Peristiwa Nasional Bencana Nasional Covid-19

Stanislaus Riyanta: Mereka akan Memanfaatkan Covid-19 untuk Meneror Pemerintah

Kamis, 04 Juni 2020 - 18:14 | 11.21k
Stanislaus Riyanta: Mereka akan Memanfaatkan Covid-19 untuk Meneror Pemerintah
Analis Intelijen dan Keamanan Negara, Stanislaus Riyanta. (foto: Edi Junaidi Ds/TIMES Indonesia)
FOKUS

Bencana Nasional Covid-19

Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Analis Intelijen dan Keamanan Negara, Stanislaus Riyanta menilai penanganan pandemi Covid-19 yang melibatkan TNI, Polri dan BIN, menjadi peluang bagi aktor-aktor yang ingin membuat teror bagi pemerintah.

Aktor tersebut bisa jadi memanfaatkan kelengahan aparat keamanan di tengah pandemi global.

Dalam perspektif intelijen, kata Stanislaus, ancaman akan terjadi jika ada celah kerawanan. Dalam situasi pandemi Covid-19 ini tentu saja muncul celah-celah kerawanan sebagai dampak dari konsentrasi pemerintah dalam penanganan Covid-19. 

"Selain itu, dengan adanya tekanan ekonomi, pemberlakukan pembatasan sosial yang berdampak pada terbatasnya kesempatan kerja, menjadi isu yang didorong oleh aktor-aktor tertentu kepada masyarakat, dengan tujuan menggerus ketaatan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," kata Stanislaus di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Hal ini disampaikan langsung oleh Stanislaus Riyanta saat menjadi narasumber dalam Webinar yang digelar oleh Indonesian Public Institute (IPI) dengan tema 'Era New Normal: Indonesia Optimis versus  Indonesia Terserah'.

Stanislaus menegaskan bahwa gangguan keamanan yang sudah terjadi secara nyata adalah dari kelompok radikal yang melakukan aksi teror. Diantaranya adalah aksi teror terhadap petugas kepolisian di Poso oleh kelompok MIT (15/4/2020) dan serangan lone wolf di Polsek Daha Selatan HSS Kalsel (1/6/2020) menunjukkan bahwa kelompok teroris memanfaatkan celah kerawanan di saat pandemi Covid-19 ini untuk menyerang Polisi.

"Ancaman dari kelompok pengusung ideologi khilafah juga terus terjadi. Penyebaran pamflet ideolofi khilafah di Kupang menjadi salah satu bukti bahwa propaganda khilafah terus dilakukan. Kelompok pengusung khilafah yang sudah secara resmi dibubarkan diketahui juga mencoba eksis, termasuk melalui forum akademis. Bukti pamflet yang beredar dengan atribut sebagai Jubir HTI menunjukkan bahwa meskipun sudah dilarang pemerintah mereka tetap mencoba untuk eksis," imbuhnya.

Stanislaus yang sedang menyelesaikan program doktoral di Universitas Indonesia (UI) ini mengatakan, kasus Ruslan Buton yang melakukan propaganda agar Jokowi mundur adalah salah satu gerakan yang memanfaatkan situasi pandemi Covid-19. Propaganda yang dilakukan Ruslan Buton dapat diduga masuk dalam kategori informasi yang menimbulkan kebencian dan kegaduhan.

Kata dia, narasi tentang pemakzulan Jokowi juga muncul dari berbagai titik, selain lewat mimbar akademis juga sangat marak di media massa. Meskipun menjadi hak bagi akademisi untuk berpikir kritis terkait isu pemakzulan Jokowi, namun menjadi tidak etis dan tidak mempunyai bela rasa, jika pada saat pandemi Covid-19 akademisi justru memprioritaskan diskusi terkait politik, pemakzulan presiden, daripada berkontribusi secara akademis untuk melawan Covid-19.

"Meskipun demikian, isu tentang adanya teror terhadap akademisi yang berniat melakukan diskusi tetap harus diusut tuntas. Dapat diyakini bahwa gaya-gaya teror tersebut bukan inisiatif dari pemerintah. Penegak hukum harus tegas, korban teror harus kooperatif bekerja sama dengan penegak hukum untuk menyampaikan bukti supaya kasus ini dapat diusut tuntas. Siapa pelaku teror dan apa motifnya harus dibuka agar tidak menjadi fitnah, dan tidak menjadi sandungan bagi negara yang menjunjung tinggi demokrasi," tegas Stanislaus Riyanta.

Stanislaus menyampaikan narasi-narasi yang cenderung menyudutkan pemerintah dengan menggunakan isu kebangkitan komunis. Menurutnya, narasi ini sangat marak di media sosial. Dilihat dari sumber penyebar narasi tersebut, tidak jauh berbeda dengan sumber propaganda hal yang sama pada saat Pilpres 2019. 

"Kewasapdaan terhadap ancaman komunisme tentu tetap harus ada, namun jika kewaspdaan tersebut berujung kepada fitnah atau untuk mendeskreditkan pemerintah di tengah pandemi Covid-19 ini tentu menjadi tidak patut dan dapat dinilai ada motif tersembunyi," kata Stanislaus Riyanta, Analis Intelijen dan Keamanan Negara.

Untuk diketahui, dalam diskusi ini Indonesian Public Institute (IPI) juga menghadirkan para pembicara yang sangat sangat istimewa. Diantaranya, sebagai pengantar diskusi diisi oleh Direktur Eksekutif IPI, Karyono Wibowo, sedangkan pembicara lain 1. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo 2. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian 3. Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo 4. Pengamat Intelijen dan Keamanan Negara, Stanislaus Riyanta dan dimoderatori oleh Risty Rustarto.(*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Paul May, Your Most Comfortable Shoes Anywhere You Go
    Paul May, Your Most Comfortable Shoes Anywhere You Go
    12/07/2020 - 04:02
  • The ONE Legian Bali Has Been Back on Business
    The ONE Legian Bali Has Been Back on Business
    12/07/2020 - 03:27
  • Boost Your Immune with Aston Hotel Sidoarjo
    Boost Your Immune with Aston Hotel Sidoarjo
    12/07/2020 - 02:32
  • Google Maps Added the New Traffic Light Indicator Feature
    Google Maps Added the New Traffic Light Indicator Feature
    12/07/2020 - 01:12
  • Warung Kopi Kebul Kenteng Sajikan Menu Sehat Tadisional
    Warung Kopi Kebul Kenteng Sajikan Menu Sehat Tadisional
    12/07/2020 - 00:27
  • Kementerian PUPR RI Lanjutkan Penataan Puncak Waringin di KSPN Labuan Bajo
    Kementerian PUPR RI Lanjutkan Penataan Puncak Waringin di KSPN Labuan Bajo
    11/07/2020 - 23:53
  • Sebelum Dinikahi Rey Mbayang, Begini Perjalanan Asmara Dinda Hauw
    Sebelum Dinikahi Rey Mbayang, Begini Perjalanan Asmara Dinda Hauw
    11/07/2020 - 23:46
  • Obyek Wisata di Piyungan Bantul Gelar Uji Coba Terbatas
    Obyek Wisata di Piyungan Bantul Gelar Uji Coba Terbatas
    11/07/2020 - 23:34
  • Kegigihan Milenial Kota Kediri Merintis Bisnis Cokelat Bubuk, Omzet Capai Rp15 Juta
    Kegigihan Milenial Kota Kediri Merintis Bisnis Cokelat Bubuk, Omzet Capai Rp15 Juta
    11/07/2020 - 23:27
  • Diunduh 576,7 Juta Pengguna, Pokemon Go Raup Rp 52 Triliun
    Diunduh 576,7 Juta Pengguna, Pokemon Go Raup Rp 52 Triliun
    11/07/2020 - 23:19

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • RUU HIP Asas Kepentingan?
    RUU HIP Asas Kepentingan?
    11/07/2020 - 16:33
  • Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    11/07/2020 - 15:37
  • Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    11/07/2020 - 14:22
  • Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    11/07/2020 - 13:34
  • Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    11/07/2020 - 12:25
  • Menguji, Kontra-Persepsi Konsep Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
    Menguji, Kontra-Persepsi Konsep Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
    11/07/2020 - 02:17
  • Penangkapan Maria Pauline Lumowa, Gebrakan atau Pengalihan Isu?
    Penangkapan Maria Pauline Lumowa, Gebrakan atau Pengalihan Isu?
    10/07/2020 - 15:18
  • Kerja Sama Singapura dan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
    Kerja Sama Singapura dan Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19
    10/07/2020 - 14:35
  • Hasil Liga Inggris: Chelsea Tumbang 0-3 di Markas Sheffield United
    Hasil Liga Inggris: Chelsea Tumbang 0-3 di Markas Sheffield United
    12/07/2020 - 04:12
  • Kymco X-Town dan Kymco Downtown Bakal Saling Bersaing?
    Kymco X-Town dan Kymco Downtown Bakal Saling Bersaing?
    12/07/2020 - 03:10
  • Honda Masih Tunggu Waktu Keluarkan Mobil Baru?
    Honda Masih Tunggu Waktu Keluarkan Mobil Baru?
    12/07/2020 - 01:02
  • Kymco GP 125 Tanpa Spakbor Depan, Ini Penjelasannya
    Kymco GP 125 Tanpa Spakbor Depan, Ini Penjelasannya
    12/07/2020 - 00:15
  • Berat Badan Naik, Pemain Timnas U-16 Diharuskan Bayar Denda
    Berat Badan Naik, Pemain Timnas U-16 Diharuskan Bayar Denda
    11/07/2020 - 23:42
  • Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    12/07/2020 - 01:22
  • Chelsea Kena Bantai Tim Promosi, MU yang Untung
    Chelsea Kena Bantai Tim Promosi, MU yang Untung
    12/07/2020 - 01:24
  • Remehkan Pukulan Tyson, Nasib Artis Konyol Ini Berakhir Tragis
    Remehkan Pukulan Tyson, Nasib Artis Konyol Ini Berakhir Tragis
    12/07/2020 - 00:02
  • Lazio Tersandung Lagi, Juventus Makin Nyaman
    Lazio Tersandung Lagi, Juventus Makin Nyaman
    12/07/2020 - 00:19
  • Momen Mesra si Seksi Georgina dengan Anak-anak Ronaldo
    Momen Mesra si Seksi Georgina dengan Anak-anak Ronaldo
    12/07/2020 - 00:04