Kopi TIMES

RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?

Jumat, 14 Agustus 2020 - 22:35 | 16.56k
RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?
Endro Widodo, Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, MALANG – Pembahasan RUU Cipta Kerja Omnibus Law terus dikebut pembahasannya oleh pemerintah dan menuai penolakan dari masyarakat dan mahasiswa, aksi penolakan ini sebagai bentuk tidak terima untuk ruu ini disahkan oleh pemerintah.

Banyaknya pasal yang bertolak belakang dengan kebutuhan masyarakat. dengan adanya ruu ini dapat mengancam kesejahteraan masyarakat kecil. Apabila ruu ini disahkan, tidak ada jaminan masyarakat kecil dan kaum buruh mendapatkan "kesejahteraan". Di dalam ruu yang diuntungkan hanya investor dan kaum yang memiliki modal besar. Perhatian pemerintah tidak tertuju pada masyarakat kecil yang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pemerintah lebih menonjolkan untuk pertumbuhan ekonomi, membuka pintu investasi selebar-lebarnya bagi pemilik modal dan investor. Masyarakat menolak karena ruu tidak memihak kepada masyarakat, hanya investor saja yang diuntungkan, masyarakat sebagai buruh tidak diberikan jaminan apapun dan hanya akan mengeksploitasi pekerja untuk bekerja lebih lama.

Ancaman RUU Cipta Kerja Omnibus Law Apabila Disahkan

Apabila RUU Cipta Kerja disahkan banyak masyarakat yang dirugikan dalam hal mendapatkan jaminan dalam pekerjaan. RUU akan menghapus waktu kontrak kerja, sehingga pekerja dapat dikontrak seumur hidup tanpa kepastian status kerja. Dalam hal dunia kerja waktu kontrak sebagai landasan untuk mendapatkan jaminan kerja dan sebagai masa untuk bekerja disebuah perusahaan tertentu. Tidak adanya durasi waktu dalam bekerja, perusahaan dapat mengeksploitasi pekerja untuk bekerja lebih lama, hal ini berbanding terbalik sebelum adanya omnibus law.

Tidak adanya jaminan upah berdasarka jam kerja dan jaminan social dalam RUU Cipta Kerja Omnibus Law, akan berdampak buruk bagi pekerja terhadap aktivitas dan keselamatan saat bekerja, karena perusahaan tidak bertanggung jawab akan hal itu. Siapa yang akan menjamin keselamatan para pekerja kalau bukan perusahaan itu sendir, apakah pemerintah sanggup untuk bertanggung jawab apabila para pekerja kecelakaan dalam bekerja. tidak ada jaminan bagi pekerja ditambah dengan adanaya prinsip "Easy Hiring Easy Firing", pekerja mudah untuk ter-PHK dan tanpa pesangon yang semestinya. Banyaknya perubahan didalam RUU Cipta Kerja Omnibus Law, sangat berdampak bagi masyarakat kecil apabila nantinya akan disahkan oleh pemerintah.

Masyarakat Kecil Dapat Apa?

Apabila RUU Cipta Kerja Omnibus Law disahkan, masyarakat dan buruh tidak akan mendapatkan jaminan apapun dari perusahaan, karena perusahaan tidak bertanggung jawab, dan hal ini tidak bisa ditentang lagi oleh masyarakat, karena telah dilandasi oleh undang-undang yang baru. Perusahaan akan leluasa mengekploitasi pekerja untuk bekerja labih lama tanpa tambahan upah dan jaminan keselamatan.

Pemerintah berharap dengan adanya investasi masuk di Indonesia akan menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat. namun cita-cita itu tidak didukung dengan undang-undang yang dapat melindungi masyarakatnya. Banyaknya tenaga asing yang masuk di Indonesia, lebih memperburuk suasana persaingan lapangan pekerjaan, karena banyaknya tenaga asing yang masuk.

Keberadaan masyarakat akan terancam apabila RUU Cipta Kerja Omnibus Law disahkan, petani, masyarakat adat, dan nelayan akan tergusur dari ruang hidupnya ataupun lahan yang menjadi matapencahariannya, karena pemerintah akan memberikan keistimewaan dan perioritas kepemilikan lahan untuk kepentingan bisnis dan investasi. Seperti di daerah Manado, banyaknya reklamasi untuk perluasan lahan investasi yang mengakibatkan berkurangnya lahan nelayan yang menjadi matapencahariannya.

Petani, masyarakat adat, dan nelayan akan mudah terkriminalisasi bila melawan proyek para investor, karena investor telah dilindungi dengan undang-undang. Para petani, masyarakat adat dan nelayan akan terancam kualitas dan kuantitas panennya, karena terus berkurangnya fungsi lahan mereka untuk kepentingan bisnis pemerintah dan investor.

Masyarakat tidak akan mendapat pengaruh yang baik dengan adanya RUU Cipta Kerja Omnibus Law, masyarakat kecil, kaum buruh akan terus terekploitasi untuk bekerja lebih lama tanpa adanya jaminan dari perusahaan. Tidak akan terwujud cita-cita tanah air, yaitu kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

***

*)Oleh: Endro Widodo, Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Let Your Feet Dance with Jazz Gunung Series 2020-2021
    Let Your Feet Dance with Jazz Gunung Series 2020-2021
    25/09/2020 - 06:56
  • Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    25/09/2020 - 06:15
  • Vegetable Rainbow Meatballs will Make Your Mouth Dances Nonstop
    Vegetable Rainbow Meatballs will Make Your Mouth Dances Nonstop
    25/09/2020 - 05:22
  • Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    25/09/2020 - 04:16
  • Berhubungan Intim Pasca Serangan Jantung, Amankah?
    Berhubungan Intim Pasca Serangan Jantung, Amankah?
    25/09/2020 - 03:45
  • Pilkada 2020, Opini Publik dan Ilusi Demokrasi
    Pilkada 2020, Opini Publik dan Ilusi Demokrasi
    25/09/2020 - 02:22
  • Kendaraan Berbahan Bakar Bensin Bakal Dilarang Beredar Di California
    Kendaraan Berbahan Bakar Bensin Bakal Dilarang Beredar Di California
    25/09/2020 - 01:34
  • Pandanaran Hotel Yogyakarta has Been Labeled Safe by the Local Government
    Pandanaran Hotel Yogyakarta has Been Labeled Safe by the Local Government
    25/09/2020 - 00:40
  • Inilah Orasi Politik Machfud Arifin Setelah Mendapat Nomor Urut 2
    Inilah Orasi Politik Machfud Arifin Setelah Mendapat Nomor Urut 2
    24/09/2020 - 23:24
  • Kementerian PUPR RI Serahterimakan Gedung Kuliah I dan Laboratorium Politeknik Negeri Ketapang
    Kementerian PUPR RI Serahterimakan Gedung Kuliah I dan Laboratorium Politeknik Negeri Ketapang
    24/09/2020 - 23:16

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    25/09/2020 - 06:15
  • Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    25/09/2020 - 04:16
  • Pilkada 2020, Opini Publik dan Ilusi Demokrasi
    Pilkada 2020, Opini Publik dan Ilusi Demokrasi
    25/09/2020 - 02:22
  • Polemik Regulasi Kekerasan Seksual, Banyak Korban Menyuarakan Keadilan
    Polemik Regulasi Kekerasan Seksual, Banyak Korban Menyuarakan Keadilan
    24/09/2020 - 16:30
  • Perang Melawan Pandemi Covid-19, Refleksi Peringatan Hari Perdamaian Internasional
    Perang Melawan Pandemi Covid-19, Refleksi Peringatan Hari Perdamaian Internasional
    24/09/2020 - 16:00
  • Perubahan Fokus Ilmu dan Teknologi Pangan di Era Pandemi Covid-19
    Perubahan Fokus Ilmu dan Teknologi Pangan di Era Pandemi Covid-19
    24/09/2020 - 11:30
  • Korban “Kejahatan” Instruksi
    Korban “Kejahatan” Instruksi
    24/09/2020 - 08:24
  • Bukan “Budak-Budak Intelektual”
    Bukan “Budak-Budak Intelektual”
    24/09/2020 - 05:51
  • Pengumuman! Masa Berlaku Paspor Bakal Menjadi 10 Tahun
    Pengumuman! Masa Berlaku Paspor Bakal Menjadi 10 Tahun
    25/09/2020 - 07:01
  • Buntut Panjang Polemik Hukuman Borgol untuk Pelanggar PSBB Bogor
    Buntut Panjang Polemik Hukuman Borgol untuk Pelanggar PSBB Bogor
    25/09/2020 - 07:00
  • Kirby Fighters 2 Tersedia di Nintendo eShop, Segini Banderol Harganya
    Kirby Fighters 2 Tersedia di Nintendo eShop, Segini Banderol Harganya
    25/09/2020 - 07:00
  • Selama di Rutan, Vicky Prasetyo Ingat Kebaikan Reza Bukan dan Sandy Tumiwa
    Selama di Rutan, Vicky Prasetyo Ingat Kebaikan Reza Bukan dan Sandy Tumiwa
    25/09/2020 - 07:00
  • Nangis, Vicky Prasetyo Ceritakan Anaknya yang Harus Bongkar Tabungan
    Nangis, Vicky Prasetyo Ceritakan Anaknya yang Harus Bongkar Tabungan
    25/09/2020 - 07:00
  • Kisah Putra Raja Besar Mataram Pegang Tongkat Komando Tertinggi TNI AD
    Kisah Putra Raja Besar Mataram Pegang Tongkat Komando Tertinggi TNI AD
    25/09/2020 - 05:00
  • Gaya Seks Buat 4 Jenis Penis, Bikin Puas Sampai Bergetar
    Gaya Seks Buat 4 Jenis Penis, Bikin Puas Sampai Bergetar
    25/09/2020 - 01:00
  • Menang Tipis di San Siro, AC Milan Pastikan Tiket Playoff Liga Europa
    Menang Tipis di San Siro, AC Milan Pastikan Tiket Playoff Liga Europa
    25/09/2020 - 03:27
  • 2000 Wanita Ditiduri, Hanya 3 yang Dinikahi Dennis Rodman
    2000 Wanita Ditiduri, Hanya 3 yang Dinikahi Dennis Rodman
    25/09/2020 - 00:04
  • 2 Panglima TNI Jenderal Terbaik Akmil, Pasukan Elit Raider Masuk Papua
    2 Panglima TNI Jenderal Terbaik Akmil, Pasukan Elit Raider Masuk Papua
    25/09/2020 - 06:06