Kopi TIMES

Corona dan Quo Vadis Politik Milenial

Jumat, 12 Juni 2020 - 02:12 | 54.79k
Corona dan Quo Vadis Politik Milenial
Ogiandhafiz Juanda, S.H., LL.M., C.L.A., Advokat, Dosen Fakultas Hukum Universitas Nasional / Direktur Treas Constituendum Institute. (Grafis: TIMES Indonesia)
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Penulis berusaha memahami persoalan corona ini lebih dari sekedar simbol perjuangan melawan penyakit. Diskusi yang dilakukan penulis dengan kelompok marginal di lapisan bawah atau kelompok miskin di gang-gang sempit ibu kota telah melahirkan satu kesimpulan bahwa corona ini ialah satu persoalan yang berlapis. Meskipun kesimpulan ini tidak banyak diamini.

Penulis tidak mau menjadi retorika. Selama berbulan-bulan dalam masa pandemi, kehidupan sosial ekonomi masyarakat menjadi fluktuatif dan seharusnya ini menjadi satu fakta empiris yang rasanya sulit sekali untuk tidak (juga) diamini. Kondisi faktual menunjukan bahwa kegiatan ekonomi telah menuju mati secara perlahan tapi pasti. Implikasi dari pandemi inipun merembet menciptakan kemiskinan baru, klaster-klaster baru dalam tatanan dan sistem sosial masyarakat. Pra Pandemi, masyarakat terbagi menjadi 3 kategori yaitu miskin, menengah dan kaya, tetapi klaster itu kemudian berubah menjadi miskin, hampir miskin, menengah, cukup dan kaya. 

Roda ekonomi dari level paling mini hingga paling tinggi bergerak menjadi perlahan, bahkan ada yang sudah berhenti. Masyarakat pekerja, baik sektor formal ataupun informal menjadi tidak bekerja, dirumahkan, bersembunyi tanpa kepastian dan terpaksa bertahan. 

Fakta-fakta ini tidak bisa dilobi dengan mengatakan bahwa ‘kita selesaikan dulu masalah kesehatan”. Dalam refleksi terhadap persoalan hari ini, ekonomi menjadi problem yang pada hakikatnya menjadi relevan untuk juga kita pikirkan. 

Corona ini pada kenyataannya  merangkum segala problematika yang perlu dikonsepsikan secara jelas. Akan tetapi, situasi riil hari ini juga jangan sampai menjadikan demokrasi kita menjadi elitis.  Kita perlu merespon problem bangsa ini dengan formulasi kebangsaan, berbangsa dan bernegara.

Kita perlu sama-sama memikirkan formulasi apa saja yang bisa sekaligus menjawab masalah yang mendera bangsa kita hari ini. Kita perlu mengkajinya dengan melihat kembali pada dasar nusantara yaitu keragaman yang memperkuat persatuan. Bukan menjadikan persoalan corona ini sebagai sentimen yang tidak perlu. Kita memerlukan yang lebih dari sekedar keinginan politik, tetapi cara berpolitik milenial yang berakar pada keinginan memparipurnakan masalah bangsa yang hari ini tampaknya begitu kompleks dengan baik. 

Kita sering terbawa pada perdebatan semu yang menyebabkan kita lupa untuk mengurai permasalahan bangsa ini. Pendekatan kita dalam berdebat sering kali berujung pada kesimpulan yang tidak substansial. Kadang melebar menjadi perdebatan kosong soal ras, agama, ideologi politik. Padahal, kehidupan berpolitik milenial seharusnya lebih beradab dan bermoral. 

Politik milenial perlu memikirkan soal konstruksi kebangsaan, kesatuan dalam perbedaan. Konsep tersebut seharusnya juga berakhir dalam aktualitas kehidupan kita sehari hari, dan juga hari ini. 

Kembali pada persoalan corona tadi, preposisi di awal tadi seharusnya memberikan penegasan bahwa  goncangan pada sektor ekonomi bukanlah sebuah sandiwara. Realitas tersebut seharusnya juga membuat Kita sepakat untuk bergerak menyiapkan pemulihan ekonomi secara perlahan. Tidak ada maksud untuk mengatakan “tidak ada pilihan”, justru ini adalah sebuah pilihan. Ini adalah pilihan yang paling terdekat dengan rakyat, apalagi bagi kelompok yang penulis sebutkan tadi di awal.

Tetapi, pilihan tersebut tidak lantas menjadikan kita begitu saja meninggalkan masalah kesehatan. Penulis meyakini bahwa kesehatan dan ekonomi ialah 2 diskursus yang memiliki keterkaitan. Dan sangat sulit bagi penulis mengabaikan keterkaitan kedua hal yang sama-sama memiliki urgensi dan relevansi tersebut.

Kita jangan lupa, 3 bulan terakhir kita telah melakukan perjalanan doktrin yang panjang. Kita sudah melihat bagaimana negara telah mengkonstruksikan kebiasan menjalankan protokol kesehatan dalam karakter sosial dan tingkah laku kita. Sehingga, Kita hanya perlu  untuk terus menjadi tidak abai. 

Di lain pihak, kita perlu menjadi lebih masif lagi dalam mendorong negara dan representasinya untuk terus mencari sistem dan formulasi yang terbaik dan terencana dalam menghadapi persoalan (corona) bangsa ini, dan tetap berakar dan berkerangka pada konstitusi dengan tujuan untuk mencapai keseimbangan antara menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat sekaligus membuat ekonomi kembali berjalan. 

Kita perlu beranjak menyelesaikan persoalan corona ini secara holistik, menjadi bagian dari penyelesaian masalah, bukan menjadikan diri kita sebagai bagian dari manuver politik kelompok tertentu. Politik kekinian hari ini tidak boleh sekedar beretorika. Politik milenial harus berubah, berdampak untuk kebaikan bangsa dan Negara. Berdampak bagi rakyat yang sejatinya adalah pemilik yang sah dari setiap jengkal dari tanah air Indonesia. (*)

***

*) Oleh: Ogiandhafiz Juanda, S.H., LL.M., C.L.A., Advokat, Dosen Fakultas Hukum Universitas Nasional / Direktur Treas Constituendum Institute.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Bamsoet: IMI Luncurkan IMI Sport TV dan Film Crazy Fast Indonesian 2
    Bamsoet: IMI Luncurkan IMI Sport TV dan Film Crazy Fast Indonesian 2
    20/06/2021 - 13:45
  • HNW: Selamatkan Umat dari Ancaman Covid-19
    HNW: Selamatkan Umat dari Ancaman Covid-19
    20/06/2021 - 13:27
  • Komisi III DPR RI Apresiasi Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Adelin Lis
    Komisi III DPR RI Apresiasi Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Adelin Lis
    20/06/2021 - 13:21
  • Hadiahi Ayam Usai Lansia Divaksin, Ridwan Kamil Apresiasi Aparat Kreatif
    Hadiahi Ayam Usai Lansia Divaksin, Ridwan Kamil Apresiasi Aparat Kreatif
    20/06/2021 - 13:15
  • Ridwan Kamil Minta Wanadri Budayakan Aktivitas Alam  
    Ridwan Kamil Minta Wanadri Budayakan Aktivitas Alam  
    20/06/2021 - 13:07

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Dampak Strategis Tuan Rumah API 2021
    Dampak Strategis Tuan Rumah API 2021
    19/06/2021 - 19:00
  • Potensi Mikroalga sebagai Energi Terbarukan di Indonesia
    Potensi Mikroalga sebagai Energi Terbarukan di Indonesia
    19/06/2021 - 14:50
  • Gerakan Menguatkan ”Rumah Kita”
    Gerakan Menguatkan ”Rumah Kita”
    19/06/2021 - 11:12
  • Konsep Dasar Filsafat Pendidikan Islam Dalam Perspektif Pemikiran Ibnu Taimiyah
    Konsep Dasar Filsafat Pendidikan Islam Dalam Perspektif Pemikiran Ibnu Taimiyah
    19/06/2021 - 09:33
  • Mendidik dengan (Mewujudkan) Pancasila
    Mendidik dengan (Mewujudkan) Pancasila
    19/06/2021 - 00:22
  • 1001 Manfaat Kampus Merdeka
    1001 Manfaat Kampus Merdeka
    18/06/2021 - 23:08
  • UUCK dan Semangat Penyelesaian Legalitas Perkebunan
    UUCK dan Semangat Penyelesaian Legalitas Perkebunan
    18/06/2021 - 19:35
  • Hate Speech Hati-hati Menggunakan Jarimu
    Hate Speech Hati-hati Menggunakan Jarimu
    18/06/2021 - 18:38

KULINER

  • Hidangan Tinggi Serat dan Rendah Lemak, Ini Resep Sayur Oyong
    Hidangan Tinggi Serat dan Rendah Lemak, Ini Resep Sayur Oyong
    19/06/2021 - 05:25
  • Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    Promo Asian Feast Jadi Menu Andalan Baru di Grand Ambarrukmo Yogyakarta
    16/06/2021 - 16:48
  • Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    Kampung Adat Segunung, Desa Wisata Alam dengan Kekuatan Budaya Lokal
    16/06/2021 - 07:45
  • Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    Segarkan Siang Bersama Dessert Ala Timtong
    15/06/2021 - 07:32
  • ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    ASTON Kuta Hotel & Residence Sajikan “SUNSET BBQ is BACK”
    15/06/2021 - 03:12