Kopi TIMES

Politik Kekerabatan versus Petahana 

Sabtu, 12 September 2020 - 03:56 | 16.42k
Politik Kekerabatan versus Petahana 
Saiful Bari, Pemerhati demokrasi dan konstitusi di Indonesia.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Jika petahana kerap dilawankan dengan kontestan baru dalam Pilkada maka itu hal biasa. Namun, akan menarik apabila petahana melawan politik kekerabatan. Asumsi ini dilatarbelakangi karena, ada sekitar 70 persen petahana kembali bertarung dalam Pilkada serentak 2020 nanti. Masalah yang akan dihadapi tentunya adalah netralitas ASN, politisasi bantuan sosial covid-19, dan partisipasi masyarakat. 

Bagi petahana, merujuk pada kewenangannya dalam penggunaan kekuasaaan dan pengaturan APBD, akan memberikan keuntungan dalam bentuk legitimasi politik karena menggunakan dana APBD yang ditujukan untuk mendapat dukungan politik. Namun, cara ini juga berlaku bagi calon yang berlatar belakang dari politik kekerabatan. 

Dengan kata lain, dalam konteks ini, antara petahana maupun calon yang berangkat dari politik kekerabatan tidak ada yang dirugikan, jika pun ada yang dirugikan adalah masyarakat itu sendiri. Jadi, jika dalam Pilkada nanti diisi oleh calon dari petahana melawan politik kekerabatan, maka arena kontestasi politik itu seimbang. 

Pilkada Banyuwangi

Kaitannya dengan petahana versus politik kekerabatan, sejauh pengamatan penulis, hanya terjadi dalam Pilkada Banyuwangi. Kini, sudah ada dua calon yang mendaftar ke KPU dan telah mengantongi rekomendasi dari partai, yakni istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Ipuk Fiestiandani, sebagai calon Bupati Banyuwangi yang berpasangan dengan Sugirah yang memperoleh rekomendasi dari partai PDI-P dan Nasdem. 

Sementara di kubu lawan, pasangan Yusuf Widyatmoko dan Muhammad Riza Azizy sebagai calon Cabub-Cawabub Banyuwangi periode 2020-2025 yang diusung oleh empat partai sekaligus, yakni partai Demokrat, PKB, Golkar, dan PKS. 

Yusuf Widyatmoko bisa dibilang sebagai petahana karena ia merupakan Wakil Bupai Banyuwangi selama 10 tahun mendampingi Bupati Anas dan tentunya, secara kualitas tak perlu diragukan lagi dan ia memiliki modal yang cukup untuk meraup suara dalam Pilkada nanti. Di samping, ia akan mendapat suara tambahan dari pendukung Muhammad Riza Azizy (Gus Riza) yang merupakan keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, salah satu pondok besar dan memiliki pengaruh kuat di Banyuwangi. 

Di pihak lawan, Ipuk Fiesdatiandani dapat dikatakan sebagai calon dari politik kekerabatan. Dikatakan demikian karena Ipuk merupakan istri Bupati Banyuwangi yang aktif menjabat. Bukan tidak mungkin, masyarakat akan melihat Azwar Anas yang telah menyulap Banyuwangi dari kota santet menjadi kota pariwisata. Di samping, Sugirah yang berlatar belakang sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari Fraksi PDI-Perjuangan tentu ini akan menjadi penyokong untuk meraup suara lebih banyak lagi. 

Melihat bagaimana kedua latar belakang para kontestan tersebut, nampaknya Pilkada Banyuwangi akan berjalan dengan seimbang. Hal ini karena kesemua nama calon cukup familiar bagi masyarakat Banyuwangi. Terutama Ipuk dan Yusuf. 

Pilkada di Era Pandemi

Perlu dicatat, Pilkada 2020 di era pandemi itu lebih besar tantangannya dibandingkan dengan Pilkada tahun-tahun sebelumnya. Oleh karenanya, cara-cara baru harus diupayakan untuk mewujudkan Pilkada yang demokratis dan bermartabat.

Di waktu yang bersamaan, kasus covid-19 masih terus meninggi, biaya penanganan diupayakan yang pada akhirnya berimplikasi pada anggaran Pilkada pun turut melonjak, yang semula Rp. 9,9 triliun memperoleh alokasi tambhan untuk alasan protokol kesehatan sebesar Rp. 4.768 triliun. 

Dengan kata lain, Pilkada kali ini akan menjadi Pilkada yang bersejarah di Indonesia karena dua alasan, yakni pertama, Pilkada dilakukan di tengah pandemi. Kedua, Pilkada akan dihelat di 224 kebupaten dan 37 kota yang tersebar di 270 daerah dan 9 provinsi. Ini artinya, Pilkada serentak kali ini lebih banyak dibandingkan dengan Pilkada tahun sebelumnya. 

Oleh karena telah ditetapkan pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember maka pesta demokrasi ini harus dijadikan momentum pengawasan langsung dari masyarakat. Pengawasan ini dilaksanakan dengan mendasarkan pada tiga parameter, yakni akseptabilitas politik di masyarakat, integritas, dan kompetensi. Walhasil, masyarakat sendiri yang akan menilai, apakah paslin Pilkada tersebut layak atau tidak memimpin daerah. 

Selain itu, pihak penyelenggara harus menjamin partisipasi dan keselamatan masyarakat. Dalam konteks pandemi, meminimalkan timbulnya dalam Pilkada itu memang penting, akan tetapi tak kalah penitngnya adalah mencegah jatuhnya korban jiwa. 

Dengan demikian, para pemilih jangan sampai terkecoh oleh background calon yang berlatar belakang dari petahana maupun yang menggunakan kendaraan politik kekerabatan. Alasanya karena, jika kita koreksi bersama, hampir dapat dikatakan, tidak ada kepala daerah yang cukup berhasil menangani laju infeksi virus covid-19, termasuk keplada daerah Banyuwangi. 

Dengan demikian, Pilkada di era pandemi ini jangan sampai menjadi arena konstestasi politik, melainkan harus menjadi arena partisipasi masyarakat. Oleh sebab itu, masyarakat dituntut untuk bisa menilai langsung bagaimana visi, misi, dan program kerja cabub-cawabub dalam membawa Banyuwangi sejahtera. 

***

*)Oleh: Saiful Bari, Pemerhati demokrasi dan konstitusi di Indonesia.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Menang Lawan Persela, Rahmad Darmawan Puji Progres Madura United
    Menang Lawan Persela, Rahmad Darmawan Puji Progres Madura United
    25/09/2020 - 12:23
  • Ini Strategi Shin Tae-yong Saat Timnas U-19 Hadapi Bosnia 
    Ini Strategi Shin Tae-yong Saat Timnas U-19 Hadapi Bosnia 
    25/09/2020 - 12:17
  • Dari Balai Benih Induk Kepri, Mentan RI Lihat Peluang Kekuatan Ekonomi
    Dari Balai Benih Induk Kepri, Mentan RI Lihat Peluang Kekuatan Ekonomi
    25/09/2020 - 12:09
  • Ridwan Kamil Restui Paslon Bedas di Pilbup Bandung 
    Ridwan Kamil Restui Paslon Bedas di Pilbup Bandung 
    25/09/2020 - 12:02
  • 468 Ribu Orang Masuk Daftar Pemilih Sementara Pilbup Pacitan
    468 Ribu Orang Masuk Daftar Pemilih Sementara Pilbup Pacitan
    25/09/2020 - 11:54
  • Bank Kedelai, Wujud Integrasi Pembelajaran dan Green School di SMA Pradita Dirgantara
    Bank Kedelai, Wujud Integrasi Pembelajaran dan Green School di SMA Pradita Dirgantara
    25/09/2020 - 11:35
  • Bima Sakti Fokus Peningkatan Skil dan Komunikasi Pemain Timnas U-16
    Bima Sakti Fokus Peningkatan Skil dan Komunikasi Pemain Timnas U-16
    25/09/2020 - 11:20
  • Kereta Api Indonesia Lolos Sertifikasi SMAP
    Kereta Api Indonesia Lolos Sertifikasi SMAP
    25/09/2020 - 11:12
  • PB IDI Desak Pemerintah Tunda Pilkada
    PB IDI Desak Pemerintah Tunda Pilkada
    25/09/2020 - 11:05
  • Dongkrak Investasi ke Indonesia, Dubes Lutfi Gelar Pertemuan dengan Ratusan Pengusaha AS
    Dongkrak Investasi ke Indonesia, Dubes Lutfi Gelar Pertemuan dengan Ratusan Pengusaha AS
    25/09/2020 - 10:53

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    25/09/2020 - 06:15
  • Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    25/09/2020 - 04:16
  • Pilkada 2020, Opini Publik dan Ilusi Demokrasi
    Pilkada 2020, Opini Publik dan Ilusi Demokrasi
    25/09/2020 - 02:22
  • Polemik Regulasi Kekerasan Seksual, Banyak Korban Menyuarakan Keadilan
    Polemik Regulasi Kekerasan Seksual, Banyak Korban Menyuarakan Keadilan
    24/09/2020 - 16:30
  • Perang Melawan Pandemi Covid-19, Refleksi Peringatan Hari Perdamaian Internasional
    Perang Melawan Pandemi Covid-19, Refleksi Peringatan Hari Perdamaian Internasional
    24/09/2020 - 16:00
  • Perubahan Fokus Ilmu dan Teknologi Pangan di Era Pandemi Covid-19
    Perubahan Fokus Ilmu dan Teknologi Pangan di Era Pandemi Covid-19
    24/09/2020 - 11:30
  • Korban “Kejahatan” Instruksi
    Korban “Kejahatan” Instruksi
    24/09/2020 - 08:24
  • Bukan “Budak-Budak Intelektual”
    Bukan “Budak-Budak Intelektual”
    24/09/2020 - 05:51
  • Sembilan Armada Perkuat Operasi Udara Karhutla di Sumsel
    Sembilan Armada Perkuat Operasi Udara Karhutla di Sumsel
    25/09/2020 - 12:30
  • Putra DN Aidit soal KAMI: Gatot Cs Hanya Sekumpulan Orang-orang Kalah
    Putra DN Aidit soal KAMI: Gatot Cs Hanya Sekumpulan Orang-orang Kalah
    25/09/2020 - 12:30
  • Tak Punya Uang, Kakek Asfan Jual Gerobak Demi Bisa Pulang Kampung
    Tak Punya Uang, Kakek Asfan Jual Gerobak Demi Bisa Pulang Kampung
    25/09/2020 - 12:30
  • Pindah Permanen ke Jogjakarta, Zaskia Adya Mecca Ingin Bisa Bicara Medhok
    Pindah Permanen ke Jogjakarta, Zaskia Adya Mecca Ingin Bisa Bicara Medhok
    25/09/2020 - 12:30
  • Antisipasi Infeksi Virus Corona, Pelatnas Tenis Bakal Rutin Gelar Swab Test
    Antisipasi Infeksi Virus Corona, Pelatnas Tenis Bakal Rutin Gelar Swab Test
    25/09/2020 - 12:21
  • 4 Hari Terobos Rimba Papua, Prajurit TNI Berhasil Masuk ke Molof
    4 Hari Terobos Rimba Papua, Prajurit TNI Berhasil Masuk ke Molof
    25/09/2020 - 08:08
  • 6 Tahun Menikah, Demian Aditya Akui Sara Wijayanto Pernah Ngamuk
    6 Tahun Menikah, Demian Aditya Akui Sara Wijayanto Pernah Ngamuk
    25/09/2020 - 07:30
  • Kisah Putra Raja Besar Mataram Pegang Tongkat Komando Tertinggi TNI AD
    Kisah Putra Raja Besar Mataram Pegang Tongkat Komando Tertinggi TNI AD
    25/09/2020 - 05:00
  • 2000 Wanita Ditiduri, Hanya 3 yang Dinikahi Dennis Rodman
    2000 Wanita Ditiduri, Hanya 3 yang Dinikahi Dennis Rodman
    25/09/2020 - 00:04
  • 2 Panglima TNI Jenderal Terbaik Akmil, Pasukan Elit Raider Masuk Papua
    2 Panglima TNI Jenderal Terbaik Akmil, Pasukan Elit Raider Masuk Papua
    25/09/2020 - 06:06