Kopi TIMES

Partisipasi Pemuda Dalam Kontestasi Elektoral

Jumat, 31 Juli 2020 - 16:22 | 44.23k
Partisipasi Pemuda Dalam Kontestasi Elektoral
Zamaahsari A. Ramzah, Penulis adalah Alumni Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purbalingga. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PURBALINGGA – Pada 9 Desember 2020, negara kita akan menggelar pemilihan kepala daerah serentak di 270 wilayah, terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Pemilihan kepala daerah ini sarana demokrasi lokal melahirkan pemimpin terbaik guna mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemuda diharapkan menjadi elemen penting dalam kontestasi elektoral tersebut. Caranya adalah berpartisipasi aktif mengawal semua tahapan pilkada, mulai pemutakhiran daftar pemilih, pencalonan, kampanye, serta pemungutan dan penghitungan suara, dijalankan dengan kualitas prima berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi yang free and fairness.

Pertama, dalam konteks pemutakhiran daftar pemilih. Pemutakhiran data pemilih dilaksanakan mulai 15 Juli 2020 sampai 13 Agustus 2020 melalui pencocokan dan penelitian (coklit) langsung ke rumah-rumah pemilih oleh petugs pemutakhiran data pemilih (PPDP). Hasil coklit ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara (DPS). 

DPS kemudian diumumkan ke masyarakat untuk mendapat tanggapan. DPS dilakukan perbaikan hasil tanggapan masyarakat untuk ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) pada 16 Oktober 2020. Ada waktu sekitar 4 (empat) bulan dalam proses penyusunan daftar pemilih yang akurat dan bersih.

Partisipasi pemuda dalam proses ini sangat penting dan menentukan akurat tidaknya daftar pemilih. Makin tinggi tingkat partisipasi masyarakat makin besar pula menghasilkan daftar pemilih berkualitas. Partisipasi pemuda bisa dalam bentuk individu atau dengan cara berkolaborasi dengan Bawaslu di masing-masing kabupaten/kota.

Partisipasi bisa dalam bentuk melaporkan langsung ke PPDP, PPS, PPK atau KPU Kabupaten/Kota jika terdapat pemilih meninggal dunia, TNI/Polri, pemilih belum genap berusia 17 tahun atau lebih dan belum menikah, masih terdaftar dalam daftar pemilih; pemilih yang memenuhi syarat tetapi belum terdaftar dalam daftar pemilih; serta melaporkan jika PPDP tidak melakukan coklit secara door to door atau turun ke lapangan (rumah).

Kedua, dalam konteks pencalonan. Pemuda harus mampu memainkan peran sebagai educated man dalam rangka menghadirkan calon-calon kepala daerah yang kompeten, visioner dan berintegritas. Meskipun pencalonan adalah ranah partai politik, tetapi pemuda harus ikut menjadi pelopor sekaligus kelompok penekan (pressure group) lahirnya demokrasi di tubuh partai politik. 

Harapannya partai politik memiliki mekanisme yang akuntabel dan transparan mengenai rekruitmen kader, khususnya kader yang akan dicalonkan dalam pilkada. Sehingga kader yang dicalonkan adalah figur yang berkualitas dengan rekam jejak (track record) yang baik, bersih, jujur, visioner serta pro pemberantasan korupsi.

Di tengah pandemi Covid-19 ini dibutuhkan figur pemimpin yang mampu mengatasi masalah dengan cepat dan tuntas. Memimpin yang menjadi teladan bagi semua orang. Pemimpin yang mampu menggerakkan rakyatnya untuk bersatu mengatasi masalah bersama. Pemimpin yang mengayomi semua orang tanpa memandang status sosial, suku, agama, kultur dan budaya.

Ketiga, dalam konteks kampanye. Kampanye menjadi momentum masyarakat, khususnya pemuda, untuk menilai program kerja serta visi dan misi para pasangan calon. Apakah program kerja itu sesuai dengan keinginan dan harapan serta berpihak masyarakat atau sebaliknya. Kampanye juga menjadi momentum untuk mengetahui tekam jejak (track record) masing-masing pasangan calon.

Pada ranah ini, pemuda harus ikut berpartisipasi dalam rangka memberikan pendidikan politik kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilih pemimpin yang baik. Memilih pemimpin tidak semata-mata soal janji manis saat kampanye, tetapi soal komitmen dan kepedulian serta niat pengabdian untuk membangun kemajuan daerah. Tanpa dilandasi niat tulus mengabdi, sulit merealisasikan berbagai program dan janji-janjinya.

Sudah banyak contoh daerah yang maju dan berkembang pesat sesuai dengan potensi daerahnya ketika dipimpin figur yang tepat. Sebaliknya, sudah banyak pula contoh dimana kepala daerah (gubernur, bupati dan walikota) yang terpilih ditangkap KPK atau penegak hukum karena melakukan abuse of power dan melanggar sumpah janji. 

Keempat, dalam konteks pemungutan dan penghitungan suara. Pemuda harus ikut berpartisipasi aktif dalam memberikan suaranya di TPS. Jumlah kaum muda dengan rentang usia 17-30 tahun diperkirakan mencapai angka sekitar 33.877.029 orang atau setara 32% dari 105.865.716 pemilih sementara dalam Pilkada 9 Desember 2020. Jumlah tersebut sangat mempengaruhi terpilihnya figur kepala daerah berkualitas. 

Di tengah kontestasi elektoral dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 dengan berbagai ketentuan protokol kesehatan, diprediksi mengurangi antusiasme masyarakat datang ke TPS. Kondisi ini bisa jadi dimanfaatkan oleh pasangan calon tertentu untuk melakukan cara-cara kotor seperti, politik uang (money politics) untuk mempengaruhi pemilih. Pemuda harus ikut mengawal supaya praktik money politics ini tidak terjadi.

Kelima, setelah semua peran tersebut dijalankan dengan baik maka tugas terakhir pemuda adalah mengawal kinerja kepala daerah (gubernur, bupati dan walikota) terpilih. Bagaimana memajukan dan mengembangkan daerah, bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat, dan bagaimana memberantas kemiskinan, dan bagaimana kesejahteraan dan keadilan sosial diwujudkan. 

Pada fase inilah pekerjaan paling krusial yang harus diwujudkan oleh kepala derah. Pemuda harus mampu mengawalnya sekaligus menjadi kontrol atas semua kebijakan yang dibuat. Mengingatkan tatkala janji-janji yang dikampanyekan tidak ditepati. “Menegur” ketika program kerja yang disusun tidak dijalankan. “Menjewer” jika pola kepemimpinannya melenceng dari aturan hukum, dan harus mendukung penuh serta mengawal sampai sukses jika kebijakan yang dibuat berpihak pada kemajuan dan kesejahteraan rakyat. 

Supaya peran pemuda tersebut berjalan efektif harus ada dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Perubahan yang besar sulit diwujudkan tanpa dukungan pihak lain. Pada titik ini, kepaduan dan komitmen semua kelompok masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pilkada berkualitas dan melahirkan pemimpin berintegritas. 

Sayangnya, banyak pemuda (termasuk masyarakat) yang masih apatis terhadap politik. Mereka menganggap politik itu buruk, kotor, dan penuh noda. Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan wewenang, rekayasa hukum, manipulasi aspirasi masyarakat, yang dilakukan para elit (politik) dan pemimpin (kelapa daerah) menjadi alasan menguatnya apatisme masyarakat termasuk pemuda.

Harus diakui bahwa praktik tersebut sering dipertontonkan secara telanjang ke masyarakat. Hal itu dikarenakan politik masih dimaknai semata-mata who gets what, when, and how sebagaimana yang dikatakan Harold D. Lasswell, bukan sebagai arena pengabdian dan alat perjuangan untuk mencapai kesejahteraan serta kepentingan masyarakat.

Padahal esensi dari politik adalah untuk kepentingan dan kebaikan masyarakat. Seperti kata Gus Dur, politik itu mulai karena memperjuangkan kepentingan nasib orang banyak. Jika dijalankan dengan benar dan amanah, kemuliaan politik dapat dirasakan banyak orang. Sebaliknya, jika caranya buruk, keburukan politik juga akan dirasakan banyak orang. (*)

***

*)Oleh: Zamaahsari A. Ramzah, Alumni Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purbalingga.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Pakar Geologi ITS Ingatkan Bahaya Potensi Likuefaksi Pascagempa
    Pakar Geologi ITS Ingatkan Bahaya Potensi Likuefaksi Pascagempa
    15/01/2021 - 22:29
  • Pondok Pesantren Tuban Dukung Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri
    Pondok Pesantren Tuban Dukung Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri
    15/01/2021 - 22:17
  • Soal Bencana Alam, Presiden RI Jokowi Minta Masyarakat Ekstra Waspada
    Soal Bencana Alam, Presiden RI Jokowi Minta Masyarakat Ekstra Waspada
    15/01/2021 - 22:11
  • Tekan Angka Pengangguran, Kementan RI Inisiasi Pengembangan 1000 Kampung Hortikultura
    Tekan Angka Pengangguran, Kementan RI Inisiasi Pengembangan 1000 Kampung Hortikultura
    15/01/2021 - 22:05
  • Kementan RI Miliki Sejumlah Platform Hortikultura Digital
    Kementan RI Miliki Sejumlah Platform Hortikultura Digital
    15/01/2021 - 22:00
  • Ketua PCNU Kota Malang Dukung Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri
    Ketua PCNU Kota Malang Dukung Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri
    15/01/2021 - 21:57
  • HMI Sumut akan Bahas Persoalan PT Toba Pulp Lestari di Kongres XXXI Surabaya
    HMI Sumut akan Bahas Persoalan PT Toba Pulp Lestari di Kongres XXXI Surabaya
    15/01/2021 - 21:54
  • Astra Tawarkan Promo Spesial Perawatan Peugeot 206
    Astra Tawarkan Promo Spesial Perawatan Peugeot 206
    15/01/2021 - 21:50
  • Melanggar Aturan PPKM, Acara Hajatan di Purbalingga Dibubarkan
    Melanggar Aturan PPKM, Acara Hajatan di Purbalingga Dibubarkan
    15/01/2021 - 21:45
  • Rayya Haq, Siapkan Diri untuk Ikut Putri Indonesia
    Rayya Haq, Siapkan Diri untuk Ikut Putri Indonesia
    15/01/2021 - 21:40

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pentingnya Keberlanjutan Paradiplomasi Demi Pengembangan Potensi Daerah
    Pentingnya Keberlanjutan Paradiplomasi Demi Pengembangan Potensi Daerah
    15/01/2021 - 21:26
  • Membangun Paradiplomasi dalam Meningkatkan SDM di Era Globalisasi
    Membangun Paradiplomasi dalam Meningkatkan SDM di Era Globalisasi
    15/01/2021 - 20:36
  • Kaum Santri Dalam Tradisi Gerakan Pembaruan di Indonesia
    Kaum Santri Dalam Tradisi Gerakan Pembaruan di Indonesia
    15/01/2021 - 19:54
  • Harapan pada Menparekraf Yang Baru
    Harapan pada Menparekraf Yang Baru
    15/01/2021 - 19:27
  • Tantangan Pelayanan Publik dimasa Pandemi Covid-19
    Tantangan Pelayanan Publik dimasa Pandemi Covid-19
    15/01/2021 - 02:53
  • Menjadi Teman yang Baik
    Menjadi Teman yang Baik
    15/01/2021 - 00:18
  • Asa Baru Pembangunan Desa melalui SDGs Desa
    Asa Baru Pembangunan Desa melalui SDGs Desa
    14/01/2021 - 17:00
  • Nyala Api Belajar di Tengah Pandemi
    Nyala Api Belajar di Tengah Pandemi
    14/01/2021 - 16:24

KULINER

  • Menu Baru 2021 di Golden Palace Hotel Lombok, Ada Taliwang Chicken Steak
    Menu Baru 2021 di Golden Palace Hotel Lombok, Ada Taliwang Chicken Steak
    15/01/2021 - 16:33
  • Yuk Bikin Sarapan Kentang ala Hotel, Egg Baked Potato
    Yuk Bikin Sarapan Kentang ala Hotel, Egg Baked Potato
    15/01/2021 - 06:51
  • Ingin Lebih Sehat, Ganti Kebiasaan Sarapan Nasi dengan Kentang 
    Ingin Lebih Sehat, Ganti Kebiasaan Sarapan Nasi dengan Kentang 
    15/01/2021 - 04:16
  • Melegendanya Kopi Seduhan Mbah Cip di Undar Bundaran Coffee
    Melegendanya Kopi Seduhan Mbah Cip di Undar Bundaran Coffee
    14/01/2021 - 21:06
  • Mengenal Perbedaan Bubur Ayam, yang Mana Favorit Anda? 
    Mengenal Perbedaan Bubur Ayam, yang Mana Favorit Anda? 
    14/01/2021 - 07:33
  • Nama Indonesia Kembali Jadi Sorotan Dunia
    Nama Indonesia Kembali Jadi Sorotan Dunia
    15/01/2021 - 11:02
  • Geger Ada Peti Mayat Muncul di Jalan, Prajurit TNI Lihat Dalamnya
    Geger Ada Peti Mayat Muncul di Jalan, Prajurit TNI Lihat Dalamnya
    15/01/2021 - 00:14
  • Jenderal Kopassus TNI Lihat Puluhan Mayat Bergelimpangan di Sungai
    Jenderal Kopassus TNI Lihat Puluhan Mayat Bergelimpangan di Sungai
    15/01/2021 - 05:00
  • Ngeri, Aksi Jenderal TNI SBY Pimpin Batalyon Paling Garang Saat Perang
    Ngeri, Aksi Jenderal TNI SBY Pimpin Batalyon Paling Garang Saat Perang
    15/01/2021 - 06:20
  • Soal Hina SBY, Ini Petikan Surat Pernyataan Prof Yusuf Kepada USU
    Soal Hina SBY, Ini Petikan Surat Pernyataan Prof Yusuf Kepada USU
    15/01/2021 - 00:00