Kopi TIMES

Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi

Senin, 13 Juli 2020 - 22:00 | 19.27k
Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
Haris Zaky Mubarak, MA, Sejarawan dan Direktur Jaringan Studi Indonesia.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Hari ini, Indonesia dan dunia tengah dilanda pandemi Covid-19. Secara rasional tentu peran dari Bank Indonesia (BI) untuk dapat menyelesaikan masalah krisis ekonomi global akibat dampak pandemi Covid-19 sangatlah besar. BI sebagai lembaga otoritas utama dalam membentengi ketahanan perbankan harus mampu bergerak cepat menyelesaikan segala persoalan perbankan yang nyatanya tengah mengalami kelesuan dan juga kontraksi hebat selama masa pandemi Covid-19.

Sejumlah ekonomi dunia seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia dan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) menyebut sampai akhir tahun 2020 perekonomian global 2020 akan tumbuh negatif, dan berpeluang membaik baru pada 2021 mendatang. Apa yang terjadi dalam perekonomian global sejatinya mewakili realitas ekonomi yang terjadi pada banyak negara di dunia. 

Mencermati kondisi perekonomian Indonesia yang mengalami dampak langsung dari Covid-19, Gubernur Bi, Perry Warjiyo, menyatakan tindak lanjut kebijakan menghadapi wabah pandemi Covid-19 adalah dengan memberikan beberapa kebijakan penting terkait indikator ekonomi terkini dan kebijakan strategis  yang ditempuh oleh Bank Indonesia (BI) selama pandemi Covid-19. 

Seperti yang dipaparkan dalam situs resmi BI, www.bi.go.id. BI sangat mendukung langkah kebijakan kenormalan baru dengan cara memastikan pelaksanan tugas bank sentral di bidang perbankan, sistem permbayaran dan pasar keuangan serta bekerjasama dengan industri agar aktivitas moneter, keuangan dan sistem pembayaran berjalan dengan aman dan lancar untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Langkah Praktis

Jika menilik sejarahnya, Bank Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama BI ini merupakan Bank Sentral Republik Indonesia dimana saat pemerintahan Hindia Belanda memiliki nama De Javasche Bank. Sejak tahun 1828 De Javasche Bank yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda ini difungsikan sebagai bank sirkulasi yang bertugas mencetak dan mengedarkan uang.

Tahun 1953 Undang-Undang Pokok BI telah menetapkan BI untuk menggantikan fungsi De Javasche Bank sebagai bank sentral, dengan tiga tugas utama pada bidang moneter, perbankan, dan juga sistem pembayaran. Dalam perkembangannya, pada tahun 1968 terbitlah Undang Undang Bank Sentral yang mengatur kedudukan dan tugas BI sebagai bank sentral, terpisah dari bank lain yang melakukan fungsi komersial. 

Keberadaan BI dalam perekonomian Indonesia semakin kokoh karena sejak tahun 1999 lahir UU No. 23/1999 yang berisi tujuan tunggal dari Bank Indonesia yakni menjaga kestabilan rupiah. Pasca reformasi, UU Bank Indonesia mengalami amandemen pada tahun 2004 dan 2008. Pada tahun 2004 amandemen BI berfokus aspek penting yang terkait tugas dan wewenang dari BI, termasuk penguatan governance. Sementara pada tahun 2008, berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 2008 tentang Bank Indonesia disana dijelaskan peran BI dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Amandemen ini dimaksudkan meningkatkan ketahanan perbankan nasional menghadapi krisis global.

Dari kelahirannya jelas jika BI memiliki peran yang besar menata sistem ekonomi nasional. Dalam era adaptasi kebiasaan baru seperti sekarang, BI merekomendasikan penuh langkah ekonomi yang sesuai dengan protokol yang ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah, utamanya dalam penanganan pandemi Covid-19. BI memprakirakan implementasi adaptasi kebiasaan baru mendorong aktivitas ekonomi terutama meningkatkan pendapatan masyarakat. Laju dari pertumbuhan ekonomi Indonesia  pada triwulan II – 2020 diprakirakan akan menurun dan  kembali meningkat pada triwulan III – 2020. 

Sampai hari ini, BI juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh dalam menjaga stabilitas makro ekonomi, sistem keuangan, serta menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tetap baik dan berdaya tahan

Regulator Ekonomi

Mencermati semua langkah kebijakan BI ditengah situasi sulit pandemi Covid-19 maka kita dapat menilai jika peran BI sampai hari ini sangatlah sentral dan strategis. Terlebih BI harus memastikan lajur situasi ekonomi Indonesia masih memiliki daya ketahanan yang memadai.

Kuatnya peran BI dalam menjaga ketahanan ekonomi inilah yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan tengah mempertimbangkan kembali untuk memberikan peran sentral regulator dan pengawasan semua bank di Indonesia kepada BI seperti yang pernah dijalankan oleh BI sampai akhir tahun 2013,  sebelum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil peran tersebut. Pertimbangan mendasar Presiden Jokowi untuk mengembalikan peran regulator dan pengawas terhadap semua bank di Indonesia kepada BI dinilai karena ketidakpuasan Presiden akan kinerja OJK selama masa pandemi Covid-19. 

Jika menilik sejarahnya, pendirian OJK berdasarkan Undang - Undang tahun 2011 dengan maksud untuk mengawasi lembaga keuangan. OJK dihadirkan pada masa itu sebagai bentuk transparansi bersama dalam hal tata kelola pengawasan keuangan di Indonesia. Tapi sepertinya OJK masih belum kuat dalam memainkan perannya sebagai regulator ekonomi dan pengawas bank di Indonesia. 

Terbukti, Dewan audit tertinggi Indonesia, yakni Badan Pengawas Keuangan (BPK) juga turut menilai peran pengawasan yang selama ini dilakukan oleh OJK cukup lemah. Terlebih dengan hadirnya masalah PT.Bank Bukopin Tbk yang selama masa pandemi Covid-19 memiliki arus kas negatif dan berupaya untuk membatasi penarikan simpanan.Situasi ini tentu saja menambah keraguan besar banyak kalangan terhadap kinerja OJK.

Jika benar BI kembali mendapatkan peran lamanya sebagai regulator dan pengawas terhadap semua bank di Indonesia maka BI perlu untuk memantapkan diri kembali sebagai lembaga negara yang independen dan sebagai sebuah badan hukum. Kedudukan BI sebagai Lembaga Negara yang independen memiliki arti bahwa BI memiliki otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana yang telah ditentukan dalam undang-undang. Pihak luar tidak diijinkan mencampuri tugas BI dan BI juga berhak menolak interversi dalam bentuk apa pun. Kedudukan BI dalam konteks ini bertujuan agar BI dapat melaksanakan peran dan juga fungsinya sebagai lembaga otoritas moneter independen professional yang efektif dan efisien.

Pada sisis lain BI sebagai badan hukum publik ataupun perdata juga sudah diatur dalam undang-undang. Yang mana BI memiliki kewenangan untuk menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan dari undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai tugas dan wewenangnya. 

Sebagai bank sentral, BI memiliki satu tujuan utama yaitu memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai mata uang rupiah terhadap sektor barang dan jasa tercermin dalam perkembangan laju inflasi. Dalam hal lain, BI juga mengatur kestabilan mata uang negara lain yang tercermin dalam perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Akhir kata, jika peran regulator dan pengawas dikembalikan kembali pada BI maka BI akan kembali pada peran vitalnya untuk menjalankan kebijakan besar moneter Indonesia. 

***

*) Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA, Sejarawan dan Direktur Jaringan Studi Indonesia.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Ahmad Basarah Raih Bintang Jasa Utama, PDIP Jatim: Beliau Berpolitik Dengan Etika
    Ahmad Basarah Raih Bintang Jasa Utama, PDIP Jatim: Beliau Berpolitik Dengan Etika
    14/08/2020 - 09:48
  • Hari UMKM, Sekda Muba Serahkan Pemenang Lomba Video Kreatif UMKM Bangkit
    Hari UMKM, Sekda Muba Serahkan Pemenang Lomba Video Kreatif UMKM Bangkit
    14/08/2020 - 09:36
  • Tukang Kritik Dapat Bintang Jasa Mahaputra Nararya, Ini Komentar Anis Matta
    Tukang Kritik Dapat Bintang Jasa Mahaputra Nararya, Ini Komentar Anis Matta
    14/08/2020 - 09:24
  • DPD PDIP Jatim Bangga Megawati Soekarnoputri Dapat Penghargaan dari Pemerintah
    DPD PDIP Jatim Bangga Megawati Soekarnoputri Dapat Penghargaan dari Pemerintah
    14/08/2020 - 09:12
  • Pelanggar Masker Meningkat, Ini Permohonan Anies Baswedan untuk Warga Jakarta
    Pelanggar Masker Meningkat, Ini Permohonan Anies Baswedan untuk Warga Jakarta
    14/08/2020 - 09:05
  • Kemenparekraf RI Promosikan Wisata Yogyakarta dan Jateng ke Pasar Jerman
    Kemenparekraf RI Promosikan Wisata Yogyakarta dan Jateng ke Pasar Jerman
    14/08/2020 - 08:58
  • Bukit Watu Geligir, Daya Tarik Wisata Terpendam Desa Tertinggal
    Bukit Watu Geligir, Daya Tarik Wisata Terpendam Desa Tertinggal
    14/08/2020 - 08:52
  • PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Hingga 27 Agustus
    PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Hingga 27 Agustus
    14/08/2020 - 08:45
  • Heboh Dangdutan Bupati Malang Sanusi, JSI: Bully yang Berujung Apresiasi
    Heboh Dangdutan Bupati Malang Sanusi, JSI: Bully yang Berujung Apresiasi
    14/08/2020 - 08:37
  • Merlan Effendi: Bekerja Ikhlas, Fokus Jalan Agar Terus Mulus
    Merlan Effendi: Bekerja Ikhlas, Fokus Jalan Agar Terus Mulus
    14/08/2020 - 08:31

TIMES TV

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

11/08/2020 - 12:48

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo
Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi

Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi
Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Insentif dan Inisiatif Pemulihan Ekonomi
    Insentif dan Inisiatif Pemulihan Ekonomi
    13/08/2020 - 22:48
  • Refleksi Pemuda dalam Kemerdekaan RI Ke-75 di Tengah Pandemi Covid-19
    Refleksi Pemuda dalam Kemerdekaan RI Ke-75 di Tengah Pandemi Covid-19
    13/08/2020 - 21:26
  • Pemberdayaan Ekonomi Digital di Tengah Pandemi Covid-19
    Pemberdayaan Ekonomi Digital di Tengah Pandemi Covid-19
    13/08/2020 - 17:25
  • Belajar dari Kasus Fetish Mahasiswa Surabaya
    Belajar dari Kasus Fetish Mahasiswa Surabaya
    13/08/2020 - 16:03
  • Covid-19 dan Mahasiswa Fiksi
    Covid-19 dan Mahasiswa Fiksi
    13/08/2020 - 15:06
  • Untuk Para Guru: Perbarui Media Pembelajaran Kita
    Untuk Para Guru: Perbarui Media Pembelajaran Kita
    13/08/2020 - 12:02
  • Fatalnya Cendekiawan Konservatif
    Fatalnya Cendekiawan Konservatif
    13/08/2020 - 11:37
  • Belajar Dengan “Asisten” Guru Darurat di Rumah
    Belajar Dengan “Asisten” Guru Darurat di Rumah
    13/08/2020 - 10:10
  • Sate Kambing Pak H Bejo Sudah Buka, Restoran Favorit Dua Presiden RI Lho!
    Sate Kambing Pak H Bejo Sudah Buka, Restoran Favorit Dua Presiden RI Lho!
    14/08/2020 - 10:05
  • Kabar Baik, Dokter Temukan Cara Agar Pasien Covid-19 Stop Pakai Ventilator
    Kabar Baik, Dokter Temukan Cara Agar Pasien Covid-19 Stop Pakai Ventilator
    14/08/2020 - 10:02
  • Kamala Harris, Cawapres Bersejarah di Pemilu AS 2020
    Kamala Harris, Cawapres Bersejarah di Pemilu AS 2020
    14/08/2020 - 10:00
  • Naik Rp 12.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.040.000 per Gram
    Naik Rp 12.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.040.000 per Gram
    14/08/2020 - 09:58
  • Isu Resesi Tekan Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
    Isu Resesi Tekan Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
    14/08/2020 - 09:50
  • Ini Tarif Manggung Penyanyi Top Wanita, Agnez Mo hingga Ayu Ting Ting
    Ini Tarif Manggung Penyanyi Top Wanita, Agnez Mo hingga Ayu Ting Ting
    14/08/2020 - 00:07
  • Jangkankan Lawan China, Militer Taiwan Belum Tentu Bisa Kalahkan TNI
    Jangkankan Lawan China, Militer Taiwan Belum Tentu Bisa Kalahkan TNI
    14/08/2020 - 05:58
  • Telkom Beberkan Penyebab Indihome Tumbang, Telkomsel Bagi-bagi Paket
    Telkom Beberkan Penyebab Indihome Tumbang, Telkomsel Bagi-bagi Paket
    14/08/2020 - 06:10
  • Gila, Mike Tyson Beri Tugas Dosa ke Pengawal Saat Maniak Seksnya Kumat
    Gila, Mike Tyson Beri Tugas Dosa ke Pengawal Saat Maniak Seksnya Kumat
    14/08/2020 - 06:30
  • Video Pria Tembaki Bos Pelayaran di Kelapa Gading hingga Tewas
    Video Pria Tembaki Bos Pelayaran di Kelapa Gading hingga Tewas
    14/08/2020 - 08:31