Advertisement
Pendidikan

UIN Maliki Malang Kembali Kukuhkan Dua Guru Besar

UIN Maliki Malang kembali menyelenggarakan rangkaian terakhir pengukuhan Guru Besar UIN Maliki Malang di Bulan Agustus.

TIMES Indonesia,
UIN Maliki Malang Kembali Kukuhkan Dua Guru Besar
Suasana pengukuhan Guru Besar UIN Maliki Malang pada gelombang ketiga bulan Agustus. (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG UIN Maliki Malang kembali menyelenggarakan rangkaian terakhir pengukuhan Guru Besar UIN Maliki Malang di Bulan Agustus.

Acara pengukuhan tersebut dilaksanakan di Gedung Rektorat UIN Maliki Malang lantai 5, Kamis (27/8/2020). Acara berlangsung dengan mematuhi standarisasi protokol kesehatan.

Advertisement

Prof. Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag selaku Guru Besar Bidang Ilmu Ushul Fiqih Fakultas Syariah menyampaikan orasinya berjudul "Epistemologi Hukum Islam dan Sejarah Sosialnya".

"Saya ingin mensosialisasikan bahwa epistemologi itu warna-warni dan karena dipengaruhi oleh faktor sejarah maupun sosialnya. Dalam segi sosial masyarakat, untuk memahami Al-Quran itu tidak hitam putih dan tidak harus sesuai dengan ayatnya," tuturnya

Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, S.E., M.Si selaku Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi menyampaikan orasinya berjudul "Implementasi Kepemimpinan Guna Meningkatkan Kinerja Perguruan Tinggi dengan Pendekatan Teori Managerial Grid dan Political Skill".

Menurutnya, political skill adalah seseorang yang menggunakan kepemimpinannya untuk mempengaruhi orang lain, tetapi orang tersebut tidak merasa. Kemudian, pemimpin memberikan bantuan moril maupun moral untuk menyukseskan visi dan misi yang ingin dicapai.

"Kepemimpinan menjadi faktor penting menuju world class university (WCU), bagaimana seorang pemimpin dapat memotivasi civitas akademika untuk mengikuti percepatan guru besar. Salah satunya, Rektor UIN Maliki Malang membiayai seluruh penelitian dosen yang sedang berproses menjadi guru besar dan memberikan reward kepada mereka. Sebab itu, dosen tidak akan merasa dipaksa untuk melakukan hal tersebut. Kondisi tersebut merupakan bagian dari political skill," ujar Sani

Advertisement

Ketika kedua guru besar tersebut telah menyampaikan orasinya, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. Abdul Haris, M.Ag.,  melakukan seremoni pengukuhan. Sebuah cinderamata pun juga turut hadir yang diberikan oleh Haris kepada kedua guru besar tersebut. 

Rektor UIN Maliki Malang menegaskan harapannya kepada kedua guru besar tersebut untuk dapat memberikan kontribusi kepada UIN Maliki Malang. Selain itu, Haris juga berharap dengan adanya percepatan Guru Besar akan ada enam orang lagi yang akan dikukuhkan.

"Dalam satu tahun ini, Kami targetnya 12 Guru Besar UIN Maliki Malang yang dikukuhkan. Lalu, enam guru besar telah dikukuhkan dan kami akan mendorong dosen-dosen untuk mengurus percepatan tersebut," harapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia