Ekonomi

Terapkan Teknologi MHI, Desa Sragi di Kabupaten Blitar Produksi Padi 12 Ton/Hektare

Senin, 21 September 2020 - 16:22 | 12.95k
Terapkan Teknologi MHI, Desa Sragi di Kabupaten Blitar Produksi Padi 12 Ton/Hektare
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo. (FOTO: Kementan RI)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kabupaten Blitar sebagai sentra pangan di Jawa Timur terus lakukan inovasi untuk mencukupi kebutuhan pangan bagi masyarakatnya. Salah satunya yang sedang gencar dilakukan adalah penerapan teknologi MHI atau Metode Hayati Indonesia. 

MHI adalah teknik budidaya padi ramah lingkungan, menggunakan input lebih efisien yaitu pupuk organik, pestisida hayati. Hasilnya 12 ton per hektar gabah bebas residu, padi sehat, ke arah organik, dan dikonsumsi pun menjadi lebih bagus untuk kesehatan.

MHI yang dikelola di Desa Sragi, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar ini cocok sebagai solusi padi berlahan sempit dengan hasil tinggi, biaya lebih irit, lahan menjadi lebih subur dan income ganda dari ternak.

Setyo Budiawan, petani yang mengelola MHI ini menyebut bahwa teknologi ini layak dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi pedesaan.

“Proses produksi secara berkelompok, ditata dan dipantau perkembangan sesuai jadwal,” ujar Setyo saat ditemui di di Desa Sragi, Senin (21/9/2020).

Limbah sawah jerami dan lainnya diproses untuk pakan ternak sapi dan selanjutnya limbah sapi diproses menjadi kompos pupuk organik ke sawah. Hasilnya menurut Setyo penambahan bobot sapi lebih dari 2 kg per hari.

Bupati Blitar Rijanto mendukung sepenuhnya program MHI ini. Pasalnya sangat praktis atau sangat mudah sehingga menekan banyak biaya produksi, alhasil petani memperoleh banyak keuntungan.

"Teman-teman semua tidak perlu ngarit golek suket, wis ra jaman. Saya berharap program ini bisa menekan biaya produksi usaha tani, meningkatkan hasil dan kualitas produksi usaha tani, memperbaiki ekosistem alam di wilayah perdesaan, serta menarik tamu dari luar desa untuk meningkatkan devisa perdesaan," beber Rijanto.

Perlu diketahui, siklus teknologi terpadu MHI melakukan perekayasaan teknologi menunjang program 100% bebas pestisida kimia dengan memanfaatkan refugia dan model hotel serangga. Kemudian limbah pertanian seperti jerami bonggol jagung diolah menjadi pakan ternak. Peternakan ruminansia dikondisikan bebas merumput dan bebas bau.

Dari peternakan tersebut, limbah kotoran hewan diolah jadi teknologi asam humat, sedangkan limbah urin diolah untuk pestisida nabati tanaman pangan, buah dan sayuran. Ampas dari pestisida nabati ini bisa dimanfaatkan lagi untuk menjadi maggot sebagai pakan unggas dan ikan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Blitar, Wawan Widianto menyebutkan bahwa Dinas sangat mendukung program ini dan selalu melakukan pendampingan. “Kami berharap Kementerian Pertanian bisa mengenalkan teknologi ini sehingga bisa direplikasi di wilayah lain,” ujarnya.

Secara perhitungan, usaha tani Padi 12 ton MHI per 1.000 m² per musim memerlukan modal total (tenaga kerja dihitung) Rp 1,9 juta, dengan asumsi harga Jawa Timur Rp 4.200/kg maka total omzet yang didapat Rp 4,8 juta – Rp 5,1 juta /1.000 m²/musim. Keuntungan yang didapat Rp 2,8 juta – Rp 3,1 jut /1.000 m²/musim.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan bahwa pola ini sudah mengenal ke pertanian organik, pola padi sehat dan bebas residu. Hasilnya otomatis beras sehat karena unsur-unsur pestisida sudah tidak ada karena pakai pestisida hayati.

“Dalam mewujudkan kemandirian pangan Kementan juga sangat mendukung petani dalam melakukan metode pertanian integrated farming dengan zero waste yang artinya penggunaan eksternal input diminimalisir, apa yang ada di dalam di institusinya diputar agar efisien di sisi input," jelas Suwandi.

Ia menambahkan Kementan RI sangat serius mendorong pengembangan pola integrated farming ini melalui pemberian bantuan KUR, bantuan bibit dan sarana produksinya lainya. Pola ini menjadi model untuk dikembangkan di berbagai daerah dalam mengaklerasi terbangunnya ketahanan pangan nasional.

"Menteri Pertaniam Syahrul Yasin Limpo memiliki kebijakan percepatan peningkatan produksi dan kesejahteraan petani namun tetap memperhatikan faktor daya dukung lingkungan dan sosial agar pengelolaan pertanian bisa berkelanjutaan. Dengan demikain, dalam menghadapi tantangan apapun, sektor pertanian tetap tangguh menopang perekonomian nasional," kata Suwandi, menyambut baik penerapan teknologi MHI di Kabupaten Blitar, Jatim.(*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Hari Santri Nasional 2020, Pasangan YesBro Wakafkan 10 Ribu Al-Quran
    Hari Santri Nasional 2020, Pasangan YesBro Wakafkan 10 Ribu Al-Quran
    22/10/2020 - 18:41
  • LKSA Al-Bukhori Ponorogo Peringati Hari Santri Nasional 2020 Secara Terpadu
    LKSA Al-Bukhori Ponorogo Peringati Hari Santri Nasional 2020 Secara Terpadu
    22/10/2020 - 18:36
  • Kemenkes RI Lakukan Visitasi Kesehatan di Desa Sekargadung Gresik
    Kemenkes RI Lakukan Visitasi Kesehatan di Desa Sekargadung Gresik
    22/10/2020 - 18:23
  • Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Maluku Utara Berlangsung Khidmat
    Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Maluku Utara Berlangsung Khidmat
    22/10/2020 - 18:15
  • KDRT di Jember Tinggi, Pemkab Jember Gencarkan Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak
    KDRT di Jember Tinggi, Pemkab Jember Gencarkan Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak
    22/10/2020 - 18:03
  • PT Wonokoyo Bantu Telur Fertile Fresh ke Warga Terdampak Covid-19
    PT Wonokoyo Bantu Telur Fertile Fresh ke Warga Terdampak Covid-19
    22/10/2020 - 17:57
  • Fajar Surahman Ungkap Fenomena Sub Budaya Bhurmaen di Madura, Ini Hasilnya
    Fajar Surahman Ungkap Fenomena Sub Budaya Bhurmaen di Madura, Ini Hasilnya
    22/10/2020 - 17:52
  • Survei MarkPlus: Masyarakat Jawa Barat Dominan Berwirausaha dengan Modal Sendiri
    Survei MarkPlus: Masyarakat Jawa Barat Dominan Berwirausaha dengan Modal Sendiri
    22/10/2020 - 17:45
  • Kampanye Tahap Dua, HT-Umar Komitmen Perbaiki Semua infrastruktur Pulau Mangoli
    Kampanye Tahap Dua, HT-Umar Komitmen Perbaiki Semua infrastruktur Pulau Mangoli
    22/10/2020 - 17:40
  • Relawan Bara Panglima Siap Totalitas Menangkan Pasangan Ben-Pilar
    Relawan Bara Panglima Siap Totalitas Menangkan Pasangan Ben-Pilar
    22/10/2020 - 17:36

TIMES TV

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

17/10/2020 - 16:33

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil
GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Santri dan Visi Kebangsaan
    Santri dan Visi Kebangsaan
    22/10/2020 - 17:18
  • Budi Tinggi Alumni Gontor
    Budi Tinggi Alumni Gontor
    22/10/2020 - 16:00
  • Santri sebagai Agen Perubahan
    Santri sebagai Agen Perubahan
    22/10/2020 - 12:32
  • WR 2 UIN Maliki Malang Dr Ny Hj Ilfi Nur Diana Imron: Pejabat yang Ngugemi Tradisi Pesantren
    WR 2 UIN Maliki Malang Dr Ny Hj Ilfi Nur Diana Imron: Pejabat yang Ngugemi Tradisi Pesantren
    22/10/2020 - 08:51
  • Babak Baru Pilkada di Masa Pandemi
    Babak Baru Pilkada di Masa Pandemi
    21/10/2020 - 15:00
  • Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    21/10/2020 - 14:00
  • Adaptasi Pelaku Usaha Saat Covid-19
    Adaptasi Pelaku Usaha Saat Covid-19
    21/10/2020 - 13:00
  • Menakar Kesehatan Mental Kita
    Menakar Kesehatan Mental Kita
    21/10/2020 - 12:00

KULINER

  • Food Court Pinggir Sawah Sajikan Menu Spesial Ayam Goreng Mbak Ndari
    Food Court Pinggir Sawah Sajikan Menu Spesial Ayam Goreng Mbak Ndari
    22/10/2020 - 03:20
  • Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    21/10/2020 - 00:46
  • Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    18/10/2020 - 05:28
  • Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    14/10/2020 - 13:02
  • Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    14/10/2020 - 08:03
  • Siap-siap, Besok Pagi Sebelum Salat Jumat Bumi Kedatangan Sosok Ini
    Siap-siap, Besok Pagi Sebelum Salat Jumat Bumi Kedatangan Sosok Ini
    22/10/2020 - 15:02
  • Anya Geraldine Foto Rebahan, Warganet: Dilihat Dosa Gak Dilihat Sayang
    Anya Geraldine Foto Rebahan, Warganet: Dilihat Dosa Gak Dilihat Sayang
    22/10/2020 - 00:00
  • Ternyata Ada Peran Jenderal TNI Dibalik Kunjungan PM Jepang di Jakarta
    Ternyata Ada Peran Jenderal TNI Dibalik Kunjungan PM Jepang di Jakarta
    22/10/2020 - 10:00
  • Ilmuwan Tunjukkan Lokasi Akan Terjadinya Mega Tsunami
    Ilmuwan Tunjukkan Lokasi Akan Terjadinya Mega Tsunami
    22/10/2020 - 12:32
  • Eks Danjen Kopassus TNI Mendadak Jadi Sorotan Gadis-gadis Cantik IG
    Eks Danjen Kopassus TNI Mendadak Jadi Sorotan Gadis-gadis Cantik IG
    22/10/2020 - 09:00