Indonesia Positif

Pentingnya Penyuluhan Kebiasaan Baru pada Petani di Tengah Pandemi Covid-19

Senin, 13 Juli 2020 - 16:21 | 99.80k
Pelaksanaan dan sosialisasi menuju kebiasaan baru. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
Pelaksanaan dan sosialisasi menuju kebiasaan baru. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BATU – Adaptasi kehidupan baru dalam menjalankan aktivitas hidup ditengah pandemi covid-19 yang belum selesai. Perlu penyelesaian masalah kehidupan selama covid-19 dan sebuah adaptasi manusia untuk mempertahankan hidupnya. 

Kebiasaan mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan agar tidak tertular virus menjadi suatu keharusan dalam menjalankan rutinitas pekerjaan. Pandemi ini tidak semata-mata berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga sosial ekonomi masyarakat. 

Petani-BBPP-Batu-4.jpg

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan keyakinannya, Indonesia dapat melewati masa pandemi ini, bahkan keluar menjadi bangsa pemenang. Khususnya, untuk sektor pertanian, Mentan percaya kondisi ini bisa menjadi momentum memperkuat kemandirian pangan nasional. 

Pada kesempatan lain Kepala Badan PPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan semua insan pertanian harus tetap bekerja dengan semangat tinggi dan tangguh, untuk mewujudkan kemandirian pangan. Kita membutuhkan tenaga ekstra keras, pemikiran-pemikiran out of the box, serta kerja sama yang semakin erat. 

Saatnya para petani, penyuluh, peneliti, akademisi, dan pelaku sektor pertanian lainnya untuk menjadi pahlawan bagi bangsa dan negara.

Sejalan dengan arahan kebijakan diatas, Walikota Batu Dewanti Rumpoko menekankan  agar tiap SKPD di pemerintahan Kota Batu untuk turut aktif menekan penyebaran dan ikut serta memantau penerapan protokol kesehatan di masyarakat. 

Petani-BBPP-Batu-5.jpg

Respon positif telah ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Ir. Sugeng Pramono, terkait dengan penanganan Covid- 19. Beberpa hari terakhir ini, untuk Kota Batu secara keseluruhan bertambah cukup signifikan, namun demikian tidak ada yang positif covid- 19.  

Sementara untuk Desa Sumberbrantas sendiri tidak ditemukan adanya penyebaran Covid,
hal ini tentu menjadi bahan pertimbangan untuk terus melakukan sosialisasi covid- 19 dan imbauan penerapan protokol kesehatan ke masyarakat.

Sasaran dilakukan di Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji KOta Batu meliputi Dusun Lemah Putih, Dusun Krajan dan Dusun Jurang Kuali. Kegiatan meliputi membagikan masker kepada pelaku usaha tani yang kedapatan tidak memakai masker, menempelkan poster di tempat strategis serta meliihat sampe sejauh mana penerapan protokol kesehatan telah diterapkan oleh pelaku usaha tani seperti toko-toko pertanian, pengepul sayur yang banyak terdapat di Desa Sumberbrantas.

Dalam kesempatan terpisah kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu sekaligus sebagai penanggungjawab LTT Kota Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, menyambut gembira keputusan yang diambil oleh Pemerintah Kota Bat.

Masa pandemi memberikan dampak positif dan juga dampak negatif terasa oleh manusia dari lapisan terbawah sampai lapisan atas. Dampak negatif diantaranya  ketidak stabilnya ekonomi, mungkin juga kekurangan pangan. Oleh karena itu kesehatan penyuluh atau petani juga perlu dijaga .(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES