Kopi TIMES

Pembelajaran Daring di Era New Normal

Rabu, 15 Juli 2020 - 16:21 | 17.51k
Pembelajaran Daring di Era New Normal
Hayu Wuranti, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Tengah. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAWA TENGAH – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama tiga kementerian lainnya yaitu Kemenag, Kemenkes dan Kemendagri mengumumkan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru di masa pandemi Covid-19. Di antara keputusannya adalah untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan, tetapi tetap melanjutkan School From Home (SFH) atau Belajar dari Rumah (BDR).

Sementara sekolah di daerah zona hijau (hanya 6 persen atau 85 kabupaten/ kota), dibolehkan melakukan pembelajaran tatap muka, dengan empat syarat yaitu kabupaten/ kota dalam zona hijau, pemerintah daerah atau kanwil/kantor kemenag memberi izin, satuan pendidikan penuhi semua daftar periksa dan siap pembelajaran tatap muka, serta orang tua setuju untuk pembelajaran tatap muka.

Jika memenuhi syarat, maka hanya SMA/SMK/MA yang boleh melakukan sejak bulan pertama. Sedangkan SD/MI dibolehkan pada bulan ketiga, dan PAUD pada bulan kelima, serta pesantren/sekolah boarding di bulan ketiga. Meskipun beberapa daerah telah menyatakan diri memasuki new normal (masa kenormalan baru), tetapi pelaksanaan pendidikan selain zona hijau, tetap melakukan BDR. Bahkan satuan pendidikan di daerah hijau pun masih menerapkan BDR, jika di antara empat syarat di atas tidak terpenuhi.

Pada era new normal saat ini mengharuskan guru dan siswa belajar dari rumah. Sekilas tampak sederhana karena hanya memindahkan lokasi penyelenggaraan pendidikan dari sekolah ke rumah. Aktivitas belajar akan berlangsung seperti biasa dengan kurikulum yang sedang berjalan. Kenyataanya tidak sesederhana itu. Sistem belajar jarak jauh tersebut membutuhkan banyak hal yang harus dipersiapkan serta sejumlah hambatan yang harus diatasi. Hambatan-hambatan itu terkait dengan materi, cara pembelajaran dan biaya. 

Sistem BDR menuntut kemampuan guru dan siswa untuk berkomunikasi melalui media online. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi syarat penting untuk memperlancar BDR.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total jumlah pengguna internet di Indonesia selama 2018 adalah 40 orang per 100 penduduk dengan jumlah rumah tangga sebanyak 66,22 persen yang memiliki akses internet dan meningkat tajam dibandingkan kondisi 2015 yang hanya 22 orang per 100 penduduk dan 38,40 persen rumah tangga mengakses internet.

Penguasaan TIK penduduk Indonesia yang masih jauh di bawah negara-negara lain di dunia ini tentu menjadi suatu kondisi yang harus diperhatikan dalam penerapan sistem belajar online. Di antara 33 provinsi di Indonesia maka ada 16 provinsi memiliki indeks TIK di atas nilai nasional. Lima provinsi dengan Indeks TIK tertinggi di Indonesia adalah DKI Jakarta, DIY, Bali, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau dan Banten. Provinsi dengan Indeks TIK terendah dengan nilai di bawah 4 adalah Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Sistem pembelajaran TIK yang sudah mereka terima di sekolah turut mempengaruhi kemampuan siswa dalam penguasaan TIK. Berdasarkan data BPS pada 2018 pada seluruh jenjang pendidikan dari SD hingga SMA sederajat hanya 10,09 persen sekolah di Indonesia yang mengajarkan ketrampilan komputer di sekolah secara khusus.

Sekolah swasta lebih banyak mengajarkan ketrampilan TIK dibanding sekolah negeri dengan persentase 5,66 dan 18,65 persen. Siswa SD negeri adalah siswa yang paling jarang diajarkan ketrampilan TIK karena hanya 2,69 persen dan SD swasta 10,74 persen.  Jumlah guru-guru yang secara formal sedang atau sudah dibekali dengan ketrampilan TIK juga masih sangat terbatas. Pada seluruh jenjang pendidikan dari SD hingga SMA sederajat hanya 10,10 persen guru yang memiliki bekal kemampuan bidang TIK. Guru SD hanya 6,9 persen yang pernah mengikuti pelatihan TIK jauh lebih kecil dibanding jenjang SMP (11,33 persen) dan SMA (14,43).

Strategi untuk menyiasati kondisi masing-masing wilayah juga perlu dilakukan, karena jaringan listrik yang tidak selalu hadir di wilayah-wilayah tertentu dan akses internet yang belum tentu sekuat di Pulau Jawa. Karena setiap wilayah di Indonesia juga punya karakteristik yang berbeda-beda, baik kondisi listrik, telekomunikasi, maupun literasi teknologi informasi, maka Pemerintah Pusat hanya perlu memberikan pedoman atau standar minimal penyelenggaraan infrastruktur pembelajaran daring. Keberhasilan peningkatan kualitas pembelajaran daring juga harus dikuatkan dalam unsur penilaian implementasi smart city di masing-masing pemerintah daerah. Dengan demikian, terjadi desentralisasi pembelajaran daring yang dapat membantu sekolah maupun kampus di masing-masing daerah untuk tetap bisa bertahan di kondisi normal baru sekarang ini.

Tidak hanya kesenjangan dari sisi kondisi wilayah, dari sisi ekonomi dimana terdapat siswa dari kelompok tidak mampu yang  tidak dapat menjangkau akses yang dibutuhkan untuk BDR. Kebijakan harus diambil dengan sangat berhati-hati dan bijak sehingga bisa sesuai untuk semua kalangan. Kegagalan pemerintah mengambil kebijakan yang tepat akan memperlebar kesenjangan pendidikan dasar masyarakat.

Dampak kebijakan yang diambil saat ini akan sangat berdampak pada hasil pendidikan di masa depan. Keselamatan jiwa itu utama, tapi memutus hak rakyat miskin dan terpinggirkan untuk memperoleh pendidikan saat ini akan membunuh mereka di masa depannya. (*)

***

*)Oleh: Hayu Wuranti, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Tengah.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Peringatan HUT 75 RI dan Hari Jadi Cirebon Digelar Bersama
    Peringatan HUT 75 RI dan Hari Jadi Cirebon Digelar Bersama
    15/08/2020 - 22:50
  • 1304 Pasien Covid-19 di Secapa AD Telah Sembuh 
    1304 Pasien Covid-19 di Secapa AD Telah Sembuh 
    15/08/2020 - 22:43
  • Sambut HUT 75 RI, Jurnalis dan OKP di Ternate Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan
    Sambut HUT 75 RI, Jurnalis dan OKP di Ternate Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan
    15/08/2020 - 22:30
  • Tingkatkan Ekonomi Mandiri, Ibu-ibu PKK di Jombang Ikuti Pelatihan Membuat Masker
    Tingkatkan Ekonomi Mandiri, Ibu-ibu PKK di Jombang Ikuti Pelatihan Membuat Masker
    15/08/2020 - 22:22
  • Selepas WFH, ASN Pemkot Batu Jalani Rapid Test
    Selepas WFH, ASN Pemkot Batu Jalani Rapid Test
    15/08/2020 - 22:16
  • Bupati Majalengka Resmi Laporkan Pelaku Pembajakan Facebook Miliknya
    Bupati Majalengka Resmi Laporkan Pelaku Pembajakan Facebook Miliknya
    15/08/2020 - 22:12
  • PPP Desak Pemerintah Agar Memasukkan Guru Swasta ke Daftar Penerima BLT Rp600 Ribu
    PPP Desak Pemerintah Agar Memasukkan Guru Swasta ke Daftar Penerima BLT Rp600 Ribu
    15/08/2020 - 22:07
  • Siswa SMAN 3 Malang Wakili Indonesia di Ajang Olimpiade Biologi Internasional di Jepang
    Siswa SMAN 3 Malang Wakili Indonesia di Ajang Olimpiade Biologi Internasional di Jepang
    15/08/2020 - 22:03
  • 25 Peserta Berhasil Meraih Beasiswa Udinus dari Wali Kota Kediri
    25 Peserta Berhasil Meraih Beasiswa Udinus dari Wali Kota Kediri
    15/08/2020 - 21:56
  • Ini Alasan PKB Jatuhkan Pilihan ke Kartika Hidayati di Pilbup Lamongan
    Ini Alasan PKB Jatuhkan Pilihan ke Kartika Hidayati di Pilbup Lamongan
    15/08/2020 - 21:44

TIMES TV

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

11/08/2020 - 12:48

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo
Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi

Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi
Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pengaruh Kuliner Asing di Kota Palopo
    Pengaruh Kuliner Asing di Kota Palopo
    15/08/2020 - 14:16
  • Gara-gara Warna, Sekolah menjadi Klaster Baru
    Gara-gara Warna, Sekolah menjadi Klaster Baru
    15/08/2020 - 12:58
  • Kurikulum Taman Kanak-Kanak, Apa Saja Isinya?
    Kurikulum Taman Kanak-Kanak, Apa Saja Isinya?
    15/08/2020 - 12:29
  • Menyelamatkan Umat dari Benturan Peradaban
    Menyelamatkan Umat dari Benturan Peradaban
    15/08/2020 - 05:36
  • Aktivis Sok Bijak vs Kader Tiktok
    Aktivis Sok Bijak vs Kader Tiktok
    15/08/2020 - 03:35
  • RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?
    RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?
    14/08/2020 - 22:35
  • Menyoal Keseriusan Dinas Pendidikan Mencegah Penularan Covid-19
    Menyoal Keseriusan Dinas Pendidikan Mencegah Penularan Covid-19
    14/08/2020 - 21:20
  • Resesi Tahun 2020-an dan Lingkungan Global yang Berubah
    Resesi Tahun 2020-an dan Lingkungan Global yang Berubah
    14/08/2020 - 17:56
  • Kronologi Pak Bolot Tewas Mengenaskan di Kamar Mandi, Ada Sayatan di Leher
    Kronologi Pak Bolot Tewas Mengenaskan di Kamar Mandi, Ada Sayatan di Leher
    15/08/2020 - 23:18
  • Tak Kuat Angkat Beban 408 Kg, Lutut Pria Ini Langsung Patah
    Tak Kuat Angkat Beban 408 Kg, Lutut Pria Ini Langsung Patah
    15/08/2020 - 23:00
  • Persija Jakarta Kumpulkan Pemain 18 Agustus 2020
    Persija Jakarta Kumpulkan Pemain 18 Agustus 2020
    15/08/2020 - 23:00
  • Pak Bolot Tewas Mengenaskan di Bekasi, Bersimbah Darah di Kamar Mandi
    Pak Bolot Tewas Mengenaskan di Bekasi, Bersimbah Darah di Kamar Mandi
    15/08/2020 - 22:51
  • Siapa Laksamana Maeda, Perwira Jepang  dalam Proklamasi Kemerdekaan RI?
    Siapa Laksamana Maeda, Perwira Jepang dalam Proklamasi Kemerdekaan RI?
    15/08/2020 - 22:46
  • Jangan Kaget Lihat Harga Innova Baru yang Meluncur Senin Besok
    Jangan Kaget Lihat Harga Innova Baru yang Meluncur Senin Besok
    15/08/2020 - 14:50
  • Bongkar Borok Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti, Tangan Hancurkan Tembok
    Bongkar Borok Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti, Tangan Hancurkan Tembok
    15/08/2020 - 00:51
  • Deddy Corbuzier Bongkar Rahasia Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti
    Deddy Corbuzier Bongkar Rahasia Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti
    15/08/2020 - 13:04
  • Kepalsuan Sadis Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti Hindari Peluru
    Kepalsuan Sadis Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti Hindari Peluru
    15/08/2020 - 02:09
  • Bahaya, Ada Gudang Bom Nuklir Rahasia Terbesar Dunia di Asia
    Bahaya, Ada Gudang Bom Nuklir Rahasia Terbesar Dunia di Asia
    15/08/2020 - 14:10