Peristiwa Daerah

Potensi Ekspor Tinggi, Tanaman Porang Mulai Berkembang di Sulawesi Selatan

Selasa, 30 Juni 2020 - 21:53 | 10.12k
Potensi Ekspor Tinggi, Tanaman Porang Mulai Berkembang di Sulawesi Selatan
Ilistrasi tanaman porang di Provinsi Sulawesi Selatan. (FOTO: Kementan RI for TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Irfan Anshori

TIMESINDONESIA, MAKASSARTanaman Porang akhir-akhir ini namanya menjadi trend, terlebih sejak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Menpan RI) melepas ekspor sebanyak 60 ton atau setara 1,2 miliar ke China.

Diketahui, porang sendiri, seperti tanaman umbi-umbian yang memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan serat pangan.

Sulawesi Selatan termasuk salah satu daerah yang gencar dalam mengembangkan tanaman Porang. Usai mengunjungi pabrik pengolahan talas satoimo PT Tridanawa Perkasa Indonesia (TPI) Makassar, Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin, langsung meninjau pusat pengembangan tanaman porang di Baddoka. 

Istri orang nomor satu di Sulawesi Selatan ini mengaku tanaman porang akhir akhir ini cukup populer karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Tanaman porang sangat bermanfaat, namun sebagian masyarakat belum familiar dengan jenis tanaman ini. Porang ini banyak diminati Cina dan Jepang. Makanan yang low karbohidrat, sehingga sangat bagus untuk penderita diabetes,” ucap Lies, Selasa (30/6/2020).

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjatjo menjelaskan talas satoimo dan porang akan dikembangkan menjadi komoditi ekspor. Selain itu, juga bisa menjadi sumber ketahanan pangan keluarga. Namun, masih perlu dikembangkan secara lebih luas. 

Khusus porang, sentranya ada di sepuluh kabupaten. Seperti Bone, Soppeng, Wajo, Pinrang, dan hampir semua daerah di Luwu.

“Untuk talas satoimo produksinya belum besar. Baru sekitar 20 hingga 30 hektare per kabupatennya. Sedangkan porang sudah berkembang baik, karena hampir semua kabupaten sudah menanam,” jelasnya.

“Harga porang cukup kompetitif. Saat ini sekitar Rp 9 ribu per kilogram. Jika populasinya dalam satu hektare, 40 ribu, dan satu tanaman menghasilkan 2 kilogram, maka hasilnya Rp 720 juta diperoleh dalam delapan bulan,” tambah Andi Ardin.

Direktur PT Satoimo, Arifuddin, selaku pihak yang mengembangkan tanaman porang menilai tanaman ini akan menjadi komoditi primadona. Alasannya, pemeliharaan porang tidak serumit komoditi lain, namun memiliki harga jual cukup bagus. 

“Kita berharap pemerintah bisa membuat produk yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat kita sendiri. Jangan hanya di ekspor ke Cina, Korea, dan Jepang. Porang memiliki serat yang sangat tinggi, dan karbohidratnya rendah. Beras porang itu namanya siratake, harganya seratus ribu rupiah per kilo,” harap dia.

Terpisah, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Amiruddin Pohan  mengatakan tanaman porang sebenarnya bukan jenis tanaman pangan yang baru di Indonesia. Menurut dia, tanaman porang sebenarnya sudah bertahun-tahun dibudidayakan masyarakat. 

Tapi baru kali ini pemerintah hadir  untuk meningkatkan produksi karena pasar sudah jelas.

“Porang memiliki potensi sebagai tanaman ekspor, yang sampai saat ini bahan bakunya masih  sangat kurang. kran ekspor terhadap porang terbuka lebar saat ini. Untuk sementara, yang diekspor itu berbentuk  chips dan tepung. Karenanya kami berharap komoditi ini menjadi sumber ekonomi baru bagi petani. Khususnya di Sulsel,” pinta Amiruddin.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menjelaskan bahwa ekspor sektor tanaman pangan tahun 2019 mencapai 200 ribu ton, senilai Rp 2 triliun. Kacang hijau yang masa tanamnya singkat sekitar 2 bulan adalah salah satu komoditas tanaman pangan yang menjadi favorit untuk diekspor, jumlahnya mencapai 33 ribu ton. 

"Selain itu ada Tanaman Porang, jumlahnya mencapai 11 ribu ton. Potensi ekspor dari sektor tanaman pangan masih terbuka dan memiliki ceruk pasar yang besar. Porang salah satu produk Tanaman Pangan yang mempunyai potensi besar dan menjanjikan untuk bisa dikembangkan di pasar internasional. Sesuai dengan arahan Mentan RI Syahrul Yasin Limpo dengan program Gratieks,” tandas Suwandi. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Polres Cimahi Ungkap Ladang Ganja Satu Hektar
    Polres Cimahi Ungkap Ladang Ganja Satu Hektar
    12/07/2020 - 22:35
  • Terpilih Dampingi Teh Nia di Pilkada Bandung, Usman Sayogi Siap Mundur dari ASN
    Terpilih Dampingi Teh Nia di Pilkada Bandung, Usman Sayogi Siap Mundur dari ASN
    12/07/2020 - 22:00
  • Partai Golkar Resmi Usung Aliong Mus-Ramli di Pilkada Taliabu 2020
    Partai Golkar Resmi Usung Aliong Mus-Ramli di Pilkada Taliabu 2020
    12/07/2020 - 21:13
  • Santy Sastra Bagi Tips Manfaatkan Alam Bawah Sadar dalam Mendidik Anak
    Santy Sastra Bagi Tips Manfaatkan Alam Bawah Sadar dalam Mendidik Anak
    12/07/2020 - 21:06
  • Supervisi GP Ansor Ngawi Tingkatkan Kinerja Organisasi
    Supervisi GP Ansor Ngawi Tingkatkan Kinerja Organisasi
    12/07/2020 - 21:00
  • Dinas PPPA Malut Penuhi Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19
    Dinas PPPA Malut Penuhi Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19
    12/07/2020 - 20:52
  • Terduga Teroris Ihsan Abdullah Meninggal, Keluarga Tuntut Penjelasan Polisi
    Terduga Teroris Ihsan Abdullah Meninggal, Keluarga Tuntut Penjelasan Polisi
    12/07/2020 - 20:44
  • Bisnis Pengrajin Batik Jember Masih Lesu
    Bisnis Pengrajin Batik Jember Masih Lesu
    12/07/2020 - 20:38
  • Tingkatkan Budidaya Anggrek, Mentan RI Dorong Eka Karya Flora Buka Akses Pasar
    Tingkatkan Budidaya Anggrek, Mentan RI Dorong Eka Karya Flora Buka Akses Pasar
    12/07/2020 - 20:32
  • Nurhasanah Iskandar, Pengisi Suara Karakter Doraemon Tutup Usia
    Nurhasanah Iskandar, Pengisi Suara Karakter Doraemon Tutup Usia
    12/07/2020 - 20:26

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Pilkada Kaur 2020, Antara Penantang vs Petahana
    Pilkada Kaur 2020, Antara Penantang vs Petahana
    12/07/2020 - 12:24
  • Bangkitnya Generasi Pasca Pandemi
    Bangkitnya Generasi Pasca Pandemi
    12/07/2020 - 10:12
  • Hak Politik Buruh Migran dalam Pilkada Serentak 2020
    Hak Politik Buruh Migran dalam Pilkada Serentak 2020
    12/07/2020 - 08:35
  • RUU HIP Asas Kepentingan?
    RUU HIP Asas Kepentingan?
    11/07/2020 - 16:33
  • Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    11/07/2020 - 15:37
  • Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    11/07/2020 - 14:22
  • Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    11/07/2020 - 13:34
  • Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    11/07/2020 - 12:25
  • Diwarnai Tabrakan Duo Ferrari, Lewis Hamilton Juara GP Styria
    Diwarnai Tabrakan Duo Ferrari, Lewis Hamilton Juara GP Styria
    12/07/2020 - 23:00
  • Suasana Rumah Duka Ayah Ivan Gunawan
    Suasana Rumah Duka Ayah Ivan Gunawan
    12/07/2020 - 22:47
  • Kasus Covid-19 di Jawa Timur Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya
    Kasus Covid-19 di Jawa Timur Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya
    12/07/2020 - 22:46
  • Pelatih Tunggal Putra Tak Puas dengan Performa Jonatan Christie
    Pelatih Tunggal Putra Tak Puas dengan Performa Jonatan Christie
    12/07/2020 - 22:43
  • Olahraga Malam Bisa Bikin Sulit Tidur, Mitos atau Fakta?
    Olahraga Malam Bisa Bikin Sulit Tidur, Mitos atau Fakta?
    12/07/2020 - 22:30
  • Pemilik Warung Dekat Penemuan Mayat Editor Metro TV: Pisau Saya Begini
    Pemilik Warung Dekat Penemuan Mayat Editor Metro TV: Pisau Saya Begini
    12/07/2020 - 18:18
  • Geger, Kapal Perang Rusia yang Membuat Amerika Ciut Muncul di Barents
    Geger, Kapal Perang Rusia yang Membuat Amerika Ciut Muncul di Barents
    12/07/2020 - 06:44
  • Bongkar Kasus Pembunuhan Editor Metro TV, Tim Gabungan Dibentuk
    Bongkar Kasus Pembunuhan Editor Metro TV, Tim Gabungan Dibentuk
    12/07/2020 - 12:24
  • Jet Tempur Rusia Hadang Pesawat Militer AS di atas Laut Jepang
    Jet Tempur Rusia Hadang Pesawat Militer AS di atas Laut Jepang
    12/07/2020 - 11:20
  • Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    12/07/2020 - 01:22