Kopi TIMES Universitas Islam Malang

“Untung” Pernah Dijajah

Selasa, 11 Agustus 2020 - 13:31 | 11.83k
“Untung” Pernah Dijajah
Abdul Wahid, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Malang (UNISMA) dan Penulis buku hukum dan agama.
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Ada seorang mahasiswa berargumen: saya senang dengan Belanda, karena Belanda telah memberi pada negeri ini, Tanpa dijajah Belanda ratusan tahun, NKRI tidak akan pernah ada. Kalau tidak pernah dijajah, yang ada barangkali hanya  kerajaan-kerajaan yang terus menerus mengajak  menerapkan prinsip yang diberlakukan Thomas Hobbes “bellum omnisu contra omnes” (perang antar kelompok yang berusaha saling mengalahkan/menghabisi )”.

Seorang dosen yang kebetulan mendengar pernyataan mahasiswa itu, penasaran  dan bertanya kepadanya “Belanda telah memberi apa pada negeri ini, bukankah Belanda telah menjajah Indonesia beradab-abad”?.  Mahasiswa memberi apologi, “tanpa Belanda yang menjajah Indonesia, kita tidak punya jalan panjang yang dikenang sepanjang sejarah (Anyer-Panarukan), kita tidak mempunyai transportasi efektif dan murah seperti kereta api, kita tidak mempunyai ribuan produk hukum yang digunakan menata bangsa ini, dan berbagai produk bernilai kesejarahan lainnya.”

Jika condong pada pernyataan mahasiswa itu, maka konklusinya adalah  “untung kita dijajah”.  “Berkat” penjajahan yang dilakukan oleh Belanda, kita bisa mengkritik, menelanjangi, dan melakukan audiensi kesejarahan diri bangsa ini. Kita bisa menjadikannya sebagai obyek permusuhan, tapi sekaligus investasi moral kebangsaan untuk mendorong atmosfir stagnasi menuju kemajuan, membedah anomali menuju normalisasi, dan mengalahkan kebodohan menuju keterdidikan.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA KUNJUNGI www.unisma.ac.id

Karya yang ditinggalkan oleh Belanda seperti transportasi kereta api, jalan Anyer-Panarukan, dan ribuan produk hukum yang masih dipakai di negeri ini, merupakan bukti konkrit kalau audiensi historis dengan Belanda layak kita aktualisasikan. Kita memang telah diberi sample kesejarahan oleh bangsa penjajah, yang semestinya membuat kita  harus belajar menjadi lebih baik, kreatif, dan progresip dalam memiliki semangat membara dibandingkankan bangsa yang menjajah kita, setidak-tidaknya menjadi bangsa bernyali besar dalam kebaikan, tidak pantang menyerah, tidak gampang ditaklukkan, atau menunjukkan etos kepejuangan di sektor manapun.

“Kalau kita tidak pernah belajar dari cara bangsa lain menjajah kita dan apa saja “karya” yang sudah ditinggalkannya”, maka kita tidak akan pernah menjadi bangsa maju dan besar”, demikian ungkap Lukman Hakim (2007), yang sejatinya mengingatkan kita, bahwa apa yang ditinggalkan penjajah di negeri ini idealnya membuat kita mampu berkarya lebih baik dibandingkan apa yang ditinggalkan penjajah, membuat kita sadar  makna pembaruan dan kebangkitan, serta pencerahan.

Kita pun  dijajah oleh Belanda ratusan tahun karena Belanda berhasil membaca berbagai penyakit kelemahan yang melekat dan bisa diawetkan (dilanggengkan) dalam diri kita. Kemampuan membaca kelemahan ini dijadikannya sebagai modal fundamental untuk mencengkeram atau menghegemi masyarakat Indonesia.

Diantara kelemahan latin bangsa ini adalah mudah dijadikan obyek “politik adu jangkrik” (diadudomba), gampang mengalah dalam menghadapi tantangan, tidak teguh memijaki prinsip, tidak memaksimalisasikan diri jadi kreator,  berbudaya “setengah hati” saat dihadapkan pada pekerjaan atau peran strategus, dan tidak merasa malu melakukan dan menyebarkan penyakit ambiguitas dan disnormatifitas. Kelemahan ini tidak sepantasnya dilemparkan sebagai bagian dari “utang” Belanda pada bangsa ini, tetapi wajib kita jadikan sebagai penyakit yang sengaja tidak ingin kita sembuhkan (berantas).

INFORMASI SEPUTAR UNISMA KUNJUNGI www.unisma.ac.id

Ketika bangsa yang pernah menjajah kita mampu ”memberikan”  pada pertiwi ini, meski itu dilakukan dengan cara mempekerjapaksakan anak-anak negeri atau berbiaya mahal lewat darah bangsa yang digunakan sebagai ongkosnya, tetapi semangat “kreatifitas” mengajak bangsa ini menjadi pekerja keras, selayaknya sekarang bisa dilanjutkan dan dikembangkan.

Setiap kali perungatan “hari kemerdekaan RI”, kita sudah sekian kali pula mengutuk penjajah, namun kita sering lupa mengutuk (mengkritik radikal) mentalitas kita, khususnya di kalangan elit yang suka menyerah untuk “dijajah” atau menjadi obyek kolonialisme kekuatan korporatisme global atau kekuatan-kekuatan “tangan gaib” yang lebih eksklusif yang menghegemoninya.

Kita sudah lama mengenal arti penderitaan sebagai bangsa terjajah atau terhegemoni, sehingga sudah saatnya sekarang kita bangun dan kuatkan tekad, seperti mengadopsi sisi positip “gaya” penjajah dalam upaya menaklukkan dunia, yang dimnulai dengan menaklukkan diri sendiri. Upaya fundamental menaklukkan diri sendiri dapat diarahkan pada pembedahan penyakit mentalitas diri yang bercorak malas berprestasi, senang membanggakan mental parasit, atau suka menikmati gaya hidup serba santai, miskin nyali, dan “fakir/krisis progresifitas”.

Kita hanya menyukai keuntungan instant tanpa memikirkan kalau keuntungan ini di kemudian hari menjadi penyakit yang membunuh dan menghabisi sumberdaya, yang semestinya bermanfaat untuk menjaga keberlanjutan hidup bangsa.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA KUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Abdul Wahid, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Malang (UNISMA) dan Penulis buku hukum dan agama.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Sugirah, Sosok Petani Sukses yang Menjadi Calon Wakil Bupati Banyuwangi
    Sugirah, Sosok Petani Sukses yang Menjadi Calon Wakil Bupati Banyuwangi
    29/09/2020 - 08:52
  • Hari Ini, KASAU Saksikan Langsung Sikatan Daya 2020 di Lumajang
    Hari Ini, KASAU Saksikan Langsung Sikatan Daya 2020 di Lumajang
    29/09/2020 - 08:46
  • Berani Menghadapi PM Vanuatu, Siapa Sosok Silvany Austin Pasaribu?
    Berani Menghadapi PM Vanuatu, Siapa Sosok Silvany Austin Pasaribu?
    29/09/2020 - 08:30
  • BPD HIPMI DIY Buka Rekrutmen Anggota Baru
    BPD HIPMI DIY Buka Rekrutmen Anggota Baru
    29/09/2020 - 08:24
  • Sebelum Hadapi Arema FC, Persija Jakarta Gelar Tes Swab Massal
    Sebelum Hadapi Arema FC, Persija Jakarta Gelar Tes Swab Massal
    29/09/2020 - 08:11
  • Partai Berkarya Kubu Mucdi Siap Hadapi Gugatan Tommy Soeharto
    Partai Berkarya Kubu Mucdi Siap Hadapi Gugatan Tommy Soeharto
    29/09/2020 - 08:05
  • Persib Bandung Ingin Menetap di Yogyakarta 
    Persib Bandung Ingin Menetap di Yogyakarta 
    29/09/2020 - 07:51
  • Jawaban Silvany Austin Pasaribu untuk Vanuatu di Sidang PBB Bikin Bangga Indonesia
    Jawaban Silvany Austin Pasaribu untuk Vanuatu di Sidang PBB Bikin Bangga Indonesia
    29/09/2020 - 07:44
  • PT LIB Bentuk Satgas Khusus Tangani Covid-19
    PT LIB Bentuk Satgas Khusus Tangani Covid-19
    29/09/2020 - 07:23
  • Grha Somaya Hotel, Your Alternative Place to Stay During Your Vacation
    Grha Somaya Hotel, Your Alternative Place to Stay During Your Vacation
    29/09/2020 - 07:16

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Catatan Hari Pariwisata Sedunia: Sumber Daya Air Untuk Desa Wisata
    Catatan Hari Pariwisata Sedunia: Sumber Daya Air Untuk Desa Wisata
    27/09/2020 - 17:39
  • Seruan Ontologis Levinas dan Pilkada Serentak
    Seruan Ontologis Levinas dan Pilkada Serentak
    26/09/2020 - 17:19
  • Pelecehan Berujung Dilema Citra Perusahaan atau Kemanusiaan
    Pelecehan Berujung Dilema Citra Perusahaan atau Kemanusiaan
    26/09/2020 - 15:00
  • Etika dan Kesantunan Berpolitik
    Etika dan Kesantunan Berpolitik
    25/09/2020 - 17:54
  • Pilkada di Tengah Pandemi Lanjut Apa Tunda ?
    Pilkada di Tengah Pandemi Lanjut Apa Tunda ?
    25/09/2020 - 13:15
  • Filosofi Pesan Al-Ghazali
    Filosofi Pesan Al-Ghazali
    25/09/2020 - 09:08
  • Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    Jumat Berkah: Ke-Aku-an, Penyebab Kehinaan Hamba
    25/09/2020 - 06:15
  • Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    Posisi Rakyat dalam Menjaga Entitas Demokrasi di Pilkada
    25/09/2020 - 04:16
  • Dicegat Polisi, Ternyata Bawa 13 Kg Sabu dan 10 Ribu Ekstasi
    Dicegat Polisi, Ternyata Bawa 13 Kg Sabu dan 10 Ribu Ekstasi
    29/09/2020 - 08:54
  • Najwa Shihab Tanya Keberadaan Menkes, Kemenkes: Alhamdulillah Bapak Sehat!
    Najwa Shihab Tanya Keberadaan Menkes, Kemenkes: Alhamdulillah Bapak Sehat!
    29/09/2020 - 08:52
  • IBL Siapkan Bandung dan Yogyakarta untuk Opsi Lanjutan IBL 2020
    IBL Siapkan Bandung dan Yogyakarta untuk Opsi Lanjutan IBL 2020
    29/09/2020 - 08:51
  • Cara Menghilangakan Jerawat Secara Cepat dan Alami
    Cara Menghilangakan Jerawat Secara Cepat dan Alami
    29/09/2020 - 08:49
  • BTN Incar Rp 3,7 Triliun dari Program Batara Spekta
    BTN Incar Rp 3,7 Triliun dari Program Batara Spekta
    29/09/2020 - 08:46
  • 5 Fakta Mengerikan Setelah Timnas U-19 Bekuk Dinamo Zagreb
    5 Fakta Mengerikan Setelah Timnas U-19 Bekuk Dinamo Zagreb
    29/09/2020 - 00:36
  • Gatot Diusir Arek Suroboyo, TNI Temukan BBM Pertamina di Semak
    Gatot Diusir Arek Suroboyo, TNI Temukan BBM Pertamina di Semak
    29/09/2020 - 06:06
  • Pengakuan Nikita Mirzani Telan Beragam Sperma, Ada Rasa Seafood
    Pengakuan Nikita Mirzani Telan Beragam Sperma, Ada Rasa Seafood
    29/09/2020 - 01:40
  • Siapa Sangka 32 Tahun Kemudian Anak Petani Ini Jadi Panglima TNI
    Siapa Sangka 32 Tahun Kemudian Anak Petani Ini Jadi Panglima TNI
    29/09/2020 - 07:10
  • Dokter Tirta Ungkap Alasan Kenapa Orang Sakit Jiwa Bisa Kebal Corona
    Dokter Tirta Ungkap Alasan Kenapa Orang Sakit Jiwa Bisa Kebal Corona
    29/09/2020 - 04:00