Peristiwa Nasional

Kurangi Penumpukan Penumpang, MenPAN RB RI Dorong Penerapan Shift ASN

Rabu, 15 Juli 2020 - 09:01 | 11.22k
Kurangi Penumpukan Penumpang, MenPAN RB RI Dorong Penerapan Shift ASN
Ilustrasi - pengaturan jam kerja dan pembagian shift kerja Aparatur Sipil Negara (FOTO: antarafoto/jojon)
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Instansi pemerintah diminta untuk melakukan pengaturan jam kerja dan pembagian shift kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama tatanan normal baru. Dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (MenPAN RB RI), Tjahjo Kumolo membeberkan alasannya.

Menurut Tjahjo, salah satu tujuan sistem shift adalah untuk mengurangi penumpukan penumpang di satu waktu agar dapat menerapkan physical distancing dan keselamatan kelompok rentan tertular Covid-19.

Untuk menindaklanjuti SE Gugus Tugas terkait percepatan penanganan Covid-19, MenPAN RB RI telah mengeluarkan SE No 65/2020 tentang Pengendalian Pelaksanaan Jam Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Instansi Pemerintah di Wilayah Jabodetabek dalam Tatanan Normal Baru.

Untuk pengaturan mobilitas ASN dari atau menuju wilayah Jabodetabek, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) pada instansi pemerintah agar mematuhi pengaturan jam kerja dan pembagian shift.

Sistem/shift kerja yang diatur harus akuntabel, selektif dan sesuai persyaratan atau kriteria yang ditetapkan dalam SE Menteri PANRB No. 58/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai ASN dalam Tatanan Normal Baru.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa jumlah pegawai yang bekerja dalam shift diatur secara proporsional mendekati perbandingan 50:50. Pengaturan jam kerja antar shift wajib dilakukan dengan jeda minimal 3 jam. 

Shift pertama masuk antara pukul 07.00-07.30, dan pulang antara pukul 15.00-15.30. Sementara untuk shift 2, masuk antara pukul 10.00-10.30, dan pulang sekitar pukul 18.00-18.30. Penyusunan dan penerapan teknis operasional jam kerja oleh masing-masing instansi dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Dalam SE Menteri PANRB itu, PPK menugaskan Pejabat yang Berwenang pada instansi pemerintah untuk melakukan evaluasi jam kerja, dan melaporkannya kepada Menteri PANRB setiap hari Jumat.

"Pejabat yang berwenang pada kementerian/lembaga/daerah agar melakukan evaluasi atas efektivitas pelaksanaan SE ini dan melaporkannya secara tertulis kepada Menteri PAN RB setiap hari Jumat, selambatnya pukul 16.00 WIB," jelas Tjahjo Kumolo di SE tersebut seperti dikutip dari setkab.go.id.

Laporan tertulis kepada MenPAN RB RI dilakukan melalui tautan https://s.id/pelaporanjamkerjaasn. Sedangkan format laporan jam kerja ASN dapat diunduh pada tautan berikut Klik Disini. (*)



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Gojek Ajak UMKM Gotong Royong Go-Digital Lewat #MelajuBersamaGojek
    Gojek Ajak UMKM Gotong Royong Go-Digital Lewat #MelajuBersamaGojek
    11/08/2020 - 00:34
  • HUT 33 Arema FC, Ketua Umum PSSI Doakan Berprestasi
    HUT 33 Arema FC, Ketua Umum PSSI Doakan Berprestasi
    11/08/2020 - 00:18
  • Pupuk Kaltim Komitmen Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Secara Ketat
    Pupuk Kaltim Komitmen Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Secara Ketat
    11/08/2020 - 00:01
  • Pemerintah Daerah Diminta Gencar Sosialisasikan Inpres Nomor 6 Tahun 2020
    Pemerintah Daerah Diminta Gencar Sosialisasikan Inpres Nomor 6 Tahun 2020
    10/08/2020 - 23:53
  • Polresta Bandung Ungkap Kasus Narkoba Modus Jaringan Teputus
    Polresta Bandung Ungkap Kasus Narkoba Modus Jaringan Teputus
    10/08/2020 - 23:46
  • Polresta Bandung Ungkap Kasus Narkoba Modus Jaringan Teputus
    Polresta Bandung Ungkap Kasus Narkoba Modus Jaringan Teputus
    10/08/2020 - 23:46
  • Gerindra Sulteng Tegaskan Prabowo Subianto Dipilih Secara Demokratis
    Gerindra Sulteng Tegaskan Prabowo Subianto Dipilih Secara Demokratis
    10/08/2020 - 23:39
  • Danjen Kopassus Secara Resmi Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104 TA 2020 di Cilacap
    Danjen Kopassus Secara Resmi Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104 TA 2020 di Cilacap
    10/08/2020 - 23:33
  • Covid-19 dan Jaring Pengaman Sosial di Jawa Tengah
    Covid-19 dan Jaring Pengaman Sosial di Jawa Tengah
    10/08/2020 - 23:28
  • DPRD Kota Bontang Sidak Pembangunan Pasar Modern Citra Mas Loktuan
    DPRD Kota Bontang Sidak Pembangunan Pasar Modern Citra Mas Loktuan
    10/08/2020 - 23:20

TIMES TV

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

10/08/2020 - 13:45

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo
Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi

Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi
Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan
Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Covid-19 dan Jaring Pengaman Sosial di Jawa Tengah
    Covid-19 dan Jaring Pengaman Sosial di Jawa Tengah
    10/08/2020 - 23:28
  • Governmentality dan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar
    Governmentality dan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar
    10/08/2020 - 22:32
  • Negara Harus Mampu Menjamin Kebutuhan Dasar Rakyat
    Negara Harus Mampu Menjamin Kebutuhan Dasar Rakyat
    10/08/2020 - 21:38
  • Covid-19, Resesi dan Siaga Satu Perekonomian Indonesia
    Covid-19, Resesi dan Siaga Satu Perekonomian Indonesia
    10/08/2020 - 20:34
  • Mengenali Pola Pikir Antargenerasi
    Mengenali Pola Pikir Antargenerasi
    10/08/2020 - 19:46
  • Literasi Teknologi sebagai Ruang Perjuangan Pemuda
    Literasi Teknologi sebagai Ruang Perjuangan Pemuda
    10/08/2020 - 18:34
  • Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Memang Diperlukan
    Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Memang Diperlukan
    10/08/2020 - 17:25
  • Antara Teori dan Praktik
    Antara Teori dan Praktik
    10/08/2020 - 15:12
  • Link Live Streaming Inter Milan Vs Bayer Leverkusen
    Link Live Streaming Inter Milan Vs Bayer Leverkusen
    11/08/2020 - 01:08
  • Muntah-Muntah, 62 Warga Cianjur Diduga Keracunan Usai Ikuti Selamatan Rumah
    Muntah-Muntah, 62 Warga Cianjur Diduga Keracunan Usai Ikuti Selamatan Rumah
    11/08/2020 - 00:56
  • Link Live Streaming Manchester United Vs Copenhagen
    Link Live Streaming Manchester United Vs Copenhagen
    11/08/2020 - 00:49
  • Diizinkan Menag, Pemprov DKI Belum Mau Buka Pesantren
    Diizinkan Menag, Pemprov DKI Belum Mau Buka Pesantren
    11/08/2020 - 00:00
  • Tok! MA Tolak Permohonan Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
    Tok! MA Tolak Permohonan Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
    10/08/2020 - 23:46
  • Wow, Gisel Blak-Blakan Soal Urusan Ranjang
    Wow, Gisel Blak-Blakan Soal Urusan Ranjang
    11/08/2020 - 00:30
  • Mau Bunuh Kepala Intelijen, Amerika Seret Pangeran Arab ke Pengadilan
    Mau Bunuh Kepala Intelijen, Amerika Seret Pangeran Arab ke Pengadilan
    11/08/2020 - 00:08
  • Eks Sekjen Cantik PSSI Ratu Tisha Banting Setir ke Bisnis Elektronik
    Eks Sekjen Cantik PSSI Ratu Tisha Banting Setir ke Bisnis Elektronik
    11/08/2020 - 00:06
  • Demi Anak, Yuni Shara dan Mantan Suami ke Psikolog
    Demi Anak, Yuni Shara dan Mantan Suami ke Psikolog
    11/08/2020 - 00:02
  • Ketika Buah Naga Jadi Primadona Dunia, Ekspornya Meroket 234 Persen
    Ketika Buah Naga Jadi Primadona Dunia, Ekspornya Meroket 234 Persen
    11/08/2020 - 00:01