Ekonomi

Rencana Pembentukan Dewan Moneter, Ekonom: Ini Berbahaya

Jumat, 11 September 2020 - 17:52 | 9.64k
Rencana Pembentukan Dewan Moneter, Ekonom: Ini Berbahaya
Webinar Forum Tebet (Forte), Jumat (11/9/2020). (FOTO: Tangkapan Layar)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Rencana pembentukan Dewan Moneter dalam revisi Undang-Undang (RUU) tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI) menuai kontroversi. Rencana ini diketahui berasal dari bahan paparan matriks persandingan oleh Tim Ahli Badan Legislasi DPR RI. 

Pembentukan Dewan Moneter dalam Revisi UU BI tersebut menurut pandangan para pakar justru bakal memperburuk kondisi perekonomian. Mereka mempertanyakan satu hal, indepensi BI sebagai Bank Sentral akan tergerus. 

Webinar Forum Tebet 2

Lantas, apakah BI harus membiayai fiskal? Karena hal ini pernah terjadi pula pada tahun 1953 dan tidak berhasil. Kepemimpinan di bawah bayang-bayang pemerintah itu akhirnya usai setelah orde baru berlalu. 

"Jadi ini kemunduran," tegas Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan dalam Forum Tebet (Forte) Pembentukan Dewan Moneter: Skenario Merancang BI menjadi Kasir Pemerintah & Penalang Bank Bermasalah?, Jumat (11/9/2020). 

Namun isu pembentukan Dewan Moneter yang diketuai oleh Menteri Keuangan RI justru makin santer terdengar. 

Rencana pembentukan ini diketahui berasal dari bahan paparan matriks persandingan oleh Tim Ahli Badan Legislasi DPR dalam rangka revisi Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI).

Melalui ketentuan tersebut, independensi BI yang sebelumnya dijamin oleh UU BI bisa hilang. Pasalnya, pemerintah melalui Menteri Keuangan sebagai Ketua Dewan Moneter akan semakin leluasa mengoordinasikan dan mengarahkan kebijakan moneter sejalan dengan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian. Selain itu, dewan ini menjadi pihak yang berhak untuk menetapkan kebijakan moneter.

Bertambahnya kuasa pemerintah terhadap BI tak hanya berhenti di Dewan Moneter saja. Beberapa contoh lainnya meliputi pemberian hak suara bagi pemerintah dalam Rapat Dewan Gubernur BI dan bertambahnya kuasa presiden dalam membentuk Dewan Gubernur BI.

Melalui RUU ini, BI juga difungsikan sebagai jaring pengaman bagi situasi keuangan pemerintah. Hal ini terlihat dari pasal yang membolehkan BI untuk memberi kredit pada pemerintah dan semakin bebasnya BI untuk membeli surat-surat utang pemerintah.

Pertanyaannya, apakah benar RUU BI ini demi keselamatan Bangsa Indonesia seutuhnya ataukah hanya untuk memenuhi nafsu kemaruk kuasa segelintir pejabat?

Ekonom Senior INDEF Enny Sri Hartati berkata senada. Wacana ini malah membuka mata publik bahwa negara semakin 'ngaco'. 

Webinar Forum Tebet 3

Kendati Revisi UU Bank Indonesia Nomor 23 1999 sudah lama dirancang untuk berbagai stakeholder. Tetapi yang menjadi persoalan dan mengagetkan publik adalah isi dari revisi tersebut. 

"Dalam UU BI yang telah direformasi tahun 1999 ada sesuatu yang sangat vital hilang," ungkapnya. 

Mestinya, tegas Enny, roh perekonomian tidak boleh terlepas dari Pasal 33 di mana seluruh stakeholder harusnya mendukung upaya mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat dan membangun sebuah sistem ekonomi demokratis. 

Peranan Bank Sentral tentu, harusnya ikut mendukung agar tatanan perekonomian tersebut sesuai pasal 33 sehingga terjadi demokratisasi. 

"Kendati Bank Sentral adalah independen tapi tidak boleh terlepas dari pasal 33 itu sendiri. Kebijakan BI harus searah dengan kepentingan nasional dan independensi tidak boleh kebablasan," ungkapnya. 

Jika dirunut dari belakang, ada persoalan yang selama ini menjadi kendala dalam koordinasi fiskal dan moneter yang kerap dikeluhkan oleh pelaku usaha. Karena sering jalan masing-masing seolah-olah menjadi dua dunia. 

"Moneter dan fiskal tidak sinkron dan menyebabkan terjadi disharmoni," tandasnya. 

Selama ini untuk menyelesaikan koordinasi fiskal dan moneter sebenarnya sudah memiliki forum tersendiri. Di sisi lain, persoalan juga makro dan mikro prudensial kita makin babak belur pasca terpisah antara Bank Sentral dengan OJK. 

"Justru praktik sinergi makin runyam," tandasnya. 

Independensi Bank Sentral sejauh ini telah menjadi best practice. Artinya, lanjut Enny, revisi UU BI yang tengah dibahas oleh DPR RI dan pemerintah sebenarnya sudah menyalahi atau tidak konsisten dengan kepentingan publik selama ini. 

Padahal yang menjadi masalah baik kinerja secara umum atau peran justru pada akuntabilitas, transparansi dan kredibilitas. Jadi bukan persoalan independensi karena bank Sentral memang harus independen agar tatanan ekonomi tidak amburadul. 

"Tiga hal ini menjadi pekerjaan rumah DPR. Namun yang menjadi masalah justru dibiarkan yang tidak masalah justru diotak-atik oleh DPR," ucapnya. 

Lebih lanjut, Head of Research Data Indonesia, Herry Gunawan menegaskan bahwa tindakan pemerintah ini telah dilakukan secara sistemik dan sangat berbahaya.

"Ini berbahaya. Dan itu sangat pintar mengakali saya, nggak tahu siapa itu," cetusnya 

Sementara masalah utama di fiskal keseimbangan primer makin defisit dan tidak ada upayakan untuk membenahi. Belum lagi pemerintah sudah masuk dalam jebakan hutang. 

"Jangan merusak fundamental antara moneter dan fiskal. Lebih baik Menkeu fokus pada fiskal dan jangan mengganggu independensi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral," tegasnya. 

Enny kembali menambahkan, apa sebenarnya tiba-tiba ada perppu sistem reformasi keuangan? Ia sendiri tidak yakin DPR paham. 

"Kita tidak yakin DPR sebagai lembaga politis ini paham. Karena ini bahaya sekali, karena tidak sekedar dampaknya terhadap inflasi dan stabilitas ekonomi kita. Karena ini persoalannya jangka panjang menyangkut hubungan Indonesia dengan global. Walaupun nanti ada alibi demi kepentingan nasional. Namun nyatanya tidak memberikan dampak positif," katanya.

Kontroversi rencana pembentukan Dewan Moneter dalam revisi Undang-Undang (RUU) tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI) ini tetap berlangsung sampai saat ini  (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Jadi Cawabup Malang, Didik Gatot Subroto Resmi Lepas Jabatan Ketua DPRD
    Jadi Cawabup Malang, Didik Gatot Subroto Resmi Lepas Jabatan Ketua DPRD
    23/09/2020 - 22:28
  • Dapat Dukungan PKS, Pasangan LADUB Kian Mantap Menatap Pilbup Malang
    Dapat Dukungan PKS, Pasangan LADUB Kian Mantap Menatap Pilbup Malang
    23/09/2020 - 22:24
  • Agenda Penetapan Paslon Pilbup Sragen Molor, KPU Dinilai Tak Profesional
    Agenda Penetapan Paslon Pilbup Sragen Molor, KPU Dinilai Tak Profesional
    23/09/2020 - 22:20
  • KPU Sulteng Tetapkan Dua Paslon dalam Pilgub Sulteng
    KPU Sulteng Tetapkan Dua Paslon dalam Pilgub Sulteng
    23/09/2020 - 22:18
  • Desa Wisata Sejahterakan Perekonomian Masyarakat Kabupaten Bantul
    Desa Wisata Sejahterakan Perekonomian Masyarakat Kabupaten Bantul
    23/09/2020 - 22:16
  • Proses Seleksi Open Biding Kepala Dinas Pemkot Cirebon Masuk Tahap Akhir
    Proses Seleksi Open Biding Kepala Dinas Pemkot Cirebon Masuk Tahap Akhir
    23/09/2020 - 22:12
  • Kawasan Pasar Desa di Majalengka Mulai Dipercantik
    Kawasan Pasar Desa di Majalengka Mulai Dipercantik
    23/09/2020 - 22:08
  • Seminggu Lagi Hadapi PSS Sleman, Persebaya Surabaya Masih Punya 2 PR Besar
    Seminggu Lagi Hadapi PSS Sleman, Persebaya Surabaya Masih Punya 2 PR Besar
    23/09/2020 - 22:04
  • Tegakkan Protokol Kesehatan, Kemendagri RI Gelar Rapat Koordinasi dengan Camat Seluruh Indonesia
    Tegakkan Protokol Kesehatan, Kemendagri RI Gelar Rapat Koordinasi dengan Camat Seluruh Indonesia
    23/09/2020 - 22:00
  • UIN Maliki Malang Rencanakan Wisuda Online
    UIN Maliki Malang Rencanakan Wisuda Online
    23/09/2020 - 21:58

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Disleksia Informasi di Tengah Pandemi Covid-19
    Disleksia Informasi di Tengah Pandemi Covid-19
    23/09/2020 - 19:25
  • Gempa 2018, Covid-19, dan Pilkada 2020
    Gempa 2018, Covid-19, dan Pilkada 2020
    23/09/2020 - 15:44
  • Kultur Pilkada Era Pandemi
    Kultur Pilkada Era Pandemi
    23/09/2020 - 14:27
  • Apresiasi untuk Keterbukaan Pasien Covid-19
    Apresiasi untuk Keterbukaan Pasien Covid-19
    23/09/2020 - 13:42
  • Tunda Pilkada Demi Kemanusiaan dan Kedaulatan Rakyat
    Tunda Pilkada Demi Kemanusiaan dan Kedaulatan Rakyat
    23/09/2020 - 12:45
  • Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    23/09/2020 - 11:31
  • Ulama dan Peran Negara
    Ulama dan Peran Negara
    23/09/2020 - 10:38
  • Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    23/09/2020 - 00:20
  • Ini Alasan PSI Usulkan Pemilih Bawa Paku Sendiri Saat Pencoblosan Pilkada
    Ini Alasan PSI Usulkan Pemilih Bawa Paku Sendiri Saat Pencoblosan Pilkada
    23/09/2020 - 22:24
  • Program Vaksin WHO Tetap Berjalan Tanpa China, Amerika Serikat, dan Rusia
    Program Vaksin WHO Tetap Berjalan Tanpa China, Amerika Serikat, dan Rusia
    23/09/2020 - 22:22
  • Disambangi Kuasa Hukum Luis Suarez, Bartomeu Takut dan Berubah Pikiran
    Disambangi Kuasa Hukum Luis Suarez, Bartomeu Takut dan Berubah Pikiran
    23/09/2020 - 22:19
  • Viral Perempuan Muda Payungi Lansia Pakai Map Berkas, Publik Terenyuh
    Viral Perempuan Muda Payungi Lansia Pakai Map Berkas, Publik Terenyuh
    23/09/2020 - 22:15
  • Studi di Israel Sebut Seks Baik Bagi Penderita Sakit Jantung
    Studi di Israel Sebut Seks Baik Bagi Penderita Sakit Jantung
    23/09/2020 - 22:10
  • Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    23/09/2020 - 07:31
  • Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    23/09/2020 - 05:14
  • Toyota Luncurkan Mobil Baru Rp170 Juta, Mirip Rush dan Fortuner
    Toyota Luncurkan Mobil Baru Rp170 Juta, Mirip Rush dan Fortuner
    23/09/2020 - 15:40
  • Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    23/09/2020 - 06:30
  • Ganas, Kisah Dennis Rodman Ditawari Rp282 Miliar untuk Hamili Madonna
    Ganas, Kisah Dennis Rodman Ditawari Rp282 Miliar untuk Hamili Madonna
    23/09/2020 - 06:22