Kopi TIMES

Pancasila dalam Perspektif Islam

Senin, 01 Juni 2020 - 22:48 | 18.90k
Pancasila dalam Perspektif Islam
Rochmat Wahab adalah mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.

TIMESINDONESIA, JAKARTAPancasila pada hakekatnya memiliki multi fungsi dan kedudukan bagi negara kesatuan Republik Indonesia, yaitu sebagai jiwa bangsa Indonesia. Kepribadian bangsa Indonesia. Dasar negara Indonesia. Pandangan hidup bangsa Indonesia. Sumber dari segala sumber hukum bagi negara Republik Indonesia. Perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu mendirikan negara. Cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. Pancasila juga bisa memainkan peran strategis sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang memiliki keragaman suku, agama, dan ras. Pancasila tidak hanya eksis, melainkan juga fungsional. Pancasila sering kali dipertentangkan dengan agama. Padahal tidak harus demikian. Bagaimana Pancasila dalam perspektif Islam.

Kita sangat menyadari bahwa Pancasila merupakan pedoman hidup bangsa Indonesia. Sementara itu Islam merupakan pedoman hidup manusia di atas bumi untuk kehidupan di dunia dan di akhirat. Dengan begitu dalam konteks ini Pancasila merupakan bagian dari Islam. Bukan sebaliknya, bahwa Islam bagian dari Pancasila. Kita harus samakan pandangan ini untuk menghindarkan diri dari salah tafsir, yang bisa melahirkan potensi konflik yang tidak perlu.

Dalam rangka memahami dan mencermati Pancasila, kita dapat menganalisis anatominya. Bahwa Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara telah memberikan panduan kita dalam membangun hubungan vertikal, hubungan intra personal dan hubungan interpersonal. Hubungan vertikal digambarkan dengan sila pertama. Hubungan intrapersonal digambarkan dengan sila kedua. Sedangkan hubungan interpersonal digambarkan dengan sila ketiga, sila keempat, dan sila kelima.

Dalam sejarahnya, Pancasila yang terdiri atas lima sila, pernah diupayakan oleh Soekarno untuk diringkas menjadi Trisila yang berarti Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi, dan Ketuhanan yang berkebudayaan. Setelah itu diringkas lagi menjadi Ekasila, yang berarti Gotongroyong. Walaupun upaya Soekarno ini dimaksudkan untuk penyederhaan, melainkan sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara bahwa diskripsi detil Pancasila sangat diperlukan untuk implementasinya. Hal ini sejalan dengan Rukum Iman dalam agama Islam, tidak cukup hanya dengan Beriman kepada Allah saja, melainkan perlu juga mengetahui detil rukun Iman  lainnya. Demikian juga Rukun Islam, bahwa tidaklah cukup hanya berikrar Syahadatain saja, melainkan juga perlu rukun Islam lainnya. Karena itulah, supaya Pancasila tidak dianggap sebagai slogan saja, kiranya sangat perlu dibuat detil sila-silanya untuk memudahkan dalam memahami, menghayati dan mengamalkannya.

Karena Islam diyakini sebagai pedoman hidup paripurna bagi setiap muslim, baik sebagai pribadi, warga negara, maupun khalifah di atas bumi, maka selanjutnya perlu ditukilkan beberapa nilai Islam yang bisa menjadi rujukan bagi setiap sila dari Pancasila. Bagaimana setiap nilai-nilai Islam in line dengan sila-sila dari Pancasila.

Pertama, sila Ketuhanan Yang Esa. Artinya bahwa kita meyakini dan mempercayai bahwa Tuhan itu Maha Esa. Hal ini menegaskan bahwa Sang Kholiq itu Tunggal, sebagaimana yang tertuang dalam QS Al Ikhlas: ayat 1. Juga di ayat lain dan Surat lain  Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, yang artinya Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia...”.(QS Al Hasr:23). Demikian juga ditegaskan oleh Rasulullah saw, : Bahwa Islam itu didirikan atas dasar lima perkara, (1) Persaksian bahwa tidak ada Tuhan  kecuali Allah, dan persaksian bahwa Muhammad itu Utusan Allah. Semuanya menegaskan bahwa mentauhidkan Allah itu mutlak bagi setiap warga negara Indonesia. Walau sudah fixed rujukannya, apakah warga negara, bahkan pejabat kita sudah amalkan sila pertama? Sudah, namun faktanya masih belum menggembirakan. Semuanya wajib bertekad untuk tingkatkan Iman dan taqwanya.

Kedua, sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan keberadaban dalam pergaulan antar manusia. Tidak ada yang saling mendholimi. Allah tugaskan dalam QS Ar Rahman:9, “Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu”. Juga Rasulullah saw bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya yang membinasakan orang orang sebelum kalian adalah jika orang terhormat di antara kalian mencuri, mereka membiarkannya, namun jika yang lemah mencuri, mereka menghukumnya." (Muttafaq ‘Alaih). Keadilan mutlak harus ditegakkan. Tidak boleh pandang bulu. Jika terjadi kecurangan dan ketidakadilan, maka kehidupan antar manusia tidak pernah aman. Dibayang-bayangi oleh ancaman. Selain daripada itu kehidupan manusia harus diwarnai dengan perilaku beradab. Allah swt berfirman dalam QS Al Qalam:4, yang artinya: “Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung”. Sedang­kan Rasulullah saw bersabda, yang artinya:

“Bahwasanya aku (Muhammad) diutus menjadi Rasul tak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak mulia.”(HR Bukhari). Hal ini semakin menegaskan bahwa adab dan akhlaq sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari bagi setiap warga Indonesia. Jika kita benar-benar taat beragama, insya Allah otomatis bisa berbuat adil dan akhlaqnya baik antar sesama.

Ketiga, sila Persatuan Indonesia. Kita harus menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan. Walau kita beragam suku, agama, bahasa dan ras tetapi kita satu, yaitu Indonesia. Allah swt berfirman dalam QS, Ali Imran;103, yang artinya “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,...”. Yang diperkuat dengan sabda Rasulullah saw :”Al-Jama’ah adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab.” (H.R. Ahmad). Kedua rujukan menegaskan betapa pentingnya persatuan Indonesia dan nasionalisme, sehingga pada tahun tahun 1919 keluarlah jargon “Hubbul Wathon minal Iman, yang artinya “Mencintai negara sebagian dari Iman,” (KH A Wahab Hasbullah). Semangat persatuan bukankah hasil  konvensi rakyat Indonesia, melainkan disemangati oleh nilai-nilai agama yang memandang akan pentingnya, Jamaah atau Persatuan. Untuk menjaga keberlangsungan Indonesia, common vision harus lebih diutamakan, bukan pribadi, kelompok, golongan atau parati. Dengan begitu NKRi kan terus terjaga. Bersatu kita teguh, bercerai kita jatuh.

Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam persyawaratan/perwakilan. Kita seharusnya menjunjung tinggi wisdom dan musyawarah dalam menegakkan politik nasional. Hal ini sejalan dengan Islam yang tertuang dalam QS An Nahl:125, yang artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik...”. Demikian juga dalam QS Ali Imran:159, yang artinya:  “dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”. Yang dikuatkan dengan "telah bersabda Rasulullah saw kepada Abu Bakar dan  Umar : Apabila kalian berdua sepakat dalam musyawarah, maka aku tidak akan menyalahi kamu berdua. (HR Imam Ahmad).  Begitulah Ayat Al Qur-an dan Hadits Rasulullah. Bahwa kita dalam berpolitik sangat diperlukan pikiran dan sikap yang bijak. Dengan melibatkan hati nurani dan martabat. Demikian pula dalam urusan pembuatan keputusan hendaknya lebih diutamakan dengan cara musyawarah dan mufakat. Jika upaya ini gagal, barulah dilakukan dengan voting. Inilah yang menjadi persoalan dewasa ini bahwa ada kesan bahwa  pilihan langsung merupakan praktek demokrasi yang kurang sejalan dengan rambu-rambu Pancasila.

Kelima, sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita bertanggung jawab untuk bersama-sama menegakkan keadilan dalam kehidupan sosial dan tidak ada diskrimasi atau privilege. Rumusan ini sebenarnya merujuk pada QS. Al-Nahl : 90, yang artinya “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan. Memberi kepada kaum kerabatnya dan Allah melarang dari berbuat keji, mungkar dan permusuhan, dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”. Hal ini dikuatkan dengan sabda Rasulullah saw, “Carilah keridhaanku dengan berbuat baik kepada orang-orang lemah kalian, karena kalian diberi rezeki dan ditolong disebabkan orang-orang lemah kalian.” (Dishahihkan Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 779). Betapa anjuran untuk berbuat adil dan kebajikan untuk seluruh rakyat Indonesia, tanpa ada diskriminasi. Pembangunan ekonomi yang seharusnya diperkuangkan adalah ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah. Bukan ekonomi kapitalis yang berdampak terhadap ketidakmerataan kekayaan negara untuk rakyat.

Demikianlah setelah memperhatikan uraian tersebut di atas, kita semakin mengetahui, betapa Islam telah berkontribusi banyak terhadap tegaknya konsep Pancasila. Kini persoalan yang masih dihadapi terkait Pancasila, bukanlah rumusan konsepnya. Namun konstruksi materi  dan strategi implemtasi nilai-nilai Pancasila yang belum terumuskan final. Di samping perlu ditunjukkan polical will-nya para pimpinan di semua level dan sektor di bawah Presiden dan Lembaga lainnya yang terkait. Urusan Pancasila adalah urusan dan tanggung jawab semua, bukan tanggung jawab rezim. Jika demikan maka Implementasi nilai-nilai Pancasila akan didukung oleh semua. (*)

***

*) Oleh: Rochmat Wahab adalah mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dhani
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pemerintah Bentuk Tim Pemburu Koruptor, Pimpinan DPR RI Minta Komisi III Dilibatkan
    Pemerintah Bentuk Tim Pemburu Koruptor, Pimpinan DPR RI Minta Komisi III Dilibatkan
    15/07/2020 - 17:26
  • Begini Cara Jepang Mengedukasi Warga yang Masih Bandel ke Klub Malam
    Begini Cara Jepang Mengedukasi Warga yang Masih Bandel ke Klub Malam
    15/07/2020 - 17:13
  • Persela Lamongan Tetap Pilih Surajaya sebagai Homebase untuk Lanjutan Liga 1
    Persela Lamongan Tetap Pilih Surajaya sebagai Homebase untuk Lanjutan Liga 1
    15/07/2020 - 17:10
  • Gugus Tugas Cilacap Gencarkan Woro Woro Protokol Kesehatan
    Gugus Tugas Cilacap Gencarkan Woro Woro Protokol Kesehatan
    15/07/2020 - 17:07
  • Soal Polemik RUU HIP, Menko Mahfud MD Tegaskan Sikap Pemerintah
    Soal Polemik RUU HIP, Menko Mahfud MD Tegaskan Sikap Pemerintah
    15/07/2020 - 17:02
  • Tingkatkan Akses Jalan Menuju  Gunung Bromo, TNBTS dan Pemkab Malang Jalin Kerjasama
    Tingkatkan Akses Jalan Menuju  Gunung Bromo, TNBTS dan Pemkab Malang Jalin Kerjasama
    15/07/2020 - 17:00
  • Sambangi KPM, Kantor Pos Kota Pagaralam Jemput Bola Salurkan BST
    Sambangi KPM, Kantor Pos Kota Pagaralam Jemput Bola Salurkan BST
    15/07/2020 - 16:56
  • Kerja Cepat dan Tepat Jadi Pedoman Satgas TMMD 108 di Lokasi Sasaran RTLH
    Kerja Cepat dan Tepat Jadi Pedoman Satgas TMMD 108 di Lokasi Sasaran RTLH
    15/07/2020 - 16:51
  • Enam Provinsi Nihil Penambahan Kasus Covid-19
    Enam Provinsi Nihil Penambahan Kasus Covid-19
    15/07/2020 - 16:47
  • Lindungi Konsumen, Agen dan Pangkalan Musyawarah Atasi Kelangkaan LPG di Pagaralam
    Lindungi Konsumen, Agen dan Pangkalan Musyawarah Atasi Kelangkaan LPG di Pagaralam
    15/07/2020 - 16:43

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Pembelajaran Daring di Era New Normal
    Pembelajaran Daring di Era New Normal
    15/07/2020 - 16:21
  • Pergeseran Nilai dan Fungsi Masker
    Pergeseran Nilai dan Fungsi Masker
    15/07/2020 - 15:37
  • Maraknya Hoaks di media Sosial serta Antisipasinya
    Maraknya Hoaks di media Sosial serta Antisipasinya
    15/07/2020 - 12:28
  • Rumah Belajar, Mimpi Membangkitkan Teknologi untuk Nyala Api Pendidikan Indonesia
    Rumah Belajar, Mimpi Membangkitkan Teknologi untuk Nyala Api Pendidikan Indonesia
    15/07/2020 - 09:34
  • Imam Shamsi Ali: Sikapi Hagia Sofia dengan Bijak
    Imam Shamsi Ali: Sikapi Hagia Sofia dengan Bijak
    15/07/2020 - 08:21
  • Heutagogi: Pedagogi Baru di Era Normal Baru
    Heutagogi: Pedagogi Baru di Era Normal Baru
    14/07/2020 - 20:40
  • Covid-19, Tragedy of The Commons, dan Tindakan Kolektif
    Covid-19, Tragedy of The Commons, dan Tindakan Kolektif
    14/07/2020 - 16:07
  • Pemberdayaan Ibu dalam Praktik MP-ASI Sebagai Kunci Penanggulangan Stunting
    Pemberdayaan Ibu dalam Praktik MP-ASI Sebagai Kunci Penanggulangan Stunting
    14/07/2020 - 15:00
  • Menteri Pekerjaan Umum Positif Corona, Orang Ketiga di Kabinet Filipina
    Menteri Pekerjaan Umum Positif Corona, Orang Ketiga di Kabinet Filipina
    15/07/2020 - 17:26
  • Jessica Iskandar Punya Riwayat Hipertiroid, Kenali Tanda-tandanya!
    Jessica Iskandar Punya Riwayat Hipertiroid, Kenali Tanda-tandanya!
    15/07/2020 - 17:23
  • Melani / Tryola Tantang Greysia / Febby di Laga Kedua PBSI Home Tournament
    Melani / Tryola Tantang Greysia / Febby di Laga Kedua PBSI Home Tournament
    15/07/2020 - 17:21
  • Setelah 50 Tahun Beroperasi, Boeing 747 Bakal Pensiun
    Setelah 50 Tahun Beroperasi, Boeing 747 Bakal Pensiun
    15/07/2020 - 17:20
  • Lecehkan Ibu Guru saat Siaran Instagram, Oknum Penulis Minta Maaf
    Lecehkan Ibu Guru saat Siaran Instagram, Oknum Penulis Minta Maaf
    15/07/2020 - 17:16
  • Kisah Letjen Kentot, Perwira TNI Ajudan Setia Jenderal Soeharto
    Kisah Letjen Kentot, Perwira TNI Ajudan Setia Jenderal Soeharto
    15/07/2020 - 05:02
  • Ternyata, Tarif Hana Hanifah Setara Gaji Ronaldo 1 Jam di Juventus
    Ternyata, Tarif Hana Hanifah Setara Gaji Ronaldo 1 Jam di Juventus
    15/07/2020 - 05:18
  • Terkuak, Hana Hanifah Gunakan Dokumen Palsu Saat Jalani Prostitusi
    Terkuak, Hana Hanifah Gunakan Dokumen Palsu Saat Jalani Prostitusi
    15/07/2020 - 07:25
  • Inggris Akhirnya Bersekutu Sama Amerika Keroyok China di Indo-Pasifik
    Inggris Akhirnya Bersekutu Sama Amerika Keroyok China di Indo-Pasifik
    15/07/2020 - 07:04
  • Honda CR-V Baru Resmi Mengaspal, Jangan Kaget Lihat Harganya
    Honda CR-V Baru Resmi Mengaspal, Jangan Kaget Lihat Harganya
    15/07/2020 - 11:50