Ekonomi

Penurunan Harga Gas Bumi Perkuat Daya Saing Petrokimia Gresik 

Sabtu, 04 Juli 2020 - 22:35 | 10.92k
Penurunan Harga Gas Bumi Perkuat Daya Saing Petrokimia Gresik 
Aktivitas Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia. (Foto: Humas Petrokimia Gresik)
Pewarta: | Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTAPetrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, menyambut positif kebijakan penyesuaian harga gas bumi oleh pemerintah, dan semakin optimis dalam menghadapi persaingan global.

Adapun penyesuaian harga gas bumi diatur dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) No. 89K/10/MEM/2020 tanggal 13 April 2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri. Ada tujuh sektor yang mendapat penyesuaian harga, salah satunya industri pupuk, dimana harga pada titik serah pengguna (plant gate) ditetapkan pada kisaran harga US$ 6 per MMBTU (Million British Thermal Units).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi mengapresiasi kebijakan Kementerian ESDM tersebut. Rahmad menyebutkan bahwa gas bumi merupakan bahan baku utama untuk memproduksi pupuk bersubsidi jenis Urea, ZA, dan NPK.

“Dengan demikian, penurunan harga gas bumi ini akan berdampak pada sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional,” ujar Rahmad dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia di Jakarta, Sabtu (4/7/2020).

Lebih lanjut Rahmad mencontohkan, bahwa porsi gas bumi untuk produksi pupuk Urea mencapai 70 persen. Sementara harga gas bumi yang selama ini diperoleh Petrokimia Gresik dari sejumlah pemasok cukup tinggi, rata-rata di angka US$ 7,45 per MMBTU.

"Harga US$ 7,45 per MMBTU ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan pabrik pupuk lainnya di Indonesia. Dan sangat tinggi jika dibandingkan dengan negara lainnya di Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, dan lain sebagainya," ujar Rahmad.

Rahmad menjelaskan bahwa, dengan adanya beleid baru dari Kementerian ESDM ini, Petrokimia Gresik akan menerima harga gas bumi pada kisaran US$ 6 per MMBTU. Rahmad memproyeksikan efisiensi biaya produksi pupuk Urea, ZA, dan NPK Petrokimia Gresik akan mencapai Rp 743,97 miliar per tahun, yang juga berdampak pada penurunan biaya subsidi pupuk yang harus dibayarkan pemerintah.

Saat ini, Petrokimia Gresik memiliki 31 pabrik (pupuk dan non-pupuk) dengan kapasitas total 8,9 juta ton per tahun. Adapun pabrik yang menggunakan gas bumi sebagai bahan baku sebanyak 15 unit, yaitu dua unit pabrik amoniak (bahan baku Urea) kapasitas produksi 1,1 juta ton per tahun, dua unit pabrik Urea kapasitas 1 juta ton per tahun, tiga unit pabrik ZA kapasitas 750 ribu ton per tahun, serta delapan unit pabrik NPK kapasitas 2,7 juta ton.

Meskipun kisaran harga US$ 6 per MMBTU ini masih di atas harga gas bumi di negara lain (US$ 3-4 per MMBTU), Rahmad tetap optimistis penurunan harga ini sudah sangat membantu meningkatkan efisiensi perusahaan dalam menghadapi persaingan global.

Efisiensi ini sejalan dengan program transformasi bisnis yang digalakkan oleh Petrokimia Gresik sejak tahun 2019. Salah satu tujuannya adalah memperbaiki dan meningkatkan efisiensi value chain. Saat ini, semua proses bisnis sudah pada tahapan paling efektif dan efisien, sehingga harga pokok penjualan produk Petrokimia Gresik menjadi lebih kompetitif.

"Dalam program transformasi bisnis, kami juga berupaya maksimal menekan biaya non gas bumi hingga lebih rendah dari rata-rata industri serupa di Indonesia dan China. Ini kami lakukan untuk mengimbangi tingginya harga gas selama ini," ujar Rahmad.

Sementara itu, Rahmad juga menjelaskan bahwa penurunan harga gas bumi tidak hanya berdampak pada peningkatan daya saing perusahaaan saja, melainkan dapat dirasakan juga oleh pemerintah melalui efisiensi subsidi.

Semakin kecil harga pokok produksi pupuk, maka anggaran subsidi yang dibayarkan pemerintah kepada Petrokimia Gresik dapat semakin efisien. Mengingat pada tahun 2020 ini, alokasi pupuk bersubsidi yang wajib disalurkan oleh Petrokimia Gresik sebesar 4,1 juta ton atau 52 persen dari total alokasi nasional (7,9 juta ton) yang menjadi tanggung jawab Pupuk Indonesia.

“Pemerintah akan mendapatkan manfaat berupa penghematan anggaran subsidi dalam APBN, atau dapat meningkatkan volume produksi pupuk bersubsidi, atau bisa juga dengan menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET) yang terjangkau untuk petani,” terang Rahmad.

Dengan demikian, selain pemerintah, petani secara tidak langsung juga dapat menikmati atau mendapat multiplier effect dari kebijakan penuruan gas ini. Petrokimia Gresik sendiri juga bisa memanfaatkan efisiensi yang ada untuk meningkatkan kualitas produk.

“Selain mendapat manfaat harga yang lebih terjangkau, petani juga bisa menikmati peningkatan kualitas produk dan tentunya juga pelayanan dari Petrokimia Gresik,” ujar Rahmad.

Terakhir, dengan adanya kebijakan penurunan harga gas bumi, Petrokimia Gresik berharap dapat mewujudkan sasaran program transformasi bisnis, yaitu mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi market leader dan dominant player untuk solusi agroindustri. (*)



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pengaruh Kuliner Asing di Kota Palopo
    Pengaruh Kuliner Asing di Kota Palopo
    15/08/2020 - 14:16
  • Gubernur Maluku Utara Temui Kepala BNPB Doni Monardo di Jakarta, Ada Apa?
    Gubernur Maluku Utara Temui Kepala BNPB Doni Monardo di Jakarta, Ada Apa?
    15/08/2020 - 13:43
  • Perketat Protokol Kesehatan, Wali Kota Lubuklinggau Minta Stakeholder Bekerja Ekstra
    Perketat Protokol Kesehatan, Wali Kota Lubuklinggau Minta Stakeholder Bekerja Ekstra
    15/08/2020 - 13:36
  • Unik, IAIN Jember Laksanakan Wisuda Drive Thru
    Unik, IAIN Jember Laksanakan Wisuda Drive Thru
    15/08/2020 - 13:27
  • Bersama MTC, Matos Ingin Beri Contoh Gowes Sesuai Protokol Covid-19
    Bersama MTC, Matos Ingin Beri Contoh Gowes Sesuai Protokol Covid-19
    15/08/2020 - 13:22
  • Soal Kasus Jerinx SID, Pakar Hukum Pidana: Mari Hormati Proses Hukum
    Soal Kasus Jerinx SID, Pakar Hukum Pidana: Mari Hormati Proses Hukum
    15/08/2020 - 13:15
  • Media Harus Kritisi Pemerintah dan Masyarakat dalam Penanganan Pandemi Covid-19
    Media Harus Kritisi Pemerintah dan Masyarakat dalam Penanganan Pandemi Covid-19
    15/08/2020 - 13:09
  • Petani Gunakan Botol Minum Berulang-ulang, Mahasiswa UMP Beri Sosialisasi
    Petani Gunakan Botol Minum Berulang-ulang, Mahasiswa UMP Beri Sosialisasi
    15/08/2020 - 13:00
  • Gara-gara Warna, Sekolah menjadi Klaster Baru
    Gara-gara Warna, Sekolah menjadi Klaster Baru
    15/08/2020 - 12:58
  • Semarak Hari Kemerdekaan RI, Matos dan MTC Gelar Gowes Tahes 75
    Semarak Hari Kemerdekaan RI, Matos dan MTC Gelar Gowes Tahes 75
    15/08/2020 - 12:51

TIMES TV

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

Warga SDK Santa Maria 2 Turut Rayakan HUT 33 Arema FC

11/08/2020 - 12:48

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang

Hari Ulang Tahun  Arema FC, Ideologi dan Prinsip Dasar Arek-arek Malang
[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo

[CEK FAKTA] Gibran Tantang Rocky Gerung, Presiden Jokowi Serahkan Jabatan ke Prabowo
Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi

Pro Kontra Masuk Sekolah Saat Pandemi
Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

Bedah Buku: Bincang-bincang Perempuan

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pengaruh Kuliner Asing di Kota Palopo
    Pengaruh Kuliner Asing di Kota Palopo
    15/08/2020 - 14:16
  • Gara-gara Warna, Sekolah menjadi Klaster Baru
    Gara-gara Warna, Sekolah menjadi Klaster Baru
    15/08/2020 - 12:58
  • Kurikulum Taman Kanak-Kanak, Apa Saja Isinya?
    Kurikulum Taman Kanak-Kanak, Apa Saja Isinya?
    15/08/2020 - 12:29
  • Menyelamatkan Umat dari Benturan Peradaban
    Menyelamatkan Umat dari Benturan Peradaban
    15/08/2020 - 05:36
  • Aktivis Sok Bijak vs Kader Tiktok
    Aktivis Sok Bijak vs Kader Tiktok
    15/08/2020 - 03:35
  • RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?
    RUU Cipta Kerja Omnibus Law, Bukan untuk Rakyat Kecil?
    14/08/2020 - 22:35
  • Menyoal Keseriusan Dinas Pendidikan Mencegah Penularan Covid-19
    Menyoal Keseriusan Dinas Pendidikan Mencegah Penularan Covid-19
    14/08/2020 - 21:20
  • Resesi Tahun 2020-an dan Lingkungan Global yang Berubah
    Resesi Tahun 2020-an dan Lingkungan Global yang Berubah
    14/08/2020 - 17:56
  • Kalau Rizieq - UAS Lawan Puan - Gibran di 2024, Kira-kira Kamu Pilih Siapa?
    Kalau Rizieq - UAS Lawan Puan - Gibran di 2024, Kira-kira Kamu Pilih Siapa?
    15/08/2020 - 14:14
  • Apes! Driver Kena Payudara Beracun Customer, Mobil Raib, Istri Minta Cerai
    Apes! Driver Kena Payudara Beracun Customer, Mobil Raib, Istri Minta Cerai
    15/08/2020 - 14:12
  • Viral Undangan Pemberkatan Nella Kharisma - Dory Harsa, Menikah Hari Ini?
    Viral Undangan Pemberkatan Nella Kharisma - Dory Harsa, Menikah Hari Ini?
    15/08/2020 - 14:09
  • Kata Ahmad Dhani, soal Kabar Ikut Pilkada di Pasuruan
    Kata Ahmad Dhani, soal Kabar Ikut Pilkada di Pasuruan
    15/08/2020 - 14:07
  • Dituduh Bawa Kabur Istri Orang, Sopir Angkot Ambruk Ditikam Mandor
    Dituduh Bawa Kabur Istri Orang, Sopir Angkot Ambruk Ditikam Mandor
    15/08/2020 - 14:04
  • Bongkar Borok Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti, Tangan Hancurkan Tembok
    Bongkar Borok Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti, Tangan Hancurkan Tembok
    15/08/2020 - 00:51
  • Messi Syok Berat, Cuma Diam di Ruang Ganti Usai Barca Dibantai Bayern
    Messi Syok Berat, Cuma Diam di Ruang Ganti Usai Barca Dibantai Bayern
    15/08/2020 - 06:50
  • Kepalsuan Sadis Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti Hindari Peluru
    Kepalsuan Sadis Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti Hindari Peluru
    15/08/2020 - 02:09
  • Marinir TNI Latihan Perang di Samudera Paling Misterius di Dunia
    Marinir TNI Latihan Perang di Samudera Paling Misterius di Dunia
    15/08/2020 - 07:00
  • Tawa Coutinho Bisa Bantai Barcelona Usai Jadi Pemain Buangan
    Tawa Coutinho Bisa Bantai Barcelona Usai Jadi Pemain Buangan
    15/08/2020 - 07:16