Kopi TIMES

UKT Turun, Mahasiswa Makmur?

Rabu, 01 Juli 2020 - 01:06 | 11.88k
UKT Turun, Mahasiswa Makmur?
Muthi’ah Raihana, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Dampak pandemi Covid-19 telah dirasakan oleh semua kalangan, baik kaya atau miskin. Dan berhasil melumpuhkan semua sektor di dunia, terutama sektor Ekonomi. Gelombang PHK besar-besaran terjadi. Pemasukan harian dunia usaha turun drastis. Sementara, kebutuhan pokok harus terus dipenuhi. Sedangkan pemerintah tak bisa menjamin terpenuhinya, sehingga rakyat harus terus bekerja menyambung nyawa ditengah wabah corona. 

Rupanya, kebijakan dan solusi yang diberikan penguasa tak tuntas menyelesaikan masalah pandemi. Sehingga, Wajar saja jika masyarakat mulai tak percaya lagi dengan penguasa hari ini dan mulai banyak tuntutan aksi yang terjadi.

Sebagaimana diberitakan pada hari Senin, 22/6/2020, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu melakukan aksi unjuk rasa menuntut diberikan subsidi 50 persen biaya perkuliahan. Mahasiswa merasakan saat pandemi terjadi, kuliah tidak berjalan dengan maksimal karena dilakukan secara daring. Aktivitas praktikum, PKL, penelitian tidak bisa dilakukan dengan baik. Belum lagi biaya yang dikeluarkan lebih besar untuk membeli paketan demi berkomunikasi dengan dosen maupun civitas akademik. 

Mendikbud Nadiem Makarim yang mengatahui aksi itu, merespon tuntutan tersebut dengan  mengeluarkan Permendikbud 25 Tahun 2020 terkait ketentuan penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT). Nadiem mengatakan kebijakan ini dimaksudkan guna memberikan keringanan kepada mahasiswa di tengah pandemi virus corona.

Meski akhirnya Kemendikbud menetapkan ada skema penurunan UKT, apakah lantas mahasiswa menjadi makmur setelahnya?. Tentu tidak. Mahasiswa yang telah membayar UKT, tetap tidak akan mendapatkan pelayanan pendidikan yang maksimal. Baik dalam mendapatkan materi perkuliahan, maupun pelayanan seperti praktikum, PKL, KKN, penelitian tugas akhir dan sebagainya. Kebutuhan hidup tetap mahal, apalagi pasca kenaikan BPJS, tarif dasar listrik dsb. Bahkan pasca kelulusan dalam kondisi tidak terjadi wabah saja angka pengangguran sarjana membludak.

Belum lagi UU omnimbuslaw yang berlaku di dunia kerja, malah menguntungkan para pemodal. 

Jika dirunut sebelumnya, kebijakan UKT sejak awal menuai protes dan kritik dari berbagai pihak. Hal ini dikarenakan, UKT merupakan kebijakan yang dipaksakan akibat adanya otonomi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). PTN yang berubah status menjadi BHMN akhirnya memaksa setiap PTN menghidupi kampusnya secara mandiri. Skema UKT dibuat berdasarkan Biaya Kuliah Tunggal (BKT). BKT adalah keseluruhan biaya operasional mahasiswa setiap semester sebagaimana tercantum di dalam Permendikbud no 93/2014 tentang Satuan Standar Operasional Biaya Pendidikan Tinggi Negeri (SSBOPTN). BKT juga akan disesuaikan dengan program studi masing-masing, baik berupa biaya langsung ataupun biaya tidak langsung. Maka sangat jelas, bahwa perubahan bentuk kampus menjadi BHMN sejatinya adalah bentuk lepas tangan negara terhadap pendidikan khusunya perguruan tinggi. 

Semestinya perlu disadari, bahwa pendidikan adalah hak warga negara. Bukan sekedar menurunkan UKT. Seharusnya Negara wajib menyediakan secara gratis dan berkualitas layanan pendidikan. Ini baru makmur. Karena pendidikan adalah tombak kemajuan negara. Dari pendidikan generasi unggul akan tercetak. 

Adalah hal yang wajar, jika penguasa hari ini seakan menjadi pedagang diberbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Karena saat ini negara menerapkan sistem kapitalisme-sekuler yang meniscayakan pelayanan cuma-cuma bagi seluruh masyarakat, dan untung rugi yang jadi pertimbangan, Maka sampai kapan pun jika sistem ini masih diberlakukan yang ada adalah himpitan demi himpitan kehidupan akan terus terjadi, bukan kemakmuran.

***

*)Oleh: Muthi’ah Raihana, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Meet Kindi, a Cute Baby Giraffe at Maharani Zoo Lamongan
    Meet Kindi, a Cute Baby Giraffe at Maharani Zoo Lamongan
    15/07/2020 - 03:24
  • Get Traditional Buffet Style Dinning at Warung Kopi Kebul
    Get Traditional Buffet Style Dinning at Warung Kopi Kebul
    15/07/2020 - 02:15
  • This is How Madurese Served Their Mung Bean Porridge a.k.a Kaldu
    This is How Madurese Served Their Mung Bean Porridge a.k.a Kaldu
    15/07/2020 - 01:20
  • Almarhum Kepala Bappeda Jatim Rudy Ermawan Pernah Raih Gelar Tokoh Birokrasi PWI
    Almarhum Kepala Bappeda Jatim Rudy Ermawan Pernah Raih Gelar Tokoh Birokrasi PWI
    15/07/2020 - 00:51
  • Health Benefits of Cheese
    Health Benefits of Cheese
    15/07/2020 - 00:22
  • Pesta Wisuda UNS Sumbang 25 Kasus Positif Covid-19 Baru di Solo
    Pesta Wisuda UNS Sumbang 25 Kasus Positif Covid-19 Baru di Solo
    15/07/2020 - 00:05
  • Pandemi Covid-19, Angkutan Kota Banjarnegara Kehilangan 60 Persen Penumpang
    Pandemi Covid-19, Angkutan Kota Banjarnegara Kehilangan 60 Persen Penumpang
    14/07/2020 - 23:57
  • Diprediksi Akan Ada Duel Kader Muda dalam Musda DPD Golkar Bondowoso 
    Diprediksi Akan Ada Duel Kader Muda dalam Musda DPD Golkar Bondowoso 
    14/07/2020 - 23:51
  • Ketika
    Ketika "Liburan" Tiba, Catatan Perjalanan Anggota Gugus Tugas Egy Massadiah
    14/07/2020 - 23:46
  • Kunjungi Yonarmed 12/Divif 2 Ngawi, Danmenarmed 1 Kostrad Beri Pesan Khusus
    Kunjungi Yonarmed 12/Divif 2 Ngawi, Danmenarmed 1 Kostrad Beri Pesan Khusus
    14/07/2020 - 23:44

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Heutagogi: Pedagogi Baru di Era Normal Baru
    Heutagogi: Pedagogi Baru di Era Normal Baru
    14/07/2020 - 20:40
  • Covid-19, Tragedy of The Commons, dan Tindakan Kolektif
    Covid-19, Tragedy of The Commons, dan Tindakan Kolektif
    14/07/2020 - 16:07
  • Pemberdayaan Ibu dalam Praktik MP-ASI Sebagai Kunci Penanggulangan Stunting
    Pemberdayaan Ibu dalam Praktik MP-ASI Sebagai Kunci Penanggulangan Stunting
    14/07/2020 - 15:00
  • Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    13/07/2020 - 23:29
  • Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    13/07/2020 - 22:00
  • Spirit Kuliah Daring
    Spirit Kuliah Daring
    13/07/2020 - 21:03
  • Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    13/07/2020 - 20:15
  • Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    13/07/2020 - 19:38
  • Ketum PSSI: Jangan ke Stadion dan Nobar Saat Liga 1 2020 Dilanjutkan
    Ketum PSSI: Jangan ke Stadion dan Nobar Saat Liga 1 2020 Dilanjutkan
    15/07/2020 - 03:05
  • Banjir Bandang Terjang Luwu Utara, Terdengar Tangis Warga Minta Pertolongan
    Banjir Bandang Terjang Luwu Utara, Terdengar Tangis Warga Minta Pertolongan
    15/07/2020 - 02:10
  • Metode Pelangsing Tubuh Kini Juga Bisa Memutihkan Kulit
    Metode Pelangsing Tubuh Kini Juga Bisa Memutihkan Kulit
    15/07/2020 - 01:45
  • Istana Ungkap Satu dari 18 Lembaga yang Mau Dibubarkan Jokowi
    Istana Ungkap Satu dari 18 Lembaga yang Mau Dibubarkan Jokowi
    15/07/2020 - 01:25
  • Madura United Tetap Ingin Bermarkas di Stadion Gelora Bangkalan
    Madura United Tetap Ingin Bermarkas di Stadion Gelora Bangkalan
    15/07/2020 - 01:00
  • Pemerintah RI Bersiap Sita Aset Kejahatan yang Disimpan di Swiss
    Pemerintah RI Bersiap Sita Aset Kejahatan yang Disimpan di Swiss
    15/07/2020 - 00:38
  • Ngerinya Pesilat Cantik Indonesia Pamer Ilmu Membelah Api
    Ngerinya Pesilat Cantik Indonesia Pamer Ilmu Membelah Api
    15/07/2020 - 00:06
  • Masjid Apung dan Museum Rasulullah untuk Kepentingan Bisnis Ancol
    Masjid Apung dan Museum Rasulullah untuk Kepentingan Bisnis Ancol
    15/07/2020 - 00:54
  • Hana Hanifah Disebut Korban, Pria Penjemputnya yang Jadi Tersangka
    Hana Hanifah Disebut Korban, Pria Penjemputnya yang Jadi Tersangka
    15/07/2020 - 00:29
  • Hana Hanifah: Saya Memohon Maaf 
    Hana Hanifah: Saya Memohon Maaf 
    15/07/2020 - 00:15