Kopi TIMES

Santri di Tengah Arus Digital

Rabu, 01 Juli 2020 - 19:22 | 9.31k
Santri di Tengah Arus Digital
Hadi Pranoto, Santri di pondok-pesatren al_Falah,Jember. (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JEMBER – Santri secara umum dapat diartikan sebagai seseorang yang mencari ilmu -tholabul ‘ilmi- di pondok pesantren atau mereka yang secara serius mengaji ilmu-ilmu agama,terlepas dari polemik tentang kata santri yang berkaitan dengan ‘hari santri’, dalam tulisan ini saya menggunakan definisi umum yang diatas.

Sebagai seorang santri pasti ingat betul tentang wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw ketika menjalani uzlah di gua Hira yaitu -iqro’- bacalah, sebuah perintah membaca dari Tuhan semesta alam kepada Sang Nabi dan seluruh ummat secara universal, karena Islam diturunkan sebagai rahmat seluruh alam.

Dalam keyakinan kita alam tidak terwujud dengan sendirinya, melainkan diadakan oleh Dzat Yang Maha Ada, alam juga menjadi hujjah Aqli adanya Dzat Yang Maha Ada,Allah jalla jalaaluhu.

Perintah membaca sebagai wahyu yang pertama kali diturunkan memunculkan sebuah pertanyaan,ada apa sebenarnya dengan ‘membaca’? Kenapa bukan syahadat, shalat, puasa, zakat atau haji?

Saat Nabi saw menginjak usia 40 tahun, beliau kerap mengasingkan diri -uzlah- bertafakkur dan merenungi keadaan masyarakat yang penuh dengan nilai-nilai kejahiliahan, di sebuah gua yang bernama Hiro di kawasan Jabal Nur.

Saat dalam peyendirian itu, Nabi memikirkan, merenungi tanda-tanda kebesaran Allah yang termanifestasi di alam semesta yang begitu mengagumkan. Dalam perenungannya Nabi semakin menyadari bahwa begitu terpuruknya keadaan masyarakat,lebih-lebih kesyirikan yang merajalela, dan rendahnya nilai-nilai kemanusiaan. 

Kesyirikan merupakan keyakinan yang mengangap Allah memiliki sekutu.Jika ada keyakinan atau anggapan bahwa ada tuhan lain selain Allah maka dalam kitab -tijan daruri-dikatakan bahwa keyakinan atau anggapan itu adalah-tasalsul-dengan pengertian bahwa keyakinan menganggap Tuhan bersekutu dengan yang lain akan berakibat pada kerusakan alam semesta. Hal itu menjadi hujjah bahwa yang dibawa Nabi Muhammad saw adalah agama monoteis, bukan politeis.

Diturunkannya wahyu pertama dengan perintah membaca,tak lain adalah membaca dengan merenungi keberadaan alam semesta,dan bahkan diri sendiri serta membaca keberadaan masyarakat yang tak lagi sesuai dengan kebenaran dan nilai kemanusiaan yang sesungguhnya.

Keadaan itu Nabi baca dan kemudian Nabi ubah, sehingga keluarlah masyarakat dari kejahiliyahan menjadi masyarakat yang beradab dan penuh dengan nilai kemanusiaan.

Di era dunia digital,dimana sempadan negara-dengan negara lain di dunia dengan mudahnya diterobos oleh kecanggihan teknologi,berbagai hiburan dan informasi begitu membludaknya untuk bisa didapatkan,ruang dan waktu sudah bukan menjadi hambatan.

Maka seorang santri disini dituntut selektif membaca dan menerima informasi disamping juga mampu mengimbangi antara masalah keduniaan dan masalah keakhiratan. Membentengi diri dengan keyakinan bahwa Tuhan Maha Melihat, melihat segala gerak-gerik dan bahkan segala lintasan dalam hati dan pikiran.

Dengan kesadaran seperti itu santri akan kokoh meski dalam gempuran digitalisasi yang massif. Membaca secara konfrehensif seputar permasalahan masyarakat ditengah gempuran digitalisasai tersebut,taruhlah dekadensi moral, yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan, kondisi yang oleh banyak pihak disebut wolak-walik i zaman.

Menjadi tugas santri mengubah kondisi masyarakat yang demikian secara pelan tapi pasti dengan mengedepankan akhlaqul karimah, menghadirkan pesan damai Islam yang rahmatan lil’alamin. Memecahkan persoalan kemanusian dangan berupaya memasukkan nilai-nilai ke-Islaman dalam kultur maysarakat yang berkembang atau dalam bahasa lain meng-kontektualisasi-kan kandungan dan isi dari al-Qur’an terhadap kondisi bangsa sekarang. Dengan begitu masyarakat akan termobilisasi untuk meningkatkan moralitas dan ke-beradab-an.

Pentingnya peran santri didalamnya tak bisa dipungkiri.Di era penjajahan misalnya Para Kiai dan santri membentuk tentara Hizbullah dalam rangka perlawanan terhadap tentara-tentara Belanda, Panglima Besar Jenderal Sudirman notabene adalah santri yang berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan,dan masih banyak lagi contoh-contoh serupa yang menunjukkan bahwa eksistensi santri di setiap tangtangan zaman selalu signifikan.

Ini tak bisa dilepaskan dari tradisi santri itu sendiri ketika dalam asuhan Kiyai yang mengajarkan tanggung jawab sebagai kholifatul fil ardhi yang meniscayakan santri mau tidak mau harus berperan serta menyelesaikan persoalan zaman.

Disinilah dituntut wawasan dan sikap yang mencerminkan akhlaq dan budi luhur yang tinggi.Hablum minallah dan hablum minannas yang dipahami sebagai konsep ibadah tentu Juga menjadi landasan dalam mengimplementasikan nilai dan ajaran Islam di tengah arus zaman. Bagaimana mengatur keseimbangan antara keduanya.

Disamping tekun mengorek keilmuan leluhur, santri juga harus cerdas melihat tantatangan yang dihadapi masa kini. Santri dituntut cerdas secara intelektual dan dan spiritual. Teknologi modern dan dampaknya harus dibaca dan dicarikan solusi agar sejalan dengan nilai Islam yang rahmatan lil’alamin. Kecerdasan intelektual dan spiritual adalah syarat mutlak yang harus dimiliki untuk membaca ayat ayat kauliyah maupun ayat-ayat kauniyah seperti dalam gambaran diatas agar persoalan dapat terurai dan ditemukan solusinya. (*)

***

*)Oleh: Hadi Pranoto, Santri di pondok-pesatren al_Falah,Jember.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Tersiar Kabar Rombongan Gubernur Jatim Khofifah Mengalami Kecelakaan, Ini Faktanya
    Tersiar Kabar Rombongan Gubernur Jatim Khofifah Mengalami Kecelakaan, Ini Faktanya
    10/07/2020 - 19:54
  • Monica Manfaatkan Passion yang Dimilikinya Sebagai Peluang Pekerjaan
    Monica Manfaatkan Passion yang Dimilikinya Sebagai Peluang Pekerjaan
    10/07/2020 - 19:50
  • Temui Kapolres, PGK Lamongan Sampaikan Empat Pernyataan Sikap
    Temui Kapolres, PGK Lamongan Sampaikan Empat Pernyataan Sikap
    10/07/2020 - 19:46
  • Penjelasan Pakar UGM Soal Kasus Dugaan Penghilangan Barang Bukti Novel Baswedan
    Penjelasan Pakar UGM Soal Kasus Dugaan Penghilangan Barang Bukti Novel Baswedan
    10/07/2020 - 19:43
  • Inovasi Biofuel, Bupati Muba Bakal Jadi Pembicara Seminar International
    Inovasi Biofuel, Bupati Muba Bakal Jadi Pembicara Seminar International
    10/07/2020 - 19:39
  • Di Ngawi Tak Pakai Masker, Siap-siap E-KTP Ditarik
    Di Ngawi Tak Pakai Masker, Siap-siap E-KTP Ditarik
    10/07/2020 - 19:35
  • Sempat Defisit, BUMdes Sarimulyo Kini Mampu Beri Pemasukan untuk Desa
    Sempat Defisit, BUMdes Sarimulyo Kini Mampu Beri Pemasukan untuk Desa
    10/07/2020 - 19:25
  • Telaga Sarangan Magetan Ditutup Lagi, Ini Penyebabnya
    Telaga Sarangan Magetan Ditutup Lagi, Ini Penyebabnya
    10/07/2020 - 19:23
  • DPRD Bondowoso Minta BUMD PT Bogem Dinonaktifkan, Ini Alasannya
    DPRD Bondowoso Minta BUMD PT Bogem Dinonaktifkan, Ini Alasannya
    10/07/2020 - 19:17
  • Aman dan Sehat Bersepeda di Masa Pandemi? Ini Tips Gus Haris
    Aman dan Sehat Bersepeda di Masa Pandemi? Ini Tips Gus Haris
    10/07/2020 - 19:16

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Penangkapan Maria Pauline Lumowa, Gebrakan atau Pengalihan Isu?
    Penangkapan Maria Pauline Lumowa, Gebrakan atau Pengalihan Isu?
    10/07/2020 - 15:18
  • Kerja Sama Singapura dan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
    Kerja Sama Singapura dan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
    10/07/2020 - 14:35
  • Guru Penggerak Sekaligus Pemimpin dan Pentingnya Simposium
    Guru Penggerak Sekaligus Pemimpin dan Pentingnya Simposium "Problem Base Learning"
    10/07/2020 - 14:00
  • Gus Dur: “Begitu Saja Kok Repot”
    Gus Dur: “Begitu Saja Kok Repot”
    10/07/2020 - 12:09
  • Mengulik Visi Pendidikan Kita
    Mengulik Visi Pendidikan Kita
    10/07/2020 - 11:27
  • Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    10/07/2020 - 10:32
  • Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    10/07/2020 - 07:06
  • Menakar Kekuatan Media Sosial
    Menakar Kekuatan Media Sosial
    10/07/2020 - 04:16
  • Banjir Bandang di Dekat Proyek Kereta Cepat, BPBD KBB: Ada Sumbatan
    Banjir Bandang di Dekat Proyek Kereta Cepat, BPBD KBB: Ada Sumbatan
    10/07/2020 - 19:51
  • Unik, Anjing Ini Bantu Majikannya Kirim Belanjaan untuk Pelanggan
    Unik, Anjing Ini Bantu Majikannya Kirim Belanjaan untuk Pelanggan
    10/07/2020 - 19:50
  • Kota Sydney Andalkan Tenaga Surya dan Angin untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
    Kota Sydney Andalkan Tenaga Surya dan Angin untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
    10/07/2020 - 19:50
  • Tekan Sebaran Covid-19, Italia Larang Kunjungan dari 13 Negara
    Tekan Sebaran Covid-19, Italia Larang Kunjungan dari 13 Negara
    10/07/2020 - 19:50
  • Dulu Ditolak Cewek karena Naik Motor, Pria Ini Buktikan Kini Punya Ferrari
    Dulu Ditolak Cewek karena Naik Motor, Pria Ini Buktikan Kini Punya Ferrari
    10/07/2020 - 19:48
  • Mayat Pria di Pinggir Tol ternyata Editor Metro TV
    Mayat Pria di Pinggir Tol ternyata Editor Metro TV
    10/07/2020 - 16:05
  • Jokowi: Positif Tembus 2.657, Lampu Merah Buat Kita
    Jokowi: Positif Tembus 2.657, Lampu Merah Buat Kita
    10/07/2020 - 12:17
  • Ternyata TNI Raksasa Kapal Perang Korvet Ketiga Dunia, Amerika Kalah
    Ternyata TNI Raksasa Kapal Perang Korvet Ketiga Dunia, Amerika Kalah
    10/07/2020 - 13:31
  • Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    10/07/2020 - 08:30
  • Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    10/07/2020 - 11:35