggu besar untuk go public tapi jadilah besar dengan go public,” kata Irawati.

Sementara itu, Komisaris Utama Pigijo, Claudia Ingkiriwang menjelaskan alasan pelaku usaha parekraf masuk ke pasar modal melalui skema IPO. Pertama, pelaku UMKM akan mendapatkan akses pendanaan dari masyarakat luas, selain itu perusahaan akan dimiliki oleh publik secara luas. Kedua, terjaganya transparansi bisnis dan good corporate governance.

Claudia melanjutkan keuntungan lainnya adalah untuk meningkatkan citra perusahaan serta meningkatkan eksposure pengenalan atas produk-produk yang dihasilkan perusahaan. 

“Hal ini dapat menciptakan dan membuka peluang-peluang baru serta pelanggan baru dalam bisnis perusahaan atau pelaku usaha khususnya pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelas Claudia. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Liga 1 Dilanjutkan Tahun Depan, Arema FC Berharap Tak Ada Tarik Ulur Lagi
    Liga 1 Dilanjutkan Tahun Depan, Arema FC Berharap Tak Ada Tarik Ulur Lagi
    29/10/2020 - 19:15
  • Pastikan Protokol 3M Ditaati, Kapolres Tuban Pantau Pengunjung Obyek Wisata
    Pastikan Protokol 3M Ditaati, Kapolres Tuban Pantau Pengunjung Obyek Wisata
    29/10/2020 - 19:12
  • PMII Madiun Gelar Refleksi Hari Sumpah Pemuda
    PMII Madiun Gelar Refleksi Hari Sumpah Pemuda
    29/10/2020 - 19:09
  • Soal Banjir dan Pemerataan Pendidikan, Kelana-Dwi Astutik Siapkan Solusinya
    Soal Banjir dan Pemerataan Pendidikan, Kelana-Dwi Astutik Siapkan Solusinya
    29/10/2020 - 19:06
  • Liburan di Mata Air Krawak Tuban, Remaja Asal Rembang Tenggelam
    Liburan di Mata Air Krawak Tuban, Remaja Asal Rembang Tenggelam
    29/10/2020 - 19:03
  • Mantan Mendikbud RI Wardiman Djojonegoro: Tanpa Toleransi, Negara Tak Maju
    Mantan Mendikbud RI Wardiman Djojonegoro: Tanpa Toleransi, Negara Tak Maju
    29/10/2020 - 19:00
  • Ian Antono dan God Bless, Simbol Legenda yang Tak Terhempas Zaman
    Ian Antono dan God Bless, Simbol Legenda yang Tak Terhempas Zaman
    29/10/2020 - 18:57
  • Kerugian Akibat Kebakaran di Pabrik Pemotong Ayam di Jombang Capai Rp 1 Miliiar
    Kerugian Akibat Kebakaran di Pabrik Pemotong Ayam di Jombang Capai Rp 1 Miliiar
    29/10/2020 - 18:53
  • Drama di Balik Kasus Hilangnya Putri Penjual Rujak Cingur Surabaya
    Drama di Balik Kasus Hilangnya Putri Penjual Rujak Cingur Surabaya
    29/10/2020 - 18:49
  • Pembaruan Informasi Harga Bahan Pokok di Lamongan akan Tersaji di Aplikasi Sipuldabapok
    Pembaruan Informasi Harga Bahan Pokok di Lamongan akan Tersaji di Aplikasi Sipuldabapok
    29/10/2020 - 18:44

TIMES TV

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

26/10/2020 - 12:17

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?
UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Menyiapkan Talenta Digital untuk Indonesia 2045
    Menyiapkan Talenta Digital untuk Indonesia 2045
    29/10/2020 - 14:34
  • Ahlan Wasahlan, Pompeo
    Ahlan Wasahlan, Pompeo
    29/10/2020 - 11:41
  • Komitmen Bank Indonesia dalam Mewujudkan Masyarakat Literat
    Komitmen Bank Indonesia dalam Mewujudkan Masyarakat Literat
    29/10/2020 - 02:20
  • Kemajuan Teknologi Informasi, Pemuda Jangan Tinggalkan Bahasa Indonesia
    Kemajuan Teknologi Informasi, Pemuda Jangan Tinggalkan Bahasa Indonesia
    29/10/2020 - 00:31
  • Pemertahanan Bahasa Indonesia
    Pemertahanan Bahasa Indonesia
    28/10/2020 - 23:15
  • Bersama Merawat Indonesia Saat Pandemi
    Bersama Merawat Indonesia Saat Pandemi
    28/10/2020 - 22:20
  • Menabur Benih Demokrasi di Lembah Routa
    Menabur Benih Demokrasi di Lembah Routa
    28/10/2020 - 19:45
  • Era Post-Truth Media dan Tantangannya Dalam Menjawab Problematika Pandemi
    Era Post-Truth Media dan Tantangannya Dalam Menjawab Problematika Pandemi
    28/10/2020 - 18:29

KULINER

  • Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    29/10/2020 - 07:14
  • Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    28/10/2020 - 02:31
  • Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    27/10/2020 - 09:55
  • Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    26/10/2020 - 17:44
  • Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    26/10/2020 - 03:24
  • Aksi Prajurit TNI Lepaskan Pendemo yang Ditangkapi Polisi
    Aksi Prajurit TNI Lepaskan Pendemo yang Ditangkapi Polisi
    29/10/2020 - 01:00
  • 4 Bulan Tembus Pedalaman Papua Pasukan Elit TNI Sudah Gotong 5 Jenazah
    4 Bulan Tembus Pedalaman Papua Pasukan Elit TNI Sudah Gotong 5 Jenazah
    29/10/2020 - 08:08
  • Massa Ngamuk, Sopir Brutal Diseret dari Kolong Kaki Prajurit TNI
    Massa Ngamuk, Sopir Brutal Diseret dari Kolong Kaki Prajurit TNI
    29/10/2020 - 12:31
  • TNI Berduka, Kolonel Sugiyono Meninggal Dunia
    TNI Berduka, Kolonel Sugiyono Meninggal Dunia
    29/10/2020 - 11:01
  • Hattrick Hantu Aneh Morata saat Juventus Dipermalukan Barcelona
    Hattrick Hantu Aneh Morata saat Juventus Dipermalukan Barcelona
    29/10/2020 - 06:58