Kopi TIMES

Ditangkap, Djoko Tjandra Ditimpa Ketidakadilan?

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 15:09 | 50.65k
Ditangkap, Djoko Tjandra Ditimpa Ketidakadilan?
Chessa Ario Jani Purnomo, Dosen dan Peneliti Fakultas Hukum Universitas Pamulang.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, TANGERANG – Jagat hukum Indonesia tercengang oleh aksi Djoko Tjandra. Pasalnya, ia diberitakan sebagai buronan kakap kasus Bank Bali yang berhasil keluar-masuk wilayah RI bekerja sama dengan aparat penegak hukum yang berwatak koruptif dan merusak.

Perkembangan terbaru saat tulisan ini disusun, polisi telah berhasil menjemput sang buron di bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Tambahan, polisi pun menetapkan pengacaranya sebagai Tersangka deBgan tuduhan perbuatan surat palsu.

Dari sisi praktik peradilan, sebagai penstudi hukum pidana bahwa penulis berpendapat pertarungan hukum yang dimainkan para aktor hukum dalam kasus Dkoko Tjandra terkesan serampangan. Ungkapan macam itu yang kiranya menganggu pikiran penulis kepada 'advokat-tukang hukum' yang dianggap tau peraturan perundang-undangan terkait 'kemungkinan' tidak dapat diterima permohonan peninjauan kembali (PK) karena ketidakhadiran pemohon, meski permohonan PK tersebut diwakili oleh kuasa hukumnya tetapi tetap saja diajukan kehadapan Mahkamah Agung R.I (MA RI) Ya, namanya juga 'kemungkinan,' yang penting coba saja dulu. Dagelan.

Agar berimbang, kita tengok manuver penuntut umum. Keadaan di atas juga sama serampangannya dengan Penuntut Umum yang mengajukan permohonan peninjauan kembali jauh sebelum hari ini meski ia tau KUHAP tak melarang. Bisa jadi dibenak penuntut umum bila tidak ada kalimat atau frasa negatif dalam Pasal 263 ayat (1) KUHAP berarti diperbolehkan. Hal ini sama saja, katakanlah anda hendak buang air kecil di dalam ruangan kelas meski didalam ruangan kelas itu tidak ada larangan yang dipajang pada dinding kelas.

Mengikuti praktik yang dipertontonkan penuntut umum itu, timbul dibenak penulis bisa jadi Djoko Tjandra mengalami ketidakadilan hukum karena Pasal 263 ayat (1) KUHAP menyebut jelas pihak terpidana dan ahli warisnya untuk mengajukan PK. Jadi bersifat limitatif. Sehingga ia merasa terdzolomi dan minggat dari Indonesia.

Sampai sini, penulis hendak melihat dari sisi penafsiran/interpretasi hukum dan melalui sudut asas/prinsip hukum. Oleh sebab itu, penulis tidak hendak ikut campur atau dikatakan mengintervensi perkara Djoko Tjandra. Maka penulis niatkan tulisan ini sebagai ibadah dan pengingat, terutama bagi penulis sendiri.

Pertama, soal penafsiran hukum. Bila kita merujuk buku 'Penemuan Hukum Sebuah Pengantar' karangan Sudikno Mertokosumo maka kita menemukan dua jenis penafsiran hukum berupa restriktif dan ekstensif. Sederhananya, tanpa bermaksud membuat simplikasi bahwa restriktif adalah interpretasi secara sempit yang terpaku pada gramatikal/tekstual. Sementara penafsiran ekstensif berupa kegiatan interpretasi yang melampaui tata bahasa.

Terkait dengan Pasal 263 ayat (1) KUHAP sudah dikatakan bahwa pasal  a quo tidak tegas menyebut larangan atau kebolehan bagi penuntut umum untuk PK. Maka, kita mesti mencari maksud pembentuk undang-undang alias menggunakan metode penafsiran teleologis. Bila direnungkan, Pasal 266 ayat (3) KUHAP memberitahu bahwa PK berguna untuk melindungi terpidana yakni putusan PK tidak boleh lebih berat dari putusan yang berkekuatan hukum tetap sebelumnya alias reformatio in melius. Maka, mengikuti pemikiran ini, penuntut umum telah melanggar prinsip kepatutan, ketertiban umum dan tertib hukum. 

Kedua, mengenai kesempatan untuk mengajukan permohonan PK. Pasal 268 ayat (3) mengatakan bahwa permohoan PK hanya dapat diajukan satu kali. Akan tetapi terjadi perkembangan hukum bahwa pasal tersebut sudah dihapuskan/dibatalkan melalui putusan Mahkamah Konstitusi R.I. No. 34/PUU-XI-/2013 sehingga PK dapat diajukan berkali-kali sepanjang memenuhi syarat PK. Sampai sini, seakan-akan suatu perkara pidana tak berujung padahal setiap perkara harus ada akhirnya atau litis finiri oportet.

Diketahui kuasa hukum Djoko Tjandra mengajukan permohonan PK ke MA RI maka katakanlah, timbul PK terhadap PK. Meskipun belakangan ada perkembangan bahwa Pasal 263 ayat (1) secara bersyarat bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 yakni penuntut umum tidak berhak mengajukan PK melalui putusan Mahkamah Konstitusi R.I. No. 33/PUU-XI-/2016. 

Sebagai penutup, bagi penulis, Djoko Tjandra bisa dikatakan mengalami ketidakadilan hukum berawal dari 'menuver' penuntut umum yang menafsirkan Pasal 263 ayat (1) KUHAP telah nyata menerabas hukum dan juga menabrak asas hukum.

***

*) Oleh: Chessa Ario Jani Purnomo, Dosen dan Peneliti Fakultas Hukum Universitas Pamulang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Diduga Korupsi Bansos Covid-19, KPK RI Lakukan OTT Pejabat Kemensos RI
    Diduga Korupsi Bansos Covid-19, KPK RI Lakukan OTT Pejabat Kemensos RI
    05/12/2020 - 13:03
  • Terkait Video Adzan Hayya Alal Jihad, Polres Majalengka Siapkan Patroli Siber
    Terkait Video Adzan Hayya Alal Jihad, Polres Majalengka Siapkan Patroli Siber
    05/12/2020 - 12:55
  • Menko Marves RI: JBIC Siap Dukung Pendanaan SWF Indonesia
    Menko Marves RI: JBIC Siap Dukung Pendanaan SWF Indonesia
    05/12/2020 - 12:44
  • Aparat TNI dan Polri Terus Buru Kelompok MIT Poso
    Aparat TNI dan Polri Terus Buru Kelompok MIT Poso
    05/12/2020 - 12:36
  • Survei LSI Denny JA H-7 Pilbup Bandung: Paslon Bedas Menang Raup 45,7 Persen Suara
    Survei LSI Denny JA H-7 Pilbup Bandung: Paslon Bedas Menang Raup 45,7 Persen Suara
    05/12/2020 - 12:23
  • Bareng Gubernur Tokyo, Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Dewan Pengarah C40 Cities
    Bareng Gubernur Tokyo, Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Dewan Pengarah C40 Cities
    05/12/2020 - 12:17
  • Kepala BNPB Doni Monardo Tinjau Kampunglaut Cilacap dan Kawasan Nusakambangan
    Kepala BNPB Doni Monardo Tinjau Kampunglaut Cilacap dan Kawasan Nusakambangan
    05/12/2020 - 12:05
  • Tertawa Membantu Meningkatkan Sistem Imun
    Tertawa Membantu Meningkatkan Sistem Imun
    05/12/2020 - 12:00
  • Melirik Keelokan Pesona Air Terjun Nakamura dan Air Terjun Raja di Pulau Morotai
    Melirik Keelokan Pesona Air Terjun Nakamura dan Air Terjun Raja di Pulau Morotai
    05/12/2020 - 11:52
  • Pilkada Serentak 2020 Makin Dekat, Berikut Imbauan PP Muhammadiyah
    Pilkada Serentak 2020 Makin Dekat, Berikut Imbauan PP Muhammadiyah
    05/12/2020 - 11:41

TIMES TV

Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat

04/12/2020 - 15:15

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI
Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Filosofi Perilaku Baru di Masa Pandemi COVID-19
    Filosofi Perilaku Baru di Masa Pandemi COVID-19
    05/12/2020 - 09:00
  • Titik Berat Bosda Sebagai Penopang Pendidikan Gratis
    Titik Berat Bosda Sebagai Penopang Pendidikan Gratis
    05/12/2020 - 00:08
  • Sering berada di ruangan Tertutup dan ber AC, Lakukan ini agar terhindar dari Penyebaran Virus Corona
    Sering berada di ruangan Tertutup dan ber AC, Lakukan ini agar terhindar dari Penyebaran Virus Corona
    04/12/2020 - 20:40
  • Tantangan Generasi Millenial Menghadapi Society 5.0
    Tantangan Generasi Millenial Menghadapi Society 5.0
    04/12/2020 - 18:37
  • Merenung Menuju Indonesia Emas
    Merenung Menuju Indonesia Emas
    04/12/2020 - 17:12
  • Mahasiswa dan Kebhinekaan
    Mahasiswa dan Kebhinekaan
    04/12/2020 - 16:14
  • “Tuhan-Tuhan” yang Harus Dikalahkan
    “Tuhan-Tuhan” yang Harus Dikalahkan
    04/12/2020 - 15:32
  • Catatan Pasien Covid 19; Terinfeksi Adalah Musibah, Bukan Aib
    Catatan Pasien Covid 19; Terinfeksi Adalah Musibah, Bukan Aib
    04/12/2020 - 14:07

KULINER

  • Kue Ape Khas Betawi Kini Bisa Dinikmati Warga Cirebon
    Kue Ape Khas Betawi Kini Bisa Dinikmati Warga Cirebon
    05/12/2020 - 10:08
  • Yuk, Kenalan Lebih Dekat dengan Popcorn
    Yuk, Kenalan Lebih Dekat dengan Popcorn
    05/12/2020 - 01:16
  • Perkenalkan Chocolate Indulgence, Chef Joy Berikan Tips Menarik
    Perkenalkan Chocolate Indulgence, Chef Joy Berikan Tips Menarik
    04/12/2020 - 22:45
  • Klathak Jumpi Makanan Khas Karangkobar Banjarnegara yang Merakyat
    Klathak Jumpi Makanan Khas Karangkobar Banjarnegara yang Merakyat
    04/12/2020 - 10:44
  • Resep Mudah Popcorn Anti Gagal
    Resep Mudah Popcorn Anti Gagal
    04/12/2020 - 00:42
  • Udin dan Gobel Tewas, Pak Guru sama Jaka Cs Dicari Pasukan Khusus TNI
    Udin dan Gobel Tewas, Pak Guru sama Jaka Cs Dicari Pasukan Khusus TNI
    05/12/2020 - 00:10
  • Maniak Seks Mike Tyson Pernah Buat Satu Keluarga Mendadak Kaya
    Maniak Seks Mike Tyson Pernah Buat Satu Keluarga Mendadak Kaya
    05/12/2020 - 04:38
  • Debat Sengit, Natalius Pigai Vs Yorrys soal Deklarasi Benny Wenda
    Debat Sengit, Natalius Pigai Vs Yorrys soal Deklarasi Benny Wenda
    05/12/2020 - 08:21
  • Cara Bertahan Hidup Benny Wenda yang Mengklaim 'Presiden' Papua Barat
    Cara Bertahan Hidup Benny Wenda yang Mengklaim 'Presiden' Papua Barat
    05/12/2020 - 06:16
  • Tes Ketajaman Mata! Nyaris Mustahil Temukan Huruf 'B' Dalam Gambar
    Tes Ketajaman Mata! Nyaris Mustahil Temukan Huruf 'B' Dalam Gambar
    05/12/2020 - 11:10