Kopi TIMES

Kurban Menyembelih Privilese-isme

Kamis, 16 Juli 2020 - 13:42 | 14.20k
Kurban Menyembelih Privilese-isme
Muhammad Dzal Anshar, ASN Kemenag Sul-Sel. (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, SULAWESI – Izinkan saya menyadur sebuah hadis dari Sayyidah Aisyah ra, yang di riwayatkan bil makna oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah:

"Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh Bani Adam/manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya".

Pertanyaannya kemudian, mengapa harus tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya? bukankah yang lebih banyak dikonsumsi dari hewan kurban adalah dagingnya? Sementara ketiga bagian itu lebih banyak dijual atau dibuang.

Akan selalu ada ruang untuk berdebat di medan makna, sudah selaiknya segala hal yang disampaikan Rasulullah mengandung hikmah dan makna takwil, sehingga harus dinanang secara mendalam untuk memahaminya.

Rupanya ketiga bagian yang disebut itu adalah bagian paling 'tidak berguna' dari hewan kurban, di sini Rasulullah menegaskan bahwa berkurban sesungguhnya bukan hanya pengorbanan materi, sebab bagian paling tidak berguna dari hewan kurban saja akan sangat berguna di hari akhir kelak.

Tidak sekadar berkurban materi, tentu ada substansi yang harus ditadaburi dalam pelaksanaan penyembelihan hingga ke proses pembagian daging kurban, sebagai ibadah yang mengandung anasir hablu min Allah dan hablum min al-nas.

Mengenang kembali peristiwa kurban pertama yang ditunaikan oleh umat manusia, dikisahkan tentang Habil dan Qabil sebagai Bani Adam generasi pertama, kronologi kisah keduanya diperinci oleh Al-Qurtubi dalam tafsirnya.

Setelah anak-anak Adam dewasa Allah SWT mengizinkannya untuk menikahkan mereka, Qabil dengan saudari kembar Habil yakni Layudha yang berparas kurang menarik, dan Habil dengan saudari kembar Qabil, Iqlimiyah, yang berparas menarik, agar sama-sama menghasilkan keturunan yang baik. Keputusan itu rupanya diprotes oleh Qabil yang menginginkan saudari kembarnya Iqlimiyah, sebagai solusi, keduanya diperintahkan untuk mempersembahkan kurban, siapa yang kurbannya diterima maka dialah yang berhak menikahi Iqlimiyah.

Qabil berprofesi petani mempersembahkan gandum dan Habil berprofesi peternak mempersembahkan domba muda nan gemuk, Allah SWT rupanya menolak kurban Qabil yang sedari awal menentang keputusan atasnya.

Dari kisah ini, terlalu naif bila kita sekedar paham dan meyakini bahwa diterimanya kurban Habil adalah karena persembahan hasil ternak terbaik, dan alasan ditolaknya kurban Qabil adalah karena mempersembahkan hasil panen yang kurang baik akibat terlanjur dirasuki dengki.

Secara esoteris, ditolaknya kurban Qabil adalah karena ia memahami bahwa perintah kurban hanya sekedar pengorbanan material, padahal lebih penting dari itu, berkurban adalah tentang menyembelih rasa ego, keinginan untuk menang sendiri dan tak peduli dengan hajat hidup orang lain. Sementara Habil, tidak semata mengurbankan domba terbaik (materi), ia bahkan rela "mengurbankan" dirinya sendiri atas saudaranya, Habil meyakini tak ada pembenaran baginya untuk melawan apalagi membunuh saudara kandungnya.

Memaknai kisah kurban, sebagai seorang jelata saya menyimpan anxiety, di antara mereka yang berkurban dari kalangan borjuis ada yang berprofesi pejabat nyambi pengusaha tambang, direktur BUMN, pengusaha ekspor-impor, CEO Startup, sosialita pebisnis barang branded atau artis youtuber dengan subscriber jutaan.

Yang agaknya bagi mereka tak ada masalah bahkan jika syariat mewajibkan hewan yang dikurbankan haruslah sapi limusin dengan berat minimal 1 ton.

Namun sudahkah mereka berkurban dengan sebenar-benarnya kurban? Adakah mereka telah menyembelih hedonisme, kapitalisme, privilese-isme, kebutuhan akan citra, kehausan akan status sosial dan kebuasan akan kemewahan? Adakah kurban bagi mereka adalah amalan yang kultus? Atau kurban tak ubahnya kebutuhan afirmatif dan visual layaknya berswafoto di depan Kakbah, mengendarai sepeda Brompton, selfie menghadap cermin menggunakan HP cap apel krowak, atau sensasi menikmati kopi Starbucks.

Tidakkah mereka merasa insecure saat bergaul dengan mayoritas rakyat Indonesia yang saat masuk ke Indomaret masih bingung memilih antara es krim Vienetta atau es krim Aice? Benarkah mereka betul-betul menunaikan amalan yang dicintai Allah itu? Atau mereka sedang melanjutkan tradisi Qabil yang sekedar menyerahkan sesuatu berupa materi? Atau mungkin lebih menyedihkan, mereka tidak hanya membunuh manusia, tapi membunuh kemanusiaan.

Kurban yang sejatinya bermakna 'dekat' nampaknya telah terdisrupsi, ia justru menciptakan jarak sosial, seolah mengafirmasi mana yang inferior dan mana yang superior.

Data BPS tahun 2019, menunjukkan masih terdapat 24jt+ rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan, yang sepertinya terus bertambah seiring dengan berlarutnya pandemi corona dengan segala tetek-bengeknya.

Tak terbayang bertapa menderitanya menjadi kaum High Net Worth Individual (HNWI) 'individual dengan kekayaan tinggi' di Indonesia, menyaksikan jutaan orang hidup dalam kemiskinan. Setiap hari kuping mereka berdengung mendengarkan orang menjerit hanya karena persoalan sepele seperti kenaikan tarif listrik, iuran BPJS atau sekedar mitos tentang akan dihapuskannya premium.

Betapa bumi-langitnya dengan mereka yang sanggup pulang balik Umrah, mendirikan mesjid dengan dana pribadi atau membagikan kupon daging kurban kepada 1.000 warga kurang mampu. Fidel Castro pada poinnya mengatakan, kapitalisme tidak memiliki kapasitas, moralitas, maupun etika untuk menyelesaikan masalah kemiskinan.

Akhir kata, menyambut hari raya adha, semoga Allah SWT senantiasa meleburkan cinta di antara kita semua, sebagaimana meleburnya cinta Ibrahim kepada Ismail kedalam cinta kepada Allah SWT, Aamiin yaa mujiibas saailiin. (*)

***


*)Oleh: Muhammad Dzal Anshar, ASN Kemenag Sul-Sel.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Kue Bulan Over The Moon, Hiasi Festival Pertengahan Musim Gugur 2020 Shangri-La Hotel
    Kue Bulan Over The Moon, Hiasi Festival Pertengahan Musim Gugur 2020 Shangri-La Hotel
    15/08/2020 - 00:24
  • 200 Mahasiswa ITNY Terima Hibah BNSP
    200 Mahasiswa ITNY Terima Hibah BNSP
    14/08/2020 - 23:55
  • Menkeu RI Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Moderat di Angka 0
    Menkeu RI Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Moderat di Angka 0
    14/08/2020 - 23:41
  • Izinkan Warga Tirakatan HUT 75 RI, Ganjar Pranowo: Tapi Ingat Protokol Kesehatan
    Izinkan Warga Tirakatan HUT 75 RI, Ganjar Pranowo: Tapi Ingat Protokol Kesehatan
    14/08/2020 - 23:34
  • Agus Salim Sulap Cangkang Telur Jadi Barang Bernilai
    Agus Salim Sulap Cangkang Telur Jadi Barang Bernilai
    14/08/2020 - 23:28
  • Ikuti Pidato Kenegaraan, Wabup Irwan: Bangkit di Tengah Pandemi Cara Isi Kemerdekaan 
    Ikuti Pidato Kenegaraan, Wabup Irwan: Bangkit di Tengah Pandemi Cara Isi Kemerdekaan 
    14/08/2020 - 23:22
  • Unik, Kelurahan Satimpo Rayakan HUT RI dengan Tenis Meja Menggunakan Daster
    Unik, Kelurahan Satimpo Rayakan HUT RI dengan Tenis Meja Menggunakan Daster
    14/08/2020 - 23:15
  • Pedang Pora, Iringi Pelepasan AKBP Boyke Karel Wattimena 
    Pedang Pora, Iringi Pelepasan AKBP Boyke Karel Wattimena 
    14/08/2020 - 23:11
  • Kelurahan Tanjung Laut Indah Dirikan Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Rawa Indah
    Kelurahan Tanjung Laut Indah Dirikan Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Rawa Indah
    14/08/2020 - 23:07
  • Peringatan HUT ke-59, Pramuka Ngawi Bagi Masker dan Sembako
    Peringatan HUT ke-59, Pramuka Ngawi Bagi Masker dan Sembako
    14/08/2020 - 23:03

TIMES TV

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

11/08/2020 - 12:48

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo
Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi

Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi
Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?
    RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?
    14/08/2020 - 22:35
  • Menyoal Keseriusan Dinas Pendidikan Mencegah Penularan Covid-19
    Menyoal Keseriusan Dinas Pendidikan Mencegah Penularan Covid-19
    14/08/2020 - 21:20
  • Resesi Tahun 2020-an dan Lingkungan Global yang Berubah
    Resesi Tahun 2020-an dan Lingkungan Global yang Berubah
    14/08/2020 - 17:56
  • Insentif dan Inisiatif Pemulihan Ekonomi
    Insentif dan Inisiatif Pemulihan Ekonomi
    13/08/2020 - 22:48
  • Refleksi Pemuda dalam Kemerdekaan RI Ke-75 di Tengah Pandemi Covid-19
    Refleksi Pemuda dalam Kemerdekaan RI Ke-75 di Tengah Pandemi Covid-19
    13/08/2020 - 21:26
  • Pemberdayaan Ekonomi Digital di Tengah Pandemi Covid-19
    Pemberdayaan Ekonomi Digital di Tengah Pandemi Covid-19
    13/08/2020 - 17:25
  • Belajar dari Kasus Fetish Mahasiswa Surabaya
    Belajar dari Kasus Fetish Mahasiswa Surabaya
    13/08/2020 - 16:03
  • Covid-19 dan Mahasiswa Fiksi
    Covid-19 dan Mahasiswa Fiksi
    13/08/2020 - 15:06
  • JATAM Sebut Lompatan yang Disebut Jokowi Ajakan Bunuh Diri Bagi Rakyat
    JATAM Sebut Lompatan yang Disebut Jokowi Ajakan Bunuh Diri Bagi Rakyat
    15/08/2020 - 00:00
  • Kritik Rektor Universitas Lampung untuk Pandeglang
    Kritik Rektor Universitas Lampung untuk Pandeglang
    14/08/2020 - 23:52
  • 2 Pengurus DPD PAN Solo 'Diusir' dari Kantor Saat Hendak Konferensi Pers
    2 Pengurus DPD PAN Solo 'Diusir' dari Kantor Saat Hendak Konferensi Pers
    14/08/2020 - 23:23
  • Sempat Tertunda, Insentif untuk Tukang Gali Kubur Covid Akhirnya Dicairkan
    Sempat Tertunda, Insentif untuk Tukang Gali Kubur Covid Akhirnya Dicairkan
    14/08/2020 - 23:20
  • Menperin: Sektor Otomotif Alami Perkembangan di Semester Kedua
    Menperin: Sektor Otomotif Alami Perkembangan di Semester Kedua
    14/08/2020 - 23:15
  • Sentil Kelakuan Mumtaz Rais, Eks Pimpinan KPK: Memalukan
    Sentil Kelakuan Mumtaz Rais, Eks Pimpinan KPK: Memalukan
    15/08/2020 - 00:02
  • Heboh Dosen Seks Oral di Palembang, Kenali 4 Bahayanya
    Heboh Dosen Seks Oral di Palembang, Kenali 4 Bahayanya
    15/08/2020 - 00:00
  • 3 Bulan Telusuri Wilayah Ini, Densus 88 Tangkap 72 Terduga Teroris
    3 Bulan Telusuri Wilayah Ini, Densus 88 Tangkap 72 Terduga Teroris
    15/08/2020 - 00:24
  • Didi Riyadi Ungkap Kriteria Perempuan Idamannya, Seperti Siapa Ya?
    Didi Riyadi Ungkap Kriteria Perempuan Idamannya, Seperti Siapa Ya?
    15/08/2020 - 00:30
  • Versi Murah Toyota Rush Segera Meluncur, Harga di Bawah Avanza
    Versi Murah Toyota Rush Segera Meluncur, Harga di Bawah Avanza
    14/08/2020 - 10:12