Kopi TIMES

Pak Jokowi Rapid Test Kok Berbayar?

Rabu, 01 Juli 2020 - 03:16 | 17.68k
Pak Jokowi Rapid Test Kok Berbayar?
Dr (can) Hasrul Buamona S.H.,M.H., Advokat - Pakar Hukum Kesehatan dan Direktur LPBH NU Kota Yogyakarta. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Rapid test berbayar merupakan fenomena kecil, dari wajah politik hukum kesehatan di Indonesia yang patut dikatakan sangat buram. Namun, sebelum membahas judul di atas, penulis ingin sampaikan kepada pembaca bahwa Indonesia adalah negara yang menganut prinsip “kesejahteraan umum” yang memiliki landasan filosofis kemanusiaan yang adil dan beradab, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, seperti itu kira-kira yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945.

Indonesia saat ini, sedang mengalami serangan Covid-19, sehingga dapat dikategorikan bahwa Indonesia sedang berada dalam situasi darurat bencana non fisik. Memang benar, apa yang sampaikan dalam video yang bertemakan “dilarang sakit” dalam chanel youtube watchdoc documentary, bahwa wajah pelayanan kesehatan di Indonesia telah masuk dalam jurang pasar kapitalisme.

Hal tersebut, dibuktikan dalam penelitian Disertasi penulis, di mana UU Rumah Sakit tidak mencantumkan UU Kesehatan dan UU SJSN dalam konsideransnya. Artinya secara hukum, UU Rumah Sakit tidak terintegrasi dengan UU Kesehatan dan UU SJSN yang berdampak pada rumah sakit menjadi institusi mandiri, ditambah lagi memberi legitimasi yang dominan terhadap rumah sakit berbentuk PT, yang memiliki kebebasan menentukan bentuk  dan biaya pelayanan medis, tanpa memikirkan kondisi negara yang saat ini mengalami bencana non fisik yakni Covid-19, dan lebih mengutamakan mencari keuntungan ekonomi .

Rapid test berbayar, baik itu dilakukan oleh rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta adalah problem serius. Mengapa ini problem serius? Begini, dalam konteks landasan politik hukum kesehatan, jelas kesehatan adalah “hak” masyarakat dan negara memiliki “tanggung jawab” untuk menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak (lihat Pasal 28H ayat (1) dan Pasal 34 ayat (3) UUD 1945). Apalagi dalam kondisi darurat Covid-19, sangat tidak konstitusional dan tidak manusiawi, jika pelayanan kesehatan dibiarkan masuk dalam mekanisme pasar bebas. 

Secara Das Sollen (seharusnya), Rapid test yang merupakan seruan pemerintah dalam kondisi Covid-19, artinya seruan ini adalah seruan dalam keadaan darurat kebencanaan, yang seharusnya Pemerintah membantu masyarakat agar mengetahui kesehatannya, termasuk juga membantu semua elemen masyarakat, yang hendak melakukan perjalanan jauh menggunakan trasnportasi publik. Namun, Das Sein (kenyataannya), Rapid test dibuat berbayar oleh rumah sakit, baik rumah sakit publik dan rumah sakit privat (yayasan, perkumpulan dan PT). 

Menurut penulis, rapid test berbayar adalah salah satu jawaban bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia, telah jatuh dalam pasar bebas yang mana telah pasti berjiwa kapitalisme. Selain itu, menunjukan bahwa Pemerintah telah gagal menunjukan sikap nurani dalam keadaan darurat kebencanaan Covid-19, yang berdampak tidak hanya dalam konteks kesehatan, namun lebih dari itu berdampak pada ketahanan ekonomi dan sosial, yang saat ini berada pada situasi terpuruk. 

Betapa astaganya lagi, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara menyatakan bahwa rapid test sejauh ini “belum ada dasar hukum” (lihat Kompas.com tertanggal 25 Juni 2020). Menurut penulis, sangat tidak bernurani ketika Pemerintah membiarkan praktik rapid test berbayar terus terjadi. Apabila kembali melihat UU No.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan, di mana dalam Pasal 49 ayat (1)  tercantum norma “kedaruratan kesehatan masyarat”. Dari norma tersebut, Presiden Joko Widodo harusnya mengeluarkan kebijakan (beleid) yang melarang seluruh rumah sakit di Indonesia agar tidak memungut biaya pemeriksaan rapid test. Bahkan seharusnya, Presiden Joko Widodo mengeluarkan beleid yang menggratiskan rapid test bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penting diketahui oleh Presiden Joko Widodo, bahwa praktik rapid test berbayar adalah tindakan yang tidak konstitusional, dikarenakan pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab negara, yang mana menuntut negara harus bersikap aktif dan tidak boleh melepaskan tanggung jawab kedarurat Covid-19 pada mekanisme pasar bebas yang kapitalis. Presiden Joko Widodo harus ketahui bahwa rakyat secara kolektif, sebagaimana dalam UUD 1945, memberi mandat kepada Pemerintah untuk mengatur (regelendad), mengurus (bestuurdaad), mengeluarkan kebijakan (beleid),mengelola (beheersdaad) dan mengawas (toezichtoudensdaad). Terakhir, Presiden Joko Widodo harus ingat, bahwa tujuan hadirnya negara untuk mensejahterakan seluruh rakyatnya, bukan memberi beban ekonomi, sosial dan kesehatan kepada rakyatnya disaat kedaruratan Covid-19. (*)

***

*)Oleh: Dr (can) Hasrul Buamona S.H.,M.H., Advokat - Pakar Hukum Kesehatan dan Direktur LPBH NU Kota Yogyakarta.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Telaga Sarangan Magetan Ditutup Lagi, Ini Penyebabnya
    Telaga Sarangan Magetan Ditutup Lagi, Ini Penyebabnya
    10/07/2020 - 19:23
  • Aman dan Sehat Bersepeda di Masa Pandemi? Ini Tips Gus Haris
    Aman dan Sehat Bersepeda di Masa Pandemi? Ini Tips Gus Haris
    10/07/2020 - 19:16
  • Pasta Madura, Kombinasi Makanan Lokal Unik Ala Regantris Hotel Surabaya
    Pasta Madura, Kombinasi Makanan Lokal Unik Ala Regantris Hotel Surabaya
    10/07/2020 - 19:05
  • Sempat Taaruf, Dinda Hauw Dinikahi Rey Mbayang
    Sempat Taaruf, Dinda Hauw Dinikahi Rey Mbayang
    10/07/2020 - 18:59
  • Lewat Video Call, Kapolri Apresiasi Polisi Pejuang Covid-19 Polresta Malang Kota
    Lewat Video Call, Kapolri Apresiasi Polisi Pejuang Covid-19 Polresta Malang Kota
    10/07/2020 - 18:54
  • Di Tengah Pandemi, Upacara HUT-48 Petrokimia Gresik Digelar Virtual
    Di Tengah Pandemi, Upacara HUT-48 Petrokimia Gresik Digelar Virtual
    10/07/2020 - 18:49
  • Keterangan Keluarga, Papa T Bob Sesak Nafas Sebelum Dinyatakan Meninggal
    Keterangan Keluarga, Papa T Bob Sesak Nafas Sebelum Dinyatakan Meninggal
    10/07/2020 - 18:46
  • Pesantren Tangguh Al Islam Ponorogo Laksanakan Rapid Test Massal
    Pesantren Tangguh Al Islam Ponorogo Laksanakan Rapid Test Massal
    10/07/2020 - 18:44
  • DPD PAN Lamongan Perkenalkan Yuhronur-Rouf kepada Kader Partai
    DPD PAN Lamongan Perkenalkan Yuhronur-Rouf kepada Kader Partai
    10/07/2020 - 18:40
  • Arema FC Gelar Latihan Tertutup
    Arema FC Gelar Latihan Tertutup
    10/07/2020 - 18:35

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Penangkapan Maria Pauline Lumowa, Gebrakan atau Pengalihan Isu?
    Penangkapan Maria Pauline Lumowa, Gebrakan atau Pengalihan Isu?
    10/07/2020 - 15:18
  • Kerja Sama Singapura dan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
    Kerja Sama Singapura dan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
    10/07/2020 - 14:35
  • Guru Penggerak Sekaligus Pemimpin dan Pentingnya Simposium
    Guru Penggerak Sekaligus Pemimpin dan Pentingnya Simposium "Problem Base Learning"
    10/07/2020 - 14:00
  • Gus Dur: “Begitu Saja Kok Repot”
    Gus Dur: “Begitu Saja Kok Repot”
    10/07/2020 - 12:09
  • Mengulik Visi Pendidikan Kita
    Mengulik Visi Pendidikan Kita
    10/07/2020 - 11:27
  • Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    Jum'at Berkah: Berjumpa Nabi Muhammad SAW secara Langsung
    10/07/2020 - 10:32
  • Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    Poster Anti Korupsi Berbasis Teologis di Era New Normal
    10/07/2020 - 07:06
  • Menakar Kekuatan Media Sosial
    Menakar Kekuatan Media Sosial
    10/07/2020 - 04:16
  • Kalahkan Shesar dalam 47 Menit, Anthony Ginting Juara PBSI Home Tournament
    Kalahkan Shesar dalam 47 Menit, Anthony Ginting Juara PBSI Home Tournament
    10/07/2020 - 19:28
  • Tersangka Pembobol Data Pribadi Denny Siregar Terancam Penjara 10 Tahun
    Tersangka Pembobol Data Pribadi Denny Siregar Terancam Penjara 10 Tahun
    10/07/2020 - 19:26
  • Murah Tapi Tangguh, Oura Review Skin Baru Kimmy
    Murah Tapi Tangguh, Oura Review Skin Baru Kimmy
    10/07/2020 - 19:24
  • MU Relatif Beruntung, Berikut Hasil Undian Perempatfinal Liga Europa
    MU Relatif Beruntung, Berikut Hasil Undian Perempatfinal Liga Europa
    10/07/2020 - 19:23
  • Kajati Babel Ungkap 7 Perusahaan Smelter Bermasalah, Bakal Diusut!
    Kajati Babel Ungkap 7 Perusahaan Smelter Bermasalah, Bakal Diusut!
    10/07/2020 - 19:22
  • Mayat Pria di Pinggir Tol ternyata Editor Metro TV
    Mayat Pria di Pinggir Tol ternyata Editor Metro TV
    10/07/2020 - 16:05
  • Jokowi: Positif Tembus 2.657, Lampu Merah Buat Kita
    Jokowi: Positif Tembus 2.657, Lampu Merah Buat Kita
    10/07/2020 - 12:17
  • Ternyata TNI Raksasa Kapal Perang Korvet Ketiga Dunia, Amerika Kalah
    Ternyata TNI Raksasa Kapal Perang Korvet Ketiga Dunia, Amerika Kalah
    10/07/2020 - 13:31
  • Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    Lebih Ganas dari Corona, Virus Ini Bikin Manusia Jadi Zombie
    10/07/2020 - 08:30
  • Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    Duta Antinarkoba Ditangkap Lagi Pesta Sabu
    10/07/2020 - 11:35