Kopi TIMES

Utopiskah Peran Pemuda di Belitong Timur?

Rabu, 15 Juli 2020 - 23:12 | 38.63k
Bambang Suherly, S.I.kom, Sekretaris Umum MD KAHMI Belitung Timur, Pengurus Pemuda Muhammadiyah Bangka Belitung, Wakil Ketua KAUMY Cabang Belitong.
Bambang Suherly, S.I.kom, Sekretaris Umum MD KAHMI Belitung Timur, Pengurus Pemuda Muhammadiyah Bangka Belitung, Wakil Ketua KAUMY Cabang Belitong.

TIMESINDONESIA, BELITONG – Dalam sejarah bangsa Indonesia banyak dokumentasi yang menggambarkan peranan pemuda atau kaum muda Indonesia dari sebelum Kemerdekaan 17 Augustus 1945 sampai mengisi pembangunan setelah kemerdekaan untuk bangsa Indonesia terwujud.

Bicara mengenai utopiskah peran pemuda kalau bicara dari perjalanannya tentu sangat menarik untuk diulas dan dikemas. Dalam KBBI, Utopis itu berupa khayal, bersifat khayal dan orang yang memimpikan suatu tatanan masyarakat dan tata politik yang hanya bagus untuk gambaran, tetapi sulit untuk diwujudkan: masyarakat adab dan susila tanpa polisi susila hanya terdapat dalam impian kaum.

Utopis adalah sebuah istilah untuk mendefinisikan awal mula pemikiran sosialisme modern. Idealis yaitu orang yang bercita-cita tinggi. Bahkan orang Idealis biasa jalan hidupnya cenderung terstruktur. Jika kita melihat kenyataan yang ada banyak orang idealis yang tumbang karena utopis (berupa khayal). Bahasa milenialnya sekarang hanya sampai pada ranah "halusinasi".

Idealisme, siapa yang tidak bergetar mendengar atau membaca tentang idealisme. Idealisme identik sekali dengan seseorang yang sangat kuat dengan keyakinan dan kebenarannya, seseorang yang tak pernah menyerah mempertahankan keyakinannya dengan jalan kebenaran yang dia miliki. Jika melihat ke dalam epistemologinya, Idealisme sendiri berasal dari kata ide yang artinya adalah dunia di dalam jiwa (Plato), dimana pandangan ini sangat bertumpu pada sebuah ide manusia. 

Dalam bukunya Republic, Plato menulis bahwa utopia adalah sebuah bentuk tatanan masyarakat yang indah, yang dicirikan oleh kesetaraan dan perilaku warga yang damai. Dalam masyarakat ini musuh sosial (the evil) of society) seperti kemiskinan dan kelaparan tidak ada lagi.

Nah menyoal utopiskah peran pemuda kita bisa juga melihat artikel Airlangga Pribadi yang berjudul "Meneruskan Utopia Indonesia" di situ dituliskan "Salahsatu hikmah paling penting dari tebaran hikmah peristiwa Sumpah Pemuda yang patut kita kenang dan menjadi inspirasi bagi kita bersama, bahwa pada tahun 1928 kaum muda Indonesia mampu merawat dan memperjuangkan sebuah politik utopia, sebuah kesadaran melalui kerja keras dan semangat intelektual yang menyala-nyala, mereka sematkan sebuah kesadaran pada publik bahwa masa depan akan lebih baik dari hari ini. Bahwa kita mampu membuat sebuah perubahan mendasar dan melampaui kemunduran dan ketertinggalan kita dalam kondisi sekarang ini. Atau dalam bahasa agama orang akan mendapatkan keuntungan ketika hari ini lebih baik dari hari kemarin dan esok lebih baik dari hari hari ini."

Peranan pemuda itu sangat penting tapi banyak sebagian pemuda kita hari ini tidak menyadari bahkan mengetahui apa peran mereka. Dunia saat ini sudah move on dari zaman kuno, dan memasuki era milenial, dimana era ini disebut sebagai masa dimana teknologi berkembang dengan pesat dan menjadi sebuah gaya hidup bagi para generasi dialamnya.

Di era ini dengan segala kecanggihan teknologi, tingkat persaingan juga semakin tinggi sehingga menuntut kualitas dan kinerja manusianya untuk lebih ditingkatkan. Pemuda harus mampu beradaptasi dengan cepat, belajar, dan menjadi lebih baik lagi serta melakukan navigasi yang lincah dan tepat agar dapat memecahkan setiap masalah.

Dari uraian tersebut tentu cita-cita pemuda yang berupa khayalan tersebut bisa diwujudkan implementasi dalam berkehidupan sosial kebangsaan dengan semangat juang para penerus bangsa dan agen of change serta pelopor bagi kemajuan daerah dan negara ini. Kehadiran pemuda itu sendiri sangat diharapkan keterlibatannya dalam memberikan kontribusi dan sumbangsih pemikiran bagi daerah dan bangsa ini.

Sebagai pemuda dan mayoritas penduduk muslim di Belitung Timur ini saya pribadi sangat berharap peran pemuda di beltim kehadirannya bermanfaat, didambakan dan  menjadi warna tersendiri ditengah keterpurukan ekonomi karena pandemi covid-19 dan sebagai lokomotif perubahan bagi rekan-rekannya.

Seorang pemuda tangguh itu sejatinya adalah yang menggembirakan, unggul dan berkemajuan, sama halnya sebuah tekad yang bulat pemuda juga harus dilengkapi dengan prinsip yang terkandung dalam diri sejak awal sebagai seorang yang didamba harus memiliki visi yang jelas, kepedulian terhadap sesama, bekerjasama dalam kebaikan, pembelajar dan menyampaikan kebenaran walau itu pahit. 

Fi Sabililhaq, Fastabiqul Khairat

***

*) Oleh: Bambang Suherly, S.I.kom, Sekretaris Umum MD KAHMI Belitung Timur, Pengurus Pemuda Muhammadiyah Bangka Belitung, Wakil Ketua KAUMY Cabang Belitong.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected]

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES