Kopi TIMES

New Normal dan Pergeseran Nilai di Tengah Pandemi

Selasa, 11 Agustus 2020 - 21:06 | 18.08k
New Normal dan Pergeseran Nilai di Tengah Pandemi
Ainul Yakin, Dosen Universitas Nurul Jadid Probolinggo Jawa Timur.
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Fenomena Covid-19  yang melanda berbagai belahan muka bumi cukup menguras energi masyarakat dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Covid-19  yang disinyalir ditemukan pertama kali di Wuhan China 2019 ini, memiliki dampak sosial yang massif dan signifikan di berbagai sendi kehidupan. Salah satunya adalah pada aspek nilai-nilai sosial yang dianut masyarakat. Penyebaran  Covid-19  ke seluruh dunia silih berganti dengan cara   penularan yang disebut kasus impor dari luar wilayah asal atau transmisi lokal antar penduduk. Sejauh ini, berbagai peristiwa  Covid-19 belum bisa di atasi secara signifikan. Sehingga jumlah angka masyarakat yang terjangkit dan terdampik makin banyak.  

Menurut  para ahli   Covid-19 lebih kuat bertahan hidup di daerah bersuhu rendah dan kering walaupun virus ini juga mewabah di negara-negara dengan kondisi suhu dan kelembaban udara yang sebaliknya. Selain itu, virus ini juga lebih rentan menyebabkan kematian pada penduduk usia lanjut. Sekalipun ada juga penduduk di kelompok usia tersebut  berhasil sembuh. Sehingga untuk menghidari terjangkitnya  Covid-19 harus mematuhi protocol kesehatan versi WHO, salah satunya adalah menggunakan masker, sarung tangan, menjaga jarak sosial dan jarak fisik karena penyebarannya yang sangat cepat dan kuat. Bahkan bebera daeran harus melakukan lock down.  

New Normal Menuju Kultur Baru

Pandemi Covid-19  yang berlangsung beberapa bulan ini menuntut adanya kehidupan normal baru. Artinya apa yang biasa dilakukan dan menjadi nilai dan perilaku sosial sebelum pandemik bisa jadi ditinggalkan kemudian membuat nilai-nilai dan perilaku hidup baru yang sama sekali berbeda . Lihat saja misalnya, fenomena jaga jarak baik jarak sosial maupun fisik seolah menjadi nilai baru dalam tatanan kehidupan yang disebut new normal. Sehingga pola interaksi dan komunikasi antara masyarakat termasuk pola kerja juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Acara-acara resmi semisal seminar, pelatihan saat ini dilakukan melalui daring dan zoom meeting.  Di dunia kerja (industri) orang yang sebelumnya sangat dekat secara sosial dan fisik saat ini harus menjaga jarak dengan dilengkapi  masker dan sarung tangan. Setiap bertemu teman dekat biasa salaman menggunakan tangan, saat ini diganti dengan siku, dan bahkan cederung ditinggalkan dan lain sebagainya.

Lain lagi di tempat ibadah seperti masjid, yang mestinya dalam etika shalat berjamaah-menurut ajaran Islam-harus rapat secara fisik, saat ini harus saling berjauhan dengan jarak satu hingga 1m hingga 1.5 m.  Fenomena tersebut yang awalnya dianggap tabu saat ini menjadi wajar. Perubahan tersebut seakan tidak bisa dihindari, bahkan munculnya kecurigaan antar sesama  makin tinggi kahwatir orang di sekililingnya terjangkit covid-19. Dinamika yang terjadi di masyarakat makin tidak menentu, wali siswa misalnya makin stress akibat ankanya yang libur panjang, sementara mereka harus mendampingi putera-puterinya belajar daring-luring. Perubahan  nilai ini, pada akhinya bergeser pada perubahan kultur dan budaya yang masyarakat. Kultur salaman, guyub, menajdi kultur jaga jarak.

Perubahan kultur tersebut secara sosial memiliki dampak yang tidak ringan, sebab masyarakat mesti beradaptasi dengan nilai-nilai baru yang sama sekali berbeda dengan  nilai-nilai yang dianut sebelumnya. Perubahan sosial semacam ini, Menurut Willian Ogburn, lebih pada perubahan unsur-unsur kebudayaan non-material dari pada perubahan material.   Unsur non-material semacam ini sangat abstak namun dapat dilihat gejalanya di masyarakat, seperti perubahan ide, perilaku  dan ideologi. Jika kita lihat dari intensitas perubahan, perubahan nilai ini relative besar, sebab perubahan ini memiliki dampak yang cukup massif dan sistematis karena berkaitan keselamatan jiwa seseorang. Beda halanya dengan perubahan yang memiliki intensitas kecil seperti  perubahan  mode pakaian, perubahan mode rambut dan sebagainya. Akibat pandemik ini perubahan yang terjadi masyarakat  dampaknya sangat luas. Salah satunya juga mengubah cara berkomunikasi dan interaksi.

Sisi Negatif dan Positif Akibat Pandemi

Pandemi covid-19 senyatanya adalah bencana non alam yang perubahannya  tidak dikehendaki atau tidak direncanakan oleh masyarakat. Tentu saja perubahan yang tidak dikehendaki dan direncakan semacam ini, pada umumnya  berefek negatif yang juga tidak dikehendaki masyarakat. Misalnya banyaknya warga yang kehilangan mata pencaharian dan profesinya. Tapi mau tidak mau  mesti dihadapi dan beradaptasi dengan tatanan baru.

Selain itu,  perubahan yang terlalu cepat ini dapat menimbulkan anomie, yaitu keadaan dimana nilai lama sudah tidak relevan dan nilai baru belum terbentuk. Orang menjadi kehilangan nilai untuk dipegang, bahkan bisa menimbulkan kemunduran moral. Sekalipun demikian  pandemik ini juga memiiki dampak pisitif, diantaranya  munculnya nilai-nilai dan norma-norma baru yang lebih relevan dan dikehendali seperti rasa persaudaraan dan solidaritas yang makin meningkat, memahami pentingnya kebersamaan bersama keluarga yang selama waktunya labih banyak  di ruang kerja dan meningkatnya empati sosial yang hampir saja terkikis. Dan, yang  tidak kalah pentingnya adalah munculnya penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia, seperti penemuan  alat-alat baru yang ramah pandemik dan obat-obatan untuk mengatasi covid-19. Wallahu a’lam bissawab

***

*) Penulis: Ainul Yakin, Dosen Universitas Nurul Jadid Probolinggo Jawa Timur

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pemprov DKI Jakarta Kembali Rekrut Tenaga Kesehatan, Ini Besaran Upahnya
    Pemprov DKI Jakarta Kembali Rekrut Tenaga Kesehatan, Ini Besaran Upahnya
    23/09/2020 - 11:50
  • Atasi Rambut Rontok, Mahasiswa UB Olah Kulit Pisang Jadi Hair Tonic
    Atasi Rambut Rontok, Mahasiswa UB Olah Kulit Pisang Jadi Hair Tonic
    23/09/2020 - 11:44
  • Anggaran Kemenpora RI 2021 Naik 33 Persen, Ini Tanggapan Menpora RI
    Anggaran Kemenpora RI 2021 Naik 33 Persen, Ini Tanggapan Menpora RI
    23/09/2020 - 11:36
  • Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    23/09/2020 - 11:31
  • Kemenparekraf RI Dorong Pelaku Parekraf Masuk Pasar Modal
    Kemenparekraf RI Dorong Pelaku Parekraf Masuk Pasar Modal
    23/09/2020 - 11:28
  • Baru Daftar, 2.518 Peserta Jamsostek di Bondowoso Tak Dapat BSU
    Baru Daftar, 2.518 Peserta Jamsostek di Bondowoso Tak Dapat BSU
    23/09/2020 - 11:21
  • Tiga Paslon Penuhi Syarat Jadi Peserta Pilbup Bandung
    Tiga Paslon Penuhi Syarat Jadi Peserta Pilbup Bandung
    23/09/2020 - 11:16
  • Pemkot Cirebon Optimistis Revitalisasi Alun-Alun Kejaksan Selesai
    Pemkot Cirebon Optimistis Revitalisasi Alun-Alun Kejaksan Selesai
    23/09/2020 - 11:10
  • Kapolda Maluku Utara Tinjau Pembangunan Pabrik Nikel di Pulau Obi
    Kapolda Maluku Utara Tinjau Pembangunan Pabrik Nikel di Pulau Obi
    23/09/2020 - 11:04
  • Toni Sucipto Sebut Fisik Pemain Persija Sudah Siap
    Toni Sucipto Sebut Fisik Pemain Persija Sudah Siap
    23/09/2020 - 10:52

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    23/09/2020 - 11:31
  • Ulama dan Peran Negara
    Ulama dan Peran Negara
    23/09/2020 - 10:38
  • Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    23/09/2020 - 00:20
  • 'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    22/09/2020 - 23:30
  • Membumikan Sekolah Dirgantara
    Membumikan Sekolah Dirgantara
    22/09/2020 - 22:20
  • Jalan Politik Para Pesohor Versus Petahana
    Jalan Politik Para Pesohor Versus Petahana
    22/09/2020 - 21:33
  • Umpatan dalam Pandanwangi Pragmatik
    Umpatan dalam Pandanwangi Pragmatik
    22/09/2020 - 20:20
  • Pandemi dan Ancaman Kepailitan
    Pandemi dan Ancaman Kepailitan
    22/09/2020 - 18:13
  • Banjir Terjang Kabupaten Ketapang, 15 Desa Terdampak
    Banjir Terjang Kabupaten Ketapang, 15 Desa Terdampak
    23/09/2020 - 12:23
  • Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp 14.835 per Dolar AS
    Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp 14.835 per Dolar AS
    23/09/2020 - 12:19
  • Ini Lho Rahasia Makeup Pengantin Tahan Air yang Tengah Viral di TikTok!
    Ini Lho Rahasia Makeup Pengantin Tahan Air yang Tengah Viral di TikTok!
    23/09/2020 - 12:18
  • Masjid Nurul Jamil Dago Bandung Dirusak Orang Tak Dikenal
    Masjid Nurul Jamil Dago Bandung Dirusak Orang Tak Dikenal
    23/09/2020 - 12:18
  • Ngaku 'Pejuang Rupiah' saat Pamer Helm Impian, Pemuda Ini Ternyata Maling
    Ngaku 'Pejuang Rupiah' saat Pamer Helm Impian, Pemuda Ini Ternyata Maling
    23/09/2020 - 12:15
  • Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    23/09/2020 - 05:14
  • Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    23/09/2020 - 07:31
  • Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    23/09/2020 - 06:30
  • Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    23/09/2020 - 00:10
  • Dikasih Uang sama Ruben Onsu saat Dipenjara, Vicky Prasetyo Sedih
    Dikasih Uang sama Ruben Onsu saat Dipenjara, Vicky Prasetyo Sedih
    23/09/2020 - 00:30