News Commerce

Ujian Doktor UMM, Muhammad Syafi'i Angkat Pengembangan Model Discovery Learning

Selasa, 14 Juli 2020 - 07:32 | 43.65k
Ujian Doktor UMM, Muhammad Syafi'i Angkat Pengembangan Model Discovery Learning
Muhammad Syafi'i, Mahasiswa Program Doktor PAI Universitas Muhammadiyah Malang.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, MALANGMuhammad Syafi’i, salah satu mahasiswa Program Beasiswa 5.000 Doktor yang menjalani studi di Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses melewati Ujian Promosi Doktor pada Senin 13 Juli 2020.

Syafi'i mengangkat topik disertasi dengan judul “Pengembangan Model Discovery Learning Dan Implementasinya Dalam Pembelajaran Mikro Bebasis Lesson Study” dengan mencontohkan studi kasus pada program studi Pendidikan Agama Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum Jombang.

Apa itu Discovery learning? Syafi'i menjelaskan, discovery learning merupakan salah satu model pembelajaran yang memiliki sintaks atau tahapan pembelajaran. Yaitu stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, generalization.

Masing-masing sintaks berimplikasi pada motivasi belajar, aktivitas belajar dan hasil belajar. Model pembelajaran ini direkomendasikan penerapannya pada pembelajaran yang didasarkan atas beberapa fakta dari hasil penelitian terdahulu yang menjadi keunggulannya. Di antaranya adalah adanya dorongan untuk belajar secara mandiri untuk berpikir aktif dalam menemukan sesuatu, adanya saling kerjasama dan keaktifan peserta didik untuk mengeluarkan gagasan dalam menguatkan konsep yang ditemukan.

Model discovery learning memiliki banyak keunggulan, di antaranya adalah merangsang motivasi internal dan keaktifan untuk belajar, pengetahuan yang telah diperoleh akan mendalam dan tidak mudah dilupakan, semangat penyelidikan dan keterampilan memecahkan masalah akan dipelihara dan ditingkatkan, memicu potensi kreativitas dan kecerdasan peserta didik.

Syafi’i menuliskan pada disertasinya bahwa penerapan konsep discovery learning tidak berhenti dengan keunggulan-keunggulan yang ada. Namun, terdapat juga kelemahan model tersebut dalam penerapannya. Seperti model tersebut mengharuskan peserta didik memiliki kekuatan sentripetal positif yang tidak dimiliki oleh semua peserta didik.

Kedua membutuhkan waktu lebih lama dari pada metode pengajaran tradisional. Ketiga, discovery learning menuntut guru atau dosen untuk menguasai materi dan fleksibilitas masalah dalam kelas.

Discovery learning dikenal juga dengan istilah instruksional kognitif dimana pembelajaran dengan penerapan model tersebut memiliki sasaran kompetensi yang terfokus pada proses pencapaian kemampuan kognitif. Syafi’i mengungkapkan model tersebut memiliki keterbatasan-keterbatasan pada pencapaian kemampuan ranah psikomotorik dan afektif.

Berdasarkan keunggulan dan kelemahan penerapan konsep discovery lerning, maka dibutuhkan pengembangan model dengan sistematika prosedur tertentu yang menyempurnakan konsep lama sehingga dapat diterapkan dalam pembelajaran dengan menyeimbangkan pancapaian ranah-ranah kompetensi. 

Keunggan dan Kekurangan Model Discover Learning

Berdasarkan data yang diperoleh tentang kondisi awal model discovery learning yang diterapkan pada program studi PAI Unipdu dalam kegiatan perkuliahan, menunjukkan bahwa model yang diterapkan dosen dalam kegiatan perkuliahan secara garis besar telah memenuhi substansi prosedur model discovery learning. Yakni adanya upaya pelibatan mahasiswa agar berinteraksi dengan sumber belajar sehingga terjadi proses belajar yang aktif dan induktif, namun terdapat kendala yang menjadi kelemahan konsep discovery learning dan keunggulan yang dirasakan para dosen pada saat menerapkan model tersebut.

Keunggulan yang dirasakan oleh dosen dalam menerapkan model tersebut adalah pertama mendorong mahasiswa untuk berinteraksi dengan objek yang dikaji sehingga muncul pengalaman baru yang nilainya lebih kuat dari pada penyampaian secara deduktif.

Kedua mahasiswa lebih aktif dan percaya diri dengan pemahaman yang dicapai karena pencapaian tersebut diperoleh melalui proses usahanya sendiri. Ketiga keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran dapat menumbuhkan sikap ulet, rasa ingin tahu, optimis dan kemandirian untuk berusaha. 

Di sisi lain mahasiswa yang juga dosen di UNIPDU ini juga mengemukakan kelemahan yang dirasakan oleh dosen adalah pertama model tersebut kurang tepat diterapkan pada pencapaian ranah psikomotorik dalam pembelajaran. Kedua konsep yang terdapat pada model tersebut lebih menekankan pada aspek kognitif.

Ketiga durasi waktu yang dibutuhkan untuk menerapkan model tersebut relatif cukup panjang karena memerlukan proses berpikir untuk menemukan pemecahan masalah terhadap bahasan pada materi yang diajarkan.

Keempat mahasiswa tidak akan bisa aktif dan kurang memberikan respon, jika tidak diawali dengan kegiatan yang bisa memicu dan memacu ketertarikan mahasiswa terhadap objek yang dipelajari. Keunggulan dan kelemahan inilah yang menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan konsep discovery learning. 

Implikasi dan Kajian Teoritik

Dalam presentasinya Muhammad Syafi'i menjelaskan adapun pengembangan konsep dalam kajian awal tentang substansi model dengan melibatkan teori Brunner, Thorndike dan Kolb.  Sehingga melahirkan konsep inductive discovery learning yang mencakup fase stimulasi, eksplorasi, asosiasi, konseptualisasi dan eksperimentasi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk mencapai kompetensi ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik

Ada beberapa tahapan yang membedakan antara konsep sebelum dikembangkan dan konsep sesudah dikembangkan. Konsep discovery learning sebelum dikembangkan memiliki enam tahapan kegiatan dalam prosedur pembelajaran. Yakni stimulation (pemberian rangsangan), problem statement (identifikasi masalah), data collection (pengumpulan data), data processing (pengolahan data), verification (pembuktian) dan generalization (penarikan kesimpulan).

Konsep discovery learning lebih menekankan pada aspek kognitif sedangkan inductive discovery learning lebih luas menekankan proses penemuan atau pencapaian pengalaman, kemampuan yang dapat digunakan pada ranah kognitif, psikomotorik dan afektif.  

Tahapan berikutnya di mana stimulasi pada inductive discovery learning merupakan penyatuan dari tahap stimulation dan problem statement, dimana tahap tersebut merupakan tahap pemberian rangsangan kepada peserta didik agar berinteraksi dengan berpikir, bergerak untuk memahami objek.

Tahap eksplorasi memiliki kesamaan dengan tahap data collection (pengumpulan data) pada model discovery learning, namun tahap eksplorasi lebih dikembangkan dengan menekankan pada proses pengalaman, pencarian, penemuan kebenaran secara aktif berdasarkan petunjuk pada tahap stimulasi.

Tahap asosiasi sebagaimana dengan tahap data processing (pengolahan data) pada model discovery learning, tidak hanya mengolah data yang didapat, tetapi berusaha agar hasil pengumpulan, pencarian, menjadi ide atau gagasan, kemampuan dan pengalaman yang benar. 

Berikutnya Syafi’i menjabarkan tentang tahap konseptualisasi memiliki kesamaan dengan tahap verification (pembuktian) dan generalization (penarikan kesimpulan). Letak persamaannya adalah pada proses penemuan (konsep), namun tahap tersebut lebih dikembangkan lagi dengan membuat kontruksi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman baru. 

Artinya proses tersebut merupakan tahap dimana peserta didik berusaha menemukan dan membuat kontruksi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman baru dalam kegiatan pembelajaran. Tahap eksperimentasi merupakan Proses mengemukakan pengetahuan, mendemonstrasikan keterampilan  dan menampilkan pengalaman yang telah ditemukan.

Tahap ini bisa dikategorikan sebagai penguatan setelah proses verification (pembuktian) dan generalization (penarikan kesimpulan) terhadap kemampuan yang tidak dibatasi pada ranah kognitif tapi juga keterampilan dan sikap. 

Mengutip penjabaran “Berdasarkan hasil data penerapan pengembangan model (inductive discovery learning) pada mata kuliah micro teaching berbasis lesson study yang telah saya analisa, terdapat tiga indikator keberhasilan, yaitu aktivitas, hasil belajar dan respon dimana secara akumulatif ketiga indikator tersebut dinilai telah berhasil jika dibandingkan dengan model sebelum pengembangan sebagaimana penelitian terdahulu yang hanya menghasilkan peningkatan kemampuan ranah kognitif,” ungkap Muhammad Syafi’i. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • 5 Nama Negara Peserta Piala Eropa 2021 dalam Bahasa Indonesia beserta Alasannya
    5 Nama Negara Peserta Piala Eropa 2021 dalam Bahasa Indonesia beserta Alasannya
    19/06/2021 - 21:44
  • Pemerintah Rilis Logo HUT RI ke-76, Ini Link dan Cara Downloadnya
    Pemerintah Rilis Logo HUT RI ke-76, Ini Link dan Cara Downloadnya
    19/06/2021 - 21:36
  • Mengenal Vandalisme, Graffiti dan Mural
    Mengenal Vandalisme, Graffiti dan Mural
    19/06/2021 - 21:23
  • Legenda Pelari Cepat India Milkha Singh Meninggal Karena Covid-19
    Legenda Pelari Cepat India Milkha Singh Meninggal Karena Covid-19
    19/06/2021 - 21:15
  • Polres Ciamis Imbau Wisatawan Patuhi Rambu dan Prokes di Pantai Pangandaran
    Polres Ciamis Imbau Wisatawan Patuhi Rambu dan Prokes di Pantai Pangandaran
    19/06/2021 - 20:50

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Dampak Strategis Tuan Rumah API 2021
    Dampak Strategis Tuan Rumah API 2021
    19/06/2021 - 19:00
  • Potensi Mikroalga sebagai Energi Terbarukan di Indonesia
    Potensi Mikroalga sebagai Energi Terbarukan di Indonesia
    19/06/2021 - 14:50
  • Gerakan Menguatkan ”Rumah Kita”
    Gerakan Menguatkan ”Rumah Kita”
    19/06/2021 - 11:12
  • Konsep Dasar Filsafat Pendidikan Islam Dalam Perspektif Pemikiran Ibnu Taimiyah
    Konsep Dasar Filsafat Pendidikan Islam Dalam Perspektif Pemikiran Ibnu Taimiyah
    19/06/2021 - 09:33
  • Mendidik dengan (Mewujudkan) Pancasila
    Mendidik dengan (Mewujudkan) Pancasila
    19/06/2021 - 00:22
  • 1001 Manfaat Kampus Merdeka
    1001 Manfaat Kampus Merdeka
    18/06/2021 - 23:08
  • UUCK dan Semangat Penyelesaian Legalitas Perkebunan
    UUCK dan Semangat Penyelesaian Legalitas Perkebunan
    18/06/2021 - 19:35
  • Hate Speech Hati-hati Menggunakan Jarimu
    Hate Speech Hati-hati Menggunakan Jarimu
    18/06/2021 - 18:38

KULINER

  • Hidangan Tinggi Serat dan Rendah Lemak, Ini Resep Sayur Oyong
    Hidangan Tinggi Serat dan Rendah Lemak, Ini Resep Sayur Oyong
    19/06/2021 - 05:25
  • Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    16/06/2021 - 16:48
  • Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    16/06/2021 - 07:45
  • Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    15/06/2021 - 07:32
  • ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    15/06/2021 - 03:12