Politik

PDI Perjuangan Dorong UU PKS Juga Bisa Lindungi Kedudukan Korban

Kamis, 10 September 2020 - 16:52 | 8.75k
PDI Perjuangan Dorong UU PKS Juga Bisa Lindungi Kedudukan Korban
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak, Sri Rahayu. (FOTO: Dok. PDI Perjuangan)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak, Sri Rahayu menyatakan, pihaknya mendorong agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) bukan sekedar untuk memberikan perlindungan hukum bagi perempuan dan anak dari kejahatan seksual, namun juga mengatur kedudukan korban yang harus dilindungi secara fisik maupun mental.

"Ketua Umum kami Ibu Megawati Soekarnoputri selalu concern dan mengatakan betapa pentingnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ini, sangat urgen dan harus segera dibahas dan disahkan menjadi undang-undang," ujar Sri Rahayu dalam diskusi publik bertajuk "Urgensi Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual", yang digelar secara virtual, Kamis (10/9/2020). 

Selain Sri Rahayu, diskusi tersebut turut menghadirkan R.Valentina Sagala dari Jaringan Masyarakat Sipil, Sulistyowati dari Aliansi Akademisi, KH Mas Marzuki Wahid dari KUPI, Susianah Affandi dari KOWANI, dan Diah Pitaloka dari Anggota Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan.

Sri Rahayu menlanjut, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri yang juga Presiden RI Kelima itu juga menaruh perhatian khusus terhadap maraknya kasus kekerasan seksual. Apalagi sejak adanya pandemi Covid-19, kasus kekerasan terhadap perempuan justru semakin meningkat.

"Bagi Ibu Megawati, kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah masalah kemanusiaan," beber dia.

Selain itu, harapan yang sama juga disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Sebab kementerian yang dipimpinnya melihat situasi dan kondisi Indonesia terkait kekerasan seksual, bukan lagi hal ringan. Negara harus segera menanganinya.

Menurut Rahayu, pihaknya berharap UU PKS menjadi undang-undang lex specialis alias bersifat khusus terhadap pelaku dan korban kekerasan seksual. Kira-kira sama seperti UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk pelaku korupsi.

"Ini untuk menghapuskan kekerasan seksual, terutama terhadap anak. Bukan hanya kekerasan terhadap anak perempuan tapi juga anak laki-laki. Sebagai orang tua, kita prihatin dan sedih jika ada kekerasan terjadi pada anak kita," kata Rahayu.

Ditegaskan Rahayu, pihaknya mendorong agar RUU PKS tidak hanya dibentuk untuk memberikan perlindungan hukum bagi perempuan dan anak dari tindak kekerasan maupun kejahatan seksual saja. Lebih dari itu, RUU PKS juga mengatur kedudukan korban yang harus dilindungi baik secara fisik maupun mental. 

"Karena banyak kejadian yang menjadikan perempuan dan anak sebagai objek kejahatan seksual. Padahal, perempuan dan anak adalah kelompok rentan yang seharusnya dilindungi," tegasnya.

Berdasarkan data dari Kementerian PPPA periode 1 Januari-24 Juli 2020, kekerasan terhadap perempuan dewasa sebanyak 3.020 kasus dengan 3.059 korban kekerasan seksual sebanyak 432 orang. Kekerasan terhadap anak sebanyak 4.116 kasus dengan 4.615 korban. Adapun korban kekerasan seksual bagi anak berjumlah 2.556 korban.

Komnas Perempuan juga mencatat kekerasan psikis dan fisik masih mendominasi di ranah privat. Sedangkan kekerasan seksual masih tinggi di ranah publik dan negara. Kajian ini menemukan kekerasan terhadap perempuan berbasis online yaitu sebanyak 129 kasus atau sebanyak 11 persen yang didominasi pengancaman bernuansa kekerasan seksual.

"Kami harap masyarakat solid mendukung RUU Penghapusan Kekerasan Seksual  untuk segera disahkan. Ke depan, penghapusan kekerasan terhadap perempuan dapat menjadi perhatian dan kerja bersama seluruh bangsa Indonesia," urai Wakil Ketua Komisi IX DPR itu.

Pada kesempatan itu, Sri Rahayu juga mengatakan pihaknya mendorong pemerintah daerah menganggarkan secara khusus anggaran pendamping terkait kasus kekerasan seksual pada anak. 

"Kita harap semua bisa berjalan lancar antara pusat dan daerah, terutama dalam menangani kekerasan seksual pada perempuan dan anak," ujar Sri Rahayu.

"Kita harus mengingat bahwa anak adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Mari kita buktikan komitmen kita dalam perlindungan anak," imbuh Ketua DPP PDI Perjaungan Sri Rahayu tentang UU PKS. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Soal GOR Karanggayam, 20 Klub Anggota Persebaya Surabaya Ngadu ke Machfud Arifin
    Soal GOR Karanggayam, 20 Klub Anggota Persebaya Surabaya Ngadu ke Machfud Arifin
    25/09/2020 - 14:10
  • Bangkitkan Ekonomi, Bondowoso Indah Plywood Siap Ekspor Wood Pellet
    Bangkitkan Ekonomi, Bondowoso Indah Plywood Siap Ekspor Wood Pellet
    25/09/2020 - 14:05
  • Sudirman: Persija Masih Punya Kelemahan
    Sudirman: Persija Masih Punya Kelemahan
    25/09/2020 - 13:52
  • Soal Pengunduran Diri Febri Diansyah, Sekjen PP Muhammadiyah: Itu Keputusan Moral
    Soal Pengunduran Diri Febri Diansyah, Sekjen PP Muhammadiyah: Itu Keputusan Moral
    25/09/2020 - 13:47
  • OJK Jabar: Sektor Jasa Keuangan dalam Kondisi Stabil Di Tengah Pandemi
    OJK Jabar: Sektor Jasa Keuangan dalam Kondisi Stabil Di Tengah Pandemi
    25/09/2020 - 13:41
  • Kreatif, Mahasiswa Teknik UB Sulap Minyak Sereh Wangi Jadi Penghemat BBM
    Kreatif, Mahasiswa Teknik UB Sulap Minyak Sereh Wangi Jadi Penghemat BBM
    25/09/2020 - 13:36
  • KPK RI Segera Cari Pengganti Sementara Febri Diansyah
    KPK RI Segera Cari Pengganti Sementara Febri Diansyah
    25/09/2020 - 13:28
  • Liga 1 2020 Semakin Dekat, Sudirman: Persija Jakarta Fokus Matangkan Finishing Skill
    Liga 1 2020 Semakin Dekat, Sudirman: Persija Jakarta Fokus Matangkan Finishing Skill
    25/09/2020 - 13:22
  • Pilkada di Tengah Pandemi Lanjut Apa Tunda ?
    Pilkada di Tengah Pandemi Lanjut Apa Tunda ?
    25/09/2020 - 13:15
  • Kiper Adixi Lenzivio Puas dengan Debutnya Bersama Persija
    Kiper Adixi Lenzivio Puas dengan Debutnya Bersama Persija
    25/09/2020 - 13:04

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pilkada di Tengah Pandemi Lanjut Apa Tunda ?
    Pilkada di Tengah Pandemi Lanjut Apa Tunda ?
    25/09/2020 - 13:15
  • Filosofi Pesan Al-Ghazali
    Filosofi Pesan Al-Ghazali
    25/09/2020 - 09:08
  • Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    25/09/2020 - 06:15
  • Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    25/09/2020 - 04:16
  • Pilkada 2020, Opini Publik dan Ilusi Demokrasi
    Pilkada 2020, Opini Publik dan Ilusi Demokrasi
    25/09/2020 - 02:22
  • Polemik Regulasi Kekerasan Seksual, Banyak Korban Menyuarakan Keadilan
    Polemik Regulasi Kekerasan Seksual, Banyak Korban Menyuarakan Keadilan
    24/09/2020 - 16:30
  • Perang Melawan Pandemi Covid-19, Refleksi Peringatan Hari Perdamaian Internasional
    Perang Melawan Pandemi Covid-19, Refleksi Peringatan Hari Perdamaian Internasional
    24/09/2020 - 16:00
  • Perubahan Fokus Ilmu dan Teknologi Pangan di Era Pandemi Covid-19
    Perubahan Fokus Ilmu dan Teknologi Pangan di Era Pandemi Covid-19
    24/09/2020 - 11:30
  • Punya Tato Sampai Muka, Lelaki Ini Ternyata Seorang Guru TK!
    Punya Tato Sampai Muka, Lelaki Ini Ternyata Seorang Guru TK!
    25/09/2020 - 14:09
  • 7 Penjabat Sementara Bupati di Sulsel Akan Dikukuhkan Besok
    7 Penjabat Sementara Bupati di Sulsel Akan Dikukuhkan Besok
    25/09/2020 - 14:08
  • Berhasil Deteksi Puluhan Ranjau, Seekor Tikus Dapat Medali Penghargaan
    Berhasil Deteksi Puluhan Ranjau, Seekor Tikus Dapat Medali Penghargaan
    25/09/2020 - 14:07
  • Kendarai Mobil hingga Tak Sadarkan Diri, Suryo Tabrak Tiang APILL
    Kendarai Mobil hingga Tak Sadarkan Diri, Suryo Tabrak Tiang APILL
    25/09/2020 - 14:07
  • Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, Bintang Emon Gatel Mau Komentar
    Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19, Bintang Emon Gatel Mau Komentar
    25/09/2020 - 14:07
  • 4 Hari Terobos Rimba Papua, Prajurit TNI Berhasil Masuk ke Molof
    4 Hari Terobos Rimba Papua, Prajurit TNI Berhasil Masuk ke Molof
    25/09/2020 - 08:08
  • 6 Tahun Menikah, Demian Aditya Akui Sara Wijayanto Pernah Ngamuk
    6 Tahun Menikah, Demian Aditya Akui Sara Wijayanto Pernah Ngamuk
    25/09/2020 - 07:30
  • Kisah Putra Raja Besar Mataram Pegang Tongkat Komando Tertinggi TNI AD
    Kisah Putra Raja Besar Mataram Pegang Tongkat Komando Tertinggi TNI AD
    25/09/2020 - 05:00
  • Cegah Tertular COVID-19, Jangan Kunjungi 3 Tempat Ini
    Cegah Tertular COVID-19, Jangan Kunjungi 3 Tempat Ini
    25/09/2020 - 10:38
  • Pengakuan Mengejutkan Ayu Ting Ting Dadanya Montok Dalam 2 Hari
    Pengakuan Mengejutkan Ayu Ting Ting Dadanya Montok Dalam 2 Hari
    25/09/2020 - 10:29