Peristiwa Daerah

Ledia Hanifa: Lembaga Pendidikan Swasta Makin Menjerit di Tengah Pandemi

Minggu, 09 Agustus 2020 - 22:44 | 16.14k
Ledia Hanifa: Lembaga Pendidikan Swasta Makin Menjerit di Tengah Pandemi
Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah. (FOTO: Humas DPP PKS for TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Irfan Anshori

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Pukulan efek pandemi Covid-19 terus menyentuh berbagai bidang termasuk dunia pendidikan. Terlebih lembaga pendidikan swasta yang berjuang secara swadaya dalam memenuhi operasional kesehariannya. Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah mengatakan mayoritas lembaga pendidikan swasta mengandalkan pemasukan SPP sebagai penggerak roda operasional.

Sementara saat ini banyak orangtua juga terdampak pandemi hingga kesulitan membayar SPP. Maka banyak guru sekolah di lembaga pendidikan swasta mulai terhambat memperoleh gaji.

"Bahkan beberapa sekolah swasta juga terancam tutup karena kekurangan murid,” ungkap Ledia usai bertemu dengan beberapa guru sekolah swasta di tengah kegiatan masa resesnya di Kota Bandung dan Kota Cimahi, Minggu (9/8/2020).

Menurut Ledia, jumlah sekolah swasta dan jumlah peserta didik di sekolah swasta di Indonesia memang sangat besar. Ada lebih dari 50 ribu sekolah swasta tingkat SD sampai SMA/SMK dari total 200 ribuan sekolah di Indonesia. Bahkan untuk level pendidikan SMA dan SMK, jumlah sekolah swasta lebih banyak. Tercatat ada 50, 23 persen SMA Swasta dan 74,56 persen SMK Swasta pada tahun ajaran 2018/2019.

“Persoalan yang kini semakin terasa berat dihadapi oleh lembaga pendidikan swasta adalah persoalan biaya operasional sekolah, penggajian guru, hingga kekurangan murid.” kata Ledia.

Dari perbincangan dengan beberapa kepala sekolah, guru, serta pengurus yayasan dari lembaga pendidikan swasta di Kota Bandung dan Kota Cimahi, Ledia menangkap kesulitan tersebut sebenarnya sudah ada sejak sebelum pandemi Covid-19 melanda. Tetapi semakin terasa berat di masa pandemi ini berlangsung.

Persoalan SPP misalnya yang menjadi andalan bagi sekolah swasta untuk membiayai kebutuhan operasionalnya kini banyak terkoreksi karena orangtua banyak yang tidak mampu membayar. Pada akhirnya hal ini juga berujung pada persoalan kesejahteraan guru dan pegawai di lingkup lembaga pendidikan swasta yang ikut terkoreksi.

Adanya relaksasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang memungkinkan penggunaan untuk gaji guru honor sampai lebih dari 50 persen nyatanya belum memadai. Ledia mengungkapkan masih banyak sekolah yang lebih dari 75 persen gurunya adalah guru Non PNS atau yang biasa kita sebut sebagai guru honor. Bahkan di seluruh Indonesia banyak sekolah yang hanya memiliki satu guru PNS, yaitu Kepala Sekolah.

"Dana BOS yang ada bila digunakan untuk menutup biaya operasional sekolah plus honor guru dan tenaga kependidikan lain tentu menjadi kurang memadai.” lanjut aleg asal Fraksi PKS ini.

Masih terkait dana BOS, ukuran jumlah yang diterima setiap sekolah tergantung pada jumlah murid. Padahal mayoritas sekolah swasta justru tengah menghadapi persoalan kekurangan murid.

“Saya bertemu dengan BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) Kota Cimahi, lalu bertemu kepala sekolah dan guru-guru dari beberapa sekolah swasta di Kota Bandung, semua mengeluhkan hal yang sama, sedang mengalami persoalan kekurangan murid. Dan diantaranya menurut aduan mereka karena ada kebijakan pembukaan sekolah negeri yang tidak sesuai peraturan,” ungkap Sekretaris Fraksi PKS ini pula.

Keluhan yang disampaikan para tenaga pendidik sekolah swasta ini diantaranya pembukaan kelas dengan rombel yang tidak sesuai atau membuka sekolah baru meski belum cukup perizinan.

Beberapa keluhan lain yang muncul misalnya soal tunjangan bagi guru honor yang dirasakan juga sulit didapat karena ada kaitannya dengan jumlah jam mengajar dan jumlah rombel (rombongan belajar) tertentu yang harus terpenuhi. Padahal persoalan jumlah rombel ini juga menjadi persoalan tersendiri bagi mayoritas lembaga pendidikan swasta saat ini.

“Semua masukan dan keluhan akan saya sampaikan sesuai jenjangnya. Semisal terkait dengan kebijakan di level pemerintah daerah tentu akan disampaikan pada kepala daerah dan melibatkan anggota DPRD, sementara yang terkait kebijakan pemerintah pusat akan saya sampaikan pada Kemendikbud. Semoga akan ada jalan keluar terbaik demi peningkatan mutu pendidikan Indonesia,” tutup Ledia Hanifa terkait kondisi lembaga pendidikan swasta. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Ketum PBNU Beberkan Peran Besar NU dalam Penanganan Covid-19
    Ketum PBNU Beberkan Peran Besar NU dalam Penanganan Covid-19
    23/09/2020 - 14:33
  • Penyemprotan Disinfektan, Polres Malang Kerahkan Mobil AWC
    Penyemprotan Disinfektan, Polres Malang Kerahkan Mobil AWC
    23/09/2020 - 14:30
  • Kultur Pilkada Era Pandemi
    Kultur Pilkada Era Pandemi
    23/09/2020 - 14:27
  • Dishub Kota Cirebon Cek Ruas Jalan untuk Calon Jalur Sepeda
    Dishub Kota Cirebon Cek Ruas Jalan untuk Calon Jalur Sepeda
    23/09/2020 - 14:22
  • Jelang Pengambilan Nomor di Pilbup Pacitan, Para Kandidat Siap Legawa
    Jelang Pengambilan Nomor di Pilbup Pacitan, Para Kandidat Siap Legawa
    23/09/2020 - 14:20
  • Resmi, KPU Surabaya Tetapkan Dua Pasangan Calon Pilwali Surabaya 2020
    Resmi, KPU Surabaya Tetapkan Dua Pasangan Calon Pilwali Surabaya 2020
    23/09/2020 - 14:18
  • Wagub NTT Puji Langkah Mentan RI Syahrul Yasin Limpo Bakar Semangat Petani
    Wagub NTT Puji Langkah Mentan RI Syahrul Yasin Limpo Bakar Semangat Petani
    23/09/2020 - 14:14
  • [CEK FAKTA] Penusuk Syekh Ali Jaber Dibiayai Megawati dan PKI
    [CEK FAKTA] Penusuk Syekh Ali Jaber Dibiayai Megawati dan PKI
    23/09/2020 - 14:10
  • Pantomin Hantar Ikhsan dan Queen Lolos FLS2N Tingkat Nasional
    Pantomin Hantar Ikhsan dan Queen Lolos FLS2N Tingkat Nasional
    23/09/2020 - 14:06
  • Driver Online Gelar Aksi Mogok Makan di Kantor Gojek Semarang
    Driver Online Gelar Aksi Mogok Makan di Kantor Gojek Semarang
    23/09/2020 - 14:02

TIMES TV

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

Rahasia Tubuh Bugar dan Cantik Aktris Yurike Prastika

17/09/2020 - 11:27

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19

[CEK FAKTA] Pemerintah Bagikan Laptop bagi Siswa dan Guru Terdampak Covid-19
Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC
Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kultur Pilkada Era Pandemi
    Kultur Pilkada Era Pandemi
    23/09/2020 - 14:27
  • Apresiasi untuk Keterbukaan Pasien Covid-19
    Apresiasi untuk Keterbukaan Pasien Covid-19
    23/09/2020 - 13:42
  • Tunda Pilkada Demi Kemanusiaan dan Kedaulatan Rakyat
    Tunda Pilkada Demi Kemanusiaan dan Kedaulatan Rakyat
    23/09/2020 - 12:45
  • Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    Harmonisasi Paradigma Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pandemi
    23/09/2020 - 11:31
  • Ulama dan Peran Negara
    Ulama dan Peran Negara
    23/09/2020 - 10:38
  • Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    Pudarnya Identitas Bangsa dalam Sebuah Nama
    23/09/2020 - 00:20
  • 'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    'Anak Geng' Masa Kini, Siapa Peduli?
    22/09/2020 - 23:30
  • Membumikan Sekolah Dirgantara
    Membumikan Sekolah Dirgantara
    22/09/2020 - 22:20
  • Regulasi Anyar, Klub Liga 1 Boleh Datangkan Pemain Asing Tanpa Kualifikasi
    Regulasi Anyar, Klub Liga 1 Boleh Datangkan Pemain Asing Tanpa Kualifikasi
    23/09/2020 - 14:29
  • Tak Mau Berbagi Air Irigasi untuk Sawah, Petani Dipenggal Tetangga
    Tak Mau Berbagi Air Irigasi untuk Sawah, Petani Dipenggal Tetangga
    23/09/2020 - 14:29
  • Kecuali Turis, Jepang akan Izinkan Lebih Banyak Orang Asing Masuk
    Kecuali Turis, Jepang akan Izinkan Lebih Banyak Orang Asing Masuk
    23/09/2020 - 14:28
  • Kamera Berbasis IoT Detektor Pengganti Thermogun Pengukur Suhu Tubuh
    Kamera Berbasis IoT Detektor Pengganti Thermogun Pengukur Suhu Tubuh
    23/09/2020 - 14:27
  • Bekasi Punya 3 Hotel Tampung 300 Orang Positif Corona di Kawasan Cikarang
    Bekasi Punya 3 Hotel Tampung 300 Orang Positif Corona di Kawasan Cikarang
    23/09/2020 - 14:27
  • Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona
    23/09/2020 - 07:31
  • Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    Ramai Artis Muslim Pelihara Anjing, UAS dan Buya Yahya Ungkap Hukumnya
    23/09/2020 - 05:14
  • Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    Heboh, Beredar Foto Ayu Ting Ting Gandeng Suami Orang
    23/09/2020 - 06:30
  • Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    Arahan Habib Rizieq, FPI dan PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda
    23/09/2020 - 00:10
  • Ganas, Kisah Dennis Rodman Ditawari Rp282 Miliar untuk Hamili Madonna
    Ganas, Kisah Dennis Rodman Ditawari Rp282 Miliar untuk Hamili Madonna
    23/09/2020 - 06:22