Politik

Soal Pilkada Serentak, LaNyalla Kembali Ingatkan Ketua KPU RI dan Bawaslu RI

Senin, 14 September 2020 - 19:33 | 5.59k
Soal Pilkada Serentak, LaNyalla Kembali Ingatkan Ketua KPU RI dan Bawaslu RI
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat menemui Ketua KPU RI Arif Budiman dan Ketua Bawaslu RI Abhan, Senin (14/9/2020) pagi di Jakarta. (FOTO: DPD RI for TIMES Indonesia)
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan, sekaligus memberi masukan kepada KPU RI dan Bawaslu RI terkait tahapan Pemilihan Kepala Daerah Serentak (Pilkada Serentak) yang rencana digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Sejumlah aspirasi dari daerah disampaikan secara langsung kepada kedua lembaga inti penyelenggara Pilkada tersebut.

Dalam Sidang Paripurna bulan Juni silam, DPD RI memang memahami keinginan pemerintah untuk tetap melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020, namun DPD RI juga mencatat keberatan yang diajukan Komite I DPD RI atas hajatan demokrasi di daerah tersebut.

Demikian disampaikan LaNyalla kepada Ketua KPU RI Arif Budiman dan Ketua Bawaslu RI Abhan, Senin (14/9/2020) pagi di Jakarta.

Didampingi Ketua Komite I Fachrul Razi, LaNyalla menyampaikan banyak pelanggaran protokol kesehatan dan potensi penurunan kualitas demokrasi akibat praktek kecurangan atau pemanfaatan secara terselubung situasi wabah Covid-19 oleh sejumlah calon, khususnya calon dari kalangan Petahana.

“Semua catatan tersebut ada di Komite I, nanti Senator Fachrul Razi dapat menyampaikan secara lebih detil,” ungkapnya.

Ia berharap, Bawaslu sebagai garda terdepan yang menjamin kualitas pilkada berjalan dengan baik, dapat tetap dengan tegas bekerja. Dengan memberikan evaluasi secara berkala dan terbuka kepada publik, atas proses tahapan Pilkada yang berjalan. Sehingga bisa menjadi masukan bagi semua pihak. Terutama KPU RI dan KPU di daerah. Juga bagi para Senator dalam melaksanakan fungsi pengawasan.

Di tempat yang sama, ketua Komite I yang juga Senator asal Aceh, Fachrul Razi menyatakan pihaknya memang menjadikan opsi penundaan Pilkada sebagai sikap Komite I. Mengingat beberapa temuan dan ancaman masalah. Terutama potensi Pilkada sebagai klaster massal penyebaran Covid-19.

“Ini sudah kami sampaikan, mengingat ada pintu untuk melakukan penundaan atau pemberhentian tahapan pilkada di dalam UU Pilkada,” urainya.

Ditambahkan Fachrul, Komite I juga telah menggelar rapat konsultasi dengan Polri dan Kejaksaan Agung, tentang kesiapan dua institusi tersebut untuk mendukung secara penuh kerja Bawaslu RI dalam melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran tahapan Pilkada. “Dan kemarin telah terbukti adanya pelanggaran protokol Covid saat pendaftaran pasangan calon di sejumlah KPU di daerah,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu RI Abhan meyakinkan Pimpinan DPD RI dan para Senator bahwa pihaknya mampu menangani sejumlah pelanggaran yang terjadi. Kami memang memiliki keterbatasan SDM, tetapi kami mendapat back up penuh dari institusi lain. Mulai dari Satpol PP, Polisi hingga Kejaksaan.

“Dari pengalaman sebelumnya, ada beberapa pelanggaran Pilkada dan Pemilu yang kami proses hingga ke ranah hukum dan diadili di pengadilan,” tukasnya.

Sementara Ketua KPU RI Arief Budiman membenarkan bahwa ada beberapa calon peserta Pilkada yang positif terpapar Covid-19. Bahkan per 14 September 2020, angkanya telah menjadi 63 orang, dan tersebar di 21 provinsi.

“Sebelumnya di media masih 59. Sekarang sudah menjadi 63. Tetapi kami telah menyiapkan protokol dan prosedur serta skema untuk menjawab persoalan tersebut,” urainya.

Arief pun menjelaskan beberapa hal terkait prosedur protokol Kesehatan yang akan diberlakukan di semua tahapan Pilkada serentak Desember nanti. Salah satunya aturan jumlah peserta kampanye. Dimana pada sesi debat, hanya dapat dihadiri 50 orang, yang dibagi dari total pasangan calon. Dan kampanye akbar satu paslon, hanya boleh dihadiri maksimal 100 orang dengan protokol yang juga ketat.

“Jadi dalam debat nanti, kalau pasangan calon ada 2, maka kuota 50 orang dibagi dua, masing-masing paslon hanya boleh membawa 25 pendukung. Kalau ada 5 pasangan, ya masing-masing hanya boleh membawa 10 orang pendukung. Itu pun dengan syarat protokol yang ketat. Termasuk saat hari H pemilihan, bagi pemilih yang positif Covid dan dalam isolasi, petugas yang mendatangi, dengan APD standar, semua sudah kami simulasikan,” ungkapnya.

Ditambahkan Ketua KPU RI, dari total tambahan anggaran Pilkada Serentak yang semula direncanakan Rp 4,7 triliun, KPU berhasil memangkas menjadi Rp 3,7 triliun, menyusul penurunan biaya rapid test yang telah dipagu oleh Kemenkes. “Dan dari total dana tersebut hanya Rp 5 miliar yang dipergunakan oleh KPU RI, sisanya semua dialokasikan ke KPU di daerah. Dan dana itu sebagian dipergunakan untuk keterlibatan 3,3 juta tenaga honorer di daerah. Ini juga diharapkan menghidupkan roda perekonomian di daerah,” ujarnya. (*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Tajin Sappar, a Local Dish of Sumenep and Its Philosophy
    Tajin Sappar, a Local Dish of Sumenep and Its Philosophy
    23/09/2020 - 03:14
  • Cinta Lingkungan, Tasya Kamila Terapkan Gaya Hidup Sustainable
    Cinta Lingkungan, Tasya Kamila Terapkan Gaya Hidup Sustainable
    23/09/2020 - 02:20
  • Mount Semeru will be Reopened for Hikers on Early October 2020
    Mount Semeru will be Reopened for Hikers on Early October 2020
    23/09/2020 - 01:16
  • Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    23/09/2020 - 00:20
  • Bromo, How are You Today?
    Bromo, How are You Today?
    23/09/2020 - 00:04
  • Sleman City Hall Successfully Held Their Very First Drive-in Concert
    Sleman City Hall Successfully Held Their Very First Drive-in Concert
    22/09/2020 - 23:53
  • Kelompok Perempuan Sidoarjo Gelorakan Berkelas Wae Mas untuk Pilbup Sidoarjo
    Kelompok Perempuan Sidoarjo Gelorakan Berkelas Wae Mas untuk Pilbup Sidoarjo
    22/09/2020 - 23:46
  • DPRD Banyuwangi Puji Kuliner Khas Banyuwangi Sego Sambel Cak Uut yang Sukses di Malang
    DPRD Banyuwangi Puji Kuliner Khas Banyuwangi Sego Sambel Cak Uut yang Sukses di Malang
    22/09/2020 - 23:35
  • 'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    22/09/2020 - 23:30
  • Ada Odading di Cirebon, Namanya Bolang-baling Pak Toni
    Ada Odading di Cirebon, Namanya Bolang-baling Pak Toni
    22/09/2020 - 23:23

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    23/09/2020 - 00:20
  • 'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    22/09/2020 - 23:30
  • Membumikan Sekolah Dirgantara
    Membumikan Sekolah Dirgantara
    22/09/2020 - 22:20
  • Jalan Politik Para Pesohor Versus Petahana
    Jalan Politik Para Pesohor Versus Petahana
    22/09/2020 - 21:33
  • Umpatan dalam Pandanwangi Pragmatik
    Umpatan dalam Pandanwangi Pragmatik
    22/09/2020 - 20:20
  • Pandemi dan Ancaman Kepailitan
    Pandemi dan Ancaman Kepailitan
    22/09/2020 - 18:13
  • Menanti Pemimpin Banyuwangi yang Mampu Berdiri di Sawah Sembari Menetap Lautan
    Menanti Pemimpin Banyuwangi yang Mampu Berdiri di Sawah Sembari Menetap Lautan
    22/09/2020 - 17:04
  • Peran Pramuka Membentuk Perdamaian Lewat Messengers of Peace
    Peran Pramuka Membentuk Perdamaian Lewat Messengers of Peace
    22/09/2020 - 16:08
  • Hadir Secara Virtual, Festival Seni Bali Jani Bisa Ditonton Gratis
    Hadir Secara Virtual, Festival Seni Bali Jani Bisa Ditonton Gratis
    23/09/2020 - 03:05
  • Maklumat FPI, GNPF, PA 212: Hentikan Pilkada Maut!
    Maklumat FPI, GNPF, PA 212: Hentikan Pilkada Maut!
    23/09/2020 - 02:05
  • Operator Seluler Bersama Kemendikbud Berikan Bantuan Kuota Internet Belajar
    Operator Seluler Bersama Kemendikbud Berikan Bantuan Kuota Internet Belajar
    23/09/2020 - 01:05
  • Lasarte: Sepertinya Barcelona Jadikan Luis Suarez Kambing Hitam
    Lasarte: Sepertinya Barcelona Jadikan Luis Suarez Kambing Hitam
    23/09/2020 - 00:34
  • Kenapa Jokowi Keukeuh Gelar Pilkada Di Tengah Pandemi? Ini Alasannya
    Kenapa Jokowi Keukeuh Gelar Pilkada Di Tengah Pandemi? Ini Alasannya
    23/09/2020 - 00:15
  • Sniper Jagoan Amerika Mati Ditembak Orang Gila
    Sniper Jagoan Amerika Mati Ditembak Orang Gila
    23/09/2020 - 00:00
  • Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    23/09/2020 - 00:10
  • Dikasih Uang sama Ruben Onsu saat Dipenjara, Vicky Prasetyo Sedih
    Dikasih Uang sama Ruben Onsu saat Dipenjara, Vicky Prasetyo Sedih
    23/09/2020 - 00:30
  • Cemen, Bomber Bengal Madrid Merengek Minta Pulang ke Jerman
    Cemen, Bomber Bengal Madrid Merengek Minta Pulang ke Jerman
    23/09/2020 - 00:00
  • Polisi Undercover Bongkar Pijat Plus-plus di Kelapa Gading
    Polisi Undercover Bongkar Pijat Plus-plus di Kelapa Gading
    23/09/2020 - 00:04