Peristiwa Daerah

Diskusi Rancangan Perpres Penanganan Terorisme, LIPI: Pelibatan TNI Pilihan Terakhir

Jumat, 14 Agustus 2020 - 17:20 | 15.85k
Diskusi Rancangan Perpres Penanganan Terorisme, LIPI: Pelibatan TNI Pilihan Terakhir
Peneliti P2P-LIPI Diandra Megaputri Mengko. (Foto: Tangkapan Layar TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Rancangan peraturan presiden (Perpres) terkait pelibatan TNI dalam penangangan terorisme dinilai sudah selesai. Namun, rancangan ini masih perlu ditinjau kembali oleh Pemerintah, karena pelibatan militer dalam operasi militer selain perang (OMSP) khususnya untuk membantu kepolisian dan pemerintah diatur dalam pasal 7 ayat 2 dan 3 UU TNI Nomor 34/2004.

Hal ini diungkapkan oleh Peneliti Bidang Pertahanan dan Keamanan Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Diandra Megaputri Mengko, yang dibahas dalam webinar Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) dalam webinar bertajuk Negara Hukum, HAM & Demokrasi, tapi Militerisasi?, Jumat (14/8/2020).

Diandra menyebutkan mengacu pasal 7 ayat 2 dan 3 UU TNI Nomor 34/2004, pelibatan militer baru dapat dilakukan jika ada keputusan politik negara yakni kebijakan politik pemerintah bersama-sama DPR RI yang dirumuskan melalui mekanisme hubungan kerja antara pemerintah dan DPR.

Mekanisme tersebut harus melalui rapat konsultasi dan rapat kerja sesuai peraturan perundang-undangan sebagaimana tertera dalam penjelasan Pasal 5 UU TNI.

"Rancangan Perpres ini akan menimbulkan kerumitan bagi tata kelola penanganan terorisme di Indonesia, karena rancangan ini justru kontra-produktif terhadap upaya membangun koordinasi yang baik antar lembaga terhadap upata membangun profesionalisme militer dan demokrasi Indonesia," terang Diandra. 

Ia menjelaskan ada tiga potensi permasalahan yang bisa muncul. Pertama, tidak ada kejelasan sampai kapan militer akan terlibat dalam tugas pendisiplinan warga yang berpotensi militer bisa selamanya terlibat dalam tugas-tugas pendisiplinan warga.

"Jika terjadi secara berlarut-larut maka akan menimbulkan kerancuan antara fungsi pertahanan, keamanan, dan penegakan hukum yang dicampuradukkan menjadi satu," katanya.

Kedua, tidak ada penjelasan atas urgensi atau alasan pelibatan militer yang menyebabkan sulitnya menilai proporsionalitas pelibatan yang diperlukan. Ketiga, tidak ada kejelasan perhitungan atas dampak dari tugas pengawalan ini terhadap kesiapan militer.

Menurutnya, rencana pelibatan militer dalam penanganan aksi terorisme ini harus disertai dengan indikator yang rigid dan terukur. Dalam konteks itu, pemerintah perlu meninjau ulang persiapan pelibatan militer.

Ia menilai pelibatan militer memang mungkin dilakukan, namun hendaknya hal itu dilakukan dengan pertimbangan yang matang terhadap aspek mitigasi krisis, dampak terhadap masyarakat, dampak terhadap profesionalisme militer itu sendiri, serta kesesuaian dengan ketentuan hukum. 

"Pelibatan militer dalam penanganan aksi terorisme ini juga perlu ditempatkan sebagai upaya terakhir (last resort) apabila penguatan terhadap instansi sipil terkait sudah tidak dimungkinkan," sambungnya. 

Rancangan Perpres yang telah disampaikan DPR RI ini sebenarnya masih memiliki catatan negatif sehingga mendapat banyak kecaman dan penolakan dari berbagai tokoh dan kelompok masyarakat sipil.

Bahkan rancangan ini banyak menuai multitafsir yang menimbulkan ketidakpastian hukum, Ranperpres tersebut juga mengubah marwah militer dalam negara hukum dan demokrasi yang berpotensi menjadi pintu masuk pelanggaran HAM.

Oleh karena itu, PHBI menggelar webinar bertajuk 'Negara Hukum, HAM & Demokrasi, tapi Militerisasi?' dengan menghadirkan narasumber antara lain, Wahyudi Djafar (Deputi Direktur Riset ELSAM), Arsul Sani (Anggota Komisi 3 DPR RI), Diandra Megaputri Mengko (Peneliti Pertahanan dan Keamanan, Pusat Penelitian Politik LIPI), Esti Nuringdiah (Pegiat HAM), dan Julius Ibrani (Sekretaris Jenderal PBHI).

Untuk diketahui, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM (Kemenkopolhukam) telah menyampaikan bahwa pembahasan Rancangan Perpres tentang Pelibatan TNI dalam penanganan terorisme telah selesai dibahas dan sudah diserahkan ke DPR RI. (*)



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Kodim Majalengka Bantu Pembangunan Dua Rumah Warga Miskin
    Kodim Majalengka Bantu Pembangunan Dua Rumah Warga Miskin
    23/09/2020 - 12:21
  • Jakarta Dibayang-Bayangi Banjir, Ini Langkah Gubernur Anies Baswedan
    Jakarta Dibayang-Bayangi Banjir, Ini Langkah Gubernur Anies Baswedan
    23/09/2020 - 12:09
  • Pemkab Bantul Produksi 100 Ribu Masker untuk Dukung Protokol Kesehatan
    Pemkab Bantul Produksi 100 Ribu Masker untuk Dukung Protokol Kesehatan
    23/09/2020 - 11:57
  • Pemprov DKI Jakarta Kembali Rekrut Tenaga Kesehatan, Ini Besaran Upahnya
    Pemprov DKI Jakarta Kembali Rekrut Tenaga Kesehatan, Ini Besaran Upahnya
    23/09/2020 - 11:50
  • Atasi Rambut Rontok, Mahasiswa UB Olah Kulit Pisang Jadi Hair Tonic
    Atasi Rambut Rontok, Mahasiswa UB Olah Kulit Pisang Jadi Hair Tonic
    23/09/2020 - 11:44
  • Anggaran Kemenpora RI 2021 Naik 33 Persen, Ini Tanggapan Menpora RI
    Anggaran Kemenpora RI 2021 Naik 33 Persen, Ini Tanggapan Menpora RI
    23/09/2020 - 11:36
  • Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    23/09/2020 - 11:31
  • Kemenparekraf RI Dorong Pelaku Parekraf Masuk Pasar Modal
    Kemenparekraf RI Dorong Pelaku Parekraf Masuk Pasar Modal
    23/09/2020 - 11:28
  • Baru Daftar, 2.518 Peserta Jamsostek di Bondowoso Tak Dapat BSU
    Baru Daftar, 2.518 Peserta Jamsostek di Bondowoso Tak Dapat BSU
    23/09/2020 - 11:21
  • Tiga Paslon Penuhi Syarat Jadi Peserta Pilbup Bandung
    Tiga Paslon Penuhi Syarat Jadi Peserta Pilbup Bandung
    23/09/2020 - 11:16

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    23/09/2020 - 11:31
  • Ulama dan Peran Negara
    Ulama dan Peran Negara
    23/09/2020 - 10:38
  • Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    23/09/2020 - 00:20
  • 'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    22/09/2020 - 23:30
  • Membumikan Sekolah Dirgantara
    Membumikan Sekolah Dirgantara
    22/09/2020 - 22:20
  • Jalan Politik Para Pesohor Versus Petahana
    Jalan Politik Para Pesohor Versus Petahana
    22/09/2020 - 21:33
  • Umpatan dalam Pandanwangi Pragmatik
    Umpatan dalam Pandanwangi Pragmatik
    22/09/2020 - 20:20
  • Pandemi dan Ancaman Kepailitan
    Pandemi dan Ancaman Kepailitan
    22/09/2020 - 18:13
  • Potret Pernikahan Lee Joon Gi dan Moon Chae Won Disorot
    Potret Pernikahan Lee Joon Gi dan Moon Chae Won Disorot
    23/09/2020 - 12:36
  • Kritisi Pidato Jokowi di PBB, Andi: Kalau Kita Sedang Susah, Jelaskan Saja
    Kritisi Pidato Jokowi di PBB, Andi: Kalau Kita Sedang Susah, Jelaskan Saja
    23/09/2020 - 12:33
  • Tinjau Lokasi Pelarian Napi China, Komisi C DPR RI: Coba Pikir Pake Otak!
    Tinjau Lokasi Pelarian Napi China, Komisi C DPR RI: Coba Pikir Pake Otak!
    23/09/2020 - 12:33
  • Resmi, 4 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Makassar
    Resmi, 4 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Makassar
    23/09/2020 - 12:32
  • 2 Hari Dibuka, Tower 4 Wisma Atlet Langsung Terisi 527 Pasien OTG Corona
    2 Hari Dibuka, Tower 4 Wisma Atlet Langsung Terisi 527 Pasien OTG Corona
    23/09/2020 - 12:31
  • Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    23/09/2020 - 05:14
  • Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    23/09/2020 - 07:31
  • Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    23/09/2020 - 06:30
  • Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    23/09/2020 - 00:10
  • Dikasih Uang sama Ruben Onsu saat Dipenjara, Vicky Prasetyo Sedih
    Dikasih Uang sama Ruben Onsu saat Dipenjara, Vicky Prasetyo Sedih
    23/09/2020 - 00:30