Kopi TIMES

Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 03 Juni 2020 - 12:03 | 19.70k
Krisis Komunikasi di Tengah Pandemi Covid-19
Elfian Fitria Rukmayani, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Pandemi Covid-19 telah menjadi wabah yang mengglobal. Beberapa bulan terakhir, hampir seluruh negara di dunia tengah berjuang melawan pandemi yang diduga berasal dari negeri tirai bambu ini. Setiap media penyiaran dipenuhi dengan tagline mengenai virus yang menyerang organ pernafasan ini.

Kian hari pasien terus bertambah, karena kurangnya koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pencegahan penularan virus ini. Semua wilayah di bumi mengalami keguncangan tidak hanya dari aspek medis, tapi juga telah menyentuh hakikat kebutuhan mendasar manusia, terutama ketersediaan pangan.

Pemerintah Indonesia dinilai tidak siap menghadapi krisis sebagai dampak pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari pola komunikasi pemerintah yang tidak memiliki pemimpin khusus di tengah krisis Covid-19. Padahal dalam kenyataannya, keberadaan pemimpin dalam komunikasi krisis memegang peranan penting lantaran menjadi tolak ukur keberhasilan dan kegagalan mengatasi masalah. Dengan adanya pemimpin ini maka akan dapat dengan mudah diatur dan disiapkan informasi seperti apa yang akan disampaikan pada masyarakat. Dalam melaksanakan komunikasi ditengah krisis seperti ini, diperlukan adanya perencanaan yang jelas.  

Hingga sejauh ini dapat dilihat pola komunikasi krisis di tengah pandemi Covid-19 belum dilaksanakan dengan terstruktur. Sehingga menghasilkan kebijakan tumpang tindih dan membingungkan masyarakat. Karena sejauh ini belum ditentukan pemimpin khusus, maka Presiden sebagai kepala negara-lah yang memegang kendali. Yang kenyataannya pola komunikasi menjadi tidak tertata dan sering keliru. Beberapa pernyataan diralat oleh menteri ataupun staf khusus. seringkali pernyataan yang dilontarkan bersifat spontan dan tidak terencana.

Komunikasi terencana harusnya mulai dilakukan oleh pemerintah ditengah krisis pandemi Covid-19 ini. Bukan melakukan komunikasi seperti biasa pada situasi normal, karena dalam hal ini masalah timbul dalam berbagai dimensi. Pada masa krisis terjadi peningkatan tajam kepercayaan publik terhadap pemerintah. Berdasarkan hasil survei konsultan public relation (PR) global, Edelman, menunjukkan tingkat kepercayaan publik di 11 negara maju meningkat di tengah pandemi Covid-19. Di Indonesia indeks kepercayaan publik kepada pemerintah pada Mei 2020 mencapai angka 61%. Capaian ini merupakan yang tertinggi selama 20 tahun terakhir.

Namun jika kepercayaan tinggi ini tidak dibarengi dengan yang sesuai harapan juga akan menimbulkan kekecewaan. Sebagai satu-satunya pemegang otoritas yang memiliki data valid tentang fakta kondisi krisis Covid-19 membuat masyarakat begitu percaya terhadap pemerintah. Maka dengan ini diperlukaan adanya keterbukaan data yang valid. Dengan adanya keterbukaan data maka masyarakat akan lebih sadar dan mampu memahami situasi terkini. Terlebih dengan konsumsi berita di masyarakat meningkat sepanjang krisis Covid-19.

Pandemi Covid-19 menjadi ancaman di seluruh negara di dunia yang harus diatasi dengan komunikasi dan langkah strategis. Itulah sebabnya pesan dalam komunikasi krisis semestinya disesuaikan dengan khalayak yang menjadi target. Penyampaian pesan tidak melulu harus melalui media massa umum saja. Karena tidak semua orang mengakses media online, membaca koran, mengakses diskusi, sehingga diperlukan banyak saluran lain yang harus aktif mengedukasi masyarakat ditengah krisis komunikasi pandemi Covid-19. Isi pesannya-pun harus berbeda sesuai target. Harus ada satu tokoh yang berbicara dengan tepat kepada masyarakat. Namun yang terjadi sekarang yaitu dipukul rata sehingga malah menyebabkan semakin keruhnya kondisi krisis..

***

*)Oleh: Elfian Fitria Rukmayani, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Rizal Dhani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pramuka Kwarcab Sleman Ikuti Pelatihan Tenaga Spraying, Ini yang Diharapkan
    Pramuka Kwarcab Sleman Ikuti Pelatihan Tenaga Spraying, Ini yang Diharapkan
    12/07/2020 - 23:34
  • Partai Golkar Resmi Usung Mahyunadi-Kinsu untuk Pilkada Kutai Timur
    Partai Golkar Resmi Usung Mahyunadi-Kinsu untuk Pilkada Kutai Timur
    12/07/2020 - 23:14
  • Polres Cimahi Ungkap Ladang Ganja Satu Hektar
    Polres Cimahi Ungkap Ladang Ganja Satu Hektar
    12/07/2020 - 22:35
  • Terpilih Dampingi Teh Nia di Pilkada Bandung, Usman Sayogi Siap Mundur dari ASN
    Terpilih Dampingi Teh Nia di Pilkada Bandung, Usman Sayogi Siap Mundur dari ASN
    12/07/2020 - 22:00
  • Partai Golkar Resmi Usung Aliong Mus-Ramli di Pilkada Taliabu 2020
    Partai Golkar Resmi Usung Aliong Mus-Ramli di Pilkada Taliabu 2020
    12/07/2020 - 21:13
  • Santy Sastra Bagi Tips Manfaatkan Alam Bawah Sadar dalam Mendidik Anak
    Santy Sastra Bagi Tips Manfaatkan Alam Bawah Sadar dalam Mendidik Anak
    12/07/2020 - 21:06
  • Supervisi GP Ansor Ngawi Tingkatkan Kinerja Organisasi
    Supervisi GP Ansor Ngawi Tingkatkan Kinerja Organisasi
    12/07/2020 - 21:00
  • Dinas PPPA Malut Penuhi Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19
    Dinas PPPA Malut Penuhi Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Terdampak Covid-19
    12/07/2020 - 20:52
  • Terduga Teroris Ihsan Abdullah Meninggal, Keluarga Tuntut Penjelasan Polisi
    Terduga Teroris Ihsan Abdullah Meninggal, Keluarga Tuntut Penjelasan Polisi
    12/07/2020 - 20:44
  • Bisnis Pengrajin Batik Jember Masih Lesu
    Bisnis Pengrajin Batik Jember Masih Lesu
    12/07/2020 - 20:38

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Pilkada Kaur 2020, Antara Penantang vs Petahana
    Pilkada Kaur 2020, Antara Penantang vs Petahana
    12/07/2020 - 12:24
  • Bangkitnya Generasi Pasca Pandemi
    Bangkitnya Generasi Pasca Pandemi
    12/07/2020 - 10:12
  • Hak Politik Buruh Migran dalam Pilkada Serentak 2020
    Hak Politik Buruh Migran dalam Pilkada Serentak 2020
    12/07/2020 - 08:35
  • RUU HIP Asas Kepentingan?
    RUU HIP Asas Kepentingan?
    11/07/2020 - 16:33
  • Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    Tren Hijrah: Konstruksi Baru Identitas Muslim Milenial Urban Indonesia
    11/07/2020 - 15:37
  • Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    Alat Penghancur Virus Corona di Air, Udara, dan Lingkungan
    11/07/2020 - 14:22
  • Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    Dilema Jabatan Wakil Kepala Daerah
    11/07/2020 - 13:34
  • Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    Dangdut Koplo dan Dominasi Penguasa Industri Musik
    11/07/2020 - 12:25
  • Resmi Meluncur, Yamaha XSR 155 Bakal Obrak-abrik Pasar Filipina
    Resmi Meluncur, Yamaha XSR 155 Bakal Obrak-abrik Pasar Filipina
    12/07/2020 - 23:15
  • Ngeri Kecelakaan Mobil Mewah di Jogja, Untung Tak Ada Korban
    Ngeri Kecelakaan Mobil Mewah di Jogja, Untung Tak Ada Korban
    12/07/2020 - 23:11
  • Diwarnai Tabrakan Duo Ferrari, Lewis Hamilton Juara GP Styria
    Diwarnai Tabrakan Duo Ferrari, Lewis Hamilton Juara GP Styria
    12/07/2020 - 23:00
  • Suasana Rumah Duka Ayah Ivan Gunawan
    Suasana Rumah Duka Ayah Ivan Gunawan
    12/07/2020 - 22:47
  • Kasus Covid-19 di Jawa Timur Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya
    Kasus Covid-19 di Jawa Timur Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya
    12/07/2020 - 22:46
  • Pemilik Warung Dekat Penemuan Mayat Editor Metro TV: Pisau Saya Begini
    Pemilik Warung Dekat Penemuan Mayat Editor Metro TV: Pisau Saya Begini
    12/07/2020 - 18:18
  • Geger, Kapal Perang Rusia yang Membuat Amerika Ciut Muncul di Barents
    Geger, Kapal Perang Rusia yang Membuat Amerika Ciut Muncul di Barents
    12/07/2020 - 06:44
  • Bongkar Kasus Pembunuhan Editor Metro TV, Tim Gabungan Dibentuk
    Bongkar Kasus Pembunuhan Editor Metro TV, Tim Gabungan Dibentuk
    12/07/2020 - 12:24
  • Jet Tempur Rusia Hadang Pesawat Militer AS di atas Laut Jepang
    Jet Tempur Rusia Hadang Pesawat Militer AS di atas Laut Jepang
    12/07/2020 - 11:20
  • Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    Dicemarkan, Sultan Pontianak Resmi Laporkan Abu Janda ke Polisi
    12/07/2020 - 01:22