Kopi TIMES

Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Nelayan

Senin, 01 Juni 2020 - 08:50 | 23.21k
Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Nelayan
Hendra Wiguna, Humas KNTI Kota Semarang.

TIMESINDONESIA, SEMARANG – Bung Karno sang nakhoda agung negara maritim mengenalkan kita kepada marhaenisme, selain itu yang paling kita syukuri adalah warisan beliau kepada kita semua yakni Pancasila. 

Pancasila merupakan falsafah bangsa Indonesia, sila-sila dalam Pancasila adalah rangkaian kesatuan bulat sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lain, tidak dapat dibagi-bagi atau diperas. Menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari hari merupakan salah satu kewajiban kita sebagai warga Negara Indonesia.

Pancasila digali oleh Bung Karno dengan bertafakur dan menyelami sejarah bangsa Indonesia lapis demi lapis, menembus endapan pergumulan sejarah bangsa serta menggali kekayaannya. Dalam pidato Bung Karno pada tahun 1964 beliau bercerita tentang "malam spiritual" malam dimana ia menemukan sebuah dasar negara yang saat ini kita mengenalnya dengan Pancasila.

Berikut kutipan pidato Soekarno:
“Malam itu aku menggali, menggali dalam ingatkanku, menggali dalam ciptaku, menggali dalam khayalku, apa yang terpendam dalam bumi Indonesia ini. Agar supaya dari hasil penggalian itu, dapat di pakainya sebagai ‘Dasar negara’ Indonesia yang akan datang. 
Sudah terbukti, bahwa Pancasila yang saya gali dan persembahkan kepada rakyat Indonesia, bahwa Pancasila itu adalah benar-benar suatu dasar yang dinamis. Sebagai dasar yang benar-benar dapat menghimpun segenap tenaga rakyat Indonesia, suatu dasar yang benar-benar dapat mempersatukan rakyat Indonesia, untuk bukan saja mencetuskan revolusi, tetapi juga mengakhiri revolusi ini dengan hasil yang baik.
Maka aku sebenarnya adalah utusan atau Wakil dari revolusi Indonesia. Revolusi Indonesia ini bukan revolusi Soekarno tapi revolusi seluruh rakyat Indonesia.“_

Maka tidak bisa kita ingkari jika kita membaca Pancasila, yang dihadirkan Bung Karno bagi bangsa Indonesia hari ini, Pancasila adalah denyut nafas bangsa. Digali dari jantung perjalanan bangsa, Pancasila sebagai “pandangan hidup” (weltanschuung), “dasar Negara” (philosphische grondslag), serta ideologi merupakan intisari perenungan dan “titik “persetujuan” bangsa (common denominator). Pancasila menjadi kristalisasi tenunan kebudayaan dan pengalaman bertahun-tahun sejarah bangsa Indonesia.

Kaum Marhaen

Adapun Marhaenisme oleh Bung Karno dikenalkan pertamakalinya dalam pleidoinya yang terkenal berjudul ‘Indonesia Menggugat’. Pidato pembelaan ini dibacanya dalam sidang di pengadilan besar Bandung. Jika kita menilik kehidupan nelayan kecil dan tradisional yang merupakan marhaen seperti yang digambarkan oleh Bung Karno, dimana nelayan  memiliki kapal dan peralatannya sendiri, ia tidak bekerja pada siapa pun, ia menjadi majikan bagi dirinya sendiri.
Selain merupakan Kaum Marhaen, nelayan kecil dan tradisional adalah respresentasi dari Pancasila. Nilai-nilai Pancasila yang tergali oleh Bung Karno, hingga kini masih terjaga oleh para nelayan di nusantara ini.

Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Nelayan

Sila Ke 1 - Ketuhanan yang Maha Esa

Nelayan kita dikenal dengan kerifan lokalnya, salah satunya dengan tetap menjaga tradisi “Sedekah Laut” sebagai wujud rasa syukur atas keselamatan dan hasil bumi yang mencukupi kepada Tuhan yang maha Esa. 
 
Sila Ke 2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Nelayan dalam kesehariannya berbagi wilayah tangkapan satu sama lain, bahkan dengan profesi lainnya yang memerlukan ruang dilaut seperti pelayaran (transportasi). Kendati nelayan identik dengan pemburu yang notabennya melakukan penangankan ikan, hari-hari ini dapat kita jumpai tidak sedikit pula nelayan yang melakukan budidaya yang disibut dengan pembudidaya. Hal ini menjadi gambaran bahwa nelayan tetap arif dan bijaksana menjaga keseimbangan alam dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. 

Sila Ke 3 - Persatuan Indonesia

Nelayan-nelayan tradisional kita, tetap menjaga budaya gotongroyong-nya yang mana sangat sulit nilai-nilai ini ditemukan hari-hari ini. Selain itu, nelayan menjadi bagaian terpenting dalam menjaga kedaulatan negara ini, kehadiran nelayan dilaut membantu mengisi ruang laut dari kekosongan sehingga sedikit banyak dapat menekan angka pencurian dari bangsa asing. 

Sila Ke 4 - Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan

Nelayan Tradisional hingga kini masih menjalankan kebiasaan adat istiadatnya, dimana mereka bisanya libur dihari jumat. Pada saat libur inilah biasanya mereka isi dengan kegiatan berkumpul (silahturahmi), selain itu momen ini biasanya digunakan untuk bermusayawarah, memikirkan bagaimana nasib mereka kedepannya terutama menjadi evaluasi atas kejadian-kejadian yang mereka alami saat ini. 

Sila Ke 5 - Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Peran nelayan sangatlah luar biasa, nelayan menjadi aktor utama dalam pemenuhan pangan bangsa ini. Selain itu, kepekaan nelayan terhadap sesama perlu kita tauladani. Mereka kadang merelakan untuk tidak pergi malaut mencari nafakah, dikala ada tetangganya yang sangat perlu dibantu. 

Uraian-uraian di atas hanyalah catatan kecil dari sudut pandang yang sempit, jika didalami lebih dalam sebagaimana Bung Karno menggali Pancasila daripadanya akan cukup panjang kita mengurainya. Beruntung Bung Karno telah membulatkannya dalam Pancasila, sehingga kita sebagai generasi penerus bisa menjadikannya sebagai falsafah berbangsa dan bernegara.

Jangan sampai luput juga, ketika kita memandang laut disana kita memiliki potensi yang besar terkait dengan pangan. Harus kita sadari bahwa bicara pangan tidak cukup hanya pangan di darat saja, sumber protein hewani yang berasal dari perairan, ikan, juga mempunyai kontribusi yang cukup besar. Ikan-ikan yang ditangkap oleh nelayan ini mengandung protein, tentunya sangat diperlukan untuk membangun generasi demi generasi yang lebih baik. Karnanya sudah sepatutnya kita mengakui bahwa Nelayan lah yang memastikan asupan protein hewani itu bisa kita konsumsi, jadi nelayan mempunyai posisi yang sangat strategis dalam persoalan pemenuhan kebutuhan protein hewani bangsa ini.

Problematika Marhaen

Kendati nelayan sebagai Kaum marahen mimiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila serta menjadi aktor utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan bangsa ini, ia masih dirundung dengan berbagai problematika. Permasalahan yang membayang-bayangi nelayan kecil dan tradisional bukanlah permasalahan baru, hanya saja permasalahan tersebut tak kunjung usai.  Perlu uluran dan komitmen dari pemerintah untuk tidak sekedar menciptakan siklus/kebijakan tetapi benar-benar mengimplementasikannya sehingga keberpihakan kepada nelayan itu ada.  Misalnya dengan pemenuhan sarana prasarana nelayan seperti hadirnya SPBN didekat sandar perahu nelayan (Dermaga), tempat pelelangan ikan, serta docking kapal (Galangan).  Agar para nelayan tradisonal ini terjamin kesejahteraannya, sehingga kehidupan keluarga nelayan sama dengan halnya keluarga lainnya.

Selamat Hari Pancasila, semoga para Nelayan kecil dan tradisional yang pancasilais ini kedepan bisa lebih diperhatikan. Terlebih para pemimpin kita saat ini sangat mengagumi Bung Karno, sudah seyogyanya ia membersamai kaum marhaen. (*)

*) Penulis, Hendra Wiguna, Humas KNTI Kota Semarang 

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
KOMENTAR

EKORAN

TERBARU

  • Pack Your Bag and Visit Ijen Crater Banyuwangi
    Pack Your Bag and Visit Ijen Crater Banyuwangi
    14/07/2020 - 06:09
  • Pasta Madura, a Dark Spaghetti with Spicy Shrimp ala Regantris Hotel Surabaya
    Pasta Madura, a Dark Spaghetti with Spicy Shrimp ala Regantris Hotel Surabaya
    14/07/2020 - 05:05
  • Get an Amazing Buffet Style Dinning at Grand Dafam Surabaya
    Get an Amazing Buffet Style Dinning at Grand Dafam Surabaya
    14/07/2020 - 04:04
  • Toba Caldera Finally Acknowledged as Unesco Global Geopark
    Toba Caldera Finally Acknowledged as Unesco Global Geopark
    14/07/2020 - 03:21
  • Hilangkan Jerawat Membandel Pakai Kulit Semangka
    Hilangkan Jerawat Membandel Pakai Kulit Semangka
    14/07/2020 - 02:22
  • Take a Glance at The Beautiful Ambience of Majalengka at Night
    Take a Glance at The Beautiful Ambience of Majalengka at Night
    14/07/2020 - 01:06
  • Sanksi Dicabut, Manchester City Bisa Bermain di Liga Champion Eropa
    Sanksi Dicabut, Manchester City Bisa Bermain di Liga Champion Eropa
    14/07/2020 - 00:06
  • Demi Kepercayaan Publik, Kemenparekraf: Pengusaha Hotel Harus Terapkan Protokol Kesehatan
    Demi Kepercayaan Publik, Kemenparekraf: Pengusaha Hotel Harus Terapkan Protokol Kesehatan
    13/07/2020 - 23:55
  • Surat Kesiapan Baru Masuk, Pemkot Bandung Percepat Aktivasi Ojol Angkut Penumpang
    Surat Kesiapan Baru Masuk, Pemkot Bandung Percepat Aktivasi Ojol Angkut Penumpang
    13/07/2020 - 23:48
  • Cerita Ria Sonia, Bocah Penderita Bocor Ginjal di Majalengka Datangi Polsek Minta Bantuan
    Cerita Ria Sonia, Bocah Penderita Bocor Ginjal di Majalengka Datangi Polsek Minta Bantuan
    13/07/2020 - 23:43

TIMES TV

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

Implementasi Pancasila dalam Dunia Pendidikan

30/06/2020 - 20:22

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?

Pilkada Serentak 2020 di Papua. Sudah Tepatkah Waktunya?
Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil

Ngevlog Bareng Owner Bubur Ayam Abah Odil
Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang

Peduli Kampung Tangguh, Ibu Panglima TNI Bantu Masker Batik untuk Warga di Malang
Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

Menebalkan Alis dengan Tepat, Mata Terlihat Lebih Indah

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    Perjuangan Erdogan Membebaskan Hagia Sophia
    13/07/2020 - 23:29
  • Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    Peran Strategis Bank Indonesia Era Pandemi
    13/07/2020 - 22:00
  • Spirit Kuliah Daring
    Spirit Kuliah Daring
    13/07/2020 - 21:03
  • Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    Mengusut Kembali Visi Pendidikan Negeri
    13/07/2020 - 20:15
  • Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    Krisis Isu Rasisme di Amerika Serikat
    13/07/2020 - 19:38
  • Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    Tiga Paslon Pilkada Tangsel, Ini Peta Kekuatannya
    13/07/2020 - 17:12
  • Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    Pilkada 2020 dan Momentum Lahirnya Pemimpin Dengan Gaya Baru
    13/07/2020 - 16:11
  • Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    Membangun Peradaban Meritokrasi di Era Bonus Demografi
    13/07/2020 - 15:50
  • Terungkap! Tersandung Prostitusi Online, Tarif Artis FTV HH Rp 20 Juta
    Terungkap! Tersandung Prostitusi Online, Tarif Artis FTV HH Rp 20 Juta
    14/07/2020 - 07:14
  • Naik Angkot, Kelakar David Naif Sedih Tak Ada yang Mengenali
    Naik Angkot, Kelakar David Naif Sedih Tak Ada yang Mengenali
    14/07/2020 - 07:12
  • 6 Tips Memilih Semangka yang Manis
    6 Tips Memilih Semangka yang Manis
    14/07/2020 - 07:09
  • Dewi Perssik Bersuara Lagi, Angga Wijaya Minggat Sebulan Tiap Berantem
    Dewi Perssik Bersuara Lagi, Angga Wijaya Minggat Sebulan Tiap Berantem
    14/07/2020 - 07:05
  • Artis FTV HH Ditangkap Saat Telanjang di Kamar Hotel dan 4 Berita Lainnya
    Artis FTV HH Ditangkap Saat Telanjang di Kamar Hotel dan 4 Berita Lainnya
    14/07/2020 - 07:05
  • Petaka di Menit Akhir, Manchester United Gagal Tembus 3 Besar
    Petaka di Menit Akhir, Manchester United Gagal Tembus 3 Besar
    14/07/2020 - 04:00
  • Real Madrid Menang Lagi, Peluang Juara LaLiga Makin Terbuka
    Real Madrid Menang Lagi, Peluang Juara LaLiga Makin Terbuka
    14/07/2020 - 04:56
  • Wow, Bidadari Bulutangkis Australia Pamer Tubuh Seksi di Kolam Renang
    Wow, Bidadari Bulutangkis Australia Pamer Tubuh Seksi di Kolam Renang
    14/07/2020 - 05:36
  • Nasi Padang Jadi Sumber Penularan Corona, Cek Faktanya
    Nasi Padang Jadi Sumber Penularan Corona, Cek Faktanya
    14/07/2020 - 06:00
  • Eksekusi Mati di AS Pertama Kalinya dalam 17 Tahun, Siapa Terhukumnya
    Eksekusi Mati di AS Pertama Kalinya dalam 17 Tahun, Siapa Terhukumnya
    14/07/2020 - 01:12