Kopi TIMES

Covid-19, Perbankan dan Relaksasi Kredit

Selasa, 30 Juni 2020 - 16:09 | 13.54k
Covid-19, Perbankan dan Relaksasi Kredit
Arkandisari Atmaja Syaiban, Mahasiswi Politeknik Keuangan Negara STAN.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Covid-19 alias virus corona membuat imunitas ekonomi menurun. Demam corona ini mengombang-ambingkan banyak sektor perekonomian, termasuk perbankan. Di masa sulit ini, perbankan perlu memasang “kuda-kuda” dalam menghalau potensi kredit bermasalah atau yang biasa disebut dengan Non-Performing Loan (NPL).

Di sisi lain, perbankan juga dituntut untuk tetap ekspansif dalam artian, bank dapat lebih deras dalam menyalurkan pinjaman (kredit) ke masyarakat dalam rangka mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang saat ini terancam masuk ke jurang krisis sebagai dampak pandemi corona.

Kredit bermasalah atau NPL mengindikasikan adanya masalah dalam bank tersebut dan berdampak bahaya bagi bank bila tidak segera dicarikan solusinya. Peningkatan rasio NPL bisa berdampak pada berkurangnya modal bank dan jika dibiarkan akan menyebabkan penurunan penyaluran kredit di periode berikutnya. 

Setiap perbankan memiliki jurusnya tersendiri untuk tetap bertahan di tengah pandemi saat tatanan The New Normal mulai diterapkan. Bank Mandiri contohnya, penerapan protokol kesehatan yang ketat sudah diwajibkan dalam kegiatan operasional Bank Mandiri. Kemudian dari sisi kesehatan keuangan, dampak covid-19 diprediksi baru akan terasa di kuartal II.

Menurut data laporan keuangan Bank Mandiri, pada kuartal I 2020, penyaluran kredit Bank Mandiri masih tumbuh 14,2%, yaitu mencapai Rp 902,7 triliun secara tahunan. Bank Mandiri pun telah memproyeksikan bahwa penyaluran kredit di kuartal II akan melambat, mengingat dari masa PSBB diberlakukan di Jakarta.

Bank Mandiri memiliki strategi untuk menutup sementara layanan kredit bagi nasabah dikarenakan belum menemukan protokol yang aman dalam proses penyaluran kredit yang mana selama ini masih dilakukan secara face to face dengan nasabah. Manajer cabang Jakarta Plaza Mandiri, Eferlina menyebutkan bahwa pihak manajemen Bank Mandiri akan mempersiapkan agar penyaluran kredit nantinya dapat dilakukan secara online. Bank Mandiri tidak sendiri, terhimpitnya perbankan gara-gara corona membuat perbankan ramai-ramai merubah target pertumbuhan kredit mereka. 

Adapun data dari Bank Indonesia soal penyaluran kredit, yaitu di bulan April 2020, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp 5.601,1 triliun. Realisasi ini naik sebesar 4,9% dibandingkan dengan April 2019, tetapi realisasi ini justru turun 7,2% bila dibandingkan dengan Maret 2020.

BI juga mencatat penurunan pertumbuhan kredit terjadi disemua jenis kredit, mulai dari kredit modal kerja, kredit investasi, hingga kredit konsumsi. Berkaca pada peristiwa tersebut, pemerintah pun menggelontorkan dana yang tak main-main untuk relaksasi sektor kredit, yaitu sebesar Rp 34,15 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu menegaskan bahwa anggaran ini sepenuhnya untuk subsidi bunga kredit dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional yang ditujukan untuk membantu UMKM dan pelaku usaha ultra mikro di tengah pandemi. 

Tentunya pemerintah bermaksud baik untuk memberikan insentif kredit ini dan sudah sepatutnya kita sebagai masyarakat mendukung penuh kebijakan ini ,asalkan eksekusinya tidak keluar dari tujuan dan sasaran awalnya.

Pemerintah harus mengawasi dan memastikan bahwa penerima insentif ini tetap mengutamakan pihak yang betul-betul berhak mendapatkan, misalkan diberikan kepada sektor bisnis dan industri yang masih punya potensi pasar dan yang tidak memiliki catatan kredit macet karena diharapkan sektor tersebut mampu melakukan pencicilan kredit dengan lancar hingga lunas tanpa wanprestasi.

Jangan sampai dana triliunan rupiah oleh pemerintah ini hanya jadi hadiah bodong bagi sektor-sektor yang tak terlalu membutuhkan. Alih-alih menyelamatkan perekonomian, ketidaktepatan langkah yang diambil pemerintah dan perbankan dalam penyaluran insentif kredit dapat membawa malapetaka bagi perekonomian, khususnya di sektor perbankan itu sendiri yang ditandai dengan peningkatan rasio kredit macet.

Perbankan harus selektif dalam memilih nasabah yang akan diberikan insentif kredit, misalnya dengan melakukan penilaian secara subjektif maupun objektif terkait permohonan pengajuan insentif kredit oleh nasabah. 

Contoh penilaian secara subjektif, misalnya bank harus menilai nasabah dari kepribadiannya, apakah nasabah menunjukkan karakter jujur, dapat dipercaya, dan punya itikad baik untuk mau melunasi kreditnya di kemudian hari atau justru kabur dari tanggung jawab. Bank juga harus mengetahui tujuan nasabah dalam mengajukan permohonan insentif kredit, diutamakan untuk UMKM dan pelaku usaha ultra mikro yang terkena dampak langsung dari corona dan berniat untuk mempertahankan serta meningkatkan produktivitas usahanya.

Kemudian contoh penilaian secara objektif, misalnya bank perlu menilai prospek usaha nasabah di masa mendatang, apakah menguntungkan atau tidak. Jika usaha nasabah dinilai akan menguntungkan, maka bisa dijadikan pertimbangan bagi bank untuk memberikan insentif kredit karena nasabah tersebut dinilai memiliki pendapatan untuk melunasi kreditnya.

Bank juga perlu melihat bagaimana penggunaan modal oleh nasabah, apakah digunakan secara efektif atau tidak. Hal ini juga untuk mengidentifikasi sumber-sumber pembiayaan apa saja yang dimiliki oleh nasabah terhadap usaha yang akan dibiayai oleh bank.

Pandemi bikin semua pusing tujuh keliling dan tak tahu pasti kapan berakhir. Yang jelas, hal ini memicu perbankan menjadi lebih konservatif dalam menentukan target yang ingin dicapai tahun ini.

Hati-hati terhadap potensi kredit macetpun harus diwaspadai perbankan selama masa pandemi ini meski sudah ada program restrukturisasi kredit dari pemerintah. Tentu kita semua berharap kebijakan restrukturisasi kredit ini dilaksanakan dengan penuh integritas dan rasa tanggung jawab oleh pemerintah, perbankan, dan penerima insentif, demi kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi ini.

***

*) Oleh: Arkandisari Atmaja Syaiban, Mahasiswi Politeknik Keuangan Negara STAN.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pemkab Bandung Gratiskan Retribusi Pemotongan Hewan Kurban di RPH
    Pemkab Bandung Gratiskan Retribusi Pemotongan Hewan Kurban di RPH
    12/07/2020 - 23:50
  • Pramuka Kwarcab Sleman Ikuti Pelatihan Tenaga Spraying, Ini yang Diharapkan
    Pramuka Kwarcab Sleman Ikuti Pelatihan Tenaga Spraying, Ini yang Diharapkan
    12/07/2020 - 23:34
  • Partai Golkar Resmi Usung Mahyunadi-Kinsu untuk Pilkada Kutai Timur
    Partai Golkar Resmi Usung Mahyunadi-Kinsu untuk Pilkada Kutai Timur
    12/07/2020 - 23:14
  • Polres Cimahi Ungkap Ladang Ganja Satu Hektar
    Polres Cimahi Ungkap Ladang Ganja Satu Hektar
    12/07/2020 - 22:35
  • Terpilih Dampingi Teh Nia di Pilkada Bandung, Usman Sayogi Siap Mundur dari ASN
    Terpilih Dampingi Teh Nia di Pilkada Bandung, Usman Sayogi Siap Mundur dari ASN
    12/07/2020 - 22:00
  • Partai Golkar Resmi Usung Aliong Mus-Ramli di Pilkada Taliabu 2020
    Partai Golkar Resmi Usung Aliong Mus-Ramli di Pilkada Taliabu 2020
    12/07/2020 - 21:13
  • Santy Sastra Bagi Tips Manfaatkan Alam Bawah Sadar dalam Mendidik Anak
    Santy Sastra Bagi Tips Manfaatkan Alam Bawah Sadar dalam Mendidik Anak
    12/07/2020 - 21:06
  • Supervisi GP Ansor Ngawi Tingkatkan Kinerja Organisasi
    Supervisi GP Ansor Ngawi Tingkatkan Kinerja Organisasi
    12/07/2020 - 21:00
  • Dinas PPPA Malut Penuhi Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19
    Dinas PPPA Malut Penuhi Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19
    12/07/2020 - 20:52
  • Terduga Teroris Ihsan Abdullah Meninggal, Keluarga Tuntut Penjelasan Polisi
    Terduga Teroris Ihsan Abdullah Meninggal, Keluarga Tuntut Penjelasan Polisi
    12/07/2020 - 20:44

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Pilkada Kaur 2020, Antara Penantang vs Petahana
    Pilkada Kaur 2020, Antara Penantang vs Petahana
    12/07/2020 - 12:24
  • Bangkitnya Generasi Pasca Pandemi
    Bangkitnya Generasi Pasca Pandemi
    12/07/2020 - 10:12
  • Hak Politik Buruh Migran dalam Pilkada Serentak 2020
    Hak Politik Buruh Migran dalam Pilkada Serentak 2020
    12/07/2020 - 08:35
  • RUU HIP Asas Kepentingan?
    RUU HIP Asas Kepentingan?
    11/07/2020 - 16:33
  • Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    11/07/2020 - 15:37
  • Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    11/07/2020 - 14:22
  • Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    11/07/2020 - 13:34
  • Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    11/07/2020 - 12:25
  • 150 Bus Bantuan Siap Angkut Penumpang dari Bogor ke Jakarta
    150 Bus Bantuan Siap Angkut Penumpang dari Bogor ke Jakarta
    12/07/2020 - 23:55
  • Resmi Meluncur, Yamaha XSR 155 Bakal Obrak-abrik Pasar Filipina
    Resmi Meluncur, Yamaha XSR 155 Bakal Obrak-abrik Pasar Filipina
    12/07/2020 - 23:15
  • Ngeri Kecelakaan Mobil Mewah di Jogja, Untung Tak Ada Korban
    Ngeri Kecelakaan Mobil Mewah di Jogja, Untung Tak Ada Korban
    12/07/2020 - 23:11
  • Diwarnai Tabrakan Duo Ferrari, Lewis Hamilton Juara GP Styria
    Diwarnai Tabrakan Duo Ferrari, Lewis Hamilton Juara GP Styria
    12/07/2020 - 23:00
  • Suasana Rumah Duka Ayah Ivan Gunawan
    Suasana Rumah Duka Ayah Ivan Gunawan
    12/07/2020 - 22:47
  • Pemilik Warung Dekat Penemuan Mayat Editor Metro TV: Pisau Saya Begini
    Pemilik Warung Dekat Penemuan Mayat Editor Metro TV: Pisau Saya Begini
    12/07/2020 - 18:18
  • Geger, Kapal Perang Rusia yang Membuat Amerika Ciut Muncul di Barents
    Geger, Kapal Perang Rusia yang Membuat Amerika Ciut Muncul di Barents
    12/07/2020 - 06:44
  • Bongkar Kasus Pembunuhan Editor Metro TV, Tim Gabungan Dibentuk
    Bongkar Kasus Pembunuhan Editor Metro TV, Tim Gabungan Dibentuk
    12/07/2020 - 12:24
  • Jet Tempur Rusia Hadang Pesawat Militer AS di atas Laut Jepang
    Jet Tempur Rusia Hadang Pesawat Militer AS di atas Laut Jepang
    12/07/2020 - 11:20
  • Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    12/07/2020 - 01:22