Kopi TIMES

Prof Muhadjir dan Prof Udin

Senin, 10 Agustus 2020 - 01:04 | 15.93k
Prof Muhadjir dan Prof Udin
Dhimam Abror Djuraid.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dua orang profesor. Dua cerita yang berbeda. Prof. Muhajir Effendy, menteri koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), pernah menjadi rektor di Universitas Muhammadiyah Malang.

Satunya lagi adalah Prof. Udin, lengkapnya Prof. M. Khairuddin, baru saja pekan lalu dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Prof. Udin masih muda untuk ukuran profesor, usianya belum 50 tahun. Semasa kuliah Udin nyambi jadi marbot di Masjid Al Amin, sekitar lima kilometer dari kampusnya.

Pada 1998 Udin diterima di UNY. Karena tidak punya biaya untuk bayar kos, Udin membantu di masjid. Segala hal dia lakukan, mulai dari menyapu, mengepel, menjadi muazin, mengajar Alquran kepada anak-anak, dan menyiapkan konsumsi pengajian.

Udin harus bolak-balik dari masjid ke kampus mengendarai sepeda bututnya. Di sela-sela jeda kuliah Udin memacu sepeda ke masjid untuk azan. Setelah jamaah ia balik lagi ke kampus.

Ia lulus cum laude. Lalu mengambil S2 di ITS. Lalu menyelesaikan S3. Dan, sekarang dia menjelma menjadi Prof. Udin.

Prof. Udin adalah gambaran khas ribuan, ratusan ribu mahasiswa Indonesia yang terbelit kemiskinan. Tapi, Udin tidak menyerah. Dengan keuletan, ketekunan, keimanan, dia bisa mengatasi kemiskinannya.

Prof. Muhajir Effendy mengatakan bahwa orang miskin menikah dengan sesama orang miskin, melahirkan orang-orang miskin baru. Keluarga miskin besanan dengan keluarga miskin, maka lahirlah keluarga miskin baru.

Itulah kemiskinan struktural. Kemiskinan yang terjadi karena struktur masyarakat menjadikan orang miskin akan tetap miskin.

Pernyataan ini menimbulkan salah tafsir karena menganggap penyebab kemiskinan adalah faktor internal di lingkungan orang-orang miskin, dan bukan faktor struktural yang memaksa orang miskin itu untuk tetap terjebak dalam lingkar kemiskinan.

Prof. Muhajir keukeuh dengan pernyataannya itu, dan menegaskan bahwa untuk memutus mata rantai lingkaran itu diperlukan intervensi negara. Karena itulah maka pemerintah mengeluarkan kebijakan pengentasan kemiskinan melalui berbagai program bantuan seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan kartu sembako.

Ibarat menyembuhkan orang sakit, program-program itu berusaha menyembuhkan sakit tapi belum menyembuhkan gejala dan penyebab penyakit itu.

Kemiskinan di Indonesia adalah kemiskinan struktural yang terjadi karena kesenjangan yang lebar antara pendapatan kalangan atas dengan kalangan bawah. 

Rasio GINI yang mengukur kesenjangan ekonomi secara riel masih sangat lebar di Indonesia. Angka-angka statistik bisa saja memamerkan rasio yang menggembirakan, tapi kondisi riel masih jauh dari kondisi statistik.

Menurut standar Bank Dunia, seseorang dengan penghasilan USD 2 (dua dolar) perhari masuk dalam kategori miskin. Dengan asumsi dolar sama dengan Rp 15 ribu, berarti warga yang berpenghasilan Rp 900 ribu perbulan termasuk kategori miskin (poor) dan penghasilan di bawah itu termasuk kategori sangat miskin (extreme poor).

Tengoklah di sekitar kita berapa banyak orang yang tidak bisa menghasilkan angka itu setiap bulan. Masih sangat banyak. Upah minimal di Jawa Timur terendah adalah Rp 1,9 juta. Tapi, para pekerja yang bekerja di sektor informal banyak sekali yang penghasilannya di bawah UMK.

Problem yang kita hadapi bukan sekadar kemiskinan, tapi ketimpangan. Sebanyak 90 persen kekayaan nasional hanya dinikmati oleh 10 persen masyarakat saja. Potensi sumber daya alam yang melimpah masih belum bisa dinikmati oleh masyarakat. 

Sumber daya alam yang melimpah tidak menjadi berkah tapi malah menjadi kutukan. Undang-Undang Minerba yang baru disahkan oleh DPR lebih banyak berpihak kepada pemilik modal. Undang-Undang Cipta Kerja dalam Omnibus Law membuat posisi kaum pekerja semakin sulit dan lemah di depan pemodal.

Ketimpangan dan ketidakadilan inilah penyebab utama langgengnya kemiskinan di Indonesia. Sumber penyakit ini yang harus disembuhkan supaya tidak terjadi lagi miskin kawin miskin lahir miskin baru.

Program-program bantuan pemerintah bisa meringankan beban tapi tidak menghapuskan struktur kemiskinan. Orang akan tetap terjebak dalam kemiskinan kalau problem ketimpangan tidak diselesaikan dari hulunya.

Kisah Prof. Udin menunjukkan bahwa tesis Prof. Muhajir tidak sepenuhnya benar. Udin tidak diambil menantu oleh orang kaya. Dia menikah dengan perempuan miskin juga. Tapi, Udin sekarang tidak miskin, dan tidak melahirkan orang-orang miskin baru.

Apa kuncinya? Betul. Pendidikan. Pendidikan adalah sarana paling tepat untuk memutus rantai kemiskinan dan menjadi sarana mobilitas sosial yang efektif.

Karena itu, pendidikan harus murah dan terjangkau oleh orang-orang miskin. 

Kenyataan yang terjadi di sekitar kita tidak demikian. Pendidikan yang berkualitas terbukti mahal dan tidak terjangkau.

Karena itu pantaslah kalau kemiskinan di Indonesia menurun. Bukan menurun jumlahnya, tapi menurun dari bapak ke anak dan ke cucu. (*)

***

*) Oleh Dhimam Abror Djuraid

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pemkab Probolinggo Siapkan Perbup Disiplin Protokol Kesehatan
    Pemkab Probolinggo Siapkan Perbup Disiplin Protokol Kesehatan
    20/09/2020 - 14:54
  • Rektor Dukung Alumni Unisma Kuasai Entrepreneurship
    Rektor Dukung Alumni Unisma Kuasai Entrepreneurship
    20/09/2020 - 14:41
  • PDI Perjuangan Targetkan Eri Cahyadi dan Armuji Kantongi 70 Persen Kemenangan
    PDI Perjuangan Targetkan Eri Cahyadi dan Armuji Kantongi 70 Persen Kemenangan
    20/09/2020 - 14:36
  • Wakil Wali Kota Yana Ajak Ikmas Kei Ikut Jaga Kondusifitas Kota Bandung
    Wakil Wali Kota Yana Ajak Ikmas Kei Ikut Jaga Kondusifitas Kota Bandung
    20/09/2020 - 14:27
  • Peduli Kemanusiaan, BPH KOPRI PC PMII Ciputat Launching Program Gerak Lawan Corona
    Peduli Kemanusiaan, BPH KOPRI PC PMII Ciputat Launching Program Gerak Lawan Corona
    20/09/2020 - 14:22
  • Wacana Penghapusan Mapel Sejarah, PDI Perjuangan: Mendikbud Jangan Kedepankan Pragmatisme Pendidikan
    Wacana Penghapusan Mapel Sejarah, PDI Perjuangan: Mendikbud Jangan Kedepankan Pragmatisme Pendidikan
    20/09/2020 - 14:15
  • Kembangkan UMKM, Pemkab Malang Gandeng Unisma Latih Pelaku Usaha
    Kembangkan UMKM, Pemkab Malang Gandeng Unisma Latih Pelaku Usaha
    20/09/2020 - 14:12
  • Menikmati Senja di Pantai Watu Leter
    Menikmati Senja di Pantai Watu Leter
    20/09/2020 - 14:10
  • Tiga Komisioner KPU RI Positif Covid-19, Pilkada 2020 Terancam Gagal Digelar?
    Tiga Komisioner KPU RI Positif Covid-19, Pilkada 2020 Terancam Gagal Digelar?
    20/09/2020 - 14:07
  • Pilwali Surabaya, Sekjen PDI Perjuangan: Kita Harus Memenangkan Hati Rakyat Surabaya
    Pilwali Surabaya, Sekjen PDI Perjuangan: Kita Harus Memenangkan Hati Rakyat Surabaya
    20/09/2020 - 14:03

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kids Zaman Now: Bertasawuf Secara Sederhana
    Kids Zaman Now: Bertasawuf Secara Sederhana
    20/09/2020 - 12:06
  • Perspektif Sumber Daya Manusia di Era Revolusi 4.0
    Perspektif Sumber Daya Manusia di Era Revolusi 4.0
    19/09/2020 - 15:57
  • Machiavelli Jadi “Imam”
    Machiavelli Jadi “Imam”
    19/09/2020 - 15:08
  • Ijtihad Politik Perempuan
    Ijtihad Politik Perempuan
    19/09/2020 - 14:25
  • Pak Arif Hoetoro dan Ide
    Pak Arif Hoetoro dan Ide "Nakal"
    19/09/2020 - 09:48
  • Menyerasikan Visi Cakada dengan Pemerintah Pusatt
    Menyerasikan Visi Cakada dengan Pemerintah Pusatt
    19/09/2020 - 03:16
  • Digitalisasi Marketing dalam Pengembangan Umkm Di Era New Normal
    Digitalisasi Marketing dalam Pengembangan Umkm Di Era New Normal
    18/09/2020 - 18:13
  • Pelanggaran Serius Hak Edukasi
    Pelanggaran Serius Hak Edukasi
    18/09/2020 - 11:55
  • OPM Bunuh Satu Tentara Lagi, Jenderal TNI Dituduh Khianat
    OPM Bunuh Satu Tentara Lagi, Jenderal TNI Dituduh Khianat
    20/09/2020 - 06:06
  • TNI Temukan Perahu Butut, Ternyata Isinya Kristal Bernilai Rp10 Miliar
    TNI Temukan Perahu Butut, Ternyata Isinya Kristal Bernilai Rp10 Miliar
    20/09/2020 - 12:05
  • Kisah Dennis Rodman Muak Tiduri 2000 Wanita, hingga Akhirnya Sologami
    Kisah Dennis Rodman Muak Tiduri 2000 Wanita, hingga Akhirnya Sologami
    20/09/2020 - 06:36
  • Petugas yang Ngotot Makan di Tempat saat PSBB Ternyata Anggota Ormas
    Petugas yang Ngotot Makan di Tempat saat PSBB Ternyata Anggota Ormas
    20/09/2020 - 11:11
  • dr Tirta Umumkan Maju Jadi Presiden
    dr Tirta Umumkan Maju Jadi Presiden
    20/09/2020 - 07:05