Ekonomi

Terdampak Covid-19, Gig Worker di Indonesia Perlu Keterampilan dan Peluang Baru

Rabu, 09 September 2020 - 18:25 | 39.29k
Terdampak Covid-19, Gig Worker di Indonesia Perlu Keterampilan dan Peluang Baru
Smita Anggarwal (kanan) dan pekerja independen. (FOTO: Dok.Pribadi)
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, SURABAYAFlourish Ventures, sebuah perusahaan modal ventura global dengan investasi portofolio di Indonesia dan seluruh Asia, hari ini merilis laporan baru yang mengevaluasi bagaimana pekerja independen atau gig worker dalam ekonomi informal Indonesia.

Antara lain para pengemudi berbagi tumpangan atau ridesharing, penjual online, penyedia jasa rumah tangga, dan kurir pengiriman, mengatasi pandemi Covid-19. Sebagian besar dari mereka telah terkena dampak yang besar, 86 persen responden menyatakan bahwa penghasilan mereka berkurang.

Laporan Indonesia Spotlight August 2020, yang mencakup respons survei dari 586 pekerja independen atau gig worker di Indonesia, adalah edisi ketiga dari seri laporan Flourish yang dinamakan The Digital Hustle: Gig Worker Financial Lives Under Pressure.

independen.jpg

Flourish adalah investor modal ventura global yang berfokus pada investasi Fintech tahap awal, yang membantu orang mendapatkan peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan finansial mereka.

Temuan-temuan pentingnya antara lain:

• Jumlah pekerja independen atau gig worker di Indonesia dengan penghasilan lebih dari Rp 3 juta per bulan (US $200) mengalami penurunan yang tajam, dari 43 persen pada bulan Maret 2020 ke hanya 5 persen pada bulan Juni/Juli 2020. Selain itu, terdapat lonjakan besar dalam jumlah pekerja independen atau gig worker dengan penghasilan kurang dari Rp 1 juta ($70), dari 8 persen pada bulan Maret 2020 ke 55 persen pada bulan Juni/Juli 2020.

• 74 persen responden sangat khawatir tentang COVID-19. Pekerja independen atau gig worker lebih khawatir tentang dampaknya pada mata pencaharian mereka (52 persen) daripada pada kesehatan mereka (14 persen).

• Pekerjaan yang memerlukan interaksi tatap muka lebih terkena dampaknya. 71 persen penyedia layanan kesehatan di rumah (seperti mereka yang menawarkan jasa pijat di rumah), 65 persen pengemudi berbagi tumpangan atau ridesharing, dan 55 persen pengemudi pengiriman telah kehilangan penghasilan. Penjual online dan pekerja rumah tangga lainnya, seperti asisten rumah tangga, tidak terlalu terkena dampaknya.

• Tidak ada perbedaan penghasilan antara jenis kelamin. Laporan menunjukkan bahwa pria dan wanita sama terpengaruhnya oleh penurunan ekonomi akibat COVID-19 2 di Indonesia. Di negara-negara lain yang disurvei sebagai bagian dari seri The Digital Hustle, kaum wanita lebih terkena dampaknya.

• Pekerja independen atau gig worker di kota-kota besar paling terkena dampaknya. 63 persen responden kehilangan penghasilan, dibandingkan dengan 49 persen di kota-kota yang lebih kecil.

• Pekerja independen atau gig worker di Indonesia hidup dalam tekanan. Hampir 60 persen responden mengatakan bahwa jika mereka kehilangan sumber penghasilan utama mereka, mereka tidak akan dapat mencukupi pengeluaran rumah tangga mereka dalam satu bulan tanpa meminjam uang.

“Dalam penurunan ekonomi akibat pandemi Covid-19, pekerja independen atau gig worker telah secara signifikan terkena dampaknya dan mereka tetap rentan mengalami kesulitan dalam hal finansial,” kata Tilman Ehrbeck, managing partner di Flourish dalam siaran persnya, Rabu (9/9/2020).

independen-2.jpg

Ia melanjutkan, ekonomi dengan sistem pekerja independen atau gig worker memungkinkan jutaan pekerja dalam sektor informal Indonesia, yang secara historis kurang diperhatikan oleh industri finansial, meresmikan mata pencaharian mereka dan menjadi lebih terhubung ke keuangan digital.

"Kami melakukan riset ini untuk memahami bagaimana perusahaan Fintech dapat dengan lebih baik melayani para pekerja independen atau gig worker ini, serta individu dan usaha kecil yang rentan mengalami kesulitan, selama krisis ini dan di masa mendatang,” paparnya.

Menemukan cara-cara baru untuk mengatasi laporan Flourish juga berisi pertanyaan bagaimana pekerja independen atau gig worker di Indonesia menyesuaikan diri dengan krisis Covid-19, dan jawabannya adalah sebagai berikut:

• Di antara 66 persen dari mereka yang mengurangi konsumsi, konsumsi makanan merupakan pengeluaran utama yang mereka kurangi.

• 61 persen responden menemukan pekerjaan baru atau pekerjaan tambahan, sebagian besar melalui platform digital, seperti penjualan ritel online atau pekerjaan berdasarkan permintaan.

• Hampir 40 persen berencana untuk mencari pekerjaan baru dalam bulan-bulan mendatang. Peluang bagi Fintechs Meskipun secara langsung khawatir tentang krisis COVID-19, para pekerja independen atau gig worker di Indonesia juga fokus pada masa depan.

• Menabung demi masa depan merupakan tujuan nomor satu jangka pendek dan jangka panjang pekerja independen atau gig worker. 81 persen responden sangat mengkhawatirkan kemampuan mereka menabung untuk usia tua nanti.

• Keamanan yang terutama – secara spesifik, risiko tidak mampu bekerja. Sebagian besar responden sangat khawatir tentang bagaimana jika mereka tidak mampu bekerja apabila mereka jatuh sakit atau terlibat dalam kecelakaan (66 persen), atau jika telepon atau mobil mereka rusak (59 persen).

• Pekerja independen atau gig worker lebih gelisah tentang kebutuhan uang tunai jangka pendek daripada pendanaan jangka panjang. 63 persen responden sangat khawatir tentang 3 apakah mereka memiliki cukup banyak uang tunai untuk melakukan pekerjaan mereka, dibandingkan dengan hanya 32 persen yang khawatir tentang akses ke pendanaan aset.

“Pandemi menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pekerja independen atau gig worker di Indonesia, serta kemampuan beradaptasi mereka dan dorongan kewirausahaan mereka dalam menghadapi kesulitan,” kata Smita Aggarwal, global investments advisor di Flourish.

Walaupun pekerja independen atau gig worker telah menunjukkan ketabahan yang luar biasa, lanjutnya, dalam menghadapi krisis ini, ia percaya terdapat peluang yang berarti untuk platform kerja independen dan Fintechs guna memenuhi kebutuhan finansial pekerja yang belum terpenuhi, dan membantu likuiditas jangka pendek, perlindungan penghasilan, serta resiliensi jangka panjang.

Metodologi Survei Flourish bermitra dengan perusahaan riset 60 Decibels dan perusahaan perintis untuk pekerja independen atau gig worker, Sampingan, untuk melakukan survei online terhadap 586 pekerja independen atau gig worker pada bulan Juni 2020.

Panelnya mencakup 221 pengemudi berbagi tumpangan atau ridesharing, 191 penyedia jasa rumah (seperti asisten rumah tangga atau ahli kecantikan), 109 penjual online, dan 65 kurir pengiriman.

Untuk melihat laporan lengkapnya dan mengakses data yang mendasarinya, buka laman https://flourishventures.com/

Sebagai bagian dari The Digital Hustle: Gig Worker Financial Lives Under Pressure, Flourish Ventures mulai melacak pengalaman pekerja independen atau gig worker di seluruh dunia pada Mei 2020. Flourish menerbitkan edisi Brazil pada Juni 2020, dan edisi Afrika Selatan pada Juli 2020. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Pick Your Own Flower at Wisata Petik Bunga Batu
    Pick Your Own Flower at Wisata Petik Bunga Batu
    16/06/2021 - 01:22
  • Bupati Indramayu Minta Penanganan Covid-19 Optimal
    Bupati Indramayu Minta Penanganan Covid-19 Optimal
    16/06/2021 - 00:13
  • Mengenal Motif Batik Tulis Khas Tasikmalaya
    Mengenal Motif Batik Tulis Khas Tasikmalaya
    15/06/2021 - 23:57
  • Saran DPRD Surabaya untuk Upaya Vaksinasi Warga Usia 18+
    Saran DPRD Surabaya untuk Upaya Vaksinasi Warga Usia 18+
    15/06/2021 - 23:41
  • Duh, Stok Plasma Konvalesen di PMI Surabaya Nol
    Duh, Stok Plasma Konvalesen di PMI Surabaya Nol
    15/06/2021 - 23:25

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Surat Kesatu: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    Surat Kesatu: Untuk Pembelajar Pluralisme dan Kebangsaan
    15/06/2021 - 08:40
  • Ichhatigkeit
    Ichhatigkeit
    14/06/2021 - 13:29
  • Kacamata Akademisi: Tes Wawasan Kebangsaan Berujung Peretasan?
    Kacamata Akademisi: Tes Wawasan Kebangsaan Berujung Peretasan?
    14/06/2021 - 13:06
  • Distrosi di Balik Sebuah Inovasi Pendidikan
    Distrosi di Balik Sebuah Inovasi Pendidikan
    14/06/2021 - 11:33
  • Kasus Tambang Emas Sangihe, Mari Kita ‘Sumpek’ dengan Elegan
    Kasus Tambang Emas Sangihe, Mari Kita ‘Sumpek’ dengan Elegan
    14/06/2021 - 10:33
  • Mengenal Infeksi Jamur Hitam (Mucormycosis) di India
    Mengenal Infeksi Jamur Hitam (Mucormycosis) di India
    14/06/2021 - 08:39
  • Sebenarnya, Apa Sih Maunya Bung Karno Itu?
    Sebenarnya, Apa Sih Maunya Bung Karno Itu?
    14/06/2021 - 05:38
  • Strategi Pengembangan Profesionalisme dalam Pembelajaran di Pendidikan Sekolah Dasar
    Strategi Pengembangan Profesionalisme dalam Pembelajaran di Pendidikan Sekolah Dasar
    12/06/2021 - 13:56

KULINER

  • Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    15/06/2021 - 07:32
  • ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    15/06/2021 - 03:12
  • Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    13/06/2021 - 16:03
  • Sensasi Nikmatnya Bakmi Jawa di Kopi Luwak Mataram Yogyakarta
    Sensasi Nikmatnya Bakmi Jawa di Kopi Luwak Mataram Yogyakarta
    13/06/2021 - 06:16
  • Chef Grand Aston Yogyakarta Ciptakan Menu Makanan Plant-Based
    Chef Grand Aston Yogyakarta Ciptakan Menu Makanan Plant-Based
    13/06/2021 - 05:22