Kopi TIMES

Pengaruh Kuliner Asing di Kota Palopo

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 14:16 | 19.90k
Pengaruh Kuliner Asing di Kota Palopo
Muhammad Rafly Setiawan, Pengurus Cabang PMII Kota Palopo. (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, SULAWESI – Kurang lebih satu dekade belakangan, jika kita merefleksikan kuliner khas Kota Palopo, begitu beragam dan bernuansa kerakyaratan. Seperti kapurung dan pacco, begitu memanjakan masyarakat Kota Palopo dengan cita rasa kearifan lokal. Bahannya pun tidak sulit untuk dijangkau. Dapat ditemui di Pasar Niaga Palopo, Pasar Andi Tadda, dan warung makan yang ada di Kota Idaman.

Kita juga tidak merogoh kantong dalam jumlah besar. Dengan mengeluarkan, Rp.5.000-Rp.10.000 sudah dapat disantap dengan nikmat. Kuliner ini amat berjiwa kerakyaratan, lantaran hampir setiap rumah mampu menghidangkan dengan sendirinya di meja makan. Belum lagi, nilai jualnya bagi, wisatawan Nasional maupun Internasional yang sangat penasaran makanan lokal Kota Palopo, atau pada umumnya Luwu Raya.

Namun demikian, semenjak haus akan life style dunia barat maupun timur tengah, membuat kuliner khas Kota Palopo tergeser dari puncak klasemen yang diminati oleh wisatawan, bahkan warga setempat sendiri. Dikarenakan, berbagai restoran asing membuka gerai di Kota Palopo. Bahkan, anak-anak yang terlahir dari kalangan elite, lebih menyenangi jenis makanan asing ketimbang kuliner khas Kota Palopo.

Jenis makanan seperti yang ada di menu makanan restoran KFC sudah jadi keakraban elite class, bahkan dianggap kolot kalau belum pernah mencicipi fried chicken dan pepsi yang hampir dua kali lipat harganya daripada kapurung atau pacco. Tidak segan-segan, hidangan yang terdapat di gerai KFC, semakin menegaskan watak konsumerisme kita.

Bagaimana tidak? Kala berada di meja makan gerai KFC, tidak sah rasanya kalau belum berpose dengan makanan yang telah dipesan, dan membagikan di media sosial. Namun anehnya, jika berada di warung makan lokal, kita enggan bahkan tidak percaya diri bila hendak mengeksplorasi makanan khas ala Palopo di media sosial.

Disini titik terlemahnya, lantaran lebih mempopulerkan fast food ala western, ketimbang melestarikan kuliner khas lokal. Inilah mahar yang harus dibayar untuk dapat bertahan dalam arus globalisasi, ataukah kesadaran kita telah mati terhadap seni kuliner lokal sebagai alat ketahanan dan pertahanan nasional? Entahlah, yang pasti relasi kuasa dari negara adidaya, terbukti nyaris meruntuhkan pondasi kebudayaan Indonesia, termasuk Kota Palopo.

Seharusnya kita menerapkan pembangunan berbasis kebudayaan. Bukan hanya serta-merta bermental konsumerisme, melainkan punya daya sinkretis untuk dapat mempertahankan local wisdom yang dimiliki. Meskipun berbagai kuliner asing menggoda kita, harus dipelajari ulang serta “mendaur-ulang” komposisinya sehingga kita berdaya dari segi seni kuliner.

Sampai saat ini, belum ada penamaan baru jika hidangan seperti kapurung dan fried chicken dikembangkan, pasti menjadi new fast food ala Palopo, dan tentu terdapat daya tarik berlebih bagi penggila kuliner.

Itu baru satu aspek. Belum lagi ditelaah dari perspektif ekonominya. Terbukti dengan bermunculannya restoran-restoran asing, melumpuhkan sendi-sendi pendapatan warung makan lokal di Kota Palopo. Telah banyak ditemui para pewarung lokal memilih untuk menjual produk makanan yang serupa dengan restoran asing (seperti fried chicken & hamburger) agar tetap mempertahankan usahanya, bahkan ada yang gulung tikar karena tidak sanggup bersaing seiring menurun drastis pendapatannya per-hari.

Sekarang ini, restoran Pizza Hut sudah masuk di Kota Palopo. Bangunannya pun sudah tertancap kuat di jalan Andi Djemma Kota Palopo—depan Kantor DPD II Partai Golkar—sisa menunggu peresmiannya saja. Ini akan jadi buruan bagi warga Palopo dan sekitarnya, untuk berlomba-lomba menyantap menu hidangan di gerai ini. Tentu mematikan aktivitas ekonomi bagi pewarung makanan kecil dan pewarung makanan khas Kota Idaman di sekitar Jalan Andi Djemma.

Sebetulnya, sebelum mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gerai Pizza Hut, harus diselesaikan dulu impact bagi bisnis kuliner kecil, terlebih warung makan lokal. Apakah dengan adanya restoran pizza hut akan mendatangkan kemanfaatan buat pewarung lokal, atau justru merugikan besar? Dan bagaimana kalau mendatangkan merugikan, lantas kebijakan pemerintah seperti apa buat pelaku usaha warung makan lokal yang dirugikan besar, bahkan jika sampai gulung tikar?

Kita seakan-akan overdosis dengan iklim investasi restoran asing, dengan dalih bahwa menjadi penanda bagi perekonomian Kota Palopo. Kita seakan amnesia soal kelangsungan bisnis pewarung-pewarung lokal, sehingga luput dari prioritas pihak “pemberi izin”. Seolah-seolah membaiknya perekonomian Kota Idaman, hanya dari restoran elite (asing), tidak diamati dari unit usaha kecil yang nyatanya dapat merawat makanan khas Kota Palopo.

Lalu pertanyaannya kemudian, apakah kebudayaan orisinal Palopo tidak punya korelasi atas perbaikan ekonomi Kota Palopo? Jika begitu, kita sangat rawan akan kekuatan lunak dari negara adidaya. Salah satunya dengan menganggap bahwa dengan berdirinya restoran asal Amerika akan menstimulus faktor ekonomi di suatu daerah. Tapi kita lupa akan ciri kearifan lokal yang sepatutnya amat penting dilestarikan agar menjadi alat pertahanan dan ketahanan nasional.

Seiring makin derasnya arus globalisasi, akselerasi teknologi, lalu lintas komunikasi dan informasi bertumpa ruah, membuat kita malah lupa diri, bahkan tidak percaya diri atas kebudayaan yang dimiliki. Penting kiranya, pembangunan berbasis kebudayaan jadi kerangka dalam menentukan suatu kebijakan yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat di lintas sektoral maupun di birokrasi pemerintahan.

Pameo “sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi” perlu didorong untuk masuk dalam birokrasi pemerintahan agar “kesadaran” akan kearifan lokal yang dimiliki, melatih kita untuk mewujudkan Palopo sebagai Kota maju, inovatif dan berkelanjutan pada tahun 2023, sesuai visi Wali kota dan Wakil Wali kota pada tahun 2018. Memang, sekarang ini ukuran untuk memajukan suatu daerah, memerlukan kemampuan beradaptasi. Namun, kita sangat melupakan kemauan agar selektif dalam menelurkan asas manfaatnya bagi seluruh masyarakat di lintas sektoral.

Terakhir, mengutip perkataan Pramoedya Ananta Toer bahwa kita harus berlaku adil sejak dalam pemikiran sehingga tindakan kita pun berkeadilan. Karena sesungguhnya keadilan sosial bagi seluruh masyarakat (termasuk support dan respect buat menguatkan sendi ekonomi warga) tidak diketahui betul wujudnya seperti apa.

Demikianlah penulis akhiri coretan ini tentang pengaruh kuliner asing di Kota kita tercinta. Semoga pewarung lokal tidak terombang-ambing ataupun gulung tikar dalam percaturan politik-ekonomi global. Semoga saja!. (*)

***

*)Oleh: Muhammad Rafly Setiawan, Pengurus Cabang PMII Kota Palopo.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Atasi Rambut Rontok, Mahasiswa UB Olah Kulit Pisang Jadi Hair Tonic
    Atasi Rambut Rontok, Mahasiswa UB Olah Kulit Pisang Jadi Hair Tonic
    23/09/2020 - 11:44
  • Kemenparekraf RI Dorong Pelaku Parekraf Masuk Pasar Modal
    Kemenparekraf RI Dorong Pelaku Parekraf Masuk Pasar Modal
    23/09/2020 - 11:28
  • Baru Daftar, 2.518 Peserta Jamsostek di Bondowoso Tak Dapat BSU
    Baru Daftar, 2.518 Peserta Jamsostek di Bondowoso Tak Dapat BSU
    23/09/2020 - 11:21
  • Tiga Paslon Penuhi Syarat Jadi Peserta Pilbup Bandung
    Tiga Paslon Penuhi Syarat Jadi Peserta Pilbup Bandung
    23/09/2020 - 11:16
  • Pemkot Cirebon Optimistis Revitalisasi Alun-Alun Kejaksan Selesai
    Pemkot Cirebon Optimistis Revitalisasi Alun-Alun Kejaksan Selesai
    23/09/2020 - 11:10
  • Kapolda Maluku Utara Tinjau Pembangunan Pabrik Nikel di Pulau Obi
    Kapolda Maluku Utara Tinjau Pembangunan Pabrik Nikel di Pulau Obi
    23/09/2020 - 11:04
  • Toni Sucipto Sebut Fisik Pemain Persija Sudah Siap
    Toni Sucipto Sebut Fisik Pemain Persija Sudah Siap
    23/09/2020 - 10:52
  • Dinas Perikanan Taliabu akan Minta Bantuan Polariud Pulangkan Kapal Penangkap Telur Ikan Terbang
    Dinas Perikanan Taliabu akan Minta Bantuan Polariud Pulangkan Kapal Penangkap Telur Ikan Terbang
    23/09/2020 - 10:50
  • PT LIB-PSSI Gelar Swab Test untuk Wasit dan Asisten Wasit
    PT LIB-PSSI Gelar Swab Test untuk Wasit dan Asisten Wasit
    23/09/2020 - 10:44
  • Ulama dan Peran Negara
    Ulama dan Peran Negara
    23/09/2020 - 10:38

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ulama dan Peran Negara
    Ulama dan Peran Negara
    23/09/2020 - 10:38
  • Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    23/09/2020 - 00:20
  • 'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    22/09/2020 - 23:30
  • Membumikan Sekolah Dirgantara
    Membumikan Sekolah Dirgantara
    22/09/2020 - 22:20
  • Jalan Politik Para Pesohor Versus Petahana
    Jalan Politik Para Pesohor Versus Petahana
    22/09/2020 - 21:33
  • Umpatan dalam Pandanwangi Pragmatik
    Umpatan dalam Pandanwangi Pragmatik
    22/09/2020 - 20:20
  • Pandemi dan Ancaman Kepailitan
    Pandemi dan Ancaman Kepailitan
    22/09/2020 - 18:13
  • Menanti Pemimpin Banyuwangi yang Mampu Berdiri di Sawah Sembari Menetap Lautan
    Menanti Pemimpin Banyuwangi yang Mampu Berdiri di Sawah Sembari Menetap Lautan
    22/09/2020 - 17:04
  • DPR Minta Kemenag Sampaikan Informasi Pelaksanaan Umrah dengan Benar
    DPR Minta Kemenag Sampaikan Informasi Pelaksanaan Umrah dengan Benar
    23/09/2020 - 12:13
  • Menilai PKI Bangkit Lagi, Jadi Alasan Gatot Bergabung di KAMI
    Menilai PKI Bangkit Lagi, Jadi Alasan Gatot Bergabung di KAMI
    23/09/2020 - 12:12
  • Makin Gawat! 119 Orang di Batam Positif Corona Dalam Sehari
    Makin Gawat! 119 Orang di Batam Positif Corona Dalam Sehari
    23/09/2020 - 12:10
  • SuperM dan Siwon Super Junior Dikonfirmasi Tampil di ITA 2020
    SuperM dan Siwon Super Junior Dikonfirmasi Tampil di ITA 2020
    23/09/2020 - 12:08
  • Serbu Polsek Ciracas, Prajurit TNI yang Ditetapkan Tersangka Jadi 66 Orang
    Serbu Polsek Ciracas, Prajurit TNI yang Ditetapkan Tersangka Jadi 66 Orang
    23/09/2020 - 12:08
  • Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    23/09/2020 - 05:14
  • Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    23/09/2020 - 07:31
  • Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    23/09/2020 - 06:30
  • Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    23/09/2020 - 00:10
  • Dikasih Uang sama Ruben Onsu saat Dipenjara, Vicky Prasetyo Sedih
    Dikasih Uang sama Ruben Onsu saat Dipenjara, Vicky Prasetyo Sedih
    23/09/2020 - 00:30