Kopi TIMES

Mengulik Visi Pendidikan Kita

Jumat, 10 Juli 2020 - 11:27 | 28.05k
Mengulik Visi Pendidikan Kita
Henyk Nur Widaryanti S. Si., M. Si., Dosen Universitas Soerjo Ngawi.

TIMESINDONESIA, NGAWI – Kemajuan teknologi, perkembangan dunia industri, serta persaingan ketatnya dunia kerja tak ayal membuat para sarjana gundah gulana. Karena saat ini meski menjadi lulusan terbaik PT, tak menjamin langsung mendapatkan pekerjaan mapan. Lika-liku pendidikan sejak dulu memang selalu menjadi perbincangan. Baik karena susah tembusnya ataupun tak bisa menjamin lulus langsung dapat kerja. 

Memang tak dapat dipungkiri, ada sebuah kesenjangan antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan SDM dalam perindustrian. Oleh karena itu perlu perbaikan. Agar lulusan PT kompeten dalam bidangnya masing-masing. Tak kalah dengan lulusan luar. Mampu bersaing baik di kancah nasional maupun internasional. 

Khusus pendidikan vokasi, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan pernikahan antara PT dengan industri-industri di tahun 2020. Tujuannya, agar sinergisitas lulusan vokasi sebanding dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, para lulusan ahli terapan tak banyak melongo mencari pekerjaan. (kagama, 26/5/20) 

Usaha ini didukung dengan program Kemendikbud di PT tentang Merdeka Belajar. Harapannya program tersebut dapat menunjang program perjodohan kampus dengan industri. Dengan perpanjangan lama magang, penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri, kerjasama penelitian diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang diminta oleh industri. Sehingga industri tak lagi mengeluarkan biaya besar untuk melatih mereka agar sesuai kebutuhan industri.

Dalam kemajuan teknologi dan industri seperti saat ini, berbagai program memang harus dicanangkan. Agar lulusan PT kita tak kalah dengan luaran. Dan industri tak memilih impor tenaga kerja. Namun, tak bisa dielak bahwa Kemendikbud selaku wakil dari pemerintah tak bisa memaksakan perjodohan ini dan menyamakan antara pendidikan dan dunia industri. Secara fitrah keduanya sudah berbeda. Sehingga yang bisa dilakukan adalah memperbaiki sistem pendidikan bukan sekadar kurikulumnya.  

Meskipun program Merdeka belajar dan perjodohan dengan industri ini berjalan, jika sistem pendidikannya tak diperbaiki maka, SDM yang dihasilkan pun tak akan maksimal. Tujuan pendidikan seharusnya  mampu mencetak lulusan yang tak hanya kompeten tapi juga berbudi luhur.

Jika tak berbudi luhur, tak akan menjamin akan mampu bertahan dengan nilai kejujuran, kebenaran dan keimanan dalam dunia kerja. Budi luhur ini bisa diperoleh dari baik iman dan takwanya. 

Terbukti saat ini, tak hanya pendidikan vokasi. Lulusan-lulusan kompeten masih banyak yang kita temui ternyata malah korupsi, penggelapan dana, hingga kecurangan dilakukan. Artinya, keberhasilan pendidikan masih dipertanyakan. Maka, hanya kompeten di bidangnya saja tak cukup. Perlu adanya penanaman nilai moral dan agama.

Pendidikan yang baik bukan sekadar pendidikan bervisi dunia (lulus bisa kerja), tapi juga memiliki visi akhirat (bagaimana agar pekerjaannya barokah). Sehingga mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memburu kenikmatan dunia, tapi juga memburu akhirat. Mereka memahami, bahwa tujuan belajar adalah menuntut ilmu. Bukan hanya mendapat nilai dan lulus. 

Tertanam dalam diri mereka bahwa amalan yang tidak terputus ketika mereka meninggal salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Sehingga, ketika lulus mereka mampu mengaplikasikan ilmunya untuk kebaikan, pengabdian masyarakat bukan hanya mencari keuntungan pribadi. Jadi, ketika kuliah mereka akan bersungguh-sungguh, menikmati prosesnya dengan jujur, ikhlas dan sabar. Tak akan mengambil jalan pintas, atau stres dengan perkuliahan yang ada. 

Jika nuansa belajar seperti ini telah terwujud. Secara berangsur akan muncul pribadi-pribadi yang berkepribadian luhur. Yang kompeten sekaligus idealis dalam memegang prinsip. Tentunya nuansa seperti ini tak bisa dilakukan bidang pendidikan sendiri. Karena penanaman agama dan norma tak hanya di bangku pendidikan saja. Tapi sejak pendidikan dalam keluarga dan dukungan masyarakat. 

Maka, visi pendidikan  yang baik harus  didukung oleh pemerintah, masyarakat maupun keluarga. Serta bidang luar sebagai pendukungnya seperti industri, bidang penelitian ataupun bidang lainnya. Semua kerja sama ini harus memiliki satu visi yang sama. Menjadikan hidup bermakna dengan bervisi akhirat. Karena jika kita bervisi akhirat maka dunia dijamin akan ada di genggaman. Tapi jika sebaliknya, kita hanya dapat dunia. Dan akhirat "say goodbye". Wallahua'lam bishowab. 

***

*)Oleh: Henyk Nur Widaryanti S. Si., M. Si., Dosen Universitas Soerjo Ngawi.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

______
*)
Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Pesona Diego Michiels di Latihan Perdana Bersama Arema FC
    Pesona Diego Michiels di Latihan Perdana Bersama Arema FC
    15/06/2021 - 06:23
  • Pantai Ngobyogan Pacitan, Keindahan Samudra yang Tersembunyi
    Pantai Ngobyogan Pacitan, Keindahan Samudra yang Tersembunyi
    15/06/2021 - 05:43
  • ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    15/06/2021 - 03:12
  • Melihat Karya Apik dalam Pameran Fotografi Handphone di Gresik
    Melihat Karya Apik dalam Pameran Fotografi Handphone di Gresik
    15/06/2021 - 02:27
  • BBWS Brantas ke Banyuwangi, Masalah Air Bersih di Kawah Ijen Segera Tuntas
    BBWS Brantas ke Banyuwangi, Masalah Air Bersih di Kawah Ijen Segera Tuntas
    15/06/2021 - 01:36

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ichhatigkeit
    Ichhatigkeit
    14/06/2021 - 13:29
  • Kacamata Akademisi: Tes Wawasan Kebangsaan Berujung Peretasan?
    Kacamata Akademisi: Tes Wawasan Kebangsaan Berujung Peretasan?
    14/06/2021 - 13:06
  • Distrosi di Balik Sebuah Inovasi Pendidikan
    Distrosi di Balik Sebuah Inovasi Pendidikan
    14/06/2021 - 11:33
  • Kasus Tambang Emas Sangihe, Mari Kita ‘Sumpek’ dengan Elegan
    Kasus Tambang Emas Sangihe, Mari Kita ‘Sumpek’ dengan Elegan
    14/06/2021 - 10:33
  • Mengenal Infeksi Jamur Hitam (Mucormycosis) di India
    Mengenal Infeksi Jamur Hitam (Mucormycosis) di India
    14/06/2021 - 08:39
  • Sebenarnya, Apa Sih Maunya Bung Karno Itu?
    Sebenarnya, Apa Sih Maunya Bung Karno Itu?
    14/06/2021 - 05:38
  • Strategi Pengembangan Profesionalisme dalam Pembelajaran di Pendidikan Sekolah Dasar
    Strategi Pengembangan Profesionalisme dalam Pembelajaran di Pendidikan Sekolah Dasar
    12/06/2021 - 13:56
  • Menciptakan Ruang dan Waktu di Era Pandemi
    Menciptakan Ruang dan Waktu di Era Pandemi
    12/06/2021 - 10:30

KULINER

  • ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    15/06/2021 - 03:12
  • Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    Dawet Ayu Bu Seni, Satu-Satunya Kuliner Tradisional di Taman Ganjaran
    13/06/2021 - 16:03
  • Sensasi Nikmatnya Bakmi Jawa di Kopi Luwak Mataram Yogyakarta
    Sensasi Nikmatnya Bakmi Jawa di Kopi Luwak Mataram Yogyakarta
    13/06/2021 - 06:16
  • Chef Grand Aston Yogyakarta Ciptakan Menu Makanan Plant-Based
    Chef Grand Aston Yogyakarta Ciptakan Menu Makanan Plant-Based
    13/06/2021 - 05:22
  • Cimplung Kuliner Tradisional Masyarakat Pangandaran yang Mulai Terlupakan
    Cimplung Kuliner Tradisional Masyarakat Pangandaran yang Mulai Terlupakan
    13/06/2021 - 00:12