Kopi TIMES

Krisis Komunikasi, Ribut Elit Soal Rem Darurat dan Arahan Jokowi Soal Prof Wiku

Minggu, 13 September 2020 - 03:15 | 32.11k
Krisis Komunikasi, Ribut Elit Soal Rem Darurat dan Arahan Jokowi Soal Prof Wiku
Hariqo Wibawa Satria, pengamat media dari Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Penulis Buku Seni Mengelola Tim Media Sosial. (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jakarta - Penulis mengusulkan tanggal 24 Agustus 2020 diperingati sebagai hari penanganan krisis komunikasi nasional, mengapa?, nanti akan dijelaskan dalam kronologi di bawah, dan kaitannya dengan ribut-ribut elit di media soal rencana rem darurat oleh Pemprov DKI Jakarta.

Pertama, tanggal 24 Agustus 2020. Dalam rapat terbatas bersama para menteri di Istana negara, Presiden Jokowi mengatakan “yang boleh bicara soal penanganan Covid-19 adalah Prof Wiku, kalau ingin bicara, maka ajak bicara dulu Prof Wiku”.

Begini pernyataan Presiden Jokowi: “Saya minta setiap ingin statement yang urusan mengenai Covid-19, betul-betul, ditanyakan lebih dulu dengan yang namanya Prof Wiku. Hati-hati. Satu itu saja yang namanya Prof Wiku yang bicara, kalau memang mau bicara, ajak Prof Wiku bicara dulu.” (ada videonya di detikcom).

Kedua, tanggal 7 September 2020, Presiden Jokowi dalam pidatonya di istana negara mengatakan: perlu saya ingatkan, kunci dari ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik. Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik. Artinya fokus kita yang nomor satu adalah kesehatan dan penanganan Covid-19. Sekali lagi saya ingin perintahkan jajaran Komite penanganan Covid-19, Kementerian Kesehatan, TNI, POLRI betul-betul agar yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 menjadi prioritas. Sekali lagi jika penanganan Covid-19 baik, maka ekonomi akan membaik. (ada videonya).

Ketiga, tanggal 9 September 2020, Gubernur Anies Baswedan didampingi Wagub DKI Jakarta Ariza Patria mengumumkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan menarik rem darurat pada Senin 14 September 2020 untuk menyelamatkan nyawa warga dari Covid-19. (ada videonya).

Keempat, tanggal 10 September 2020, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Professor Wiku Adisasmito mengatakan dalam wawancara dengan Najwa Shihab: Semua pemerintah daerah, semua pimpinan daerah harus merewiew kembali keadaan yang ada sekarang, kalau perlu melakukan rem darurat seperti DKI Jakarta, maka lakukan itu demi keselamatan masyarakat. (ada videonya).

Kelima, tanggal 10 September 2020, Mantan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan dan Pencegahan Covid-19 yang juga sebagai Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes, Achmad Yurianto mengatakan: Anies, kata Yuri, juga sudah berkoordinasi dengan Kemenkes terkait keputusan ini. "Nggak perlu (ada izin lagi), cuma ngasih tahu saja. Iya sudah (koordinasi)," ujarnya. (detikcom 10/9/2020).

Hal ini dikuatkan oleh Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Busroni mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak perlu meminta izin lagi kepada Kemenkes perihal rencana penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB). Sebab, izin untuk melaksanakan PSBB yang sebelumnya diterbitkan oleh Kemenkes pada 7 April 2020 belum dicabut.  (Kompascom).

Keenam, tanggal 10 September 2020, Wagub DKI Jakarta, Ariza Patria mengatakan keputusan kembali memberlakukan PSBB itu sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat. "Sebagaimana juga arahan Pak Presiden, bahwa kita mengutamakan keselamatan dari warga. Itu yang menjadi prioritas Pemerintah Pusat dan Pemerintah DKI sangat mendukung, kita mengutamakan kesehatan keselamatan seluruh warga," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Ketujuh, tanggal 10 September 2020, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan: IHSG Terjun di Bawah 5.000 karena Pengumuman Gubernur DKI. Dua hari berikutnya, entah kenapa Ridwan Kamil bicara pula soal lantai saham.

Kedelapan, tanggal 11 September 2020, Nah disinilah mulai panas akibat pernyataan Airlangga Hartarto, terjadi pro dan kontra di media sosial dan beberapa grup whatsapp yang saya ikuti. Puncaknya, sebuah akun twitter dengan nama @ainunnajib menuliskan sebuah twit fenomenal yang diretweet oleh 4200 akun di twitter.

Akun @ainunnajib menuliskan: Catatlah manusia-manusia yang lupa kemanusiaannya: Mereka yang diam ketika angka kematian dokter terus naik. Dan teriak ketika angka indeks saham sekali turun.

Ainun Najib memang selama ini vocal mendukung kebijakan pemerintah yang bagus soal Covid-19, dan mengkritik keras kebijakan pemerintah yang menurutnya salah, dari catatan saya, Ainun Najib ini juga salah satu orang yang mengawal pemilu 2014 dan pemilu 2019 lewat situs yang dibuatnya bernama KawalPemiluOrg.

Andai saja Airlangga Hartanto mengikuti arahan Presiden Jokowi pada 24 Agustus 2020 (lihat kronologi pertama), maka mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Makin banyak yang bicara, makin membingungkan.

Meskipun kuota selalu ada, hp merek ternama, tersedia berbagai macam aplikasi untuk video call, rapat online, namun komunikasi di antara elit kita dalam penanganan Covid-19 belum juga membaik.

Teknologi yang seharusnya mendekatkan, malah menjauhkan, itu semua karena kemanusiaan masih kalah oleh kepentingan lain. Penanganan dan pencegahan Covid-19 belum sepenuhnya dianggap sebagai bagian dari pemulihan ekonomi.

Padahal lemburnya para Tenaga Kesehatan, TNI, POLRI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, Karang Taruna, relawan dll untuk mencegah Covid-19 adalah bagian terpenting dalam pemulihan ekonomi.

Kalau banjir sudah sudah sampai dipinggang, pastilah manusia di dalam rumah yang kita selamatkan, bukan buku rekening. Kalau banjir sudah melewati bibir, barulah kita sadar, nyawa adalah segalanya. 

Dan, di antara syarat penanganan krisis komunikasi dalam Covid-19, serahkan pada Jubir Pemerintah, tidak semua menteri harus bicara. (*)

***

*) Penulis: Hariqo Wibawa Satria, pengamat media dari Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Penulis Buku Seni Mengelola Tim Media Sosial. 

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Webinar Internasional MBI, Rangkaian Dies Natalis UIN Maliki Malang
    Webinar Internasional MBI, Rangkaian Dies Natalis UIN Maliki Malang
    23/09/2020 - 23:26
  • Antisipasi Krisis Pangan, Presiden RI Jokowi ingatkan cadangam pangan nasional
    Antisipasi Krisis Pangan, Presiden RI Jokowi ingatkan cadangam pangan nasional
    23/09/2020 - 23:22
  • Sun Sayang Istri, Pompa Semangat Eri Cahyadi
    Sun Sayang Istri, Pompa Semangat Eri Cahyadi
    23/09/2020 - 23:20
  • Belajar dan Jelajah Prasasti Airlangga di Sela Ekskavasi Tahap 4 Situs Patakan Lamongan
    Belajar dan Jelajah Prasasti Airlangga di Sela Ekskavasi Tahap 4 Situs Patakan Lamongan
    23/09/2020 - 23:18
  • Tanam 500 Ribu Bunga Bougenville, ITDC Siapkan Bukit Wisata Pink Mandalika
    Tanam 500 Ribu Bunga Bougenville, ITDC Siapkan Bukit Wisata Pink Mandalika
    23/09/2020 - 23:14
  • Kelana-Astutik Belum Ditetapkan untuk Pilbup Sidoarjo, Timses: Hanya Soal Waktu
    Kelana-Astutik Belum Ditetapkan untuk Pilbup Sidoarjo, Timses: Hanya Soal Waktu
    23/09/2020 - 23:10
  • Film Mohan, Siap Bikin Baper Penonton
    Film Mohan, Siap Bikin Baper Penonton
    23/09/2020 - 23:07
  • Pandemi Covid-19, Seniman Lukis Asal Jombang Ini Justru Lebih Produktif
    Pandemi Covid-19, Seniman Lukis Asal Jombang Ini Justru Lebih Produktif
    23/09/2020 - 23:02
  • Gubernur Jatim Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M, Sasar 850 Guru Madin
    Gubernur Jatim Khofifah Salurkan Beasiswa Rp 11,3 M, Sasar 850 Guru Madin
    23/09/2020 - 22:58
  • Bupati Ponorogo Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan P3TGAI Tahap II
    Bupati Ponorogo Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan P3TGAI Tahap II
    23/09/2020 - 22:53

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Disleksia Informasi di Tengah Pandemi Covid-19
    Disleksia Informasi di Tengah Pandemi Covid-19
    23/09/2020 - 19:25
  • Gempa 2018, Covid-19, dan Pilkada 2020
    Gempa 2018, Covid-19, dan Pilkada 2020
    23/09/2020 - 15:44
  • Kultur Pilkada Era Pandemi
    Kultur Pilkada Era Pandemi
    23/09/2020 - 14:27
  • Apresiasi untuk Keterbukaan Pasien Covid-19
    Apresiasi untuk Keterbukaan Pasien Covid-19
    23/09/2020 - 13:42
  • Tunda Pilkada Demi Kemanusiaan dan Kedaulatan Rakyat
    Tunda Pilkada Demi Kemanusiaan dan Kedaulatan Rakyat
    23/09/2020 - 12:45
  • Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    23/09/2020 - 11:31
  • Ulama dan Peran Negara
    Ulama dan Peran Negara
    23/09/2020 - 10:38
  • Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    23/09/2020 - 00:20
  • Tokoh dan Lembaga Minta Pilkada 2020 Ditunda, dari JK hingga Komnas HAM
    Tokoh dan Lembaga Minta Pilkada 2020 Ditunda, dari JK hingga Komnas HAM
    23/09/2020 - 22:38
  • Baliho Muhamad-Saraswati Dirusak, Pendukung Desak Aparat Menyelidikinya
    Baliho Muhamad-Saraswati Dirusak, Pendukung Desak Aparat Menyelidikinya
    23/09/2020 - 22:33
  • Ini Alasan PSI Usulkan Pemilih Bawa Paku Sendiri Saat Pencoblosan Pilkada
    Ini Alasan PSI Usulkan Pemilih Bawa Paku Sendiri Saat Pencoblosan Pilkada
    23/09/2020 - 22:24
  • Program Vaksin WHO Tetap Berjalan Tanpa China, Amerika Serikat, dan Rusia
    Program Vaksin WHO Tetap Berjalan Tanpa China, Amerika Serikat, dan Rusia
    23/09/2020 - 22:22
  • Disambangi Kuasa Hukum Luis Suarez, Bartomeu Takut dan Berubah Pikiran
    Disambangi Kuasa Hukum Luis Suarez, Bartomeu Takut dan Berubah Pikiran
    23/09/2020 - 22:19
  • Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    23/09/2020 - 07:31
  • Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    23/09/2020 - 05:14
  • Toyota Luncurkan Mobil Baru Rp170 Juta, Mirip Rush dan Fortuner
    Toyota Luncurkan Mobil Baru Rp170 Juta, Mirip Rush dan Fortuner
    23/09/2020 - 15:40
  • Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    23/09/2020 - 06:30
  • Ganas, Kisah Dennis Rodman Ditawari Rp282 Miliar untuk Hamili Madonna
    Ganas, Kisah Dennis Rodman Ditawari Rp282 Miliar untuk Hamili Madonna
    23/09/2020 - 06:22