Peristiwa Nasional

Webinar Bulan Bung Karno, Menkes RI Ajak Gunakan Obat Tradisional Modern

Selasa, 30 Juni 2020 - 14:17 | 6.03k
Webinar Bulan Bung Karno, Menkes RI Ajak Gunakan Obat Tradisional Modern
Menkes RI Letjen (Purn) Terawan Agus Putranto dalam Webinar Nasional IV Bulan Bung Karno 2020 yang diselenggarakan Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat PDI Perjuangan, Selasa. (FOTO: PDI Perjuangan for TIMES Indonesia).
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Kesehatan RI (Menkes RI), Terawan Agus Putranto mengisyaratkan masyarakat tak perlu ragu untuk menggunakan obat tradisional modern (OMAI) untuk memperkuat ketahanan tubuh masyarakat di tengah pandemi covid-19. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) bahkan secara khusus mempromosikannya.

Hal itu diutarakan Menkes RI dalam Webinar Nasional IV Bulan Bung Karno 2020 yang diselenggarakan Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat PDI Perjuangan, Selasa (30/6/2020). 

"Sudah dilakukan pengembangan obat moderen asli Indonesia atau disingkat OMAI yaitu produk dengan bahan baku dari kekayaan alam Indonesia yang sudah dibuktikan keamanan dan kasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinik maupun klinik," ucapnya.

Untuk memahami kerja Kemenkes, Terawan menjelaskan bahwa arah kebijakan pembangunan di bidang kesehatan adalah meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta terutama penguatan pelayanan kesehatan primer.

Caranya dengan mendorong peningkatan upaya promotif, preventif, didukungi inovasi dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, Presiden Jokowi mengarahkan agar kebijakan bidang kesehatan menurunkan angka stunting, turunnya angka kematian ibu dan bayi.

Juga pengendalian harga obat, dan peningkatan penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri. Kemenkes lalu menyasar penguatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk pendidikan gizi masyarakat, layanan kesehatan ibu dan anak, serta pelayanan imunisasi. 

Kedua, dalam upaya pembangunan pemerataan kesehatan, Kemenkes memfokuskan pada daerah perbatasan dan daerah tertinggal. Sejak tahun 2017-2019 mencapai 195 kabupaten/kota yang Puskesmasnya berada di perbatasan ataupun daerah tertinggal yang telah ditingkatkan kemampuan maupun fasilitasnya.

Selain itu, juga ditambah pembangunan rumah sakit pratama sebanyak 234, pembangunan public safety center 119 sebanyak total 429.

Ketiga, memperkuat pelayanan kesehatan tradisional mengintegrasikan konvensional dan komplementer. Kata Menkes, modalitas pengobatan tradisional yang dapat dilayani di rumah sakit adalah pelayanan tradisional komplementer yang sudah terbukti aman dan bermanfaat. 

"Dilaksanakan oleh tenaga kesehatan terlatih di bidang tradisional. Jumlah lulusan D3 jamupoltekkes hingga saat ini ada sebanyak 561 orang dan lulusan D3 dan D4 BA Trainer sebanyak 373 orang," ucapnya.

Dengan kemampuan tambahan akupunktur herbal medik di 250 rumah sakit pemerintah di Indonesia. Salah satu contoh rumah sakit yang sudah menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional terintegrasi adalah rumah sakit umum pusat Dr Sarjito di Yogyakarta.

Diakui, Kementerian Kesehatan menyiapkan rumah sakit pusat pelayanan kesehatan tradisional sebagai komitmen pemerintah agar kesehatan tradisional memiliki peran sentral dalam menyehatkan bangsa. Kata Menkes, pihaknya juga memiliki klinik saintifikasi jamu di Tawangmangu, Jawa Tengah.

"Klinik ini memprioritaskan pada scientifikasi jamu dari hulu ke hilir. Dari riset etnofarmotologi tumbuhan obat dan jamu, pelestarian budidaya pasca panen, riset klinik teknologi manajemen jamu, pelatihan ilmu pengetahuan dan teknologi jamu, pelayanan iptek dan disemenasi sampai dengan peningkatan kemandirian masyarakat," bebernya.

Keempat, dalam hal fasilitas kesehatan, Kemenkes mendistribuskan tenaga kesehatan melalui program Nusantara Sehat meliputi 467 kabupaten/kota dan 30 propinsi di seluruh Indonesia. Masih ditambah dengan pengembangan teknologi kesehatan digital (e-health) untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan.

"Kementerian Kesehatan membuat aplikasi-aplikasi yang dapat melayani masyarakat dalam memberikan informasi konsultasi seputar kesehatan maupun permasalahan kesehatan lainnya. aAlikasi bernama Sehat Media merupakan strategi inovasi dalam peningkatan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Menkes.

Menteri Terawan menambahkan, pihaknya sedang mempersiapkan regulasi terkait pelayanan kesehatan digital sehingga terbagun ekosistem digital di bidang kesehatan.

Hal ini semakin strategis demi mencegah penularan covid-19 kepada tenaga medis serta pasien yang berkunjung ke rumah sakit. Menkes Terawan mengaku pihaknya sudah mengimbau rumah sakit rumah sakit dan fasilitas kesehatan untuk mengembangkan dan menggunakan semakin masif pelayanan kesehatan jarak jauh.

Kelima, memastikan sistem jaminan kesehatan nasional yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan agar masyarakat memperoleh manfaat pemeliharan kesehatan.

Keenam, Kemenkes melaksanakan percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan. Sebagai hasilnya, sampai dengan 2019, beberapa bahan baku farmasi telah dapat diproduksi di dalam negeri. Dalam hal ini, pengembangan OMAI juga termasuk di dalamnya. 

Dijelaskannya, terdapat lebih dari 80 obat OMAI yang telah diproduksi di Indonesia, yang telah mampu diekspor ke beberapa negara Asia dan Eropa. Dalam kurun waktu 3 tahun telah bertambah 32 industri obat tradisional. 

"Total di 2019, 20 industri obat tradisioanl dalam rangka peningkatan kemandirian telah dilakukan hilirisasi hasil penelitian menjadi produk inovasi yang diproduksi industri kesehatan dalam negeri," kata Menkes.

Selain itu, Kemenkes mendorong percepatan produksi reagen PCR dan rapid test covid maupun ICJ dalam negeri. Saat ini juga sudah terbit izin edarnya. Lalu sebagai upaya pemenuhan ventilator terutama dalam penanganan covid-19, Kemenkes bersama perguruan tinggi dan lembaga penelitian bersinergi untuk menciptakan inovasi.

"Sampai saat ini sudah dilakukan pendampingan terhadap 36 inovator untuk pengembangan ventilator. Sebanyak 4 inovator ventilator sudah berizin," tandas Menkes RI Terawan Agus Putranto saat mengajak masyarakat menggunakan obat tradisional modern dalam memperkuat ketahanan tubuh di tengah pandemi covid-19. (*)



Publisher : Sholihin Nur
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Take a Glance at The Beautiful Ambience of Majalengka at Night
    Take a Glance at The Beautiful Ambience of Majalengka at Night
    14/07/2020 - 01:06
  • Sanksi Dicabut, Manchester City Bisa Bermain di Liga Champion Eropa
    Sanksi Dicabut, Manchester City Bisa Bermain di Liga Champion Eropa
    14/07/2020 - 00:06
  • Demi Kepercayaan Publik, Kemenparekraf: Pengusaha Hotel Harus Terapkan Protokol Kesehatan
    Demi Kepercayaan Publik, Kemenparekraf: Pengusaha Hotel Harus Terapkan Protokol Kesehatan
    13/07/2020 - 23:55
  • Surat Kesiapan Baru Masuk, Pemkot Bandung Percepat Aktivasi Ojol Angkut Penumpang
    Surat Kesiapan Baru Masuk, Pemkot Bandung Percepat Aktivasi Ojol Angkut Penumpang
    13/07/2020 - 23:48
  • Cerita Ria Sonia, Bocah Penderita Bocor Ginjal di Majalengka Datangi Polsek Minta Bantuan
    Cerita Ria Sonia, Bocah Penderita Bocor Ginjal di Majalengka Datangi Polsek Minta Bantuan
    13/07/2020 - 23:43
  • Kapolres Ngawi Ajak Perguruan Silat Jaga Situasi Kondusif Jelang Muharam
    Kapolres Ngawi Ajak Perguruan Silat Jaga Situasi Kondusif Jelang Muharam
    13/07/2020 - 23:36
  • Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    13/07/2020 - 23:29
  • Jusuf Kalla: Covid-19 Peluang untuk Kemandirian Bangsa
    Jusuf Kalla: Covid-19 Peluang untuk Kemandirian Bangsa
    13/07/2020 - 23:18
  • Tahun Ajaran Baru 2020:  Senang Dapat Teman Baru, Sedih Besok Libur Lagi
    Tahun Ajaran Baru 2020:  Senang Dapat Teman Baru, Sedih Besok Libur Lagi
    13/07/2020 - 23:11
  • Kementerian PUPR RI Rampungkan Penataan Kebun Raya Purwodadi
    Kementerian PUPR RI Rampungkan Penataan Kebun Raya Purwodadi
    13/07/2020 - 23:08

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    13/07/2020 - 23:29
  • Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    13/07/2020 - 22:00
  • Spirit Kuliah Daring
    Spirit Kuliah Daring
    13/07/2020 - 21:03
  • Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    13/07/2020 - 20:15
  • Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    13/07/2020 - 19:38
  • Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    13/07/2020 - 17:12
  • Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    13/07/2020 - 16:11
  • Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    13/07/2020 - 15:50
  • Kemendikbud Mulai Buka Seleksi Calon Guru Penggerak
    Kemendikbud Mulai Buka Seleksi Calon Guru Penggerak
    14/07/2020 - 01:39
  • Manchester City Bebas dari Sanksi UEFA, Presiden La Liga Sewot
    Manchester City Bebas dari Sanksi UEFA, Presiden La Liga Sewot
    14/07/2020 - 01:00
  • Polda DIY Gelar Operasi Pekat, Kasus Narkoba dan Miras Paling Banyak Tinggi
    Polda DIY Gelar Operasi Pekat, Kasus Narkoba dan Miras Paling Banyak Tinggi
    14/07/2020 - 00:50
  • Jokowi Sebut Sanksi Pelanggar Protokol Covid-19 Mulai Denda Hingga Tipiring
    Jokowi Sebut Sanksi Pelanggar Protokol Covid-19 Mulai Denda Hingga Tipiring
    14/07/2020 - 00:30
  • Sidang Kasus Turi, Saksi Sebut Susur Sungai Tak Penuhi Standar Keselamatan
    Sidang Kasus Turi, Saksi Sebut Susur Sungai Tak Penuhi Standar Keselamatan
    14/07/2020 - 00:19
  • Oral Seks Ala Burung, Bikin Pasangan Ketagihan
    Oral Seks Ala Burung, Bikin Pasangan Ketagihan
    14/07/2020 - 00:02
  • PSSI Jawa Barat: Pertandingan Tarkam Aniaya Wasit Tanpa Rekomendasi
    PSSI Jawa Barat: Pertandingan Tarkam Aniaya Wasit Tanpa Rekomendasi
    14/07/2020 - 00:00
  • Selamat! Aurel Hermansyah Dilamar Atta Halilintar
    Selamat! Aurel Hermansyah Dilamar Atta Halilintar
    14/07/2020 - 00:10
  • Aksi Marshanda Jadi Pelakor Dibanjiri Pujian Warganet
    Aksi Marshanda Jadi Pelakor Dibanjiri Pujian Warganet
    14/07/2020 - 00:30
  • Eksekusi Mati di AS Pertama Kalinya dalam 17 Tahun, Siapa Terhukumnya
    Eksekusi Mati di AS Pertama Kalinya dalam 17 Tahun, Siapa Terhukumnya
    14/07/2020 - 01:12