Kopi TIMES

Konsep Pesantren Ramah Perempuan

Kamis, 09 Juli 2020 - 17:00 | 22.24k
Konsep Pesantren Ramah Perempuan
Imron Falaq, Santri Pondok Pesantren El-Bayan Bendasari Majenang Cilacap.

TIMESINDONESIA, CILACAP – Berbicara  tentang pesantren  sangat erat kaitannya dengan pengajaran syariat Islam. Pesantren merupakan sistem pendidikan tertua saat ini dan dianggap sebagai produk budaya Indonseia yang indigenous.

Sebelum tahun 1960-an, pusat-pusat pendidikan pesantren di Indonesia lebih dikenal dengan nama pondok. Istilah pondok barangkali berasal dari pengertian asrama-asrama santri atau tempat tinggal yang dibuat dari bambu atau  berasal dari kata Arab, funduq yang artinya hotel atau asrama.

Sedangkan kata pesantren sendiri berasal dari kata “santri”, dengan awalan pe di depan dan akhiran an yang berarti tempat tinggal santri. Sedangkan kata santri sendiri ada yang mengatakan berasal dari bahasa Jawa yaitu “cantrik”, yang memiliki makna seseorang yang selalu mengikuti seorang guru kemana guru tersrbut menetap.

Pesantren selalu dipahami sebagai lembaga pendidikan Islam paling klasik, tradisional, ortodoks dan konservatif. Publik beranggapan bahwa pesantren merupakan “komunitas kaum sarungan”. Istilah kaum sarungan melekat pada orang-orang yang sehari-harinya mengenakan kain sarung (laki-laki maupun perempuan) yang identik sebagai sebuah identitas kultural terbelakang. 

Berkembangnya sistem pendidikan Islam yang ada di pesantren membuat eksistensi dan esensi pengajaran di pesantren dalam dunia pendidikan semakin banyak yang melirik. Pada masa pemerintahan orde baru sistem pendidikan pesantren terreduksi akibat intervensi pemerintah dalam menggarap sektor pembangunan di berbagai aspek. Sistem pemerintahan sentralistik yang pada saat itu menekankan pada stabilitas politik, kamtibmas, dan prioritas pembangunan sektor ekonomi, belum lagi munculnya percepatan kemajuan di bidang sains dan teknologi, berkembangnya pasar bebas dan berbagai institusi non-pemerintah (LSM). 

Kisah inspiratif perempuan dalam Islam tentu tidak lepas dari sosok perempuan pertama yang diciptakan Allah SWT yaitu Hawa (sebagai perempuan pertama) lengkap dengan semua sifat-sifat femininnya untuk mengimbangi dan mendampingi Adam yang memiliki segala sifat maskulin. Keseimbangan ini berasal dari sifat Tuhan yang universal, yang memiliki sifat maskulin seperti Maha kuasa, Maha Agung, Maha Hebat, Maha Perkasa dan sebagainya, yang semuanya menunjukkan pada kebesaran, keagungan, kekuasaan serta kontrol dan maskulin.

Sebaliknya selain memiliki sifat-sifat di atas, Tuhan juga memiliki sifat-sifat yang lebih menekankan pada feminitas, seperti Maha Indah, Maha Dekat, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Lembut, Maha pengampun, Maha Pemaaf, Maha Pemberi dan sebagainya. Semuanya dikenal dengan nama-nama keindahan, melembutkan, anugrah, dan rahmat.

M. Quraish Shihab mengatakan bahwa “Kemampuan paru-paru laki-laki menghirup udara lebih besar/banyak daripada denyut lelaki”. Secara umum, lelaki lebih cenderung kepada olah raga, berburu, atau melakukan pekerjaan yang melibatkan gerakan dibandingkan perempuan. Lelaki secara umum juga lebih agresif sementara perempuan lebih tenang dengan sifat lembutnya. Islam menjamin hak-hak perempuan.

Sebelum Islam datang, kaum perempuan dipandang sebelah mata dan hak-haknya diabaikan serta tidak memiliki kesempatan yang sama dalam berpartisipasi di kehidupan sosial kemasyarakatan, sehingga orang-orang bangsawan Quraisy malu mempunyai anak perempuan, yang karenanya dikubur hidup-hidup sebelum orang lain tahu. Sedangkan kaum laki-laki menempati posisi sentral dan istimewa dalam keluarga dan masyarakat. Mereka bertanggung jawab secara keseluruhan dalam persoalan kehidupan keluarga, sehingga kaum perempuan secara umum hanya mengekor kaum lelaki.  

Dalam sistem yang ada di pesantren, ada stigma yang mendiskreditkan kaum perempuan, bahwa kaum perempuan mempunyai kapasitas yang tidak egaliter seperti santri laki-laki.

Contoh riilnya ialah seorang santri laki-laki atau ustaz diperbolehkan mengajar santri putri, sedangkan santri putri tidak diperbolehkan mengajar santri putra. Sebenarnya ada kekeliruan dalam pandangan demikian. Pondok pesantren yang membatasi ruang kerja perempuan memang hal biasa yang sudah banyak terdapat di daerah manapun.

Namun, ada sebuah pemikiran yang memberikan ruang kepada perempuan dalam berkontribusi di pesantren. Pemikiran yang terlahir dari sosok penulis sekaligus pemilik pesantren di Cirebon yaitu KH. Muhammad Husein. Beliau sudah menulis kurang lebih 35 buku baik karya sastra maupun karya ilmiah.

Buah dari pemikiran beliau berangkat dari banyaknya permasalahan perempuan yang sulit untuk diselesaikan, menurut beliua agama terhadap perempuan masih sangat biasa, masih menomor duakan dan memarjinalkan. Maksud dari agama ini ialah penafsiran terhadap teks, dimana banyak orang menganggap bahwa teks itu agama yang memiliki sakralitas dan keabadian, dari hal tersebut beliua lebih memilih memandang perempuan melalui agama, karena bagi beliau agama tidak mungkin memberi ketidak adilan terhadap makhluk ciptaan Tuhan.

Konsep yang ditawarkan K.H. Husein Muhammad untuk pembaharuan di pesantren sehingga tercipta pesantren yang berkeadilan dan ramah terhadap perempuan adalah sebagai berikut: 

Konsep Tauhid 

Memahami tauhid sebagai manifestasi terhadap penghargaan terhadap hak-hak manusia. Manusia dari manapun dia berasal, dari mana latar belakangnya pada ujungnya kita berasal dari satu sumber yang sama yakni ciptaan Allah SWT. Tidak ada perbedaan kedudukan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain, antara laki-laki dan perempuan karena kedudukan tertinggi hanyalah Allah SWT. Konsep ini ditujukan agar perempuan dan laki-laki, mereka sama-sama memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk mengimplementasikan dalam kehidupan. Karena adil bukan dilihat dari makna kesamaaanya tapi makna keseusiannya serta kebutuhannya. Jika seorang sudah mampu memahami tauhid tentu ia tidak akan memberikan rasa sakit kepada sesama makhluknya.

Konsep Fiqh Perempuan 

K.H. Husein Muhammad mencoba mengkaji ulang kitab-kitab klasik (kuning) dengan analisis dan kritis yang mendalam disertai pendekatan gender agar tercipta pesantren yang pelajaran dan pengajarannya ramah dan berkeadilan terhadap perempuan.

Dalam bidang pernikahan, misalnya perempuan berhak memilih pasangan atau calon suaminya tanpa ada paksaan dari orang tua atau wali. Dalam bidang politik, dilegalkannya perempuan ikut serta untuk menjalani peran politik domestik maupun publik. Dalam konsep fiqih perempuan memiliki berbagai perincian, seperti halnya perempuan berhak untuk memilih pasangan, perempuan diperbolehkan untuk berkhitan, perempuan dan memilih nikah di usia muda.

Konsep Baru Relasi Suami Istri (Ta’liq wa Takhrij Syarh Uqud al Lujjain) 

Pandangan Imam Nawawi dalam kitabnya sangat setereotip dan bias gender. Jadi, tidak seluruh laki-laki bisa memimpin perempuan, karena hanya sebagian laki-laki saja yang diberikan kelebihan oleh Allah SWT. K.H. Husein Muhammad tidak membebankan kewajiban nafkah kepada sepihak atau kepada suami. Beliau mengatakan bahwa dalam hal kewajiban nafkah dalam rumah tangga tidak ada yang diberikan kewajiban secara khusus, artinya siapa yang mampu dalam memberikan nafkah atau mencari nafkah dialah yang berkewajiban memberi nafkah dalam keluarga. 

Konsep Hak Perempuan dalam Politik

Sebagai hamba Tuhan, perempuan juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan, memakmurkan bumi dan mensejahterakan manusia. Tidak ada perbedaan  untuk tugas-tugas itu antara perempuan dan laki-laki. Tuhan memberikan kepada mereka, lakil-aki dan perempuan, potensi-potensi dan “al-ahliyah” atau kemampuan-kemampuan untuk bertindak secara otonom yang diperlukan bagi tanggung jawab menunaikan amanah tersebut.

Sejarah kenabian mencatat perempuan yang memainkan peran ini bersama kaum laki-laki ialah Khadijah, Aisyah, Ummu Salamah dan para istri Nabi yang lain, Fatimah (putri), Zainab (cucu), Sukainah (cicit) adalah perempuan-perempuan terkemuka yang cerdas. Mereka sering terlibat dalam diskusi tentang tema-tema sosial dan politik bahkan mengkritik kebijakan-kebijakan domestik maupun publik yang patriarki.

Penerapan Konsep Pesantren Ramah Perempuan K.H. Husein Muhammad di Pondok Pesantren Dar at-Tauhid Cirebon dapat dilihat dari interaksi santri laki-laki dan perempuan sedikit lebih terbuka, mereka bisa mengaji di tempat yang sama dan pelajaran yang sama dengan tetap menggunakan hijab atau satir (sekat pemisah).

***

*) Oleh: Imron Falaq, Santri Pondok Pesantren El-Bayan Bendasari Majenang Cilacap.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rizal Dani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • 200 Mahasiswa ITNY Terima Hibah BNSP
    200 Mahasiswa ITNY Terima Hibah BNSP
    14/08/2020 - 23:55
  • Menkeu RI Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Moderat di Angka 0
    Menkeu RI Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Moderat di Angka 0
    14/08/2020 - 23:41
  • Izinkan Warga Tirakatan HUT 75 RI, Ganjar Pranowo: Tapi Ingat Protokol Kesehatan
    Izinkan Warga Tirakatan HUT 75 RI, Ganjar Pranowo: Tapi Ingat Protokol Kesehatan
    14/08/2020 - 23:34
  • Agus Salim Sulap Cangkang Telur Jadi Barang Bernilai
    Agus Salim Sulap Cangkang Telur Jadi Barang Bernilai
    14/08/2020 - 23:28
  • Ikuti Pidato Kenegaraan, Wabup Irwan: Bangkit di Tengah Pandemi Cara Isi Kemerdekaan 
    Ikuti Pidato Kenegaraan, Wabup Irwan: Bangkit di Tengah Pandemi Cara Isi Kemerdekaan 
    14/08/2020 - 23:22
  • Unik, Kelurahan Satimpo Rayakan HUT RI dengan Tenis Meja Menggunakan Daster
    Unik, Kelurahan Satimpo Rayakan HUT RI dengan Tenis Meja Menggunakan Daster
    14/08/2020 - 23:15
  • Pedang Pora, Iringi Pelepasan AKBP Boyke Karel Wattimena 
    Pedang Pora, Iringi Pelepasan AKBP Boyke Karel Wattimena 
    14/08/2020 - 23:11
  • Kelurahan Tanjung Laut Indah Dirikan Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Rawa Indah
    Kelurahan Tanjung Laut Indah Dirikan Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Rawa Indah
    14/08/2020 - 23:07
  • Peringatan HUT ke-59, Pramuka Ngawi Bagi Masker dan Sembako
    Peringatan HUT ke-59, Pramuka Ngawi Bagi Masker dan Sembako
    14/08/2020 - 23:03
  • Takut Pabrik Bioetanol Kembali meledak, Warga Usulkan Pembangunan Pagar Pengaman
    Takut Pabrik Bioetanol Kembali meledak, Warga Usulkan Pembangunan Pagar Pengaman
    14/08/2020 - 22:55

TIMES TV

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

11/08/2020 - 12:48

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo
Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi

Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi
Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?
    RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?
    14/08/2020 - 22:35
  • Menyoal Keseriusan Dinas Pendidikan Mencegah Penularan Covid-19
    Menyoal Keseriusan Dinas Pendidikan Mencegah Penularan Covid-19
    14/08/2020 - 21:20
  • Resesi Tahun 2020-an dan Lingkungan Global yang Berubah
    Resesi Tahun 2020-an dan Lingkungan Global yang Berubah
    14/08/2020 - 17:56
  • Insentif dan Inisiatif Pemulihan Ekonomi
    Insentif dan Inisiatif Pemulihan Ekonomi
    13/08/2020 - 22:48
  • Refleksi Pemuda dalam Kemerdekaan RI Ke-75 di Tengah Pandemi Covid-19
    Refleksi Pemuda dalam Kemerdekaan RI Ke-75 di Tengah Pandemi Covid-19
    13/08/2020 - 21:26
  • Pemberdayaan Ekonomi Digital di Tengah Pandemi Covid-19
    Pemberdayaan Ekonomi Digital di Tengah Pandemi Covid-19
    13/08/2020 - 17:25
  • Belajar dari Kasus Fetish Mahasiswa Surabaya
    Belajar dari Kasus Fetish Mahasiswa Surabaya
    13/08/2020 - 16:03
  • Covid-19 dan Mahasiswa Fiksi
    Covid-19 dan Mahasiswa Fiksi
    13/08/2020 - 15:06
  • JATAM Sebut Lompatan yang Disebut Jokowi Ajakan Bunuh Diri Bagi Rakyat
    JATAM Sebut Lompatan yang Disebut Jokowi Ajakan Bunuh Diri Bagi Rakyat
    15/08/2020 - 00:00
  • Kritik Rektor Universitas Lampung untuk Pandeglang
    Kritik Rektor Universitas Lampung untuk Pandeglang
    14/08/2020 - 23:52
  • 2 Pengurus DPD PAN Solo 'Diusir' dari Kantor Saat Hendak Konferensi Pers
    2 Pengurus DPD PAN Solo 'Diusir' dari Kantor Saat Hendak Konferensi Pers
    14/08/2020 - 23:23
  • Sempat Tertunda, Insentif untuk Tukang Gali Kubur Covid Akhirnya Dicairkan
    Sempat Tertunda, Insentif untuk Tukang Gali Kubur Covid Akhirnya Dicairkan
    14/08/2020 - 23:20
  • Menperin: Sektor Otomotif Alami Perkembangan di Semester Kedua
    Menperin: Sektor Otomotif Alami Perkembangan di Semester Kedua
    14/08/2020 - 23:15
  • Heboh Dosen Seks Oral di Palembang, Kenali 4 Bahayanya
    Heboh Dosen Seks Oral di Palembang, Kenali 4 Bahayanya
    15/08/2020 - 00:00
  • Sentil Kelakuan Mumtaz Rais, Eks Pimpinan KPK: Memalukan
    Sentil Kelakuan Mumtaz Rais, Eks Pimpinan KPK: Memalukan
    15/08/2020 - 00:02
  • Versi Murah Toyota Rush Segera Meluncur, Harga di Bawah Avanza
    Versi Murah Toyota Rush Segera Meluncur, Harga di Bawah Avanza
    14/08/2020 - 10:12
  • ICW Kaget Dengar Pidato Jokowi soal 'Tidak Main-main Berantas Korupsi'
    ICW Kaget Dengar Pidato Jokowi soal 'Tidak Main-main Berantas Korupsi'
    14/08/2020 - 13:33
  • Telkom Beberkan Penyebab Indihome Tumbang, Telkomsel Bagi-bagi Paket
    Telkom Beberkan Penyebab Indihome Tumbang, Telkomsel Bagi-bagi Paket
    14/08/2020 - 06:10