Politik Pilkada Serentak 2020

Covid-19 Meningkat, LHKP Muhammadiyah Jateng Minta Pilkada Ditunda

Senin, 21 September 2020 - 10:50 | 24.87k
Covid-19 Meningkat, LHKP Muhammadiyah Jateng Minta Pilkada Ditunda
Ketua LHKP PWM Jateng, Khafid Sirotudin. (foto: Dokumen pribadi)
FOKUS

Pilkada Serentak 2020

Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, SOLO – Mencermati peningkatan kasus Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia khususnya di Jawa Tengah dalam sebulan terakhir ini, maka Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah mengusulkan agar pelaksanaan Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember 2020 ditunda pelaksanaannya.

Apalagi beberapa komisioner KPU RI, staf penyelenggara Pilkada serta bakal calon kepala/wakil kepala daerah di berbagai wilayah positif terpapar Covid-19.

"Kami berpendapat Pilkada sebaiknya ditunda pelaksanaannya. Bisa September 2021 seperti opsi yang dulu pernah dibahas DPR bersama pemerintah, atau ditentukan kemudian sambil memperhatikan perkembangan pandemi yang ada. Ini untuk keselamatan jiwa rakyat Indonesia," ungkap Ketua LHKP PWM Jateng, Khafid Sirotudin, Senin (21/9/2020).

Menurut Khafid, bagaimanapun urusan menyelamatkan jiwa dan nyawa rakyat harus lebih diutamakan daripada mengejar kekuasaan melalui pilkada dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.  Keselamatan nyawa seorang manusia merupakan hak asasi yang paling elementer.

"Pertumbuhan ekonomi menurun masih bisa diperbaiki dan dinaikkan kembali ketika kondisi new normal terjadi. Periode kepala daerah berakhir masih bisa ditunjuk pejabat pelaksana tugas oleh pemerintah pusat dan mendagri. Tapi ratusan tenaga medis dan paramedis, serta ribuan nyawa rakyat yang meninggal apa bisa hidup kembali," ucap Khafid.

Diketahui, wacana penundaan pilkada akhir-akhir ini mulai banyak disuarakan oleh berbagai kalangan. Ketua MPR, Mantan Wapres Jusuf Kalla sampai PBNU pun ikut berbicara. Namun hingga saat ini, baik pemerintah, DPR maupun KPU belum bersikap terkait desakan penundaan Pilkada serentak Desember tahun ini.

Menyangkut waktu dan teknis penundaan pilkada yang paling tepat, Khafid berpendapat, bahwa waktu yang paling tepat yakni setelah tahapan Penetapan Paslon oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.

Ditegaskannya, penundaan pelaksanaan pilkada bukan berarti pembatalan proses dan tahapan-tahapan pilkada yang sudah berjalan dikembalikan ke titik nol atau kembali ke tahapan awal. Namun hanya 'menunda dan atau memperpanjang beberapa tahapan pilkada yang belum dijalankan'. Yaitu tahapan kampanye, pencoblosan, penghitungan suara dan penetapan pemenang Pilkada.

"Penundaan setelah penetapan paslon oleh KPU adalah waktu yang paling tepat. Paslon sudah ada dan tidak perlu dikocok ulang dari nol," terang Khafid.

Menurut Khafid, penundaan pilkada setelah penetapan paslon akan memberikan hikmah dan keuntungan bagi berbagai pihak. Antara lain pertama, bisa merealokasikan APBD/APBN untuk Pilkada dialihkan bagi penanganan pandemi Covid-19.

Kedua, tahapan kampanye paslon menjadi lebih lama sebagaimana Pemilu Legislatif (9-12 bulan). Waktu kampanye yang relatif lama akan memberikan manfaat bagi rakyat untuk lebih mampu menakar dan menilai paslon yang ada. Termasuk untuk menimbang, memilah dan memilih bumbung kosong apabila terjadi paslon tunggal.

“Bagi paslon yang sudah ditetapkan KPUD juga akan lebih rileks, tidak tergesa-gesa atau istilah Jawanya ora kemrungsung dalam mensosialisasikan program dan dirinya kepada calon pemilih,” katanya.

Ketiga, bagi parpol pengusung paslon, juga memiliki kesempatan lebih panjang untuk konsolidasi pengurus dan anggotanya. Bisa diasumsikan untuk memanasi mesin politik sebagai persiapan dini menuju pemilu 2024.

Keempat, tambahnya, pemerintah, DPR, KPU, Bawaslu, petinggi parpol akan mendapat apresiasi positif dari seluruh rakyat Indonesia, sebagai modal yang tak ternilai harganya ketika recovery ekonomi pasca pandemi dijalankan. Kelima, aparat negara seperti TNI dan Polri bisa lebih fokus dan konsentrasi penuh membantu pemerintah, serta bersinergi dengan berbagai kelompok masyarakat dalam menghadapi pandemi di tengah situasi kondisi yang memprihatinkan ini.

"Kami berharap pemerintah dan DPR segera bertemu untuk membahas dan menetapkan peraturan terkait penundaan pilkada. Selanjutnya KPU dengan secara cepat dan tepat membuat PKPU tentang juklak penundaan pilkada. Lebih cepat lebih baik," lanjut Khafid.

Khafid mencontohkan, penundaan Muktamar Muhammadiyah di Solo yang rencananya pada 1-5 Juli 2020, dengan rela hati ditunda sampai tahun 2021 atau 2022 setelah mempertimbangkan madharat dan manfaatnya bagi umat dan masyarakat.

“Maka kami berharap pemerintah, DPR dan KPU lebih berani bersikap untuk menghindari kemadharatan yang lebih besar daripada sedikit manfaat kekuasaan yang akan diperoleh di skala lokal daerah,” ungkapnya mengenai usulan LHKP Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah mengenai penundaanagar pelaksanaan Pilkada serentak 2020 . (*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • When a Craftsman Using Coconut Bonsai as His Canvas
    When a Craftsman Using Coconut Bonsai as His Canvas
    20/10/2020 - 05:41
  • Gua Jajaran, Gua 'Perawan' di Kampung Jlegong Banjarnegara
    Gua Jajaran, Gua 'Perawan' di Kampung Jlegong Banjarnegara
    20/10/2020 - 04:15
  • Kenali Ciri Ikan Cupang Sakit dan Cara Mengatasinya
    Kenali Ciri Ikan Cupang Sakit dan Cara Mengatasinya
    20/10/2020 - 03:34
  • Golongan Darah O dan B Lebih Rendah Risiko Terinfeksi Covid-19
    Golongan Darah O dan B Lebih Rendah Risiko Terinfeksi Covid-19
    20/10/2020 - 02:20
  • Stay & Relax, Paket Lengkap Menginap di Luminor Hotel Jemursari Surabaya
    Stay & Relax, Paket Lengkap Menginap di Luminor Hotel Jemursari Surabaya
    20/10/2020 - 01:15
  • Kemenparekraf Gelar Workshop Manajemen Panggung untuk Pelaku Seni Pertunjukan
    Kemenparekraf Gelar Workshop Manajemen Panggung untuk Pelaku Seni Pertunjukan
    19/10/2020 - 23:00
  • Mahasiswa Akan Demo Lagi Tolak UU Cipta Kerja, Aremania: Kami Titip Bumi Arema!
    Mahasiswa Akan Demo Lagi Tolak UU Cipta Kerja, Aremania: Kami Titip Bumi Arema!
    19/10/2020 - 22:49
  • Pemkab Cilacap Gelar Rakor Tolak Unjuk Rasa Anarkis
    Pemkab Cilacap Gelar Rakor Tolak Unjuk Rasa Anarkis
    19/10/2020 - 22:41
  • Syaifuddin Zuhri Komandoi Pemenangan Pasangan Eri-Armuji di Surabaya Barat
    Syaifuddin Zuhri Komandoi Pemenangan Pasangan Eri-Armuji di Surabaya Barat
    19/10/2020 - 22:36
  • Pilbup Lamongan, Cabup Yuhronur Sebut Warung Kopi Berkontribusi Hidupkan Perekonomian
    Pilbup Lamongan, Cabup Yuhronur Sebut Warung Kopi Berkontribusi Hidupkan Perekonomian
    19/10/2020 - 22:29

TIMES TV

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

09/10/2020 - 17:10

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil
GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?
Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Simpatisan HTI ?

Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Simpatisan HTI ?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • UU Terancam “Nihilisme Total”
    UU Terancam “Nihilisme Total”
    19/10/2020 - 11:49
  • Kegagalan Memaknai Kedaulatan Rakyat dalam Omnibus Law
    Kegagalan Memaknai Kedaulatan Rakyat dalam Omnibus Law
    19/10/2020 - 11:25
  • Diaspora Televisi Pendidikan
    Diaspora Televisi Pendidikan
    18/10/2020 - 16:36
  • Mahalnya Harga Sebuah Keteladanan
    Mahalnya Harga Sebuah Keteladanan
    18/10/2020 - 14:37
  • Surat Buat Wakil Rakyat di DPR RI
    Surat Buat Wakil Rakyat di DPR RI
    18/10/2020 - 12:35
  • Jika PJJ Benar Permanen
    Jika PJJ Benar Permanen
    17/10/2020 - 15:08
  • Tak Hanya Dunia Kerja, UU Cipta Kerja juga Mengancam Pendidikan Indonesia
    Tak Hanya Dunia Kerja, UU Cipta Kerja juga Mengancam Pendidikan Indonesia
    17/10/2020 - 14:04
  • Salahkah Rakyat Menolak Percaya Omnibus Law?
    Salahkah Rakyat Menolak Percaya Omnibus Law?
    17/10/2020 - 13:06

KULINER

  • Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    18/10/2020 - 05:28
  • Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    14/10/2020 - 13:02
  • Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    14/10/2020 - 08:03
  • Inilah 9 Macam Olahan Makanan Daun Kelor dari Ibu-ibu Lamongan, Apa Saja?
    Inilah 9 Macam Olahan Makanan Daun Kelor dari Ibu-ibu Lamongan, Apa Saja?
    12/10/2020 - 15:57
  • Soto Bathok Jogja, Sensasi Makan Soto Pakai Batok Kelapa di Cirebon
    Soto Bathok Jogja, Sensasi Makan Soto Pakai Batok Kelapa di Cirebon
    12/10/2020 - 06:47
  • Terekam Kamera Aksi Mesra 3 Jenderal TNI Cium dan Peluk Mantan Pacar
    Terekam Kamera Aksi Mesra 3 Jenderal TNI Cium dan Peluk Mantan Pacar
    20/10/2020 - 00:13
  • Kabar Baik dari Letjen Prabowo Usai Datangi Pentagon
    Kabar Baik dari Letjen Prabowo Usai Datangi Pentagon
    20/10/2020 - 04:10
  • John Kei: Saya Baru Bebas, Kalau Buat Masalah Lagi Saya Gila
    John Kei: Saya Baru Bebas, Kalau Buat Masalah Lagi Saya Gila
    20/10/2020 - 00:07
  • Kisah Keperkasaan Tiger Woods Bikin Wanita Kecanduan Seks
    Kisah Keperkasaan Tiger Woods Bikin Wanita Kecanduan Seks
    20/10/2020 - 00:47
  • Artis-artis Sindir Seleb TikTok Viral yang Ngaku Kaya
    Artis-artis Sindir Seleb TikTok Viral yang Ngaku Kaya
    20/10/2020 - 00:00