Kopi TIMES

Kurikulum Darurat dan Pergolakan Guru Dwitunggal

Jumat, 18 September 2020 - 02:16 | 18.99k
Kurikulum Darurat dan Pergolakan Guru Dwitunggal
Nazhori Author,  Dosen AIK FEB UHAMKA.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kondisi darurat diartikan adanya suatu musibah atau bencana. Ada suatu risiko yang harus siap diterima dan dijalani. Dalam bahasa agama, kondisi darurat menurut pandangan manusia yang beragama mengandung pengertian ujian atau cobaan. Pada kesempatan tertentu, musibah juga bisa dikonotasikan dalam arti yang negatif, karena mendatangkan keburukan, seperti bencana pandemi Covid-19 yang dirasakan bersama ini.       

Musibah adalah takdir, ketentuan Yang Maha Kuasa. Manusia hanya bisa memohon, berusaha dan tetap bersabar agar dapat merubah keadaan ke dalam situasi yang normal. Dalam konteks ini, semua mengetahui bahwa Covid-19 telah menghantam setiap sendi-sendi kehidupan manusia. Dalam dunia pendidikan, kondisi ini begitu terasa, tidak ada tatap muka dan belajar-mengajar berlangsung secara daring.

Berkenaan dengan hal ini, guru kembali diuji profesionalitasnya. Dibutuhkan banyak pendekatan selain pendekatan pedagogis agar aktivitas pendidikan bisa melewati peristiwa bencana yang memakan waktu sangat panjang ini. Pemerintah lewat instrumen kebijakannnya, melalui Kemendikbud telah merilis kurikulum darurat dalam satuan pendidikan agar guru dan peserta didik juga mendapat perhatian dalam sisi keselamatan jiwa.

Tak cukup sampai di situ, subsidi Rp 7 triliun untuk kuota pulsa belajar online telah disalurkan, setidaknya upaya itu dapat mengurangi beban berat yang harus dipikul para orangtua dan peserta didik. Namun dalam praktiknya, kebijakan hanyalah bagian dari pertimbangan normatif, di lapangan tetap gurulah yang memegang kendali dan komando untuk sampai ke mana peserta didik diarahkan.

Guru Personalisme

Guru pada hakikatnya merupakan seorang individu yang ditengah segala keunikannya juga memiliki keterbatasan. Dalam kacamata berbeda, melalui pendekatan personalisme sebagai aliran pemikiran filsafat tentang situasi kemanusiaan manusia, guru sebagai manusia, merupakan persona yang memiliki berbagai masalah pedagogis.

Kendati problem-problem itu antar subjektivisme, tapi di dalamnya mengandung kecenderungan yang mengarah pada suatu kondisi yang bersifat kolektif. Hal ini terkandung makna guru selain memiliki keterbatasan dan dinamikanya sendiri, di dalam jiwanya juga terdapat unsur kemandirian dan kebersamaan. Dengan demikian, di dalamnya terdapat tanggung jawab sosial dan budaya dalam diri seorang guru. Pada segenap tanggung jawabnya, ada kombinasi welas asih, dan pengetahuan lainnya yang tumbuh secara terus-menerus. 

Contohnya amat banyak, bagaimana menilik peran ganda mereka yang kembali diuji saat pandemik. Meski kurikulum darurat membawa keluwesan bagi guru untuk berkreasi dalam menyampaikan bahan ajar, tetap jangan dilupakan, guru di rumah juga seorang ibu atau suami yang melayani dan mendidik anak-anaknya di rumah dan melayani kebutuhan suaminya selaku isteri di rumah pun sebaliknya.

Pedagogi sebagai ilmu teoritis dan praktis, bagi guru pada dasarnya mengajar merupakan tindakan yang memiliki tujuan utama (telos). Ikhtiar inilah yang menjadi mata air keberkahan bagi guru dan peserta didik dalam proses penyampaian informasi dengan etika pedagogis. Ekspresi guru ini melahirkan “Guru Dwitunggal” sebagai manusia jasmani dan rohani.

Siapa guru sebenarnya adalah karena ia merupakan orangtua bagi peserta didik di sekolah. Disebut guru karena ia mendapat amanah dari para orangtua ketika menitipkan anak-anaknya di sekolah. Disebut orangtua karena peserta didik telah menerima pelajaran dari sekolah untuk kembali ke rumah dan menjadi tanggung jawab orangtua di rumah.       

Tidak sebatas persepsi indrawi bagi guru untuk melengkapi keterampilan mengajarnya, apa yang dibutuhkan bagi kemampuannya untuk mengukur, meramal dan melakukan eksperimentasi merupakan kecapakan yang harus diperkuat sebagai kecakapan idealisasi.

Dan kecakapan-kecakapan itu mendapat tantangan tersendiri saat pandemi Covid-19 yang pada gilirannya kecakapan-kecapakan tersebut menjadi mekanistis karena terharmonisasi dengan pengajaran secara online. Guru dan peserta didik menjadi terpisah dalam keluasan alam pikir pedagogis (res cogitans) dan terpisah juga dari objek-objek pembelajaran yang tersedia dalam dunia pengalaman (res extensa).

Guru dalam hal ini menegaskan pada jatidirinya tentang siapa dan apa yang ada di dalam eksistensinya. Falsafah perbuatan guru merupakan dinamika tersendiri. Pergolakan pemikirannya terus mewarnai dalam setiap dinamika pembelajaran termasuk dalam kondisi darurat sekarang ini.      

Tindakan Pedagogis

Guru tak sepenuhnya melaksanakan cara pandang pragmatisme untuk mengerahkan pikiran dan pengetahuannya. Dalam aliran pendidikan, pragmatisme menghindari konflik yang pada hakikatnya lebih mengedepankan tanggung jawab kultural. Aliran ini meyakini segala pemikiran memiliki kegunaan bagi manusia lainnya (Watloly, 2001). Namun dalam pendirian guru, konflik itu tetap ada yakni konflik dengan diri sendiri karena ia tak dapat membohongi diri sendiri untuk mengukur perkembangan anak- didiknya tanpa tatap muka.

Dalam setiap tindakan pedagogis, guru menginginkan pembelajaran apapun situasinya senantiasa dapat memberikan kebahagiaan dan kesenangan pada peserta didiknya. Karena setiap tindakan pedagogis adalah tindakan guru sebagai manusia. Peserta didik bukan kertas kosong sebagaimana diungkap oleh tokoh pragmatisme John Dewey. Maka tindakan pedagogis semestinya memerhatikan fitrah manusia yang mensyaratkan ada tindakan yang mengandung syarat moral dan etis tertentu (Dewantara, 2017).

Tentu saja berbeda dengan tindakan pedagogis yang dilakukan Kemendikbud sebagai tindakan pedagogis berbasis kebijakan. Di sini guru dalam menafsirkan kurikulum darurat walaupun ada peluang untuk melakukan keluwesan memilih dalam setiap proses pembelajaran membutuhkan tindakan pedagogis yang kompleks, dinamis dan kreatif dalam prosesnya. Ini juga yang menjadi harapan Kemendikbud agar guru kreatif dalam proses pembelaran online saat pandemi.

Tindakan pedagogis guru tidak berhenti pada tindakan yang bersifat fisik (actus hominis) yang bisa direm secara darurat. Tindakan pedagogis guru pada hakikatnya tindakan terencana yang didasarkan dengan rencana pembelajaran. Tindakan guru di sini sebagai human action (actus humanus). Kekuatan akal budinya mengiringi setiap langkah pembelaran dalam aksi-aksi konkret yang dilengkapi dengan sarana evaluasi pembelajaran.

Tindakan rasional menjadi syarat utama etika profesional seorang guru, yang merefleksikan aksi dan evaluasinya (Dewantara, 2017). Pada setiap pembelajaran guru merupakan subjek yang menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik yang menerima informasi pengetahuan. Relasi guru dan peserta didik ini harus ada dalam tindakan pedagogis yang di dalamnya ada unsur mengetahui dan menghendaki. Di dalamnya ada kesadaran, keingintahuan dan kehendak untuk mengetahui secara merdeka agar proses pembelajaran berjalan secara humanis.

*)Penulis: Nazhori Author,  Dosen AIK Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • HUT ke-1 Kogabwilhan, Warga Mimika Ucapkan Selamat Buat Kogabwilhan III
    HUT ke-1 Kogabwilhan, Warga Mimika Ucapkan Selamat Buat Kogabwilhan III
    28/09/2020 - 00:14
  • Dinilai Langgar Kode Etik, DKPP RI Beri Sanksi Anggota Bawaslu Gunungkidul
    Dinilai Langgar Kode Etik, DKPP RI Beri Sanksi Anggota Bawaslu Gunungkidul
    27/09/2020 - 23:56
  • Jelang Konfercab GP Ansor Banyuwangi, Tiga Nama Menguat
    Jelang Konfercab GP Ansor Banyuwangi, Tiga Nama Menguat
    27/09/2020 - 23:29
  • 16 Penambang Batu Bara di China Meninggal Dunia karena Gas Karbon Monoksida
    16 Penambang Batu Bara di China Meninggal Dunia karena Gas Karbon Monoksida
    27/09/2020 - 23:16
  • Padepokan Rembhak Dhemmang: Pamekasan Butuh Pemimpin dengan Pemikiran Bagus
    Padepokan Rembhak Dhemmang: Pamekasan Butuh Pemimpin dengan Pemikiran Bagus
    27/09/2020 - 23:08
  • Cerita Pemuda Jombang Sulap Rumahnya Menjadi Rumah Bunga
    Cerita Pemuda Jombang Sulap Rumahnya Menjadi Rumah Bunga
    27/09/2020 - 22:51
  • BMKG Apresiasi Hasil Kajian Potensi Gempa Megathrust Selatan Jawa
    BMKG Apresiasi Hasil Kajian Potensi Gempa Megathrust Selatan Jawa
    27/09/2020 - 22:46
  • Ponpes Sindangsari Aljawami Dukung Dadang dan Sahrul di Pilbup Bandung
    Ponpes Sindangsari Aljawami Dukung Dadang dan Sahrul di Pilbup Bandung
    27/09/2020 - 22:34
  • Sekjen PAN: Parpol Tanggung Jawab Soal Penerapan Protokol Covid-19 di Pilkada Serentak 2020
    Sekjen PAN: Parpol Tanggung Jawab Soal Penerapan Protokol Covid-19 di Pilkada Serentak 2020
    27/09/2020 - 22:27
  • Meninggal, Aktris Jepang Yuko Takeuchi Diduga Bunuh Diri
    Meninggal, Aktris Jepang Yuko Takeuchi Diduga Bunuh Diri
    27/09/2020 - 22:13

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Catatan Hari Pariwisata Sedunia: Sumber Daya Air Untuk Desa Wisata
    Catatan Hari Pariwisata Sedunia: Sumber Daya Air Untuk Desa Wisata
    27/09/2020 - 17:39
  • Seruan Ontologis Levinas dan Pilkada Serentak
    Seruan Ontologis Levinas dan Pilkada Serentak
    26/09/2020 - 17:19
  • Pelecehan Berujung Dilema Citra Perusahaan atau Kemanusiaan
    Pelecehan Berujung Dilema Citra Perusahaan atau Kemanusiaan
    26/09/2020 - 15:00
  • Etika dan Kesantunan Berpolitik
    Etika dan Kesantunan Berpolitik
    25/09/2020 - 17:54
  • Pilkada di Tengah Pandemi Lanjut Apa Tunda ?
    Pilkada di Tengah Pandemi Lanjut Apa Tunda ?
    25/09/2020 - 13:15
  • Filosofi Pesan Al-Ghazali
    Filosofi Pesan Al-Ghazali
    25/09/2020 - 09:08
  • Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    25/09/2020 - 06:15
  • Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    25/09/2020 - 04:16
  • Agenda Karapan Sapi di Tengah Pandemi, Tanpa Penonton Tapi Live di Medsos
    Agenda Karapan Sapi di Tengah Pandemi, Tanpa Penonton Tapi Live di Medsos
    28/09/2020 - 00:30
  • Dua Gol dan Satu Assist, Luis Suarez Beringas di Debut Bersama Atletico
    Dua Gol dan Satu Assist, Luis Suarez Beringas di Debut Bersama Atletico
    27/09/2020 - 23:38
  • Update Minggu 27 September: Jumlah Positif Covid di Kaltim Tambah 140 Kasus
    Update Minggu 27 September: Jumlah Positif Covid di Kaltim Tambah 140 Kasus
    27/09/2020 - 23:20
  • Akhirnya Tumbang Juga! Bayern Munich Dibabat 1-4 di Kandang Hoffenheim
    Akhirnya Tumbang Juga! Bayern Munich Dibabat 1-4 di Kandang Hoffenheim
    27/09/2020 - 23:07
  • Ini Motivasi Petugas Rapid Test Bandara Memeras dan Melecehkan Penumpang
    Ini Motivasi Petugas Rapid Test Bandara Memeras dan Melecehkan Penumpang
    27/09/2020 - 22:41
  • Aksi Murka Mourinho Merasa Tottenham Dicurangi Wasit
    Aksi Murka Mourinho Merasa Tottenham Dicurangi Wasit
    28/09/2020 - 00:02
  • Diam-diam, Vicky Prasetyo Dekati Mantan Istri Deddy Corbuzier
    Diam-diam, Vicky Prasetyo Dekati Mantan Istri Deddy Corbuzier
    28/09/2020 - 00:00
  • Pegawai Kemendikbud Ditemukan Tewas Dalam Kamar Hotel di Manokwari
    Pegawai Kemendikbud Ditemukan Tewas Dalam Kamar Hotel di Manokwari
    28/09/2020 - 00:02
  • Ketika Keperkasaan Dennis Rodman Dilecehkan Model Seksi
    Ketika Keperkasaan Dennis Rodman Dilecehkan Model Seksi
    28/09/2020 - 00:27
  • Tragis, Kisah Dennis Rodman Cuma Jadi Pelampiasan Model Seksi Amerika
    Tragis, Kisah Dennis Rodman Cuma Jadi Pelampiasan Model Seksi Amerika
    27/09/2020 - 02:31