Kopi TIMES

Antagonisme Kekuasaan dan Akal Sehat

Senin, 15 Juni 2020 - 15:22 | 35.89k
Antagonisme Kekuasaan dan Akal Sehat
Junaidi Doni Luli, Ketua Umum HMI Cabang Malang Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang 2017-2018.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, MALANG – Berulang kali rasanya akal sehat yang dimiliki manusia-manusia waras di republik ini dilecehkan dengan sengaja oleh cara kerja aparat pemerintah. Nalar kaum intelektual seakan diinjak-injak, dengan kinerja dan keputusan-keputusan yang menggelitik. Nilai dan idealisme tentang keadilan yang mereka pegang tak ubah seperti mimpi di siang bolong, atau mirip halusinasi seorang pemuda desa yang dekil untuk menikahi artis metropolitan.

Ilmu dan teori-teori yang dipelajari para sarjana hukum seakan jadi sampah, setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan dalih “tidak sengaja” dan pidana satu tahun penjara untuk dua pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Publik menilai bahwa tuntutan JPU tersebut masih jauh dari rasa keadilan, yang dalam kasusnya mengakibatkan cacat permanen pada penglihatan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Proses penyidikan yang menghabiskan waktu lebih dari tiga tahun sangat berbanding terbalik dengan tuntutan pidana satu tahun penjara.

Kasus ini bermula pada 11 April 2017 atau lebih dari tiga tahun yang lalu, ketika Novel Baswedan dalam perjalanan pulang dari masjid setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah. Motif dari aksi penyiraman air keras itu sebenarnya sudah sangat jelas, tidak lain ialah ketidaksukaan terhadap posisi dan kinerja Novel Baswedan dalam institusi KPK yang telah menguak banyak kasus korupsi. Peristiwa ini pun menjadi preseden buruk ihwal perlindungan negara bagi para penegak hukum di republik ini.

Sejak awal, proses penyidikan kasus penyiraman air keras ini berjalan penuh drama. Novel Baswedan bahkan pernah menyebutkan adanya dugaan keterlibatan seorang jenderal polisi dalam kasus penyerangan itu. Dari pernyataan korban yang tak lain merupakan penyidik senior lembaga antirasuah itu, dapat diasumsikan bahwa memang kasus ini penuh dengan konflik kepentingan bukan hanya antar personal penegak hukum, melainkan juga berkaitan dengan kepentingan politik anasir-anasir tertentu.

Di samping menangani pandemi Covid-19 saat ini, keseriusan pemerintah dalam menangani kasus penyiraman air keras ini pun menggugah pertanyaan banyak pihak. Dalam kurun waktu tiga tahun lebih, setelah Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) membentuk Tim Gabungan yang gagal dan kemudian dilanjutkan oleh Tim Teknis Lapangan, titik terang dari kasus ini pun hanya sekadar ditangkapnya Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis pada 26 Desember 2019 lalu. Sedangkan tokoh konspirator di balik kasus penyiraman air keras itu belum terungkap dengan jelas, atau mungkin sengaja ditutupi.

Secara empirik, hubungan antara KPK dan POLRI juga tidak selalu harmonis. Meskipun banyak anggota POLRI aktif yang diangkat dan bekerja di institusi KPK, hubungan kedua lembaga penegak hukum itu seringkali penuh intrik. Sedikit contoh kasus, publik tentu masih ingat kegaduhan antara KPK dan POLRI pada tahun 2009 (Cicak Vs Buaya), gaduh kasus korupsi Simulator SIM tahun 2012, kontroversi pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri tahun 2015, serta pelbagai kasus disharmoni lain yang bisa kita telusuri jejak digitalnya.

Dalih “tidak sengaja” menyiram air keras ke bagian wajah Novel Baswedan adalah argumen yang cukup membuat jutaan orang terbahak-bahak sekaligus jengkel. Ini merupakan tamparan keras bagi logika banyak orang, sekaligus menunjukkan betapa konyolnya pola pikir JPU. Proses peradilan di PN Jakarta Utara itu terlanjur menjadi stereotip buruk bagi penegakan hukum saat ini, terutama kinerja kejaksaan dalam sistem hukum di republik ini.

Antagonisme antara kekuasaan dan akal sehat publik di negeri ini terjadi berulang kali, dan seakan menjadi hal yang lumrah. Masih segar dalam ingatan kita, ketika beberapa waktu lalu adanya upaya sistematis untuk memberangus ruang-ruang akademis yang mestinya netral dari intervensi politik-kekuasaan. Teror dan persekusi terjadi di mana-mana, hantu kekuasaan yang mengusik kemerdekaan warga negara untuk mengekspresikan hak-hak konstitusionalnya.

Mahasiswa yang menggelar demonstrasi untuk menentang rasisme didakwa penjara belasan tahun, sementara pelaku penyiraman air keras terhadap sesama personel penegak hukum hanya diancam satu tahun penjara. Absurditas penegakan hukum semacam ini jangan sampai dibiarkan menjadi tradisi. Demikian pun netralitas politik-kekuasaan terhadap ruang-ruang akademik, semestinya negara tidak boleh menunjukkan sikap paranoid.

Pelbagai persoalan krusial yang sedang menimpa bangsa ini tidak boleh ditangani dengan candaan, atau dengan argumen yang memantik tawa jutaan warga negara. Upaya-upaya korektif harus segera dilakukan oleh stakeholder yang berkaitan, cara kerja aparat hukum mesti dievaluasi total. Hal ini dilakukan tidak lain untuk memulihkan citra penegakan hukum sekaligus memperbaiki wibawa pemerintah di hadapan publik.

***

*)Oleh: Junaidi Doni Luli, Ketua Umum HMI Cabang Malang Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang 2017-2018.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Teten Indra Abdillah: Konten Media Berkualitas Perlu Dukungan Pemerintah
    Teten Indra Abdillah: Konten Media Berkualitas Perlu Dukungan Pemerintah
    30/11/2021 - 16:20
  • Gotong Royong Jadi Kunci Penting Atasi Pandemi Covid-19
    Gotong Royong Jadi Kunci Penting Atasi Pandemi Covid-19
    30/11/2021 - 16:16
  • Ke Abu Dhabi, Gubernur NTB ZulZulkieflimansyah Perjuangkan F1
    Ke Abu Dhabi, Gubernur NTB ZulZulkieflimansyah Perjuangkan F1
    30/11/2021 - 16:12
  • Menelaah Peniadaan Pokir dan Lambatnya Pengesahan APBD 2022 di Bondowoso
    Menelaah Peniadaan Pokir dan Lambatnya Pengesahan APBD 2022 di Bondowoso
    30/11/2021 - 16:07
  • Tes CPNS Kementan 2021, Polbangtan Malang Jadi Lokasi Ujian 
    Tes CPNS Kementan 2021, Polbangtan Malang Jadi Lokasi Ujian 
    30/11/2021 - 16:02

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Pecah 
    Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Pecah 
    29/11/2021 - 17:16
  • Terorisme dan Fundamentalisme Kemanusiaan
    Terorisme dan Fundamentalisme Kemanusiaan
    29/11/2021 - 14:54
  • Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    29/11/2021 - 07:37
  • Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan  NU sebagai Organisasi Umat
    Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan NU sebagai Organisasi Umat
    28/11/2021 - 09:53
  • Mungkinkah Garuda Berganti Nama?
    Mungkinkah Garuda Berganti Nama?
    27/11/2021 - 17:05
  • Melawan Stigma Seksisme Wanita Karir
    Melawan Stigma Seksisme Wanita Karir
    27/11/2021 - 09:29
  • Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian
    Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian
    27/11/2021 - 00:29
  • Transisi Energi dan Memulihkan Keseimbangan Lingkungan Hidup
    Transisi Energi dan Memulihkan Keseimbangan Lingkungan Hidup
    26/11/2021 - 15:33

KULINER

  • Meski ada Pandemi, UKM Ngemood Mie Mojokerto Malah Buka Cabang
    Meski ada Pandemi, UKM Ngemood Mie Mojokerto Malah Buka Cabang
    30/11/2021 - 14:00
  • Ini Jajanan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka
    Ini Jajanan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka
    30/11/2021 - 09:31
  • Bakmi Pak Pendek Ponorogo, Kuliner Legendaris Langganan Pejabat
    Bakmi Pak Pendek Ponorogo, Kuliner Legendaris Langganan Pejabat
    29/11/2021 - 03:21
  • Saung Ma UTI Kota Banjar Tawarkan Menu Sunda di Alam Pedesaan Rejasari
    Saung Ma UTI Kota Banjar Tawarkan Menu Sunda di Alam Pedesaan Rejasari
    28/11/2021 - 01:16
  • Cek Deretan Dessert Paling WOW di Ji Restaurant Canggu
    Cek Deretan Dessert Paling WOW di Ji Restaurant Canggu
    26/11/2021 - 04:44