Kopi TIMES

Istana dalam Pusaran Dinasti Politik

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 16:05 | 68.47k
Istana dalam Pusaran Dinasti Politik
Junaidi Doni Luli, Ketua Umum HMI Cabang Malang Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang periode 2017-2018.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, MALANG – Isu dinasti politik tengah menguat dalam ruang diskursus publik beberapa waktu belakangan. Fenomena ini menjadi akibat dari konstelasi politik yang terbentuk di berbagai daerah saat ini, terutama kaitannya dengan posisi incumbent dalam proses elektoral yang akan dihelat pada 9 Desember mendatang. Terlepas dari itu, realitas dinasti politik tetap saja menjadi fenomena yang berbahaya bagi sehat dan idealnya sistem demokrasi.

Secara terminologis, konsep dinasti politik selalu identik dengan sistem pemerintahan monarki, kekuasaan yang bertumpu pada garis keturunan. Sistem monarki itu kemudian dirombak total dengan sistem demokrasi, feodalisme disubtitusi dengan republik, bertepatan dengan momentum proklamasi kemerdekaan yang menjadi garis pemisah dengan era kolonialisme. Inilah sistem yang dipandang akseptabel dengan kondisi sosio-politik bangsa Indonesia oleh para pendiri negara.

Dalam perjalanan sejarah hampir 75 tahun, nampaknya benih feodalisme dan sistem dinasti itu masih banyak mewarnai kehidupan sosio-politik di banyak daerah. Masih banyak daerah yang menganut sistem lawas ini, sekalipun diberi baju demokrasi. Meski demikian, secara konseptual, demokrasi dan dinasti politik berasal dari genealogi sejarah dan spirit yang berbeda, bahkan lebih cenderung diametral.

Bicara perihal kaitan antara sistem demokrasi dengan realitas dinasti politik hari ini, agaknya kita perlu mengambil preseden pada fakta yang terjadi pada 16 Juli lalu. Ya, pertemuan antara Achmad Purnomo selaku Wakil Wali Kota Surakarta dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan semakin memperkuat asumsi publik mengenai isu dinasti politik yang akan terjadi pada proses Pilkada di Surakarta, Jawa Tengah. Putera presiden pun diprediksi akan menjadi calon tunggal pada proses Pilkada di Surakarta itu, setelah mendapat dukungan hampir dari seluruh partai politik. 

Selain Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Surakarta, sang menantu presiden pun akan turut serta dalam proses elektoral di Pilkada Medan, Sumatera Utara. Fakta ini semakin menjelaskan adanya fenomena dinasti politik, terutama dalam hubungannya dengan kerabat dan keluarga di lingkungan istana. Di luar lingkungan istana, dinasti politik juga masih muncul di banyak daerah, baik secara hubungan darah, pernikahan, maupun kombinasi keduanya. 

Jika ditilik lebih jauh, secara konstitusional, memang tidak ada yang salah dengan realitas ini, senada dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 33/PUU-XIII/2015. Namun, secara moril, dapat dikatakan bahwa fenomena dinasti politik menjadi racun bagi demokrasi, cenderung menggerus prinsip kesetaraan, persamaan hak, dan akuntabilitas, oleh karena kekuasaan pada infrastruktur politik yang dimiliki oleh salah satu pihak. Dengan kata lain, dinasti politik sangat rawan dengan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan.

Di samping fenomena dinasti politik di banyak daerah saat ini, Pilkada di Surakarta dan Medan tetap menjadi spektrum sorotan publik di tanah air. Selain hubungannya dengan keluarga di istana, proses menjelang Pilkada di dua kota ini pun penuh dengan intrik politik. Bagaimana tidak, figur yang dijagokan keluarga istana ternyata sejauh ini belum memiliki track record politik yang jelas, tanpa rekam jejak pengabdian di birokrasi pemerintahan.

Tanpa track record politik, tolak ukur untuk membaca kapabilitas figur pun menjadi samar. Kemudian masyarakat sebagai konstituen dihadapkan pada pilihan yang dilematis, tanpa mengenal dengan pasti siapa calon pemimpinnya. Partai politik pun gagal melaksanakan fungsinya sebagai organisasi yang mempersiapkan calon pemimpin, gagal menjadi etalase politik bagi figur yang akan dipilih oleh konstituen. Mirisnya lagi, partai politik yang dahulu paling lantang menentang kekuasaan Orde Baru justru hari ini melahirkan banyak dinasti politik. 

Inilah sisi bahaya dari politik dinasti yang mengandalkan popularitas tanpa kapabilitas. Ibarat kata, rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi (pasal 1 ayat (2) UUD 1945) dipaksa untuk memilih kucing dalam karung. Sebagai penutup, barangkali Pilkada Surakarta dan Medan menjadi realitas politik bahwa Presiden Joko Widodo (dalam periode terakhir memegang tampuk kekuasaan) sedang membangun trahnya keluarganya sendiri, mengingat dalam trah partai beliau bukanlah figur kunci.

***

*) Oleh: Junaidi Doni Luli, Ketua Umum HMI Cabang Malang Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang periode 2017-2018

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • 5 Nama Negara Peserta Piala Eropa 2021 dalam Bahasa Indonesia beserta Alasannya
    5 Nama Negara Peserta Piala Eropa 2021 dalam Bahasa Indonesia beserta Alasannya
    19/06/2021 - 21:44
  • Pemerintah Rilis Logo HUT RI ke-76, Ini Link dan Cara Downloadnya
    Pemerintah Rilis Logo HUT RI ke-76, Ini Link dan Cara Downloadnya
    19/06/2021 - 21:36
  • Mengenal Vandalisme, Graffiti dan Mural
    Mengenal Vandalisme, Graffiti dan Mural
    19/06/2021 - 21:23
  • Legenda Pelari Cepat India Milkha Singh Meninggal Karena Covid-19
    Legenda Pelari Cepat India Milkha Singh Meninggal Karena Covid-19
    19/06/2021 - 21:15
  • Polres Ciamis Imbau Wisatawan Patuhi Rambu dan Prokes di Pantai Pangandaran
    Polres Ciamis Imbau Wisatawan Patuhi Rambu dan Prokes di Pantai Pangandaran
    19/06/2021 - 20:50

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Dampak Strategis Tuan Rumah API 2021
    Dampak Strategis Tuan Rumah API 2021
    19/06/2021 - 19:00
  • Potensi Mikroalga sebagai Energi Terbarukan di Indonesia
    Potensi Mikroalga sebagai Energi Terbarukan di Indonesia
    19/06/2021 - 14:50
  • Gerakan Menguatkan ”Rumah Kita”
    Gerakan Menguatkan ”Rumah Kita”
    19/06/2021 - 11:12
  • Konsep Dasar Filsafat Pendidikan Islam Dalam Perspektif Pemikiran Ibnu Taimiyah
    Konsep Dasar Filsafat Pendidikan Islam Dalam Perspektif Pemikiran Ibnu Taimiyah
    19/06/2021 - 09:33
  • Mendidik dengan (Mewujudkan) Pancasila
    Mendidik dengan (Mewujudkan) Pancasila
    19/06/2021 - 00:22
  • 1001 Manfaat Kampus Merdeka
    1001 Manfaat Kampus Merdeka
    18/06/2021 - 23:08
  • UUCK dan Semangat Penyelesaian Legalitas Perkebunan
    UUCK dan Semangat Penyelesaian Legalitas Perkebunan
    18/06/2021 - 19:35
  • Hate Speech Hati-hati Menggunakan Jarimu
    Hate Speech Hati-hati Menggunakan Jarimu
    18/06/2021 - 18:38

KULINER

  • Hidangan Tinggi Serat dan Rendah Lemak, Ini Resep Sayur Oyong
    Hidangan Tinggi Serat dan Rendah Lemak, Ini Resep Sayur Oyong
    19/06/2021 - 05:25
  • Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    16/06/2021 - 16:48
  • Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    16/06/2021 - 07:45
  • Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    15/06/2021 - 07:32
  • ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    15/06/2021 - 03:12