Kopi TIMES

Pemberdayaan Industri Pertahanan Menuju Kemandirian Alpalhankam

Rabu, 09 September 2020 - 17:00 | 15.09k
Pemberdayaan Industri Pertahanan Menuju Kemandirian Alpalhankam
Warsito Hadi - APN Kemhan.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pada alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, menegaskan bahwa tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia  yang  berdasarkan  kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam mencapai untuk mewujudkan tujuan NKRI  yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, salah satu melalui sistem pertahanan dan keamanan Negara.

Dalam rangka membangun kekuatan pertahanan pertahanan dan keamanan yang tangguh dan andal perlu tersedianya alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) yang  didukung oleh kemampuan Industri Pertahanan dalam negeri.

Hal ini sesuai UU Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan yang mengatur mengenai tujuan dan fungsi penyelenggaraan Industri Pertahanan (beberapa di antaranya) yaitu mewujudkan kemandirian pemenuhan Alpalhankam, jasa pemeliharaan, meningkatkan kemampuan memproduksi dan mengembangkan Alpalhankam.

Dalam Undang-undang tersebut  industri pertahanan dikelompokkan menjadi industri alat utama, dalam hal ini BUMN yang ditugasi sebagai pemadu utama Alpalhankam untuk mendukung matra udara, laut, dan darat. Kedua, industri komponen utama atau penunjang yang menghasilkan komponen utama dengan mengintegrasikan komponen, subsistem, dan juga suku cadang dan bahan baku. Kelompok berikutnya industri komponen dan/atau perbekalan, dan kelompok terakhir adalah industri bahan baku. 

Permasalahan dan Komitmen Pemerintah

Indonesia menghadapi tantangan yang berkaitan dengan keberadaan industri pertahanan yang sangat kompleks, baik berupa persaingan ketat antar negara dalam merebut harga pasar maupun kemampuan dan daya saing, pengadaan Alpalhankam yang hampir semuanya masih diperoleh dari luar negeri, permodalan dan dukungan anggaran serta sumber daya manusia (SDM) yang ada.

Pengelolaan industri pertahanan di banyak negara hampir selalu dihadapkan pada tiga permasalahan utama, yakni: Pertama, pengembangan teknologi pertahanan yang bergantung pada dua skema, yakni skema penguatan penelitan dan pengembangan industri pertahanannya, dan melalui skema offset dan transfer teknologi.

Kedua, pendanaan industri pertahanan dengan berbagai model pendanaan, dan yang ketiga permasalahan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) industri pertahanan. Ketiganya berkaitan satu dengan yang lain dalam menyokong kebutuhan Alpalhankam  dalam negerinya atau tengah beranjak menjadi pengekspor persenjataan dan alat perang. 

Pemerintah dalam hal ini Kementerian pertahanan akan terus berkomitmen untuk memberdayakan kemampuan industri pertahanan strategis dalam menuju kemandirian Alpalhankam. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, optimis industri pertahanan berkembang dalam lima tahun kedepan.

Ada empat strategi Kementerian Pertahanan untuk mencapai hal tersebut.  Pertama, terkait kemandirian Indonesia dalam penyediaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) sebagai hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Dimana selama ini Indonesia mengandalkan impor dari luar, yang membuat terlena dan tanpa disadari hanya menjadi pasar produk asing. 

Kedua, pengadaan Alpalhankam harus memprioritaskan pada produk industri Alpalhankam dalam negeri. Pengadaan luar negeri hanya boleh dilakukan apabila industri dalam negeri belum mampu memproduksi, inipun harus disertai offset dan transfer of technology (ToT) yang diberikan kepada BUMN dan badan usaha milik swasta (BUMS) secara adil.  

Ketiga, kepada pengguna yakni TNI dan jajarannya diminta untuk jadi pelopor dalam  penggunaan produk dalam negeri, sehingga semboyan NKRI harga mati harus diimplementasikan dalam wujud kecintaan kepada produk Alpalhankam dalam negeri serta membelanya dengan cara menggunakannya supaya lambat laun kualitasnya akan sama dengan produk asing. Keempat, wakil menteri pertahanan ditugasi untuk mengawasi pelaksanaan atas kebijakan menteri pertahanan.

Kemandirian produksi Alpalhankam bukan saja tidak ekonomis tapi juga sulit untuk dicapai dan dipertahankan, oleh karena itu diperlukan suatu  strategi yang  dapat dikembangkan adalah kemandirian selektif, yakni kemandirian yang bukan untuk memproduksi semua Alpalhankam sendiri, dimana dalam konteks ini suatu negara yang memiliki industri pertahanan yang mapan dianggap memiliki sebuah keuntungan strategis dalam tatanan global.  

Industri pertahanan dalam negeri menjadi salah satu ujung tombak upaya dalam mengembangkan sistem pertahanan secara mandiri. Selain itu juga diperlukan penguatan struktur BUMN industri strategis, khususnya perbaikan kinerja operasional dan finansial serta menghindari duplikasi investasi dan SDM, maka pilihan yang harus dipertimbangkan adalah konsolidasi. Pemerintah harus terus mendorong peran industri dalam negeri termasuk pihak swasta dalam mengembangkan alutsista,  agar BUMN dan pihak swasta dapat bersinergi dalam kemandirian industri dalam negeri. 

Pemikiran yang dapat diberikan oleh TNI dan Polri sebagai pengguna Alpalhankam, harus dapat dan selalu memberikan pandangan yang objektif mengenai kontribusi industri pertahanan dalam memenuhi kebutuhan sesuai tugas pokok masing-masing, dimana industri pertahanan agar terus membangun kemampuan dalam menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan teknis dari pengguna yakni TNI dan Polri, hal ini  menjadi faktor penting yang mendorong minat pengguna dalam memanfaatkan produk dalam negeri.  

Pemberdayaan Industri Pertahanan menuju kemandirian Alpalhankam akan terwujud diperlukan adanya sinergitas kerjasama yang erat diantara ketiga pilar industri pertahanan yaitu pemerintah, pengguna dan industri pertahanan.

***

*)Oleh: Warsito Hadi - APN Kemhan.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Toni Sucipto Sebut Fisik Pemain Persija Sudah Siap
    Toni Sucipto Sebut Fisik Pemain Persija Sudah Siap
    23/09/2020 - 10:52
  • Dinas Perikanan Taliabu akan Minta Bantuan Polariud Pulangkan Kapal Penangkap Telur Ikan Terbang
    Dinas Perikanan Taliabu akan Minta Bantuan Polariud Pulangkan Kapal Penangkap Telur Ikan Terbang
    23/09/2020 - 10:50
  • PT LIB-PSSI Gelar Swab Test untuk Wasit dan Asisten Wasit
    PT LIB-PSSI Gelar Swab Test untuk Wasit dan Asisten Wasit
    23/09/2020 - 10:44
  • Ulama dan Peran Negara
    Ulama dan Peran Negara
    23/09/2020 - 10:38
  • Pangdam V Brawijaya Ziarah ke Makam Bung Karno
    Pangdam V Brawijaya Ziarah ke Makam Bung Karno
    23/09/2020 - 10:30
  • PT LIB Paparan Penerapan Protokol Kesehatan Liga 1 ke Polri
    PT LIB Paparan Penerapan Protokol Kesehatan Liga 1 ke Polri
    23/09/2020 - 10:24
  • Katib Aam PBNU akan Bicara di Sidang Majelis Umum PBB Hari Ini
    Katib Aam PBNU akan Bicara di Sidang Majelis Umum PBB Hari Ini
    23/09/2020 - 10:18
  • Tape Ketan Hijau Jombang Masuk Minimarket Modern, Ini Cara Pembuatannya
    Tape Ketan Hijau Jombang Masuk Minimarket Modern, Ini Cara Pembuatannya
    23/09/2020 - 10:14
  • Kurikulum Baru, Kemendikbud RI Siapkan Mata Palajaran Baru Jenjang SMP dan SMA
    Kurikulum Baru, Kemendikbud RI Siapkan Mata Palajaran Baru Jenjang SMP dan SMA
    23/09/2020 - 10:08
  • Pidato di Sidang Majelis Umum PBB, Jokowi Serukan Tiga Pemikiran
    Pidato di Sidang Majelis Umum PBB, Jokowi Serukan Tiga Pemikiran
    23/09/2020 - 10:02

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ulama dan Peran Negara
    Ulama dan Peran Negara
    23/09/2020 - 10:38
  • Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    23/09/2020 - 00:20
  • 'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    22/09/2020 - 23:30
  • Membumikan Sekolah Dirgantara
    Membumikan Sekolah Dirgantara
    22/09/2020 - 22:20
  • Jalan Politik Para Pesohor Versus Petahana
    Jalan Politik Para Pesohor Versus Petahana
    22/09/2020 - 21:33
  • Umpatan dalam Pandanwangi Pragmatik
    Umpatan dalam Pandanwangi Pragmatik
    22/09/2020 - 20:20
  • Pandemi dan Ancaman Kepailitan
    Pandemi dan Ancaman Kepailitan
    22/09/2020 - 18:13
  • Menanti Pemimpin Banyuwangi yang Mampu Berdiri di Sawah Sembari Menetap Lautan
    Menanti Pemimpin Banyuwangi yang Mampu Berdiri di Sawah Sembari Menetap Lautan
    22/09/2020 - 17:04
  • Jaksa Pinangki Didakwa Terima Uang 500 Dolar AS dari Djoko Tjandra
    Jaksa Pinangki Didakwa Terima Uang 500 Dolar AS dari Djoko Tjandra
    23/09/2020 - 11:12
  • Gubernur Sutarmidji: Saya Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri
    Gubernur Sutarmidji: Saya Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri
    23/09/2020 - 11:12
  • 2 Lapas di Jatim Jadi Klaster Corona, Satgas Covid: Hati-hati Jenguk Napi
    2 Lapas di Jatim Jadi Klaster Corona, Satgas Covid: Hati-hati Jenguk Napi
    23/09/2020 - 11:11
  • Beraninya! Ayah Cabuli Anak Tiri saat Satu Ranjang dengan Istri Baru
    Beraninya! Ayah Cabuli Anak Tiri saat Satu Ranjang dengan Istri Baru
    23/09/2020 - 11:07
  • Jokowi Berencana Perluas Lumbung Pangan di Sumsel, NTT dan Papua
    Jokowi Berencana Perluas Lumbung Pangan di Sumsel, NTT dan Papua
    23/09/2020 - 11:06
  • Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    23/09/2020 - 05:14
  • Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    23/09/2020 - 07:31
  • Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    23/09/2020 - 06:30
  • Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    23/09/2020 - 00:10
  • Dikasih Uang sama Ruben Onsu saat Dipenjara, Vicky Prasetyo Sedih
    Dikasih Uang sama Ruben Onsu saat Dipenjara, Vicky Prasetyo Sedih
    23/09/2020 - 00:30