Kopi TIMES

New Normal, Pemberdayaan Masyarakat

Rabu, 08 Juli 2020 - 22:05 | 44.69k
New Normal, Pemberdayaan Masyarakat
Irwan Hidayat, Mahasiswa aktif prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah IAIN Jember. 
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JEMBER – Masyarakat umumnya saat pandemi covid-19 bahkan istilah New normal salah satu kebijakan baru yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia untuk masyarakat umum nya sebagai alternatif pasca pandemi covid-19, bukan lantas covid-19 sudah tidak ada melainkan adanya penerapan New Normal salah satu solusi yang di tawarkan kepada masyarakat.

Salah satu adanya penerapan New Normal bukanlah salah satu seenaknya sendiri masyarakat melakukan kegiatan di luar rumah, keluyuran dan melakukan acara yang bersifat mengundang banyak orang. Akan tetapi, masyarakat tetap waspada dan mengikuti protocol kesehatan seperti wajib bermasker dan cuci tangan saat keluar rumah untuk menghindar dari penyebaran wabah covid-19.

Yang paling menarik adalah masyarakat pinggiran umumnya yang tidak mengenal apa itu “New Normal”? sebelum adanya penerapan pembatasan social berskala besar (PSBB), WFK, dan new normal masyarakat pinggiran tentu masih belum begitu meyakini dengan apa covid-19 atau disebut denan istilah (Corona) apalagi ada penerapan New Normal masyarakat sebagian saja tetap tidak peduli dengan adanya tersebut. Karena masyarakat pinggiran tetap melakukan aktivitas di luar rumah meskipun hanya terbatas.

Tentu masyarakat tidak ingin mengalami keterbatasan dalam beraktivitas dalam pencarian perekonomiaan. masyarakat lalu mengalami semacam bullying dari berbagai pihak atas penyebaran ini, padahal hal itu terjadi diantara umatnya sendiri dan tidak ada peran. Tetap saja publik yang marah menggeneralisir tanpa kompromi.

Kita dapat bayangkan bagaimana kalau di Indonesia terus-terusan kondisi seperti ini, contoh : pendidikan, ekonomi, sosial dan lain sebagainya.

Dari faktor ekonomi jadi sasaran yang mulai melemah khususnya dikalangan masyarakat pinggiran. Meskipun, terdapat perbedaan mendasar antara masyarakat dan pemerintah, program pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pembangunan desa sangat erat berkaitan dengan program yang disusun sendiri oleh masyarakat juga mampu untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat serta dapat menciptakan pembangunan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Maka, dalam pemberdayaan masyarakat dibutuhkan sebuah strategi yang dapat dikembangkan untuk mencerminkan paradigma baru pembangunan khususnya di era new normal ini.

Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa pasal 1 ayat 12 menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat desa adalah upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan proritas kebutuhan masyarakat desa.

Dalam upaya pemberdayaan masyarakat perlu disadari pemahaman bahwa munculnya ketidak berdayaan masyarakat akibat masyarakat tidak memiliki kekuatan (Powerless) untuk mengidentifikasi dari faktor diatas maka ada beberapa jenis kekuatan yang dimiliki masyarakat dan dapat digunakan untuk memberdayakannya. Semisal (kekuatan atas pilihan pribadi) uapaya pemberdayaan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan pilihan pribadi atau kesempatan untuk hidup lebih baik. (Kekuatan dalam menentukan kebutuhan sendiri) pemberdayaan yang dilakukan dengan mendapingi mereka untuk merumuskan kebutuhannya sendiri. (Kekuatan dalam kebebasan berekspresi) pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan mengembangkan kapasitas mereka untuk bebas berekspresi dalam bentuk budaya publik.

(Kekuatan Kelembagaan) pemberdayaan dilakukan dengan meningkatkan aksebilitas masyarakat terhadap kelembagaan pendidikan, kesehatan, keluarga, keagamaan, sistem kesejahteraan sosial, struktur pemerintahan, media dan sebagainya. Serta yang terakhir (Kekuatan sumber daya ekonomi) pemberdayaan dilakukan dengan meningkatkan aksebilitas dan kontrol terhadap aktivitas ekonomi.

Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat desa merupakan pengembangan yang dilakukan untuk masyarakat dengan meningkatkan kemampuan dalam menentukan masa depannya sendiri dan berpartisipasi dalam mempengaruhi kehidupannya sendiri. Berkaitan dengan pemberdayan masyarakat, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk memberdayakan masyarakat, di antaranya adalah:

Strategi Fasilitasi, yaitu mengharapkan kelompok yang menjadi sasaran program sadar terhadap pilihan-pilihan dan sumberdaya yang dimiliki. Strategi ini dikenal sebagai strategi kooperatif, yaitu agen peubah secara bersama-sama dengan kliennya (masyarakat) mencari penyelesaian. Strategi edukatif, yaitu strategi yang diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mempunyai pengetahuan dan keahlian terhadap segmen yang akan diberdayakan. Strategi persuasive, yaitu strategi yang ditujukan untuk membawa perubahan melalui kebiasaan dalam berperilaku. Strategi ini lebih cocok digunakan bila target tidak sadar terhadap kebutuhan perubahan atau mempunyai komitmen yang rendah terhadap perubahan.

Strategi kekuasaan, yaitu strategi yang efektif membutuhkan agen peubah yang mempunyai sumber-sumber untuk memberi bonus atau sanksi pada target serta mempunyai kemampuan untuk monopolis akses. Untuk terlaksananya strategi-strategi tersebut, program unggulan harus dibuat dan dilaksanakan secara terstrukur dan terencana dengan komitmen yang kuat (Sen dan Nielsen 1996).

Maka dari itu dalam masa Era New-Normal ini diharapkan pemerintah tingkat desa ada salah satu terobosan baru untuk menanggulangi kemiskinan demi kemaslahatan kesejahtraan masyarakat dan mengikuti prosedur protokol kesehatan. (*)

***

*) Oleh : Irwan Hidayat, Mahasiswa aktif prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah IAIN Jember. 

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Launching Pilkada Serentak KPU Musirawas Berjalan Sukses
    Launching Pilkada Serentak KPU Musirawas Berjalan Sukses
    15/08/2020 - 18:04
  • Kyai NU Restui Pasangan Tino-Mustamsikin Maju Pilkada Kendal 2020
    Kyai NU Restui Pasangan Tino-Mustamsikin Maju Pilkada Kendal 2020
    15/08/2020 - 17:43
  • Anak Wali Kota Risma Siap Maju Pilkada Surabaya, Ini Tanggapan Ketua DPC PDIP Surabaya
    Anak Wali Kota Risma Siap Maju Pilkada Surabaya, Ini Tanggapan Ketua DPC PDIP Surabaya
    15/08/2020 - 17:29
  • Menteri BUMN Erick Thohir Tegaskan Pemerintah Fokus Penanganan Covid-19 dan Ekonomi 
    Menteri BUMN Erick Thohir Tegaskan Pemerintah Fokus Penanganan Covid-19 dan Ekonomi 
    15/08/2020 - 17:20
  • Erick Thohir: Indonesia Siap Lakukan Imunisasi Massal Covid-19 pada 2021
    Erick Thohir: Indonesia Siap Lakukan Imunisasi Massal Covid-19 pada 2021
    15/08/2020 - 17:12
  • Tiga Tim Asal Pacitan Lolos Babak Semifinal Kerjurnas Bridge 2020
    Tiga Tim Asal Pacitan Lolos Babak Semifinal Kerjurnas Bridge 2020
    15/08/2020 - 17:04
  • Anak Wali Kota Risma Mengaku Siap Maju Pilkada Surabaya 2020
    Anak Wali Kota Risma Mengaku Siap Maju Pilkada Surabaya 2020
    15/08/2020 - 16:57
  • Gubernur Jatim Khofifah Imbau Lakukan Renungan Jelang Detik Kemerdekaan RI
    Gubernur Jatim Khofifah Imbau Lakukan Renungan Jelang Detik Kemerdekaan RI
    15/08/2020 - 16:52
  • Dandim 0624/Kabupaten Bandung Sosialisasikan Protokol 3M Lewat Wayang Golek
    Dandim 0624/Kabupaten Bandung Sosialisasikan Protokol 3M Lewat Wayang Golek
    15/08/2020 - 16:45
  • Universitas Darul 'Ulum Jombang Berikan Tiga Beasiswa untuk Mahasiswa Baru
    Universitas Darul 'Ulum Jombang Berikan Tiga Beasiswa untuk Mahasiswa Baru
    15/08/2020 - 16:38

TIMES TV

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

11/08/2020 - 12:48

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo
Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi

Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi
Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pengaruh Kuliner Asing di Kota Palopo
    Pengaruh Kuliner Asing di Kota Palopo
    15/08/2020 - 14:16
  • Gara-gara Warna, Sekolah menjadi Klaster Baru
    Gara-gara Warna, Sekolah menjadi Klaster Baru
    15/08/2020 - 12:58
  • Kurikulum Taman Kanak-Kanak, Apa Saja Isinya?
    Kurikulum Taman Kanak-Kanak, Apa Saja Isinya?
    15/08/2020 - 12:29
  • Menyelamatkan Umat dari Benturan Peradaban
    Menyelamatkan Umat dari Benturan Peradaban
    15/08/2020 - 05:36
  • Aktivis Sok Bijak vs Kader Tiktok
    Aktivis Sok Bijak vs Kader Tiktok
    15/08/2020 - 03:35
  • RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?
    RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?
    14/08/2020 - 22:35
  • Menyoal Keseriusan Dinas Pendidikan Mencegah Penularan Covid-19
    Menyoal Keseriusan Dinas Pendidikan Mencegah Penularan Covid-19
    14/08/2020 - 21:20
  • Resesi Tahun 2020-an dan Lingkungan Global yang Berubah
    Resesi Tahun 2020-an dan Lingkungan Global yang Berubah
    14/08/2020 - 17:56
  • Gagal Bayi Tabung, Indra Bekti dan Aldilla Coba Kehamilan Secara Alami
    Gagal Bayi Tabung, Indra Bekti dan Aldilla Coba Kehamilan Secara Alami
    15/08/2020 - 18:19
  • 4 Universitas Buka Jalur Seleksi Mandiri, Solusi Tidak Lolos SBMPTN 2020
    4 Universitas Buka Jalur Seleksi Mandiri, Solusi Tidak Lolos SBMPTN 2020
    15/08/2020 - 18:16
  • Spesimen Covid-19 yang Selesai Diperiksa Capai 1,8 Juta, 13 Persen Positif
    Spesimen Covid-19 yang Selesai Diperiksa Capai 1,8 Juta, 13 Persen Positif
    15/08/2020 - 18:15
  • Tak Lulus 17 Kali, Orang Ini Akhirnya Dapat SIM setelah Berusaha 12 Tahun
    Tak Lulus 17 Kali, Orang Ini Akhirnya Dapat SIM setelah Berusaha 12 Tahun
    15/08/2020 - 18:14
  • Fans MU Gigit Jari, Bos Dortmund Tegaskan Jadon Sancho Tak ke Mana-mana
    Fans MU Gigit Jari, Bos Dortmund Tegaskan Jadon Sancho Tak ke Mana-mana
    15/08/2020 - 18:10
  • Bongkar Borok Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti, Tangan Hancurkan Tembok
    Bongkar Borok Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti, Tangan Hancurkan Tembok
    15/08/2020 - 00:51
  • Jangan Kaget Lihat Harga Innova Baru yang Meluncur Senin Besok
    Jangan Kaget Lihat Harga Innova Baru yang Meluncur Senin Besok
    15/08/2020 - 14:50
  • Deddy Corbuzier Bongkar Rahasia Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti
    Deddy Corbuzier Bongkar Rahasia Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti
    15/08/2020 - 13:04
  • Messi Syok Berat, Cuma Diam di Ruang Ganti Usai Barca Dibantai Bayern
    Messi Syok Berat, Cuma Diam di Ruang Ganti Usai Barca Dibantai Bayern
    15/08/2020 - 06:50
  • Kepalsuan Sadis Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti Hindari Peluru
    Kepalsuan Sadis Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti Hindari Peluru
    15/08/2020 - 02:09