Advertisement
Pendidikan

Guru Besar UIN Maliki Prof Tutik Pilih Ilmu yang Mulai Dilupakan Orang

Prof. Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag., kini menyandang gelar sebagai Guru Besar UIN Maliki Malang bidang Ilmu Ushul Fiqih dari Fakultas Syariah.

TIMES Indonesia,
Guru Besar UIN Maliki Prof Tutik Pilih Ilmu yang Mulai Dilupakan Orang
Prof. Dr. Hj Tutik Hamidah M. Ag dalam proses pelantikan sebagai Guru Besar Ilmu Uhud Fiqih Fakultas Syairi'ah UIN Malik Ibrahim Malang. (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Prof. Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag., kini menyandang gelar sebagai Guru Besar UIN Maliki Malang bidang Ilmu Ushul Fiqih dari Fakultas Syariah.

Tutik hadir dengan perasaan bahagia karena telah mencapai posisi terbaru menjadi Guru Besar di UIN Maliki Malang. Sebuah perjuangan yang tidak ringan.

Advertisement

"Saya berharap dapat memberikan kontribusi terbaik untuk UIN Maliki Malang, khususnya pada bidang Ilmu Ushul Fiqih," tuturnya, Kamis (27/8/2020).

Dalam orasi pengukuhannya, Tutik mengatakan, penelitian yang dilakukan ini tentang epistemologi hukum Islam dan sejarah sosialnya. "Jadi, epistemologi dalam hukum Islam tidak hitam dan putih saja. Namun, berwarna karena adanya pengaruh dari sejarah sosialnya," jelasnya.

Menurutnya, Ilmu Ushul Fiqih sudah mulai dilupakan oleh banyak orang. Sebab itu, perempuan asal Lamongan tersebut memilih penelitiannya sebagai pemahaman baru untuk banyak orang.

Tutik menjelaskan bahwa sebuah ayat dan metode pemahaman merupakan dua hal berbeda.

"Satu ayat yang sama, tetapi dipahami dengan metode berbeda akan menghasilkan hukum berlainan," ujarnya

Advertisement

Dalam menafsirkan ayat diperlukan memahami metodenya. Selain itu, sejarah sosialnya yang mengiringi metode tersebut perlu dipahami.

"Kapan metode tersebut terbentuk, di mana, oleh siapa, dalam situasi dan kondisi bagaimana. Semuanya harus secara serentak dijadikan acuan," sambungnya

Perkembangan politik dan pendidikan juga tidak dapat diabaikan pengaruhnya. Ketika memahami sejarah sosial dan epistemologi Islam akan membentuk sikap beragama yang toleran, menghindari kekerasan, dan demokratis.

Tutik menegaskan, penelitian yang dilakukannya sebagai bentuk dukungan kepada gerakan modernisasi agama.

"Saya berharap dapat berkontribusi dalam gerakan modernisasi agama yang sedang marak diusung oleh pemerintah. Di mana Kementerian Agama menjadi leading sector," tegas Prof. Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag., saat pengukuhan sebagai Guru Besar UIN Maliki Malang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia